Thursday, July 23, 2026
Home Blog Page 75

Sigit Wardana jadi bagian dari ekspansi brand fashion LOIS ke industri musik nasional

0

Kaset.id – Brand fashion LOIS bukanlah brand baru di industri fashion tanah air, kehadiran produk – produk LOIS sudah sangat berperan dalam life style anak – anak muda di Indonesia dan dunia selama ini. Bermula dengan produk – produk jeans, produk LOIS berkembang ke berbagai produk seperti produk LOIS Jeans ada celana jeans, celana chinos (twill), celana cargo denim dan non denim, jaket denim dan non denim, t-shirt, kemeja, aksesoris seperti topi, sandal, Sepatu, tas, dompet, belt, hingga boxer. Selain produk cowok, Lois jeans juga ada produk untuk cewek.

Memasuki era kolaborasi saat ini brand LOIS yang berpusat di Spanyol ini juga mengembangkan strategi dagangnya dengan memulai ekspansinya ke industri musik nasional, hal ini bertujuan cara LOIS untuk menggaet lebih banyak anak muda yang aktif, kreatif dan positif serta ikut berperan memajukan industri musik Indonesia melalui fashion, bahkan rencana ke depan LOIS juga ingin terjun langsung mensupport acara – acara konser music musisi – musisi nasional

Di temui di outlet brand LOIS daerah fatmawati, Jakarta Selatan, salah satu management brand LOIS bernama Sasa tampak sibuk memilih produk – produk LOIS bersama musisi nasional Sigit Wardana yang juga merupakan vokalis dari group Base Jam. Sigit Wardana yang selain masih aktif sebagai anggota Base Jam juga eksis sebagai solois ini ternyata cukup tertarik dengan produk – produk LOIS dan bahkan telah dipilih oleh brand fashion LOIS sebagai endorser resmi LOIS.

“Seneng banget gw di endorser LOIS, Jadi emang gw lagi cari produk baju yang mau support kebutuhan gw utk perform off air & on air. Pas banget Ternyata pihak Lois menghubungi manajemen gw utk ngajak kerjasama.Menurut gw model, desain dan karakter outfitnya Lois cocok dengan style gw yang casual, santai tapi harus tetap keliatan keren”, terang Sigit Wardana.

Sebelum di endorse oleh brand LOIS, Sigit Wardana yang di bulan November 2023 lalu merilis mini album solo berjudul “November” ini sebenarnya sudah punya pengalaman memakai produk – produk LOIS,

“Sebelumnya gw pernah pakai Lois, nyaman dan cocok pastinya, koleksinya juga banyak gak cuma kaos dan celana, Jadi enak kalo mau mix and match. Produk – produk LOIS itu bahannya enak dan koleksinya gak cuma sebatas jeans aja, jadi lebih relevan dengan style fashion yang terus berkembang. Satu kelebihan dari LOIS lagi adalah harganya yang relatif terjangkau”, tambah Sigit lagi.

Sementara itu, Sasa yang mewakili management dari brand LOIS Indonesia mengungkapkan alasan memilih Sigit Wardana sebagai endorser resmi LOIS,

“Karena saat ini khan LOIS ingin masuk ke industri musik nasional dan kita melihat kak Sigit Wardana bisa mewakili segmen LOIS di usia 18 – 45 th, apalagi customer LOIS khan lebih banyak cowok. Target yang diharapkan dengan meng-endorse Kak Sigit Wardana adalah supaya LOIS bisa masuk juga ke anak muda yang hobi musik dan nonton konser”, jelas Sasa.

Brand LOIS saat ini juga sudah meng-endorse beberapa musisi lain, namun untuk endorse produk yang berjenis custom, kolaborasi atau artis series nampaknya memang belum terealisasi dalam waktu dekat ini,

“Untuk niatan membuat produk kolaborasi atau artis series tentunya ada, namun belum dalam waktu dekat karena kami harus ijin dengan pihak LOIS Spanyol dulu”, terang Sasa.

LOIS sebagai brand fashion yang cukup melegenda di dalam negeri dan luar negeri Nampak sangat jeli membaca perkembangan trend fashion musik yang selalu berjalan berdampingan selama ini. Menurut Sasa pihak brand LOIS telah mengantisipasi trend – trend fashion yang sedang berjalan dan kadang berubah – ubah tersebut. Sebagai contoh Sasa menjelaskan bahwaTrend fashion saat ini bisa sangat bervariasi tergantung pada musim. Namun, beberapa trend umum yang dapat diamati dalam beberapa tahun terakhir termasuk:

  1. Sustainability: Kesadaran akan dampak industri fashion terhadap lingkungan semakin meningkat, mendorong popularitas bahan-bahan ramah lingkungan dan praktik produksi yang bertanggung jawab.
  2. Fashion: Pakaian yang nyaman dan serba guna, bisa digunakan baik untuk kegiatan santai maupun formal.
  3. Minimalisme, Simple: Desain yang sederhana.
  4. Inspirasi Retro: Pengaruh dari era-era sebelumnya, seperti gaya retro dari tahun 60-an, 70-an, atau 90-an.
  5. Warna-warna Terang: Palet warna yang cerah dan berani, memberikan tampilan yang segar dan energik

Sukses buat brand fashion LOIS dan Sigit Wardana yang secara resmi mengikat perjanjian Kerjasama, semoga industry musik Indonesia lebih maju lagi dengan adanya kepedulian – kepedulian seperti ini.

Jelang rilis full album, Moccatune luncurkan single ke empat bertajuk “Halu”

0

Kaset.idMoccatune adalah band Teen-Pop asal Surabaya yang beranggotakan Anya Junor (vokal), Satriagung Caesar Wijaya (keyboard), Fahri (gitar), Hendra (bass), dan Mumut (Drum). Sejak terbentuk pada tahun 2019, Moccatune sempat mengalami bongkar pasang personil sebelum akhirnya mantap dengan anggota yang sekarang.

Musik dari Moccatune terinspirasi dari band pop rock 2000s seperti Cokelat, Potret, hingga Vierra. Sejak berdirinya, Moccatune sudah merilis 6 single dengan total ratusan ribu streams di Spotify sebelum melepas single baru bertajuk ‘Di Sampingmu‘ Februari lalu. Seakan tanpa jeda, Moccatune merilis ‘Halu’ di bulan Mei ini.

Single ‘Halu’ adalah babak kedua dari kampanye perilisan debut album mereka. Rencananya, debut album penuh Moccatune akan segera dirilis dalam waktu dekat ini. Sedangkan kampanye perilisan single ‘Halu’ akan melibatkan banyak pelaku seni dan grup kolektif kreatif di surabaya.

Melanjutkan cerita single Di Sampingmu, kali ini Moccatune kembali dengan sebuah single energetic yang berjudul Halu. Masih bersama management Sooberty Club, Track ini sudah mengudara sejak tanggal 31 Mei 2024 lalu.

“Halu” adalah single Teen-Pop tentang delusi seseorang yang menderita akibat cinta tak sampai. Anya Junor, vokalis dari Moccatune, menceritakan bahwa orang dalam lagu ini tidak bisa menerima kenyataan yang tidak sejalan dengan skenario romantis ala pikirannya. Parahnya, ia terus-terusan menghalu / berkhayal sampai rasa suka tersebut berubah menjadi obsesi.

“Halu bercerita tentang seseorang yang diam-diam suka dengan pacar orang, padahal dia sendiri juga sudah punya pacar. Akhirnya, dia membangun hubungan di dalam khayalannya sendiri,” ujar Anya Moccatune

Seperti layaknya karya Moccatune yang sebelumnya, Satriagung Caesar Wijaya, Keyboardist, masih dipercaya untuk menulis dan memproduksi single ‘Halu’. Menurut Satria, komposisi lagu ini merupakan resep musik yang selama ini mereka cari sebuah single yang upbeat dan emosional  terdengar bersemangat namun sedih. Sederet instrumen yang uplifting namun membawa rasa sesal, vokal yang ceria namun mengiris hati, semua itu dirangkum dalam track sepanjang tiga menit lima belas detik yang singkat, padat, dan “tidak jelas”.

“Lagu pertama yang aku tulis dan bikin semua orang yang aku kenal suka adalah ‘Halu’. Kalo single-single sebelumnya mungkin peminatnya masih kerasa segmented banget. Ada yang suka, ada yang ga suka. Tapi lagu yang satu ini beda, semuanya suka. Bahkan sampai keluarga dan orang tuaku yang penikmat lagu retro pun dibikin joget dan bergumam sepanjang hari oleh lagu ini. Begitu juga dengan fanbase Moccatuners yang selama ini dukung kita. Dengan begitu pun kita waktu bawain juga jadi happy banget. Jadi bisa disimpulkan kalo ‘Halu’ adalah resep yang oke dan akan kita pakai di album dan kemungkinan produksi-produksi yang lain di masa depan,” ujar Satria.

Seluruh produksi lagu ‘Halu’ dilaksanakan di studio kamar Sooberty Club oleh seluruh personil Moccatune secara bergantian. Anya pada vokal, Hendra pada Bass, Mumut pada drum, Fahri pada gitar, dan terakhir Satria pada keyboard yang sekaligus bertugas sebagai operator dan music director. Seluruh instrumen direkam secara live kecuali sejumlah instrumen pendukung seperti Keyboard, Strings, dan Pad. Anya juga membagikan cerita seru terkait kesulitannya untuk bernyanyi menyesuaikan dengan gaya musik Moccatune.

“Jadi kan waktu pertama produksi, aku masih belum bisa banget pake aksen centil ala vokalis pop 2000-an. Akhirnya, aku bikin playlist yang aku kasih judul ‘Indo Centil’. Isinya lagu-lagu dari musisi kayak Acha Septriasa, Astrid, dan Ratu. Aku dengarkan playlist itu selama dua minggu penuh,” katanya.

Memang pada dasarnya Anya Junor adalah penikmat musik era 2000-an, namun menikmati dan mengeksekusi adalah dua hal yang berbeda. Walupun kesulitan, Anya melihat kekurangannya sebagai sebuah personal challenge yang harus dilewati untuk bisa level up.

Dalam proses perilisan single ‘Halu’, Moccatune juga berkolaborasi dengan seniman dan brand lokal untuk memproduksi merchandise. Illustrator lokal Ilham Aji Pangestu yang sering dipanggil Holak dipilih sebagai kolaborator untuk membuat Artwork Single ‘Halu’. Sedangkan untuk produksi kaos merchandise, Moccatune memutuskan untuk menggandeng Brigside Easywear, sebuah brand clothing lokal dari Surabaya yang sudah cukup ramai terdengar dari kalatog kolaborasinya dengan unit garage rock Modernheads.

Single ‘Halu’ merupakan single ke-4 dari album ‘Kembali ke Kotamu’ yang akan dirilis oleh moccatune dalam waktu dekat. Bersamaan dengan rilisnya track ini, Moccatune ingin menunjukkan bahwa musisi lokal juga bisa konsisten merilis karya baru secara produktif. Tidak hanya sekedar meluncurkan sebuah karya musik, namun juga bisa menjadi pemantik untuk membakar semangat kolaborasi antara musisi dan seniman lokal lainnya. Selain merilis merchandise, Moccatune juga berencana untuk mengadakan tur keliling sekolah bersama radio dan bekerjasama dengan kolektif lokal untuk tur di beberapa kota di jawa timur.

Saat ini ‘Halu’ sudah tersedia di Spotify, Apple Music, Youtube Music, dan platform lainnya.

Lewat label sendiri, Sara Wijayanto rilis single “Hilang”

0

Kaset.idSara Wijayanto, artis serba bisa berparas cantik ini, kini Tengah mengembangkan sayapnya ke industri musik tanah air. Namun bukan baru kali ini dirinya berkecimpung di dunia Tarik suara.

Jejak kontribusinya di dunia musik tanah air pernah terekam saat Sara Wijayanto menjadi salah satu penyanyi latar di beberapa lagu  pada album Slank di tahun 1994.

Tak hanya itu, pada tahun 1997 Sara Wijayanto pernah bergabung dengan Andrey dan Mori Vebrani dalam sebuah grup musik yang mengusung konsep lagu Pop RnB.

Kini Sara Wijayanto yang juga isteri dari Ilusionis Demian Aditya tersebut akan mempersembahkan Single yang berjudul “Hilang”. Lagu ini ditulis dan diproduseri juga oleh Sara sendiri. Selebriti yang kerap di kait – kaitkan dengan kehidupannya yang dekat dengan dunia lain ini, menaungi karya – karyanya dalam labelnya, Bernama “Diary Musik Sara”.

Dalam lagu terbarunya, “Hilang”, Sara Wijayanto menjanjikan sebuah persembahan yang penuh dengan emosi dan kejujuran. Lagu ini tidak hanya menjadi wadah untuk meluapkan perasaan yang dalam, tapi juga sebagai ungkapan dari pengalaman hidup yang mungkin dialami oleh banyak orang.

“Saya sangat bersemangat untuk berbagi lagu inidengan semua orang, “Hilang” adalah hasil dari proses yang mendalam dan sangat pribadi bagi saya. Saya berharap lagu ini dapat menyentuh hati dan memberikan semangat kepada siapa pun yang mendengarkannya”. Kata Sara Wijayanto .

“Single Hilang ini akan menjadi obat kangen untuk seluruh Sarradicts di dalam negeri maupun luar negeri” tambah Sara disela – sela kesibukannya membangun aplikasi DMS+.

“Hilang” tersedia di berbagai platform music digital dan jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan kekuatan emosional dari karya terbaru Sara Wijayanto.

Awak media puas dengan Preview “Matahari Papua”, Teater Koma memang luar biasa!!

0

Kaset.id – Media preview pertunjukan “Matahari Papua” khusus buat awak media dan undangan yang dibesut oleh Teater Koma dan didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation jelang pertunjukan resminya yang akan digelar Jumat, 7 Juni sampai Minggu, 9 Juni 2024 berlangsung dengan sangat seru. Ratusan awak media dan undangan yang memenuhi Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki sangat puas, terkesima dan kagum menyaksikan pertunjukan preview tersebut.

Lakon “Matahari Papua” yang naskah nya ditulis oleh mendiang Norbertus Riantiarno, atau biasa dipanggil Nano Riantiarno tersebut merupakan naskah terakhir dari Nano Riantiarno dan merupakan produksi ke-230 dari Teater Koma. Pada pertunjukan di hari Kamis, 6 Juni 2024 tersebut memperlihatkan kehandalan Rangga Riantiarno yang juga merupakan putra mendiang Nano Riantiarno dalam mengarahkan para pemeran di pertunjukan “Matahari Papua” yang luar biasa keren tersebut.

“Selama 47 tahun, Teater Koma telah konsisten menghibur dan memperkaya wawasan para penikmat seni dengan beragam kisah yang sarat pesan moral dan nilai-nilai positif. “Matahari Papua” ini memiliki makna yang sangat mendalam, karena merupakan karya terakhir dari Bapak N. Riantiarno, sang pendiri Teater Koma. Selama hidupnya, beliau telah memberikan kontribusi luar biasa bagi dunia teater Indonesia dengan cerita-cerita yang menyentuh hati dan penuh makna. Karya terakhir ini adalah bentuk dedikasi dan cinta beliau yang tulus terhadap seni pertunjukan. Semoga warisan beliau terus menginspirasi dan menyemangati generasi penerus dalam merayakan dan menghargai kekayaan seni budaya kita,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Pertunjukan preview ““Matahari Papua” semalam jujur sangat berkesan bagi para awak media dan undangan yang hadir karena apa yang dipersembahkan Teater Koma dari segi artistik panggung, lighting, screen sampai dengan kostum para pemerannya terasa detail dan sangat bagus dinikmati mata penonton. Pertunjukan yang diselenggarakan berdekatan dengan hari lahir N. Riantiarno ini juga menjadi pertunjukan pertama Teater Koma kembali di Graha Bhakti Budaya, setelah beberapa tahun terakhir ini harus berpindah tempat karena renovasi dan situasi pandemi.

Ratna Riantiarno yang malam tadi sempat membuka perhelatan “Matahari Papua” memiliki kesan tersendiri atas kembalinya Teater Koma ke Taman Ismail Marzuki.

“Kembalinya kami tampil di Graha Bhakti Budaya tentunya menjadi sebuah kesan tersendiri karena tempat ini memiliki sejarah dan menjadi saksi bagi beragam pertunjukan dari Teater Koma. Kini kami kembali meski tanpa kehadiran Mas Nano. Tapi sosok sang guru, bapak, saudara, sahabat itu akan selalu menyertai di hati kami. Wejangan dan ajarannya senantiasa hadir di tiap gerak kami. Karena kami tidak akan pernah berhenti bergerak, tidak pernah titik, selalu Koma,” ujar Ratna Riantiarno yang juga berperan sebagai produser.

Berlatarkan tempat di wilayah Kamoro, Papua, “Matahari Papua” mengisahkan seorang pemuda bernama Biwar tumbuh dewasa, di bawah asuhan sang Mama, Yakomina, dan didikan Dukun Koreri. Saat mencari ikan, Biwar menolong Nadiva dari serangan Tiga Biawak, anak buah Naga, yang meneror Tanah Papua. Biwar bercerita kepada Mamanya, sang Mama justru mengisahkan memori pahit. Papa dan tiga paman Biwar ternyata mati dibunuh Naga. Mama, yang sedang mengandung, lolos lalu melahirkan Biwar. Biwar bertekad balas dendam, membunuh Sang Naga. Apakah Biwar mampu membunuh Naga?

Pentas “Matahari Papua” ini menampilkan Tuti Hartati, Lutfi Ardiansyah, Joind Bayuwinanda, Netta Kusumah Dewi, Daisy Lantang, Bayu Dharmawan Saleh, Sir Ilham Jambak, Sri Qadariatin. Ada pula Zulfi Ramdoni, Angga Yasti, Rita Matumona, Dana Hassan, Adri Prasetyo, Andhini Puteri, Dodi Gustaman, Indrie Djati, Pandu Raka Pangestu, Hapsari Andira, Radhen Darwin, Edo Paha, dan masih banyak lagi aktor handal lainnya.

“Matahari Papua” dipentaskan Jumat, 7 Juni 2024, pukul 19.30 WIB; Sabtu, 8 Juni 2024, pukul 13.00 dan 19.30 WIB; Minggu, 9 Juni 2024, pukul 13.00 WIB; di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Jangan lupa untuk hadir menyaksikan pertunjukan keren dari Teater Koma ini.

Info tiket:

www.teaterkoma.org

0217359540

082122777709

HTM:

975k | 725k | 525k | 400k | 275k | 175k

Mundur dari TRIAD, Ahmad Dhani cari pengganti dirinya lewat audisi TRIAD Idol

0

Kaset.id – Bos RCM sekaligus pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani menyatakan mundur dari posisinya sebagai vokalis di group The Rock Ahmad Dhani atau disingkat dengan nama TRIAD. Pengumuman mundurnya Ahmad Dhani diumumkan Ahmad Dhani langsung melalui kanal youtube Ahmad Dhani Dalam Berita malam ini 5 Juni 2024.

“Saya rencananyan akan mengundurkan diri dari TRIAD karena Dewa 19 banyak job”, ujar Ahmad Dhani seius namun sambil berseloroh.

Rencananya musisi sekaligus politikus Gerindra tersebut akan mencari penggantinya dengan menggelar ajang pencarian bakat yang disebut dengan TRIAD Idol.

“Jadi silahkan mengadu keberuntungan dengan mengirimkan video penampilannya untuk di audisi, kriterianya laki – laki dibawah 40 tahun, berpenampilan keren dan menarik dengan warna vokal yang cowok banget”, jelas Dhani berbarengan dengan personil TRIAD, Taraz, Ices, Mitha dan Ikmal.

Setelah mengungkap ktiteria yang dicari, Dhani beserta para personil TRIAD menjelaskan tata cara untuk mendaftar di ajang pencarian bakat TRIAD Idol tersebut,

“Caranya kalian harus membuat video kalian melalui HP ataupun link youtube untuk dikirimkan ke nomer HP yang akan di tentukan nanti. Selanjutnya kita akan seleksi di Jakarta pada tanggal 1 Agustus di studio Video Legend dengan cara tampil bernyanyi langsung di depan personil TRIAD. Untuk yang berdomisili di Jawa Tengah dan sekitarnya bisa ikut seleksi tanggal 6 Agustus 2024 di Dewa 19 Restografi Jogjakarta, Jalan Magelang KM 6, untuk yang di Jawa Timur dan sekitarnya bisa ikut seleksi di Dewa 19 Restografi Surabaya, Jalan Embong Kemiri, pada tanggal 8 Agustus 2024”, terang Ahmad Dhani dilansir dari kanal youtube Ahmad Dhani Dalam Berita.

Buat yang tertarik menjadi vokalisnya TRIAD, tunggu berita tentang nomer HP yang bisa kalian hubungi nanti disini ya.

Band – band mengerikan akan menghajar Madiun di gelaran “Rockamination Festival 2.0”

0

Kaset.id – Kota Madiun akan diguncang oleh gelaran konser musik cadas bertajuk “Rockamination Festival 2.0”. Dalam kondisi skena musik di Indonesia sedang bergejolak setelah pandemi melanda yang membuat para pelaku event organizer dan band banyak yang hiatus, dan setelah melewati kerinduan begitu panjang akhirnya di Indonesia kembali banyak festival besar tidak hanya di kota besar tapi juga tumbuh di daerah – daerah seiring dengan perkembangan yang pesat pelaku industri kreatif di Indonesia.

Salah satunya adalah kota Madiun, yang akan menyelenggarakan “Rockamination Festival 2.0” yang menghadirkan banyak sekali band skala nasional dan juga mengangkat band – band lokal di Madiun. “Rockamination Festival 2.0” tahun ini akan menampilkan Seringai, Burgerkill, SID, Captain Jack, Darksovls, Boomerang, Dreamer, Rebellion Rose, Kilms ft AIU x Rudye, Serigala Malam, MCPR, Ghostline, Begundal Lowokwaru, Blingsatan, Sisi Selatan, & Carnival Torment. Serta melibatkan band lokal heroes Easy Peacy, Energi Esok Hari, Startgame x Prisa, Snapburn, Revival, The Carrion, Pemuda Berbakti dan Gerak Bertindak.

Event “Rockamination Festival 2.0” merupakan Festival musik rock tahunan yang diadakan oleh promotor Riveproject, dengan mengundang berbagai artis nasional yang diboyong ke kota Madiun.

“Event “Rockamination Festival 2.0”  ini merupakan event tahunan yang kami selenggarakan secara rutin, tentunya sebagai media kami membranding kota Madiun, bahwa di kota Madiun banyak potensi lokal yang bisa digali, dan harapannya juga kedepan kota Madiun juga akan menjadi singgahan band – band yang akan mengadakan tour maupun kolaborasi yang lainnya, sehingga industri kreatif di kota Madiun akan terus tumbuh”. Ucap Heri Nurcahyo dari Riveproject.

Event “Rockamination Festival 2.0” akan di adakan selama dua hari di Stadion Wilis, Madiun, tanggal 13 sampai dengan 14 Juli 2024. Siapkan diri kalian untuk ikut serta menjadi bagian “Rockamination Festival 2.0”.

Swag Event pecah!! Element, Base Jam, Bunga, Lyla, The Chasmala, 3 Tahier, Rudy Nugraha, Pepeng dan Om Om menjajah panggung

0

Kaset.id – Sebanyak sembilan entitas musik papan atas Indonesia hadir di program musik mingguan Swag Event (Take Over) yang berlangsung di kompleks kuliner Kala di Kalijaga, Jakarta Selatan pada Selasa malam, 4 Juni 2024.

3 Tahier

Start with a Gig alias Swag Event merupakan keriaan independen yang digagas Dhiche Stage bersama sejumlah entitas media sejak tahun 2022 lalu. Program ini, tercatat pernah menjadi tempat singgah bagi musisi pendatang baru dan kenamaan untuk mempromosikan karya terbaik mereka.

Masih dipandu duo MC Eno Suratno Wongsodimedjo dan Ncek Gaul, acara yang diselenggarakan secara rutin setiap Selasa malam tiap pekannya ini diharapkan mampu menjadi ajang silaturahmi musikal antar elemen penting di balik industri musik Indonesia.

Elemen penting tersebut melingkupi wartawan musik, event organizer, kurator festival, talent scout, label musik, hingga penikmat musik itu sendiri.

Base Jam

Di episode ke-75 kali ini, panggung Swag Event diambil alih atau di-take over oleh Ferdy Tahier, vokalis grup band Element dan Band Om Om. Konten kreator pemilik program podcast All You Can Hear ini, membawa serta rekan-rekan di kancah permusikan untuk mengisi panggung Swag Event.

Adalah The Chasmala, 3 Tahier, Rudy Nugraha eks vokalis Caffeine), Lyla, Band Om Om, Bunga Band, Franki Indrasmoro alias Pepeng eks Naif, dan Basejam, sembilan entitas musik yang mentas dan membawakan karya-karya terbaiknya malam itu.

Penyelenggaraan program Swag Event (Take Over) mendapat dukungan penuh dari sejumlah pihak, antara lain Komunitas Labelers, Road Manager Indonesia, Imarindo, Jaringan Jurnalis Musik, Jurnalis Kanal Musik, Afe Records, My Music Records dan Kala di Kalijaga.

Element

Acara ini juga mendapat dukungan dari barisan media partner, yakni Reallist Media, Boleh Music, Screentime ID, Info Pesta, Seputar Musik Indonesia, Mave Magazine, Lesehan Musik, dan Soundtainment.

Selain itu, ada pula Lewat Lensa Com, Cadaazz Com, Dapur Letter, Soundcorners, I Music ID, Musik Anak Negeri, Berisik Radio, Djakarta Connection, Rockstar Magazine, Mautau ID, Stoodio ID, Musik Distric, Jakarta Network, Indie Hits Com, Urbannews Co, serta SOS Konser. (ESWP)

Pasca menyimak karya – karya The Chasmala, No Debat, ini adalah salah satu album group band terbaik

0

Kaset.id – Siapa yang gak kenal dengan duo Denny Chasmala dan Irfan Chasmala? Pasti semua kenal ya, dua – dua nya adalah musisi berbakat yang penuh pengalaman di industri musik Indonesia. Denny di gitar dan Irfan di piano sama – sama punya andil besar membantu karir banyak musisi dan solois tanah air, bahkan Denny Chasmala masuk dalam list penulis lagu, aranjer dan produser paling laris di industri musik Indonesia. Diluar aktifitas sebagai musisi di belakang layar, Denny dan Irfan kini hadir bersama dalam sebuah group band bernama “The Chasmala” yang telah merilis single debut berjudul “Pria Idaman” pada akhir 2023 lalu.

Terlepas dari single perdana The Chasmala yang jujur saja memang keren untuk disimak, pertanyaannya apakah proyek duo Chasmala ini mampu mengibarkan group band nya yang mengandeng Pieter Anroputra sebagai vokalis ini lebih jauh melangkah lagi di industri musik Indonesia yang saat ini penuh sesak dengan solois – solois muda berbakat? Patut di akui Denny Chasmala adalah musisi yang paham peta industri musik tanah air karena dia berada di balik kesuksesan banyak musisi dan solois Indonesia, beberapa lagu ciptaannya seperti “Berharap Tak berpisah (Reza Artamevia), Pilihlah Aku (Krisdayanti)” dan “Penyesalan (Titi DJ)” adalah karya Denny Chasmala yang sangat sering di cover musisi – musisi lain.

Pengalaman Denny dan Irfan tentu sudah tidak diragukan lagi, kedekatan mereka dengan label dan musisi plus pribadi Denny yang menyukai tantangan tentu akan jadi modal The Chasmala mengarungi industri musik nasional yang saat ini sedang kekurangan band – band baru yang fresh. Sebagai sebuah group band, The Chasmala tentu harus mempunyai effort yang ekstra karena perjalanan sebuah band sedikit berbeda dengan aktifitas kreatif lainnya di industri musik Indonesia. Group band harus kompak dan solid karena terdiri lebih dari satu kepala, mau bekerja keras terus mempromosikan dirinya lewat panggung ke panggung dan banyak hal – hal lain yang tidak dilalui oleh seorang solois.

Bertempat di kantor label MyMusic Records beberapa waktu lalu, The Chasmala dan MyMusic Records mengundang insan pers untuk hearing lagu – lagu dari calon album debut The Chasmala. Ada 7 lagu yang dipamerkan The Chasmala kehadapan insan pers yang hadir yaitu : Kejadian (TST), Ikrar, Berharap Tak Berpisah, Sakit Bila Dipendam, Pria Idaman, ⁠Dua-Duanya dan Positive”. Seperti yang sudah saya (penulis) duga pastilah ke 7 lagu The Chasmala ini akan jadi karya terbaik dari segi penulisan dan aransemen lagu, kerapian hasil rekamannya maupun konsep bermusik mereka sebagai band. Sebagai catatan, lagu “Sakit Bila Dipendam” nampaknya sangat pantas menjadi single jagoan bila The Chasmala akan merilis lagu yang ballad.

Banyak teman jurnalis yang menyoroti lirik dan musik perlagu nya, namun saya (Penulis) lebih suka menyoroti langkah The Chasmala sebagai sebuah band. Setelah mendengarkan semua lagunya, saya pribadi sudah menduga kalau karya Denny, Irfan dan Pieter ini bakalan aman dan berkelas secara hasil. Beberapa lagu ballad seperti “Ikrar” dan “Sakit Bila Dipendam” plus single debut mereka “Pria Idaman” terasa banget bahwa pengalaman Denny dan Irfan menulis lagu hits memang bukan kaleng – kaleng, sedangkan di lagu yang lain seperti “Kejadian (TST)” dan “Positive” ada eksplorasi nakal dan liar mereka yang menonjol. Keliaran duo Chasmala tersebut Nampak berusaha diimbangi oleh Pieter yang bagi saya walaupun cukup berhasil membuat aman setiap lagu dari The Chasmala tapi kalau bisa ikut liar bakal lebih seru lagi.

Denny Chasmala sendiri sempat menjelaskan bahwa di album ini The Chasmala masih mencoba memberikan ruang buat Pieter memaksimalkan keterlibatannya dan itu sangat wajar mengingat seorang frontman band di Indonesia memang bakal menjadi perhatian lebih dari para penikmat musik di Indonesia. Namun begitu secara keseluruhan kehadiran The Chasmala bakal menjadi warna baru, rasa baru dan pilihan baru bagi Masyarakat. Materi bagus, musisi berpengalaman dan label yang mumpuni tentu harus bisa saling bersinergi dalam menjalankan produk seperti The Chasmala. No Debat, ini salah satu album group band terbaik yang pernah saya Simak, Maju terus The Chasmala!!

Pameran relief Bung Karno bisa di simak di Galeri Komunitas Salihara

0

Kaset.id – Sebuah proyektor menampilkan video mengenai relief-relief yang dibangun di era Sukarno. Proyektor tersebut menampilkan salah satunya adalah karya S. Sudjojono yang berjudul Manusia Indonesia yang pernah menjadi bagian dari Bandara Internasional Kemayoran, Jakarta. Selain relief di dalam proyektor, kita juga dapat melihat cetak trimatra dari relief di Sarinah dan beberapa dokumentasi mengenai relief lain di era Presiden Sukarno. Baik relief, cetak trimatra, dokumentasi, dan arsip yang ditampilkan ini merupakan bagian dari pameran terbaru Komunitas Salihara dengan tajuk Relief Era Bung Karno yang berada di dalam Galeri Salihara.

@2024 Witjak Widhi Cahya/salihara

Pameran ini dibuka pada 11 Mei lalu di Serambi Salihara oleh Pendiri Komunitas Salihara, Goenawan Mohamad dan Kurator Galeri Salihara, Asikin Hasan. Relief Era Bung Karno hadir untuk menumbuhkan kembali apresiasi terhadap karya relief sebagai bagian dari tumbuh kembang kesenian modern serta bangsa Indonesia secara keseluruhan. Pameran ini memperkenalkan kepada publik tokoh-tokoh seniman seperti Harijadi Sumadidjaja, S. Sudjojono, Surono, Trubus Soedarsono, dan seniman dari Sanggar Pelukis Rakyat yang begitu dekat hubungan dengan Presiden Sukarno.

Hadir pula dalam pameran ini anak dari S. Sudjojono; Maya Sudjojono dan Alexandra Pandanwangi Sudjojono serta anak dari Harijadi Sumadidjaja; Santu Wirono.

@2024 Witjak Widhi Cahya/salihara

Relief Era Bung Karno dapat dikunjungi dari 11 Mei hingga 09 Juni 2024 (Senin dan libur nasional tutup) di Galeri Salihara. Kurator Pameran; Asikin Hasan dan Ibrahim Soetomo menulis tajuk “Wajah Indonesia dalam Pahatan Relief-relief di Masa Mercusuar Soekarno” yang dapat dilihat sesaat pengunjung memasuki galeri. Dalam tulisan tersebut dikatakan,

“Relief-relief modern–demi membedakannya dengan relief yang terdapat di berbagai candi dan pura–berisi nilai-nilai luhur masa lalu, gotong royong, cinta kasih pada sesama, solidaritas, semangat membebaskan Indonesia dari belenggu imperialisme dan seterusnya. Pendek kata–relief-relief tersebut bercerita–segala hal yang berkaitan dengan proyek mercusuar Bung Karno dan kebaikan moralitas Indonesia.”

@2024 Witjak Widhi Cahya/salihara

Singkatnya, pameran ini yang mengemas topik kesejarahan lewat seni rupa mengajak pengunjung untuk melihat gagasan presiden Soekarno lewat proyek-proyek yang ia kerjakan dengan seniman sezaman dan kedekatannya dengan tokoh-tokoh seni rupa ternama tanah air.

Unit grunge asal Malang, Anesseria luncurkan debut album “Suar”

0

Kaset.id – Unit grunge muda Malang, Anesseria hadir dengan pokok pikiran permasalahan sosial dan politik terkini dalam debut album yang berjudul “Suar“. Sejak lahirnya Anesseria di tahun 2018, band ini baru rilis single di tahun 2020 yaitu “Pengecut” yang dilanjutkan “Musnah” di 2022 dan pengantar album Suar yaitu “Jati Diri” pada 2023.

Kini hadir di 2024, debut album pertama dari Anesseria ini mempresentasikan perkembangan pemikiran para pemuda dalam menyikapi akan perkembangan dari sosial dan politik yang sedang terjadi di Indonesia. Album ini akan menjadi narasi besar yang mewakili pandangan Anesseria tentang bagaimana cara pemuda dalam menghantarkan kebebasan berpendapat.

Narasi tersebut tertuang dalam lagu – lagu yang terdapat pada dalam album Suar, yang menurut pandangan idealis Anesseria akan menghantarkan para pendengar tentang bagaimana mestinya pemuda menjadi agen perubahan di Indonesia. Melalui lagu yang dikemas dalam nuansa grunge 90-an yang kental dan sedikit bersalut metal ini, Anesseria ingin membuka ruang wacana para pendengar agar lebih bisa melihat bagaimana keadaan sosial dan politik di sekitarnya.

“Meski Anesseria tampil dengan wajah grunge yang kental akan era 90-an, progresi chord yang ada pada album ini terkesan tidak kuno karena kami menghadirkan riff – riff baru yang kami kreasikan secara unik dan fresh bagi telinga pecinta musik Kota Malang,” tutur Faishal selaku vokalis Anesseria.

Anesseria terdiri dari 5 personil yaitu Faishal (Vocal), Mayga (Gitar 1), Gilang (Gitar 2), Bagas (Bass), Marcellino (Drum). Dipengaruhi oleh band – band seperti Nirvana, Foo Fighters, Audio Slave, Besok Bubar dan Navicula, kuintet ini mengawali perjalanan karya sejak 2018.

Debut materi album Suar sendiri ditulis bersama oleh semua personil Anesseria mengingat akan keresahan bersama yang terjadi pada usia muda ini. Untuk produser dan mixing & mastering dari album ini diprakarsai oleh Marcellino sang drummer di H4ze studio, home studio miliknya. Album ini diproduksi dalam sejak tahun 2020 sampai akhir tahun 2023 serta dirilis pada tanggal 31 Mei 2024 di bawah naungan Srawung Records di berbagai DSP yang hadir di Indonesia.