Friday, July 24, 2026
Home Blog Page 74

Berdomisili jauh di Hamburg, tak menghalangi Kamila Batavia merilis karya musik

0

Kaset.id – Dramatis, melankolis, namun menginspirasi pendengar untuk “beranjak dan tenggelamkan harapan” yang masih ada dalam hubungan percintaan yang buntu, Kamila Batavia, penyanyi dan pencipta lagu indie yang berdomisili di Hamburg, Jerman, menyulap luapan emosinya ke dalam lirik puitis dan melodi yang elok ke dalam single perdananya “Berakhir dan Berlalu“ beberapa waktu lalu. Tak hanya itu, Kamila Batavia memiliki persona yang nyentrik dan mengajak pendengar lagunya untuk kembali ke era Baroque dan Kontemporer melalui visualnya dilandasi oleh motto when paintings come to life.

Lagu “Berakhir dan Berlalu” yang ditulis sendiri oleh Kamila Batavia menceritakan tentang ketabahan hati seseorang yang dikhianati oleh pasangannya dan bagaimana ia memahami dan merasakan situasi tersebut. Kamila Batavia menginterpretasikan 5 Stages of Grief (Fase-Fase Emosi dalam Berduka) ke dalam lagu yang berdurasi 4 menit 13 detik tersebut, dimana dari awal verse hingga outro terbentuk sebuah cerita perjalanan berduka. Menurut penyanyi berumur 25 tahun ini, keterbukaan dalam seni adalah salah satu elemen penting untuk menyentuh hati pendengarnya.

Secara impresionistik, Kamila Batavia ingin menonjolkan nuansa maritim di lagu ini karena kota pelabuhan dimana ia tinggal, Hamburg, Jerman, adalah inspirasi dari terciptanya lagu Berakhir dan Berlalu. Itulah alasan mengapa lagu ini tak hanya menampilkan musik orkestra dan harmoni vokal sebagai karakteristik chamber/baroque pop namun juga progresi chord yang unik dan langka di musik pop mendekati progresi chord Debussy.

Single yang dirilis secara independent ini diproduseri dan diaransemen oleh Faizal Saputra, seorang produser dan audio engineer yang Kamila Batavia temui saat ia menjadi opening act konser band Indonesia teratas di Indra Musikclub, Hamburg bulan Oktober 2023 lalu. Kamila Batavia yang tak hanya berprofesi sebagai musisi namun juga seorang pekerja kantoran di salah satu agensi marketing internasional di Jerman berharap pendengarnya dapat pulih dari luka lama yang tak kunjung tertutup dengan berusaha menerima kenyataan secara perlahan.

“Waktu adalah penyembuh luka terbaik. Aku harap lagu ini dapat mengiringi perjalanan berduka pendengarnya,” ujar Kamila.

Kembali ke industri musik tanah air, KK Band perkenalkan single “Cinta Sejati”

0

Kaset.id – Vakum selama kurang lebih 5 tahunan akhirnya KK Band kembali ke kancah industri musik nasional dengan merilis satu single baru berjudul “Cinta Sejati”. Melanjutkan petualangan musikal mereka di industri musik Indonesia, Kaka (vocal), Iram (gitar) dan Oki (drum) menyatakan akan kembali eksis dengan single terbaru ini plus beberapa stock lagu terbaru mereka yang rencananya akan diluncurkan sebagai album terbaru mereka nantinya.

KK Band – Foto by Gunawan Wibisono

Mengusung musik slow rock di single “Cinta Sejati”, KK Band nampak berusaha lebih bijak dalam berkarya, di single terbaru yang masih dalam proses digitalisasi dan perencanaan pembuatan video musiknya ini, Kaka cs berusaha tetap di jalur musik yang setia memakai sentuhan sound – sound 90 an dengan tetap mempertahankan adanya part melodi gitar seperti band – band pop rock 90 an pada umumnya.

“Sebenarnya lagu “Cinta Sejati” ini gak 90 an banget, notasinya masih kekinian, namun music, sound dan terutama part gitarnya aja yang membuat seperti terdengar 90 an. Pada proses rekaman dan mengaransemennya kita lakukan secara natural aja aja siy”, terang Iram sang gitaris yang juga merupakan gitaris dari band rock senior U’Camp ini.

Sementara itu Kaka sang vokalis yang masih setia menjalankan KK Band walaupun sering dihantam dengan pergantian – pergantian personil ini menjelaskan bahwa single “Cinta Sejati” ini adalah lagu yang terinspirasi dari kisah nyata percintaannya,

“Sepanjang hidup, saya sering menemui kenyataan bahwa banyak cinta yang palsu, oleh karena itu saya menuangkan kisah percintaan saya ke dalam lagu ini, saya mau menunjukan bahwa cinta sejati itu masih ada lewat lirik di lagu ini”, jelas kaka.

“Kehadiran kembali KK Band ke skena musik pasca hiatus, tak lepas juga dari sebuah diksi cinta itu tadi. Kecintaan terhadap profesi juga kecintaan antar sesama makhluk ciptaan-Nya, menjadikan KK band sepakat menghadirkan sebuah karya terkini yang diberi judul “Cinta Sejati” itu”, tambah Kaka.

Buat KK Band yang namanya cinta itu tak mengenal usia, tak mengenal waktu dan tak pernah salah, oleh karena itu KK Band yakin bahwa merilis single bertema cinta ini menjadi sebuah langkah yang tepat dalam menandakan kembalinya mereka ke industri musik tanah air.

KK Band – Foto by Gunawan Wibisono

“Cinta Sejati ini merupakan sebuah rasa yang tercipta dan datang secara tulus dari seseorang untuk kekasihnya. Sebuah rasa yang benar-benar datang tanpa mengenal waktu, usia dan untuk siapa. Benar-benar melintas dalam sanubari setiap insan,” Ungkap Kaka lagi.

Proses kreatif pembuatan lagu “Cinta Sejati” ini konon mampu diselesaikan dalam waktu yang singkat oleh trio KK band ini,

“Proses pembuatan lagu, rekaman dan lain – lainnya relatif singkat. Tak butuh waktu lama intuk menjadikan single “Cinta Sejati” dalam harmoni yang indah. Konsep musik pop rock dengan vibe retro di lagu ini rampung dalam waktu 3 jam saja”, pungkas para personil KK Band.

“3 jam! Iya, inilah yang dinamakan anugerah. Kami semua diberikan kekuatan dan kemampuan dalam menyelesaikan lagu ini hingga dalam waktu singkat, “Cinta Sejati” benar-benar tercipta seperti yang didengar sekarang ini,” tambah Oki sang drummer.

Kaka berharap dengan rilisnya lagu Cinta Sejati, KK Band bisa Kembali eksis dan konsisten di skena musik. Serta tentunya dapat menyebarkan pesan – pesan positif yang tercipta dari balik lagu – lagu mereka. Sepertinya pesan moral dibalik rilisan terbaru mereka, Cinta Sejati.

“Pendengar bisa menghargai cinta sejati dengan segala-galanya. Jangan pernah menyia-nyiakan cinta sejati, karena cinta sejatilah yang akan melahirkan generasi penerus yang cerdas,” tutup Kaka.

Rilis video musik “The Boy Is Mine”, Ariana Grande promo di Indonesia

0

Kaset.id – Penyanyi multi-platinum pemenang Grammy Award dan superstar internasional, Ariana Grande merilis video musik resmi dari single “The Boy Is Mine”, disutradarai oleh Christian Breslauer, video musik ini sudah sangat dinantikan oleh para penggemarnya.

“The Boy Is Mine” merupakan single ketiga dari album baru Ariana Grande yaitu “Eternal Sunshine”, yang debut di #1 di Billboard 200, album #1 keenamnya. Album ini juga menampilkan hits bersertifikat RIAA Platinum “yes, and?” dan “we can’t be friends (wait for your love)” yang mana kedua single tersebut juga debut di #1 di Billboard Hot 100.

Ariana baru – baru ini mengejutkan fans nya dengan melakukan promo foto ikoniknya yg diambil dari video klip terbaru “The Boy Is Mine” di billboard di Jakarta. Indonesia menjadi salah satu dari 7 negara yg “didatangi” oleh Ariana Grande – Indonesia, USA, Australia, Brazil, Canada, Philippines, UK.

Ariana juga mem-posting video promo Indonesia di TikTok dan IG Story yang memperlihatkan billboard foto ikonik tersebut di titik tengah Jakarta yg sedang macet.

Libatkan teman kreatif Jogja dan Purwokerto, Assalova luncurkan single baru “Dear My Younger Self”

0

Kaset.idAssalova baru saja merilis single terbarunya, berjudul “Dear My Younger Self“. Lagu ini mengandung pesan yang dalam tentang refleksi diri. “Dear My Younger Self” diciptakan sebagai sebuah surat yang tulus kepada diri sendiri di masa lalu, mengajak pendengar untuk memasuki perjalanan emosional dan melintasi waktu, mempertimbangkan apa yang akan disampaikan kepada diri sendiri yang lebih muda jika diberi kesempatan memberi pesan untuk diri sendiri di masa kecil.

“Di lagu “Dear My Younger Self” ini saya banyak terinspirasi oleh film Disney, dari musik hingga video klipnya. Saya melibatkan kolaborasi dari teman-teman musisi Purwokerto dan Jogja, juga film maker dari Crash Camp Aenigma Picture, Baturaden Palawi, Hadeuw, Hade Rent, Cinemoon Rent, Kokkino Studio, Kinomaru Rental, dan masih banyak lainnya yang berkolaborasi di lagu ini. Senang sekali bisa bekerjasama dengan teman-teman.” tutur Assalova

Merefleksikan kehidupan, “Dear My Younger Self” mengeksplorasi tantangan yang dihadapi oleh Assalova, mulai dari ketidakpastian masa depan hingga pentingnya merangkul diri yang sejati. Dengan setiap bait, pendengar diundang untuk terlibat dalam harapan, yang pasti akan meresonansi dengan siapa pun yang pernah merasa ragu atau terpuruk. Lagu ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan dan kesuksesan berasal dari dalam diri.

“‘Dear My Younger Self’ bukan hanya sebuah lagu, ini adalah pesan yang penuh makna tentang pemberdayaan diri dan penemuan identitas, Saya ingin menciptakan sesuatu yang dapat menyentuh hati dan memberikan inspirasi kepada siapa pun yang sedang berjuang dalam perjalanannya masing-masing,” ungkap Assalova.

“Dear My Younger Self” sudah dapat dinikmati di semua platform streaming digital, sedangkan video klip nya sudah tersedia di YouTube channel ‘Assalova Official’.

Nadin Amizah visualisasikan pencarian kebahagiaan lewat musik video single “Di Akhir Perang”

0

Kaset.id – Setelah merilis album “Untuk Dunia, Cinta dan Kotornya” kali ini Nadin Amizah merilis Musik Video “Di Akhir Perang”. Karya musik video Nadin Amizah ini telah mendapat atensi sebanyak 100 ribu di platform YouTube.

Dalam video musik “Di Akhir Perang” ini Nadin untuk kedua kalinya menggaet Ace Raden sebagai director, cerita yang diinginkan oleh Nadin kali ini adalah bagaimana setiap manusia menemukan bahagia di akhir perang mereka masing-masing. Karakter Yasmin dan Yohanes digambarkan sebagai sepasang kekasih di SMA yang sama-sama memiliki angan untuk terus bersama. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, harap tak berjalan sesuai keinginannya.

Keduanya harus berhadapan dengan permasalahan pelik, sampai-sampai tidak tahu bagaimana keluar dari permasalahan tersebut. Terus berperang hingga menemukan akhir yang terbaik bagi keduanya, yang juga sangat sulit untuk dilakukan.

“Siapa tahu di kehidupan selanjutnya, jarak kita tidak lagi seluas samudera” tukas Yasmin kepada Yohanes yang merupakan satu-satunya dialog yang terjadi sepanjang cerita dalam video musik ini.

“Di MV ini, sangat terinspirasi dari lirik ‘Perang telah usai, aku bisa pulang’ Aku ngerasa justru permasalahan yang ada di MV ini tuh menurut aku tidak pernah usai sebenarnya. Dalam cerita ini, akhirnya kita bisa lihat kalau kita selalu dihantui oleh bayang-bayang orang yang pernah hadir di kehidupan kita” Ungkap Ace Raden.

Berakhir dengan bahagia atau tidak, Nadin Amizah mengembalikan diskusi ini kepada penikmat cerita, bagi Nadin sendiri video musik dan lagu tidak terkait secara harfiah. Bagi Nadin, video musik dan lagu adalah karya yang bisa berdiri sendiri, terkadang saling bertautan secara harfiah, terkadang hanya sebagai pelengkap dengan benang merah artinya yang sama.

“Bagiku “Di Akhir Perang” baik lagu maupun video musiknya, adalah tentang menemukan sebuah kebahagiaan setelah melewati masa yang kelam. Tapi bahagianya manusia itu ringkih, berubah-ubah, sepanjang dirinya punya pemahaman baru tentang dunia. Jadi diskusinya adalah seperti yang terjadi di video musik. Siapa kita untuk tahu sebenarnya kebahagiaan masing-masing karakter itu apa? Bahkan saat bertemu kembali pun, mereka masih bisa memberikan senyuman untuk satu sama lain” Ungkap Nadin Amizah pada salah satu unggahannya pada platform Instagram pribadinya.

Proses produksi dan lokasi pada latar dalam MV ini bertempat di bukit Tebing Keraton, Ciburai, Bandung. Bernuansa syahdu dan sederhana, cerita dalam Music Video ini berhasil memicu emosional para pendengar yang mengaitkan kisah dirinya dengan kisah Yasmin dan Yohanes,

Rilis album kedua bertajuk “Selisih”, Senyawa refleksikan berbagai perjuangan manusia

0

Kaset.id – Di saat banyak group band mencoba untuk mencari jati dirinya dengan memilih berbagai genre musik untuk dijadikan benang merah dari warna musik mereka, “Senyawa” nampak punya prinsip berbeda dalam memandang hal tersebut. Band asal Jakarta yang beranggotakan Candra (guitar + vokal), Ale (guitar), Hafi (keyboard), Rensha (bass) dan Ghofar (drum) ini nampak tidak terlalu fokus dengan genre musik apa yang harus mereka anut dalam berkarya.

Senyawa baru saja merilis album kedua yang berjudul “Selisih” beberapa waktu lalu, di album yang berisi 11 track lagu tersebut mereka coba memainkan warna musik ballad dan folk sebagai warna musik utama di seluruh karyanya berbeda dengan warna musik di album pertama mereka yang berjudul “Realita”.

“Perbedaan antara album pertama dan kedua kita adalah di warna musik kami, kalau di album pertama (Realita) kami masih memainkan bermacam genre musik yang berbeda di setiap track list lagunya, maka di album “Selisih” ini kami mencoba mengeksplorasi warna musik ballad dan folk”, terang Candra sang vokalis.

“Cara kami menentukan warna musik apa yang akan kami mainkan dalam setiap lagu bisa berbeda, kami mengikuti alur dari lirik lagu tersebut yang akan membawa kita menentukan aransemen seperti apa yang akan kita buat di setiap lagunya”, tambah Ale, gitaris Senyawa menambahkan.

Menurut para personil Senyawa, album “Selisih” hadir dengan konsep yang mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Album ini mengangkat tema perselisihan yang sering terjadi di sekitar kita. Perselisihan ini tidak hanya terjadi antar individu, tetapi juga bisa meresap ke dalam pikiran, menciptakan konflik batin dengan diri sendiri.

“Melalui lirik yang kuat dan melodi yang menghanyutkan, Senyawa mencoba menangkap esensi dari pengalaman ini dan menyampaikannya kepada pendengar dengan cara yang emosional dan introspektif”, jelas para personil Senyawa.

Album “Selisih” terdiri dari 11 lagu yaitu : “Bungaku, Dejavu, Si Ale, Sama, Jaga Dia, Jika nanti, Ga Mau, Ga Boleh Nanya, Aku Bukan Siapa Siapa, Rumah Tua” dan “Bahagia Itu Sederhana”, dan Senyawa memilih lagu berjudul “Bungaku” dan “Si Ale” sebagai single pertama dari album “Selisih” tersebut.

“Masing – masing lagu memiliki cerita dan pesan tersendiri. Setiap lagu merupakan refleksi dari berbagai bentuk perselisihan dan perjuangan yang dialami oleh manusia”, ujar Candra.

Sebagai bagian dari promosi album “Selisih”, Senyawa juga akan meluncurkan video musik dengan konsep animasi 2D. Video musik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman visual yang unik dan menambah dimensi baru dalam menikmati musik mereka. Animasi 2D dipilih untuk menggambarkan cerita dari lagu-lagu dalam album ini dengan cara yang kreatif dan artistik.

Album ini tersedia di semua platform digital, sehingga dapat dinikmati oleh para penggemar musik di mana saja dan kapan saja.

Sal Priadi deg-deg an tampil di GBK

0

Kaset.id – Untuk pertama kalinya, pertandingan sepakbola yang melibatkan tim nasional Indonesia memiliki Half Time dan Full Time Show. Pendekatan sportainment yang dipraktikkan pertama kali di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak ini, jadi sebuah kemasan yang segar. Sal Priadi jadi bagian dari cerita itu.

Ia ditunjuk untuk tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) membawakan beberapa lagu di hadapan puluhan ribu penonton saat laga kandang timnas pada Kamis, (6/6/2024).

Ia tampil dua kali, saat jeda laga dan di penghujung pertandingan. Di paruh penampilan pertama, Sal Priadi menyanyikan Indonesia Pusaka. Sementara di ujung hari, ia menyanyikan Tanah Air dan single Dari planet lain.

Sal yang mengenakan setelan monokrom atasan putih dan celana hitam dari jenama Kraton karya desainer Auguste Soesastro, yang dipadukan oleh Hagai Pakan sebagai penata busananya, pada malam itu juga mampu menghipnotis para suporter Timnas. Dari tribun, para suporter pun ikut bernyanyi bersama Sal.

“Deg-degan tentu saja, menyanyi di hadapan puluhan ribu orang. Ini adalah kesempatan yang langka dan suatu pencapaian terbaru bagi saya. Ini juga crowd terbesar yang pernah saya hadapi,” kata Sal Priadi tentang penampilan terbarunya di SUGBK.

Pertandingan melawan Irak menjadi salah satu babak penting kiprah Timnas Indonesia yang sedang mencoba mengukir pencapaian baru di lapangan hijau.

“Prosesnya menarik sekali. Ada di tengah-tengah penonton yang datang berbondong-bondong mendukung timnas itu pengalaman yang unik. Biasanya kan ikut nonton, ini harus siap-siap main bersama tim di belakang pertandingan. Sambil siap-siap sambil mantau pertandingan di layar ponsel,” ceritanya lagi.

Tiga lagu yang dinyanyikan jadi episode penting untuk karir Sal Priadi. Terlebih, di luar dua lagu nasional yang sudah mendarah daging, ia juga berkesempatan menyanyikan Dari planet lain, salah satu single dari album “Markers And Such PensENS Flashdisks”.

Saat ini, Sal Priadi sedang mempersiapkan tur keliling ke beberapa kota untuk memperdengarkan langsung secara utuh materi-materi dari album tersebut. Informasi tentang tur akan dirilis via www.salpriadi.com dalam waktu dekat.

Westlife sukses membius penonton di Candi Prambanan

0

Kaset.id – Selain sukses menyelenggarakan konser grup legendaris Westlife, Otello Asia kembali mengukir kenangan indah di hati penggemarnya melalui konser spektakuler “Westlife The Hits Tour 2024” yang diselenggarakan di Candi Prambanan, Yogyakarta. Konser ini berhasil menyita perhatian sekitar 5.000 penonton dengan setlist dan konsep konser terbaru yang menampilkan 19 lagu terbaik mereka.

Westlife tampil impresif dengan Performa Luar Biasa plus membius penonton dengan kolaborasi Istimewanya Bersama Christian Bautista. Mulai dari “World of Our Own” hingga “My Love“, setiap lagu yang dibawakan Westlife berhasil mengundang nostalgia sekaligus kebahagiaan bagi 5.000 Westlifers yang telah hadir di Candi Prambanan jumat malam [07/06/24]. Tidak hanya itu, kehadiran Christian Bautista sebagai special guest juga menambah kemeriahan malam tersebut dengan suara emasnya.

Berikut adalah SetlistWestlife The Hits Tour 2024 di Candi Prambanan:

  1. World of our Own
  2. I Lay My Love on You
  3. Nothing’s Gonna Change My Love For You
  4. Flying without wings
  5. Starlight
  6. Bop Bop Baby
  7. Fool Again
  8. If I Let You Go
  9. Hello My Love
  10. Swear It Again
  11. Evergreen
  12. Seasons in The Sun
  13. Beautiful In White
  14. Looking Like That
  15. We Will Rock You // We Are The Champions
  16. Better Man
  17. Uptown Girl
  18. You Raise Me Up
  19. My Love

Otello Asia sebagai promotor mengaku sangat puas akan keseruan konser tersebut sambil tidak lupa mengucapkan terima kasih dan maaf atas segala kekurangannya,

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang terlibat dan hadir dalam acara ini. Kami juga memohon maaf jika terdapat kekurangan selama acara berlangsung. Kepuasan anda adalah kebahagiaan kami dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas acara di masa depan.

Kami berharap dapat menyambut Anda kembali dalam acara-acara mendatang dengan pengalaman yang semakin memuaskan”, ujar Sysan Ibrahim – CEO Otello Asia.

“Saya merasa sangat bersyukur dan bahagia melihat antusiasme yang luar biasa dari para penggemar Westlife di konser malam kemarin di Candi Prambanan. Keberhasilan acara ini bukan hanya cerminan dari kerja keras tim kami, tetapi juga dukungan penuh dari semua pihak yang terlibat. Ini adalah bukti nyata bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan kita semua. Terima kasih kepada semua yang telah membantu mewujudkan malam yang tak terlupakan ini.” tutup Sysan Ibrahim

Studio GS03 milik Yovie Widianto lahirkan lagu – lagu hits

0

Kaset.id – Sebuah karya entah itu musik ataupun film biasanya lahir dari proses kreatif. Tak hanya proses kreatifnya, karya yang berkesan juga tak luput dari di mana tempatnya dibuat. Konon, sebuah tempat mampu memberikan “getaran khusus” pada sebuah karya. Rumah sekaligus studio milik musisi Yovie Widianto yang dikenal dengan nama Studio GS03 dipercaya punya kekuatan “magis” karena banyak lahir lagu-lagu hits bersama musisi-musisi hebat di sana.

Yovie Widianto dan Lyodra

Uniknya, sebelum dibangun menjadi studio rekaman, studio milik Yovie Widianto yang berlokasi di Utan Kayu, Jakarta Timur ini merupakan rumah tempat menyimpan peralatan manggung Kahitna dan Yovie & Nuno serta markas untuk beristirahat setelah manggung.

“Rumah itu tuh buat taruh alat sama inventaris doang,” ucap Bedi Gunawan, selaku manajer Kahitna dan Yovie Widianto. Namun, karena ada tragedi banjir yang merusak sebagian besar barang-barang yang disimpan di sana, rumah tersebut dialih fungsikan menjadi studio.

“Waktu itu, rumahnya belum ditinggiin, jadinya banyak banget kaset-kaset Kahitna, Yovie & Nuno, terus alat-alat yang rusak. Arsip-arsip Yovie Widianto yang udah disimpan rapi jadi musnah gitu aja gara-gara terendam air banjir,” cerita Bedi Gunawan.

Selain merenovasi rumah mungil tersebut, tercetuslah ide dari Yovie Widianto untuk sekalian membuat studio rekaman sendiri. Sebelumnya, Yovie dan kawan-kawan selalu menyewa studio rekaman di Jakarta ataupun di Bandung jika hendak rekaman lagu baru.

“Studio GS03 punya sejarah dan hoki tersendiri,” ungkap Yovie Widianto.

Bukan hanya tempat rekaman, studio GS03 juga jadi markas banyak teman-teman musisi untuk sekedar hang out ataupun cari inspirasi. Beberapa diantaranya bahkan tidak bermaksud untuk rekaman awalnya tetapi berujung membawa pulang lagu dari studio GS03. Kekuatan “magis” ini juga terjadi pada Yura Yunita saat produksi lagu “Harus Bahagia”. 2 jam lebih berada di studio bersama Yovie Widianto, keduanya hanya sibuk curhat dan ngemil, tidak ada tanda-tanda sebuah lagu akan tercipta.

“Pokoknya aku udah curhat banyak lah ke Mas Yovie tapi dalam hati, kapan bikin lagunya nih, 2 jam cuma ngobrol sama ngemil aja. Terus kan aku izin ke toilet, sebentar kok, yah paling 3 – 5 menit lah. Pas aku masuk studio lagi, Mas Yovie bilang lagunya udah jadi,” ungkap Yura sambil menirukan ekspresi kagetnya saat itu.

Tentunya bukan hanya Harus Bahagia”, banyak hits-hits lain yang juga lahir di studio GS03. Beberapa di antaranya adalah, Tiara Andini dengan “Merasa Indah”, dan yang terbaru ada Lyodra dengan single “Tak Selalu Memiliki”, dan “Bukan Sebuah Rindu” dari Andmesh Kamaleng.

Single-single ini disampaikan Yovie sebagai salah satu proyeknya yang grande, tapi sat-set dan efisien. “Tak Selalu Memiliki” sendiri memang diciptakan khusus untuk film “Ipar Adalah Maut”.

“Lagu ini secara khusus dibuat untuk Lyodra dengan aransemen yang konseptual dipadukan dengan dramatisasi dari ‘Ipar Adalah Maut’ yang membuat lagu dan filmnya saling melengkapi satu sama lain,” ujar Yovie.

Menurutnya, Lyodra sangat berhasil dalam mempersembahkan “Tak Selalu Memiliki” karena suara powerfull-nya amat menyatu dengan musik orchestra yang megah. Begitu juga dengan “Bukan Sebuah Rindu”, Yovie Widianto bersama sang putra, Arsy Widianto meracik lagu ini secara khusus untuk Andmesh. Suara khas Andmesh terbukti sangat syahdu untuk menyampaikan pesan lagu ini yang mengangkat teman  mencintai tak selalu memiliki.

Sudah dengar lagunya? “Tak Selalu Memiliki” dan “Bukan Sebuah Rindu” bisa kamu nikmati di seluruh digital streaming platform!

Tayang 25 juli 2024, Film “Romeo Ingkar Janji” angkat kisah drama dan magis

0

Kaset.id – Film drama romansa “Romeo Ingkar Janji” persembahan Adhya Pictures dan Creative Power Management mengumumkan tanggal tayang melalui akun Instagram @romeoingkarjanji, @adhyapictures dan @creativepowermanagement.

Selain tanggal tayang, lewat akun instagram Romeo Ingkar Janji menghadirkan potongan adegan romantis antara Morgan Oey dan Valerie Thomas, yang berperan sebagai Romeo dan Agatha.

Seperti berada di dunia fantasi dongeng, di sebuah danau dengan tenda yang mereka buat dari batang kayu dan berbagai rerumputan dan kain sebagai atapnya, keduanya saling memadu kasih. Tawa dan bahagia melengkapi momen tersebut dengan cara yang paling romantis.

Film “Romeo Ingkar Janji” disutradarai oleh sutradara peraih Piala Citra Sutradara Terbaik FFI 2017, Emil Heradi dan skenarionya ditulis oleh penulis peraih Piala Citra untuk Skenario Adaptasi Terbaik FFI 2018 Titien Wattimena. Leni Lolang dan Jeremy Thomas menjadi produser di film ini.

Sutradara “Romeo Ingkar Janji” menambahkan, melalui film ini penonton Indonesia juga akan melihat sajian kisah romansa yang melebur dengan sedikit sentuhan magis.

“Lewat potongan adegan ini, kami ingin mengenalkan dunia Romeo dan Agatha di film ini. Karakter Romeo yang puitis dan dunia yang meleburkan drama dan magis, semoga menjadi oase di perfilman kita,” kata sutradara “Romeo Ingkar Janji” Emil Heradi.

Film “Romeo Ingkar Janji” dibintangi oleh Morgan Oey, Valerie Thomas, Zulfa Maharani, Unique Priscilla, Widyawati, Donny Damara, Tatyana Akman dan Fajar Nugra.

“Melalui kisah cinta Romeo dan Agatha dalam Film Romeo Ingkar Janji, Adhya Pictures menghadirkan sebuah kisah romantis yang manis, dengan arahan dari crew dan casts berpengalaman dan berbakat, kami berharap persembahan kisah romansa dan patah hati Romeo dan Agatha dapat memberikan warna dan pengalaman manis dalam menonton, dan tentunya bisa diterima, dinikmati oleh penonton” kata Chief Operating Officer Adhya Pictures, Shierly Kosasih.

“Film “Romeo Ingkar Janji” adalah film drama Indonesia yang punya tema cerita tentang cinta yang segar, beda, dan penuh dengan plot twist. Kami ingin menghadirkan kisah romansa melalui karakter Romeo dan Agatha yang relate dengan penonton Indonesia,” tambah produser “Romeo Ingkar Janji” Jeremy Thomas.

Ikuti informasi dan kabar terbaru dari film “Romeo Ingkar Janji” yang akan tayang di bioskop 25 Juli 2024 di akun Instagram/Tiktok @romeoingkarjanji, @adhyapictures dan @creativepowermanagement.