Kaset.id – Solois Nadine Fatiana akan menginjak usia dewasa muda yakni 17 tahun, maka dari itu ia menyambutnya dengan perilisan lagu “LIMITS” di bulan Juni 2024. Dara yang telah menekuni dunia musik sejak berusia 15 tahun tersebut memang sengaja melepas karya barunya bertepatan dengan hari ulang tahun yang jatuh di tanggal 3 pada bulan ke-6.
Banyak mengangkat tema tentang pertemanan, cinta pertama, hingga observasinya terhadap lingkungan sekitar di karya terdahulu, “LIMITS” justru berisikan penggambaran bahkan sindiran tentang watak seorang Nadine.
“Inspirasinya berkaca dari aku sendiri. Lagu ini kan memang menceritakan tentang watak aku, bahkan aku ngerasa lagu ini agak nyindir diri aku sendiri. Harapannya sih, dengan lagu ini aku inget biar jadi orang yang lebih pedulian,” ungkap musisi yang tengah mengenyam pendidikan di SMAN 2 Kota Malang ini.
Dibalut musik R&B yang soulful, Nadine kembali menggandeng Mahatamtama dari Coldiac yang berperan sebagai sesama komposer dan produser untuk single terbarunya. Visualisasi dari cover single “LIMITS” diwakili oleh foto kue ulang tahun sang musisi yang berbentuk bulat dengan hiasan kelopak mawar yang mulai merekah yang mewakili fase hidup baru yang mulai membuncah.
Nadine sendiri tidak memungkiri bahwa ia mendapat banyak pelajaran di karir bermusiknya yang masih tergolong dini. Dari segi penulisan lirik, ia berharap lagu-lagu kedepannya bisa semakin mewakili pribadinya yang bertambah dewasa. Seperti yang tertuang dalam “LIMITS” yang berbicara tentang tekadnya, Nadine juga menjelaskan bahwa impiannya dalam berkarya adalah konsistensi.
“Dalam bermusik aku nggak menargetkan sesuatu tapi mengambil experience sebanyak-banyaknya dan yang penting tetap konsisten,” imbuhnya.
Nadine pun tidak sabar menyambut usia barunya dengan berharap bisa mengenal serta bekerja sama dengan musisi dan produser-produser lain. Ia tidak ragu menyebutkan bahwa fase dewasa muda ini siap ia hadapi dengan lebih banyak menulis dan membuat komposisi lagu. Nadine juga membuka kesempatan seluas-luasnya untuk tampil di berbagai panggung secara live untuk mengasah kemampuannya sebagai musisi.
Kenali lebih jauh musisi muda ini dengan single terbarunya “LIMITS” di berbagai layanan streaming digital. Nadine Fatiana juga akan mengabarkan perkembangan musiknya lewat kanal media sosial via Instagram @nadinefatiana.
Kaset.id – Di tengah derasnya arus musik pop masa kini, musisi muda yang berbakat, T. Rucira, mengemukakan identitasnya sendiri dengan merilis single perdana mereka yang berjudul “Baik Saja“. Lagu ini tidak hanya menonjolkan vokal manis T. Rucira, tetapi juga menghadirkan narasi yang kuat tentang hubungan dan emosi manusia.
Menghadirkan nuansa musik pop, T. Rucira membawa pendengarnya dalam perjalanan emosional melalui lirik-lirik yang sederhana dan melodi yang menawan. Dalam “Baik Saja”, ia menciptakan sebuah dunia di mana keegoisan dalam cinta menjadi sorotan utama, menimbulkan pertanyaan tentang harga yang harus dibayar untuk mencapai kebahagiaan.
Perilisan “Baik Saja” juga menandai awal dari perjalanan T. Rucira dengan label After School, label yang juga menaungi musisi ternama Nadhif Basalamah. Melalui label musik ini, T. Rucira menempatkan dirinya di bawah naungan yang tepat untuk berkembang dan mengembangkan karir musik yang ia bangun.
“Baik Saja” sudah dapat didengarkan melalui seluruh digital streaming platform kesayangan kalian. Saatnya menikmati vokal manis T. Rucira sembari menyelami perasaan sakit hati yang melanda diri.
Kaset.id – Usai membuka langkahnya dengan single “Orang Yang Berbeda“, ANJI kembali merilis single kedua dari album, “Samsara” berjudul “Kamulah Orangnya“.
“Kamulah Orangnya” merupakan sebuah karya yang memperkuat keterikatan emosional secara mendalam dari album “Samsara” yang akan dirilis ANJI di akhir tahun ini. Dalam lagu ini, ANJI menggambarkan perasaan bahagia yang sulit untuk disembunyikan saat seseorang menemukan cinta sejati dalam hidupnya.
Dengan lirik yang kuat dan melodi yang memikat, “Kamulah Orangnya” akan membawa pendengar ke dalam sebuah perjalanan emosional yang memancarkan kebahagiaan atas kehadiran seseorang yang istimewa dalam hidupnya. Lagu ini tidak hanya menarik secara musikal, tetapi juga menyampaikan pesan universal tentang kekuatan cinta.
Dalam konteks album “Samsara”, “Kamulah Orangnya” menambah warna dan variasi musik yang mengesankan. Bekerja sama dengan Petra Sihombing selaku produser musik, ANJI berharap bahwa lagu ini akan menjadi inspirasi bagi pendengarnya.
ANJI juga kembali menyutradarai video klipnya dengan merangkul Dara Sarasvati, seorang model kecantikan yang memerankan karakter wanita anggun yang menebarkan kebahagiaan kepada banyak orang di sekitarnya. Dara Sarasvati menggambarkan sosok yang menginspirasi dan memikat, hal itu menarik perhatian ANJI, yang berperan sebagai seorang fotografer.
Dengan latar belakang cerita sederhana penuh makna, video klip ini bukan hanya menambah dimensi visual bagi lagu “Kamulah Orangnya”, tetapi juga menghadirkan pesan yang lebih dalam tentang kekuatan cinta dan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya sangat antusias untuk memperkenalkan single kedua dari album ‘Samsara’. ‘Kamulah Orangnya’ adalah salah satu lagu favorit saya dalam album ini, dan saya berharap dapat berbagi kebahagiaan dan cinta kepada pendengar melalui lagu ini.”ujar Anji
Jangan lewatkan kesempatan untuk mendengarkan “Kamulah Orangnya” dari ANJI, single kedua dari album “Samsara”, yang dirilis secara resmi pada tanggal 28 Mei 2024 di platform musik digital favoritmu.
Kaset.id – We The Fest #WTF24, A Summer Festival of Music, Arts, Fashion & Food, a festival experience by Ismaya Live. We The Fest, telah mengumumkan lineup Phase 3 untuk edisi ulang tahun ke-10, yang akan diselenggarakan pada tanggal 19, 20, dan 21 Juli 2024 di GBK Sports Complex, Senayan, Jakarta.
Terdapat nama internasional PEACH PIT, band indie rock asal Los Angeles yang terkenal dengan lagu-lagu yang catchy dan soundscape yang memukau, serta Girlgroup dari jepang XG membawakan vokal yang kuat dan gerakan tarian yang selaras di atas panggung.
Musisi tanah air juga akan menjadi pusat perhatian, dengan hadirnya MARCELL, yang dikenal dengan suara R&B-nya yang lembut, serta XANDEGA, yang sekarang berkancah di musik sebagai solois, dan JUBILEE MARISA yang dapat memikat penonton dengan suara penuh perasaan dan lirik yang introspektif. Artis-artis luar biasa ini bergabung dengan deretan artis internasional yang telah diumumkan sebelumnya, seperti Peggy Gou, Omar Apollo, Turnstile, Alec Benjamin, dan masih banyak lagi.
#WTF24 lebih dari sekadar musik, para pengunjung juga dapat belajar tentang kreativitas area Beyond The Music. Mulai dari keseruan taman hiburan Carnifun hingga kelezatan sinematik Cinema Club, festival ini menawarkan sesuatu untuk semua orang. Jelajahi ekspresi artistik di Art Village, menikmati kuliner di Eats & Beats, dan ciptakan kenangan tak terlupakan di seluruh area festival.
Selain itu, kompetisi Submit Your Music telah menutup masa pendaftarannya, dan mencatatkan jumlah pendaftaran tertinggi dalam sejarahnya. Tanggapan yang luar biasa ini menyoroti bakat dan semangat yang luar biasa dalam komunitas musik, yang sangat ingin menampilkan karya mereka di #WTF24.
Para pengunjung juga dapat ikut merasakan semangat festival lebih awal dengan mendengarkan daftar putar resmi #WTF24 di Spotify. Dikurasi dengan lagu-lagu dari para penampil tahun ini, ini adalah cara sempurna untuk menikmati suasana sebelum festival dimulai.
Tingkatkan pengalaman #WTF24 Anda ke level tertinggi dengan memesan Cabana Banana (VVIB Sofa). Paket eksklusif ini menawarkan semua fasilitas area VIP, dengan manfaat tambahan berupa tempat menonton terbaik di festival, area toilet pribadi, dan hingga dua tempat parkir gratis.
Bagi mereka yang ingin menikmati festival secara lengkap, #WTF24 menawarkan paket perjalanan yang nyaman mulai dari Rp7.900.000. Paket-paket ini sudah termasuk tiket 3 hari untuk dua orang (pilihan GA atau VIP), penginapan yang nyaman (4 hari 3 malam) di hotel-hotel mewah seperti Artotel Gelora Senayan, Harris Suites FX Sudirman, dan Fairmont Jakarta, serta sarapan pagi untuk dua orang.
Jangan lewatkan perayaan musik, seni, dan komunitas yang tak terlupakan di We The Fest #WTF24
Kaset.id – Jordan Susanto baru saja merilis single terbarunya yang bertajuk “Senopati In The Rain“. Liriknya menceritakan seseorang yang muak dengan budaya malming-an ke Senopati (pusat hiburan malam di Jakarta Selatan) dan memutuskan untuk berdua saja di tempat yang lebih intim ditengah musim hujan kota Jakarta.
“Senopati In The Rain” sangat terinspirasi oleh musisi R&B layaknya D’Angelo, PJ Morton, dan Marvin Gaye. Dipadu oleh gaya menulis Jordan Susanto yang penuh kisah, lagu ini mudah dinikmati oleh penggemar lirik yang bercerita dan musik groovy dengan pocket yang dalam.
“Senopati In The Rain” diproduseri oleh Heston Prasetyo. Jordan Susanto sendiri adalah penulis lirik dan penata musik dari lagu ini. Jordan juga memainkan semua instrumen di lagu ini kecuali drum, yang dimainkan oleh Josh Risakotta.
“Senopati In The Rain” kini dapat dinikmati di digital streaming platforms seperti Spotify dan Apple Music. Video visual pendamping lagu ini juga dapat disaksikan di YouTube channel Jordan Susanto. Album Jordan Susanto akan segera dirilis beberapa bulan pasca “Senopati In The Rain” telah dirilis.
Kaset.id – Seolah tak sabar, Firman Siagian dengan bersemangat menceritakan rencananya untuk tampil sebagai artis utama dalam sebuah Acara Spesial bertajuk “Still Got The Blues” yang akan digelar pada Sabtu, 8 Juni 2024 bertempat di AuDo’S Coffee and Resto, Jl. Kolonel Sugiono No.35, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Pria asal Balige, Tapanuli, Sumatera Utara ini memang memiliki karakter vokal keras ciri khas musik, namun Firman lebih dikenal dengan lagu melayu yang dipopulerkannya seperti lagu “Kehilangan” ciptaan Charly ST12. Kali ini seperti ingin mengejutkan fans dan penggemar musik Indonesia, Firman kembali membangkitkan jiwa bermusiknya ke era nge-band bersama Bandit Blues atau Jimi Jangkrik sekaligus membuktikan kecintaannya akan musik rock terutama rock’n roll dan blues.
Penuh dengan kejutan dan berbagai atraksi menarik, acara yang dipromotori oleh JP Production ini juga merayakan Sewindu Bersama Audo’s yang menghadirkan penampilan komedian Panca SUCA, Penyanyi Patricia Maureen serta Komplen Band mulai pukul 19:00 hingga selesai.
Buat kamu yang mau datang ke acara ini silakan melakukan Reservasi, dan mengingat keterbatasan tempat, segeralah menghubungi melalui DM Instagram @audoscoffeeandresto atau WhatsApp ke 0859 5449 8176.
Still Got The Blues dirancang untuk menjadi malam yang tak terlupakan, merayakan delapan tahun perjalanan AuDo’S bersama para pelanggan setia untuk menikmati musik blues yang autentik dan menggetarkan jiwa pecinta musik Indonesia.
Kaset.id – Berselang cukup lama dari single ketiga “Sudah Jalannya” yang rilis pada Februari 2023, solois wanita Winaya Satasya, atau yang akrab disapa Winaya, ini akhirnya kembali menyapa para penggemar dengan lagu keempatnya, “Wangimu Seperti Aku”. Mengusung judul yang tidak biasa, ciptaan Barsena ini menceritakan tentang perasaan tidak nyaman dalam sebuah hubungan karena terlalu dekat.
“Jadi, single “Wangimu Seperti Aku” ini menceritakan tentang keluh-kesah seseorang yang merasa bahwa dirinya seperti kehilangan jati diri karena terlalu lekat dengan pasangan. Ia merasa bahwa dirinya butuh ruang untuk bisa berkembang dan menjadi individu yang utuh dengan segala sifatnya yang unik.”terang Winaya.
Tidak hanya judulnya yang menarik perhatian siapa pun untuk mencari tahu lebih dalam, single yang prosesnya memakan waktu tiga bulan ini diakui Winaya menyajikan sesuatu yang berbeda. Jika kebanyakan lagu yang tentang keluh-kesah tentang pasangan memakai nada-nada mellow atau sendu, “Wangimu Seperti Aku” justru menghadirkannya dengan nuansa ceria.
“Lagu ini punya kekuatan pada lirik dan perpaduan aransemennya yang cukup unik. Meski memiliki pesan yang cukup dalam, vibe yang dihadirkan ceria, namun tetap ada perasaan ingin merenung saat mendengarkannya. Jadi, penuh keluh-kesah, tapi semua itu keluar dari perasaan kita karena kita sayang dengan pasangan.” ujar Barsena.
Nyaris setahun lebih jarak perilisan single ketiga dengan keempat Winaya. Tidak hanya sekadar lama, namun ada cerita di balik itu. Artis yang peduli dengan kesejahteraan hewan ini mengakui agak kesulitan dalam mencari lagu yang cocok di luar lagu ciptaannya sendiri.
“Untungnya, aku dibantu tim A&R Sony Music yang mencarikan lagu untuk single keempatku dan dapatlah “Wangimu Seperti Aku”. Dari awal dengar, aku sudah langsung suka karena cocok dengan jenis suara aku. Lirik lagunya yang bercerita membuat aku merasa bisa memberikan jiwa untuk lagu ini. Saat akan merilis sebuah lagu, aku selalu ingin lagu itu ada manfaat dan nilai yang bisa diambil. “Wangimu Seperti Aku” adalah salah satunya.” jelas Winaya.
Cara menyanyikan lagu ini ternyata memberi tantangan tersendiri bagi Winaya yang pada awalnya masih terikat pada ritme lagu sehingga menyanyikannya dengan terputus-putus.
“Tapi, saat bertemu Kak Barsena, aku diarahkan untuk bernyanyi dengang gaya Swing. Ternyata, memainkan suara untuk efek Swing cukup susah karena harus memastikan tidak terlalu halus dan tetap berenergi.” papar Winaya.
Bagi Winaya, “Wangimu Seperti Aku” memiliki pesan yang bermakna cukup dalam.
“Lagu ini adalah lagu cinta, tapi nggak ada kata cinta dan memberikan pengingat akan hal yang serius kepada orang yang kita cintai. Intinya ‘aku sayang kamu. Tapi, boleh kan kita punya waktu sendiri-sendiri.’ Mau itu pasangan yang sudah menikah, orangtua dengan anak, atau antarteman, semua orang harus punya ruang khusus untuk diri sendiri agar tidak kehilangan jati diri karena itu yang membuat kita berbeda dan menyehatkan hubungan kita.”
Dari tiga single yang sudah ia rilis, Winaya bersyukur bahwa banyak ilmu yang sudah ia dapat dan membantunya lebih berkembang dalam bermusik di lagu keempat ini.
“Dari karier musikku yang masih seumur jagung, aku mendapat berbagai ilmu yang sangat berguna. Sekarang, aku jadi lebih tahu arah musikku seperti apa, lebih percaya diri, dan lebih pandai dalam memilih lagu yang sesuai dengan tipe suaraku. Aku juga belajar cara bernyanyi, cara menjiwai sebuah lagu, cara berkomunikasi dengan orang-orang yang terlibat dalam pengerjaan single-single-ku, dan cara untuk berekspresi.” terang Winaya/
Dengan rilisnya single keempat, Winaya berharap para pendengarnya akan merasa terhubung dengan lagunya dan memahami pesan bahwa semua orang butuh waktu khusus untuk dirinya sendiri.
“Aku juga ingin orang-orang yang mendengar lagu ini tahu bahwa banyak sekali talenta hebat yang terlibat di single ini dan selalu memberi dukungan dalam perjalanan bermusik kami,” tutup Winaya.
Single keempat Winaya, “Wangimu Seperti Aku”, bisa didengar di platform musik digital.
Kaset.id – “Lucien Sunmoon” membutuhkan waktu 6 bulan sejak debut mereka untuk merilis lagu kedua yang diberi judul “Reminisce”. Band pendatang baru yang digawangi oleh Kanaya Firsti Gusavin (vokal), Natanael Rudy Hadinata (gitar), Yessy Aulia Zahra (gitar), Mundir Setiawan (bass), Nasywana Rahmaniyah (keyboard), dan Lyranti Revalina Kusuma (drum) tersebut membawa balutan dreamy pop dengan sedikit sentuhan alternatif juga post-punk untuk single “Reminisce” ini.
Sang komposer, Yessy Aulia Zahra, menerjemahkan pengalaman pribadinya memendam rasa kepada seseorang selama 6 tahun lewat lirik demi lirik yang terjalin dalam lagu berdurasi 4 menit 12 detik. Dibantu dalam penulisan lirik bahasa Inggris oleh Danang Seloaji dari Girl and Her Bad Mood, Yessy menceritakan bagaimana sakit hatinya kala sang pujaan hati memiliki kekasih. Meskipun berisikan rintihan hati, lagu “Reminisce” justru menghadirkan melodi yang upbeat dengan ketukan drum rapat dan basuhan reverb yang kental.
Di tengah kesibukan masing-masing personel yang masih menempuh pendidikan SMA dan perkuliahan, Lucien Sunmoon merampungkan proses rekaman selama 4 jam di Haum Studio dengan mixing-mastering di tempat yang sama selama dua bulan. Selain itu, band yang mengawali perjalanannya semenjak bertemu di SMAN 2 Kota Malang ini juga dibantu oleh Rafif Taufani dari band Yellow Flower Living Water untuk penggarapan artwork “Reminisce” yang didominasi manisnya perpaduan warna ungu dan merah muda.
Setelah pengalaman berharga yang mereka dapatkan saat debut, Lucien Sunmoon melakukan persiapan yang lebih matang dan rapi untuk nomor terbaru mereka. Mengambil pengaruh sound dari GAHBM, Grrrl Gang, hingga Closure, unit musik ini sempat terkendala di bagian pengisian chorus dan reverb walaupun akhirnya bisa selesai tepat waktu.
Tidak muluk-muluk, Lucien Sunmoon telah mengantongi 4 materi yang sudah direkam, dengan harapan dapat melepas sebuah mini album (EP) di tahun ini.
“Kami juga sebenernya pengen tour juga di beberapa kota kayak Surabaya, Jogja, Bandung, Jakarta, dan lain-lain biar bisa ketemu dan kenalan sama temen-temen yang lain,” harap mereka.
Para pemuda pemudi asal Kota Malang ini juga bermimpi untuk dapat mengikuti jejak musisi seniornya agar bisa tampil di berbagai festival musik nasional bergengsi. Sementara itu, band yang debut dengan lagu “Flustered” ini menaruh impian besar agar para pecinta musik bisa menikmati karya mereka, terutama lagu terbaru “Reminisce” yang telah mengudara di kanal streaming digital per 17 Mei 2024.
Kaset.id – Dua Lipa ikon pop global akan mengelar konser bertajuk “Radical Optimism Tour” di Jakarta, Indonesia pada 9 November 2024 mendatang bertempat di Indonesia Arena – Senayan. Yang diselenggarakan oleh Live Nation, TEM Presents, dan PK Entertainment.
Tiket Dua Lipa “Radical Optimism Tour” in Jakarta 2024 akan tersedia mulai Senin, 10 Juni 2024 pukul 10.00 WIB hanya di laman resmi dualipainjakarta.com.
Konser yang sangat dinantikan di Jakarta ini merupakan bagian dari tur Asia Dua Lipa, yang dimulai di Singapura pada 6 November dan akan berlanjut ke Manila, Tokyo, Taipei, Kuala Lumpur, dan Bangkok sebelum berakhir di Seoul pada 4 Desember.
Pengumuman tur ini menyusul perilisan album ketiga Dua Lipa, Radical Optimism, yang langsung menduduki peringkat No. 1 di 11 negara, termasuk Inggris. Di Inggris, album ini menjadi debut album terbesar dari artis Inggris di tahun 2024 dan mencatat penjualan minggu pertama tertinggi dari artis wanita Inggris sejak 2021. Di AS, album ini debut di No. 1 di tangga lagu Top Album Sales Billboard dan No. 2 di tangga lagu Billboard 200, menandai minggu penjualan terbesar Dua Lipa sejauh ini. Album ini dinobatkan sebagai Critic’s Pick oleh The New York Times, yang memuji album ini sebagai “an album of nonstop ear candy,” sejalan dengan Variety yang menyatakannya sebagai “a joyous blast of pop savvy.”
Selain itu, The New Yorker memuji, “the instrumentation is a gleaming and impenetrable expanse, and the main attraction is Lipa,” dan Vogue menyebutnya sebagai “a summery, self-assured slice of pop brilliance…[and] catchy as hell.”
Konser di Jakarta ini hadir setelah tur Eropa “Radical Optimism” Dua Lipa yang terjual habis di Berlin, Pula, dan Nimes. Selain itu, Dua akan menjalani debutnya di Pyramid Stage sebagai penampil utama pada Jumat, 28 Juni 2024 di Glastonbury Festival dan akan menggelar konser di Royal Albert Hall yang ikonik di London pada 17 Oktober 2024 (juga terjual habis). (EH)
Kaset.id – Grup musik Padi Reborn sekali lagi membuat sebuah gebrakan di industri musik tanah air dengan meluncurkan single terbaru berjudul “Langit Biru”. Menariknya, single ini merupakan sebuah karya kolaboratif Padi Reborn dengan solois wanita yang tengah naik daun, Fanny Soegi.
Lagu “Langit Biru” dari Padi Reborn dan Fanny Soegi menyajikan sebuah karya musik yang fresh, mudah diterima pendengar, serta membawa pesan dalam lirik yang sarat akan makna. Lagu ini dirilis dalam acara launching yang digelar di The Lounge XXI, Plaza Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat 31 Mei 2024.
Sebagai sebuah karya kolaborasi, lagu “Langit Biru” menyajikan sebuah dimensi musik yang baru namun tetap mengakar pada soul dan karakter Padi Reborn. Dengan tempo medium beat, lagu ini dibalut dengan aransemen musik pop yang ringan dan mudah terekam ingatan. Petikan gitar akustik di lagu ini juga turut membawa sentuhan folk etnik yang manis dan terdengar harmoni di telinga.
“Melalui lagu Langit Biru dari Padi Reborn dan Fanny Soegi, kami sebenarnya membawa sebuah pesan motivasi untuk masyarakat dan semua pendengar. Karena esensi lirik dari lagu ini adalah berbicara tentang harapan. Bahwa ketika dalam situasi sesulit apapun, esok akan selalu ada fajar yang bersemi yang dimaknai sebagai harapan baru,” ungkap Piyu, gitaris Padi Reborn.
Lagu “Langit Biru” ini pertama kali diciptakan oleh Fadly dan Piyu sekitar tahun 2020 di sela-sela kesibukan Padi Reborn bermusik serta mengisi berbagai panggung. Dengan esensi lirik yang berbicara tentang harapan, perilisan lagu “Langit Biru” saat ini juga dirasa tepat untuk ikut memberi dorongan semangat baru, mengajak move-on, dan membangun energi positif di masyarakat.
Drummer Padi Reborn, Yoyo’ menambahkan, “Ada dinamika proses kreatif dan produksi yang cukup panjang untuk lagu Langit Biru ini. Namun kami merasa sekarang adalah waktu yang pas untuk merilisnya, karena dengan lagu ‘Langit Biru’ kami berharap bisa ikut membangun suasana damai, serta memberikan energi positif dan inspirasi baru buat banyak orang,” ujar Yoyo’.
Kolaborasi dengan Fanny Soegi di lagu “Langit Biru” ini juga menjadi nafas segar dan spirit tersendiri bagi band yang beranggotakan Fadly pada vokal, Piyu dan Ari pada gitar, Yoyo’ pada drum, serta Rindra pada bass. Dengan warna musik pop yang ringan namun punya makna pesan kuat dalam liriknya, Yoyo’ dan personil Padi Reborn lainnya optimis “Langit Biru” akan mudah diterima semua kalangan penikmat musik.
Fadly memuji Fanny Soegi sebagai sosok penyanyi muda yang sangat berbakat di generasinya saat ini. Tidak hanya memiliki modal suara yang merdu, Fanny juga punya kemampuan dan aktif menciptakan karya musik. Selain itu, lagu-lagu dari Fanny juga memiliki kekuatan dalam lirik-liriknya yang puitis, unik, dan memiliki rima yang indah.
“Kami merasa senang sekali dan merasa mendapat sebuah spirit baru yang lebih fresh dengan berkolaborasi bersama Fanny Soegi, seorang penyanyi wanita yang sangat berbakat. Musikalitas dan karakter vokal Fanny juga ikut memberikan warna baru yang menurut kami sangat pas dan menyatu harmoni dengan lagu ini,” terang Fadly.
Di sisi lain, Fanny Soegi juga merasa mendapat kehormatan bekerjasama dengan Padi Reborn di lagu “Langit Biru”. Penyanyi kelahiran Semarang namun memiliki darah Kalimantan ini merasa memiliki kesamaan dengan Padi Reborn dalam bermusik, terutama bagaimana menyampaikan pesan yang penuh makna dalam nada dan liriknya.
“Saya sangat berterimakasih dan merasa terhormat bisa bekerjasama dengan Padi Reborn. Dari awal dengar lagu ini Saya sudah tertarik pada melodi maupun makna lagunya. Semoga kolaborasi Saya dan Padi Reborn ini bisa diterima audiens musik secara luas dan memberi energi positif kepada semua pendengar,” ungkap Fanny.
Perilisan lagu “Langit Biru” Padi Reborn dan Fanny Soegi ini juga mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari PT Pertamina (Persero). Vice President Corporate Communications PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan single “Langit Biru” selaras dengan spirit “Energizing You” yang diusung Pertamina.
“Pertamina melihat bahwa lagu ‘Langit Biru’ dari Padi Reborn dan Fanny Soegi ini punya spirit dan cita-cita yang sama dengan Pertamina dalam menggapai hari esok yang lebih cerah. Kami pun berharap rilisnya lagu ‘Langit Biru’ akan ikut menyebarluaskan spirit “Energizing You” dari Pertamina kepada masyarakat Indonesia secara lebih luas,” ungkap Fadjar.
Selain Pertamina, apresiasi dan dukungan juga diberikan oleh iForte serta Kopi Tubruk Gadjah. Lagu “Langit Biru” dari Padi Reborn dan Fanny Soegi dirilis serentak dan bisa didengarkan mulai Jumat 31 Mei 2024 di berbagai digital platform musik seperti Spotify, Apple Music, dan lainnya, serta akan diputar di berbagai radio di Indonesia. Official music video “Langit Biru” juga telah dapat dinikmati dan menyusul video lirik yang akan tayang di platform Youtube Official Padi Reborn TV.