Monday, August 10, 2026
Home Blog Page 4

Padukan warna musik pop dan rock, The Papa’s rilis single debut

0
Band pendatang baru The Papa’s memperkenalkan single perdana mereka berjudul “Menghilang” pada Jumat, 5 Juni 2026, di sebuah coffee shop di daerah Bekasi. Lagu yang diaransemen mengkolaborasikan warna musik pop dan rock ini menjadi langkah awal bagi perjalanan band yang ke empat personilnya berstatus ayah tersebut.
The Papa's
The Papa’s

Di perkuat oleh Bradley (keyboardis), Metz sebagai (gitaris), Cahyonoyz (drummer) dan Sky (vokalis), The Papa’s Band yang resmi berdiri pada 1 Desember 2025 lalu ini mencoba mengobati kerinduan penikmat musik Indonesia akan warna musik pop rock era 90an dengan merilis single “Menghilang” tersebut.

“Kita memang memilih untuk memainkan musik yang sudah lama gak ada di industri musik nasional, soalnya kita sudah terlalu sering mendengarkan musik – musik musisi Gen Z khan, dengan mengaransemen single debut kita sedemikian rupa, kita gak keberatan di bilang anti mainstream koq”, jelas Bradley.

Single “Menghilang” dipilih sebagai karya pembuka karena membawa cerita yang dekat dengan pengalaman banyak orang. Lagu ini ditulis oleh Windu sebagai song writer yang menangkap kisah perpisahan mendadak dalam balutan lirik emosional.

Lagu “Menghilang” mengangkat cerita tentang seseorang yang harus berpisah dengan pasangannya secara tiba-tiba. Dalam lagu tersebut, tokoh utama digambarkan masih menyimpan keinginan untuk memutar waktu.

Ia berharap dapat memberi pilihan kepada pasangannya, apakah tetap tinggal bersama atau memilih pergi meninggalkan semua cerita yang telah mereka lalui. Cerita itu membawa nuansa kehilangan, penyesalan, dan kerinduan terhadap hubungan yang berakhir tanpa kesiapan.

Melalui single “Menghilang”, The Papa’s ingin memperkenalkan warna musik mereka kepada pendengar. Lagu ini menjadi pintu masuk untuk mengenal karakter The Papa’s sebagai band yang mencoba menghadirkan karya dengan cerita personal dan emosi yang kuat.

The Papa's
The Papa’s

Perjalanan The Papa’s menuju formasi saat ini tidak berlangsung mudah. Mereka melalui sejumlah proses seleksi dan pencarian personel sebelum akhirnya menemukan komposisi yang dinilai paling tepat untuk berjalan bersama sebagai band.

Ke depannya The Papa’s telah berencana untuk merilis mini album / EP yang sejatinya akan di usahakan selesai di akhir tahun 2026 ini.

Eric Sudrajat kembali dipercaya oleh brand Meinl Cymbal

0
Drummer muda Indonesia, Eric Sudrajat kembali dipercaya sebagai bagian dari Meinl Artist Indonesia. Perpanjangan kerja sama tersebut diumumkan dalam agenda khusus yang berlangsung di Tiga Negeri Musik House, Jalan Soka No.4, Bandung.
Eric Sudrajat dan Meinz Cymbal
Eric Sudrajat dan Meinz Cymbal

Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Eric Sudrajat menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi, dedikasi, serta kontribusinya dalam perkembangan industri musik, khususnya di kalangan drummer muda Indonesia.

Sebagai musisi yang aktif tampil di berbagai panggung, studio rekaman, hingga aktivitas digital kreatif, Eric Sudrajat dinilai mampu merepresentasikan karakter dan kualitas produk Meinl kepada komunitas musik Indonesia secara positif.

“Sebagai drummer tentunya saya senang bisa kembali dipercaya menjadi bagian dari Meinl Artist Indonesia. Buat saya, ini bukan hanya soal endorsement, tapi juga tentang perjalanan, relasi, dan proses berkembang bersama di dunia musik,” ujar Eric Sudrajat.

Tanda tangan kerjasama endorser
Tanda tangan kerjasama endorser

Dalam perannya sebagai Meinl Artist Indonesia, Eric aktif memperkenalkan berbagai lini produk Meinl melalui penampilan panggung, konten media sosial, sesi rekaman, hingga interaksi langsung bersama komunitas drummer dan musisi muda.

Eric juga menilai Meinl memiliki karakter sound yang kuat serta kualitas produk yang mampu menunjang kebutuhan drummer profesional.

“Menurut saya Meinl punya karakter yang balance di banyak tipe simbal. Selain itu, durabilitasnya juga sangat baik untuk kebutuhan live performance maupun studio,” tambahnya.

Eric Sudrajat dan Meinz
Eric Sudrajat dan Meinz

Sementara itu, Brand Manager Meinl di Tiga Negeri Musik House, Bani Ismail, menyampaikan bahwa keputusan memperpanjang kerja sama dengan Eric didasari oleh perkembangan karier dan pengaruh positifnya di dunia musik Indonesia.

“Eric Sudrajat memiliki karakter permainan yang kuat, konsisten berkarya, dan aktif di komunitas musik. Kami melihat Eric bukan hanya sebagai drummer berbakat, tetapi juga sosok yang mampu membawa semangat positif bagi generasi muda musisi Indonesia,” ujar Bani Ismail.

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Tiga Negeri Musik House dalam mendukung pertumbuhan industri musik nasional serta membuka ruang lebih luas bagi talenta muda Indonesia untuk berkembang.

Eric Sudrajat dan Meinz
Eric Sudrajat dan Meinz

“Kami berharap kerja sama ini dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ekosistem musik di Indonesia dan menginspirasi drummer muda untuk terus berkarya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Eric turut memperkenalkan beberapa produk favoritnya, termasuk lini Byzance Extra Dry Thin Ride dan Byzance Dual China yang dikenal memiliki karakter suara agresif, dry, namun tetap detail dan nyaman digunakan untuk berbagai kebutuhan musikal.

Selain aktif sebagai drummer, Eric saat ini juga tengah mempersiapkan sejumlah karya musik terbaru bersama proyek band yang sedang digarapnya.

Unit pop enerjik asal Bogor, Lovalia, hadirkan single “Cukup”

0
Band Lovalia kembali menghadirkan karya terbaru melalui single berjudul “Cukup” pada Februari 2026. Lagu yang menjadi single ke 3 ini ditulis oleh Kemal yang merupakan pemain bass di band Lovalia.
Artwork Lovalia - Cukup
Artwork Lovalia – Cukup

Lovalia terbentuk di Bogor pada tahun 2020 dengan duo personil Clara (vokal) dan Kemal (bass). ”Turn Out itu biasa ya, datang dan pergi, Jadi tinggal berdua.” Jawab Clara saat ditanya kenapa Lovalia hanya memiliki 2 personil saja.

Mengusung genre pop dengan sentuhan musik yang enerjik, Lovalia hadir membawa warna musik yang fresh, emosional, dan dekat dengan kehidupan anak muda masa kini. Sejak awal terbentuk, Lovalia berkomitmen untuk menciptakan karya-karya yang tidak hanya mudah dinikmati, tetapi juga memiliki cerita dan makna yang kuat di setiap lagunya.

Dengan karakter musik yang dinamis dipadukan dengan lirik yang relate dengan pengalaman banyak orang, Lovalia mencoba membangun identitas musik mereka sendiri.

Lovalia
Lovalia

“Lagu Cukup adalah gambaran emosional dari seseorang yang akhirnya memilih berhenti menggali masa lalu dan menerima kenyataan yang pernah terjadi dalam hidupnya.” ucap Kemal.

Lagu “Cukup” lahir dari pengalaman tentang fase ketika seseorang sudah tidak ingin lagi mendengar penjelasan, alasan, ataupun cerita tambahan mengenai masa lalunya. Semua pertanyaan yang selama ini menggantung perlahan telah menemukan jawabannya sendiri. Tidak lagi ada rasa penasaran, hanya keputusan untuk mengakhiri luka dan melangkah maju. Lagu ini juga menggambarkan titik di mana hati memilih berhenti mencari pembenaran dan mulai menerima kenyataan apa adanya.

Secara musikal, Lovalia menghadirkan nuansa yang mudah didengar oleh banyak orang, memadukan karakter musik dan vokal khas Lovalia yang soft namun energik. Single ini diharapkan dapat diterima dan menjadi salah satu teman perjalanan bagi para pendengar.

Lovalia
Lovalia

Single “Cukup” dari Lovalia kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital.

Film “Monster Pabrik Rambut” tampilkan jenis horor berbeda

0
Palari Films mempersembahkan film terbaru karya sutradara Edwin, “Monster Pabrik Rambut”, yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, lqbal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev, film ini menghadirkan pengalaman horor fantasi retro dari latar pabrik rambut dan situasi para pekerjanya yang kurang tidur.
Presscon film Monster Pabrik Rambut
Presscon film Monster Pabrik Rambut

Palari Films dan Edwin menghadirkan sosok monster, yang turut menawarkan keberagaman genre horor di Indonesia. Situasi-situasi horor di film ini dibangun dari atmosfer pabrik rambut yang creepy, sosok Bos Maryati (Didik Nini Thowok) yang tersenyum manis namun eksploitatif, serta serangkaian kejadian janggal yang menimpa para pekerja mereka.

Sebagai sutradara yang karya-karyanya telah diakui secara internasional dari berbagai festival dan ajang penghargaan, Edwin kembali membawa kebaruan dengan eksperimen visual dan eksplorasi cerita yang inovatif di Monster Pabrik Rambut. Di film produksi Palari Films ini, Edwin mengkritisi hustle culture yang justru diglorifikasi, dengan menghadirkan ketegangan horor yang berasal dari rutinitas kerja sehari-hari, bukan horor spiritual.

Film produksi Palari Films ini ini menyoroti realita bahwa kerja berlebihan juga bisa membawa pada situasi yang menyeramkan. Dengan mengangkat keresahan jutaan pekerja saat lembur dinormalisasi, Monster Pabrik Rambut secara jujur meneriakkan jeritan yang sudah terlalu lama ditahan oleh para pekerja Indonesia.

Cast film Monster Pabrik Rambut
Cast film Monster Pabrik Rambut

Eksplorasi Edwin di Monster Pabrik Rambut salah satunya ditunjukkan dengan pendekatan practical effect tanpa CGI, untuk menampilkan sisi retro yang ada di film ini. Menjadi sebuah tawaran yang segar dan berbeda di tengah lanskap film horor Indonesia saat ini.

Edwin juga kembali bermain-main dengan fantasinya yang unik dan eksentrik dengan hadirnya sosok Monster di film ini, Bos Pabrik, Maryati, yang memanfaatkan persona Misterius Didik Nini Thowok. serta kehadiran karakter Bona yang didesain mampu meregenerasi tubuhnya. Visualisasi yang tampak ‘liar dan berani” adalah sisi fantasi film Monster Pabrik Rambut, meneruskan visi Snematik dari filmografinya terdahulu.

Lewat Monster Pabrik Rambut, Edwin menghadirkan gagasan horor yang hadir dari rutinitas keseharian para pekerja. Menggabungkannya dengan genre yang paling populer, menjadi sebuah pengalaman menonton horor yang berbeda.

Di Monster Pabrik Rambut, Edwin bermain dengan bentuk horor. Bukan dalam bentuk horor spiritual, namun terinspirasi dari horor dan film retro Indonesia era ’80-an, dengan menciptakan ketegangan dari nuansa atmosferik dan banyak mengandaikan practical effect.

Doorstop with cast
Doorstop with cast

“Ketegangan dan teror horor di Monster Pabrik Rambut tercipta dari situasi kita bekerja sehari-hari yang kita hadapi, tanpa harus bersinggungan dengan setan. Ada bentuk lain yang menjadi sumber teror,” ujar sutradara Edwin.

Untuk menciptakan nuansa atmosferik horor fantastis retro di Monster Pabrik Rambut, Edwin menggandeng desainer produksi Menfo Tantono, Pemenang Piala Citra FFI 2024 untuk Penata Artistik Terbaik. Edwin dan Menfo menyulap Studio PFN menjadi sebuah pabrik rambut dengan kehadiran rambut asli hingga sekitar dua truk, beserta manekin, prostetik, sisir paku, dan berbagai elemen yang ada di pabrik rambut/wig di dunia nyata.

Diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, Monster Pabrik Rambut turut menjadi ko-produksi internasional lima negara, Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Film ini lebih dulu tayang perdana (world premiere) di Berlin International Film Festival 2026. Monster Pabrik Rambut juga telah tayang di berbagai festival film internasional termasuk Brussels Fantastic Film Festival, Hong Kong International Film Festival (HKIFF) 2026, dan yang akan datang Fantasia Film Festivai 2026 di Montreai, Kanada.

Presscon
Presscon

“Keinginan Palari Films membuat film horor adalah sebuah kebutuhan untuk mencoba menghasilkan karya baru, sambil memperkaya khasanah film horor Indonesia. Ide awal film Monster Pabrik Rambut muncul saat Edwin datang dengan pernyataan bahwa sepertinya tempat kerja kita bisa lebih horor dibandingkan film horor itu sendiri. Kita semua pernah merasakan ini, apapun bidang pekerjaan kita. Bagaimana bentuk Monster di tempat kerja kamu?,” ujar produser Meiske Taurisia.

Saksikan Monster Pabrik Rambut yang akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Dapatkan informasi terkini melalui akun Instagram @palarifilms atau Situs resmi palarifiims.com.

Di produseri Bayu Randu, Black Langues rilis single debut

0
Band pendatang baru asal Yogyakarta, Black Langues, resmi memperkenalkan diri ke publik melalui single debut berjudul “Happy”. Dibentuk pada Agustus 2025 oleh Aaron, Black Langues hadir bukan hanya sebagai proyek musik biasa, tetapi juga sebagai ruang eksplorasi suara sekaligus medium untuk menyuarakan isu-isu yang relevan dengan kehidupan saat ini.
Black-Langues-Happy-Artwork.jpg

Black-Langues-Happy-Artwork.jpg

Nama Black Langues sendiri memiliki makna filosofis. Kata “Langue” diambil dari konsep linguistik yang berarti kemampuan manusia untuk berbahasa dalam sistem yang abstrak, bukan sekadar berbicara. Filosofi tersebut menjadi fondasi band dalam membangun identitas musikal yang bebas, eksploratif, dan sulit dikategorikan dalam genre tertentu.

Black Langues digawangi oleh Aaron sebagai gitaris, vokalis, komposer sekaligus lyricist. Aaron yang merupakan anak dengan disleksia, diskalkuli, dan disgrafia menemukan jalannya melalui musik berkat dukungan keluarga dan lingkungan yang mendukung perkembangan bakatnya. Black Langues ia bentuk bersama adiknya Austin pada drum dan Haidar pada bass.

Single perdana mereka, “Happy”, dipilih sebagai lagu perkenalan karena memiliki struktur musikal yang mudah diterima pendengar. Di balik nuansa tersebut, lagu ini membawa pesan mendalam mengenai kehidupan dan kesehatan mental generasi muda.

Aaron
Aaron

Dalam proses kreatifnya, lagu “Happy” berawal dari riff gitar sederhana yang direkam Aaron agar tidak hilang begitu saja. Dari sana, instrumen lain, lirik, hingga vokal berkembang secara organik. Dedikasi Aaron terhadap detail produksi bahkan membuatnya rela tidak tidur selama dua hari demi menemukan hasil mixing yang menurutnya tepat.

Di balik proses produksi “Happy”, terdapat nama Bayu Randu yang dipercaya menjadi produser bersama Michael Aaron Donisputro. Bayu dikenal sebagai sosok yang telah lama berkecimpung di industri musik nasional melalui berbagai proyek bersama Edane, Funky Kopral dan Voodoo, serta keterlibatannya dalam proyek album Sawung Jabo.

Bayu Randu
Bayu Randu

Selain aktif sebagai Founder dan CEO Musicblast, Bayu juga dikenal sebagai gitaris Prison Of Blues yang telah beberapa kali menjalani tur Eropa dan tampil di berbagai panggung internasional. Pengalamannya sebagai musisi, produser, dan pelaku industri memberikan perspektif yang luas dalam mengembangkan talenta baru dengan karakter yang kuat dan identitas musikal yang autentik.

Keterlibatan Bayu dalam produksi “Happy” menjadi salah satu elemen penting dalam perjalanan awal Black Langues. Kolaborasi ini mempertemukan pengalaman industri dengan keberanian eksplorasi generasi muda, menghasilkan karya yang tidak hanya kuat secara musikal, tetapi juga membawa pesan yang relevan bagi pendengar masa kini.

Presscon Happy
Presscon Happy

Saat ini Black Langues juga tengah menyiapkan rilisan berikutnya berupa album bertajuk “Reset” dan berfokus membangun koneksi dengan generasi muda melalui pendekatan media sosial dan perkembangan algoritma digital saat ini.

Etenia Croft ceritakan sahabat sejati di single “Kau Selalu Ada”

1
Etenia Croft kembali membuktikan eksistensi dan konsistensinya berkarya di industri musik Indonesia dengan merilis lagu terbaru berjudul “Kau Selalu Ada” yang di launching secara meriah di Lippo Mall Nusantara, Jakarta.
Etenia Croft
Etenia Croft

Penyanyi remaja cantik yang baru genap berusia 13 tahun ini tercatat telah mengantongi total 16 lagu dan 1 album di sepanjang karier bermusiknya, dan itu merupakan sebuah prestasi yang tidak main – main dari Etenia Croft tentunya.

Sejak awal lagu ini diputar, pendengar langsung disuguhkan aransemen musik yang sangat catchy dan terngiang terus di telinga. Dari detik pertama, ketukan nadanya secara instan membangun mood yang penuh semangat dan positif-sebuah warna musik yang telah menjadi ciri khas Etenia Croft selama ini.

Karya terbaru ini masih melibatkan kolaborasi solid yang senada dengan lagu-lagu Etenia Croft sebelumnya, yang di ciptakan oleh pelatih sekaligus pengarah vokal, Marvel Marlon.

“Aku dan Etenia sudah kenal lebih dari tiga tahun dan sudah membuat lebih dari 10 lagu bersama. Jadi membuat lagu untuk Etenia terasa mudah karena karakter suaranya sudah sangat kuat,” jelas Marvel Maron.

Etenia Croft
Etenia Croft

Menurut Marvel Maron, karakter vokal Etenia cocok untuk konsep lagu anak yang dikemas lebih modern agar tetap relevan dengan generasi saat ini.

Hal yang terasa berbeda dan menonjol kali ini dapat dinikmati saat menonton Music Video (MV) dari lagu tersebut. Di video musiknya tersebut, Etenia Croft menyuguhkan visual yang indah dan memanjakan mata dengan mengambil latar di beberapa negara Eropa. Ditambah lagi dengan kolaborasi koreografi dance yang begitu epik, proyek ini menegaskan totalitas penggarapan yang matang, baik dari sektor audio maupun visual. Video musik resmi ini sudah dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Etenia Croft.

Menurut Etenia Croft, lagu “Kau Selalu Ada” ingin mengingatkan bahwa sahabat sejati akan tetap hadir dalam berbagai situasi kehidupan.

“Lewat lagu ini aku ingin mengingatkan kalau sahabat dan teman-teman kita akan selalu ada dalam keadaan apa pun, baik saat suka maupun duka, senang ataupun sedih. Lagu ini tentang best friend yang selalu saling mendukung,” ujar Etenia Croft.

Ia menambahkan, sosok sahabat terbaik adalah mereka yang selalu menguatkan dan mengingatkan bahwa seseorang tidak pernah benar-benar sendirian.

Etenia Croft
Etenia Croft

“Menurut aku, sahabat terbaik adalah sahabat yang selalu menghidupi dan mengingatkan kita kalau kita tidak sendirian,” kata Etenia Croft.

Dalam kesempatan tersebut, Etenia Croft juga mengungkapkan rasa bahagianya melihat antusiasme para penggemar yang hadir dalam acara launching dan lomba cover lagu tersebut.

“Aku senang banget ternyata banyak teman-teman yang datang dan excited dengan acara hari ini. Aku berharap lagu ini bisa membawa makna positif dan membuat teman-teman selalu happy,” ungkap Etenia Croft.

Etenia Croft berharap lagu-lagu yang ia bawakan dapat dinikmati anak-anak dan remaja Indonesia sekaligus menjadi sarana penyebaran pesan positif.

“Dari awal aku memang ingin menjadi entertainer, bisa bernyanyi, public speaking, dance, dan menginspirasi banyak orang. Aku juga ingin terus mengajak anak-anak Indonesia mendengarkan lagu anak karena lagu anak itu perlu dilestarikan,” jelas Etenia Croft.

Ia juga mengaitkan visinya dengan semangat Indonesia Emas 2045. Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan tontonan dan lagu yang sesuai dengan usia mereka.

“Terima kasih banyak untuk semua teman-teman yang terus mendukung aku. Di tahun 2026 ini, aku masih punya beberapa proyek single dan lagu kolaborasi yang masih rahasia, nih! Biar teman-teman semua penasaran, hehehe…”Tutup Etenia Croft.

Superstereo perkenalkan single baru berjudul “Simpati Hati”

0
Band alternative asal Bogor, Superstereo luncurkan single terbaru bertajuk “Simpati Hati”, sebuah lagu dengan sentuhan balad pop rock yang kental dalam satu balutan musik yang nyaman di simak telinga pecinta musik Indonesia.
Arttwork Simpati Hati
Arttwork Simpati Hati

“Simpati Hati” adalah single anyar dari SuperStereo yang di tulis dan ditampilkan secara matang oleh Ridho “Doy” (vokal), Rully (gitar), Alam (gitar), Temmie “Tem’s” (drum) dan Billy (bass). Mereka berlima bersama-sama menciptakan warna musik Superstereo yang khas dan mudah dikenali.

Lewat karya – karya musiknya, Superstereo telah membangun identitas kuat melalui musik yang melankolis, emosional, dan penuh karakter. Dalam lagu “Simpati Hati” ini, Superstereo menghadirkan warna musik yang simpel dan dengan balutan melodi gitar yang hangat, progresi akor yang emosional, serta vokal yang jujur dan ekspresif. Hasilnya adalah sebuah karya yang terasa familiar namun tetap segar di telinga pendengar masa kini.

“Simpati Hati” mengangkat tema tentang ketulusan, dan pentingnya kehadiran seseorang di saat-saat yang paling dibutuhkan. Liriknya menggambarkan hubungan yang tidak selalu harus diungkapkan secara besar, tetapi justru hadir lewat perhatian sederhana dan bermakna”, tegas para personil Superstereo.

Secara musikal, Superstereo banyak terinspirasi dengan musik – musik pop rock era 90-an sampai dengan awal 2000-an, oleh karena itu nuansa dan dinamika ballad terasa sangat kental di single “Simpati Hati” ini.

Superstereo
Superstereo

“Kami banyak terinspirasi dari musik pop rock era 90-an hingga awal 2000-an yang terasa jujur dan relate. Lagu ini adalah cara kami membawa nuansa itu ke dalam konteks yang lebih modern,” ujar Superstereo.

Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik yang berkolaborasi dengan Superstereo dalam pendistribusian digital single “Simpati Hati” ini mengungkapkan bahwa group band seperti Superstereo ini sudah lumayan langka di industri musik Indonesia saat ini.

“Setelah era Peter Pan, Noah, dan sejenis nya, band yang memainkan musik alternative dengan mementingkan harmoni yang manis dibalut dengan sound yang jernih itu boleh dibilang sangat jarang muncul dari generasi baru. Pecinta musik Indonesia beruntung ada Superstereo yang hadir dengan musik sederhana namun berkelas ini”, Terang Fransiscus Eko.

Superstereo
Superstereo

Dengan “Simpati Hati”, Superstereo tidak hanya menghadirkan lagu yang mudah dinikmati, tetapi juga mempertegas identitas mereka sebagai band yang mampu menggabungkan pengaruh klasik dengan pendekatan kekinian.

Lagu “Simpati Hati” diluncurkan Superstereo menyusul single mereka sebelumnya yang telah dirilis lebih dulu yaitu “Langkah Tersisa, Satu Kenyataan, Sahabat” dan “Hello”.

Single “Simpati Hati” kini sudah tersedia di seluruh platform musik digital.

Credit Title :

Single : Simpati Hati

Artis : Superstereo

Song & Lyric : Rulyanto Sukandar

Production by : Superstereo

Distributor Digital : Cadaazz Pustaka Musik

Executive Producer : Superstereo

Producer : Rulyanto Sukandar

Recorded at : Working Space Studio

Operated by : Rulyanto Sukandar

Mixing Mastering at : Xumber Maxmur Studio

Sound Enggineer : Adi Pentana

Superstereo are :

Vocal : Ridho Zuliansyah

Guitar 1 : Rulyanto Sukandar

Guitar 2 : Alam Samudra

Bass : Aef saefudin billy

Drum : Temmie Ivano

Ras Rawon perkenalkan single baru berjudul “Satu Cinta”

0
Ras Rawon mengeluarkan single terbaru yang berjudul “Satu Cinta” yang diproduseri oleh Elpako, produser musik dari Russia.
Ras Rawon
Ras Rawon

“Satu Cinta” adalah lagu yang berdasarkan kisah nyata didalam kehidupan saya. Lagu yang saya nyanyikan secara spontan tentang perasaan hati saya kepada seorang perempuan yang sangat saya cintai didalam kehidupan saya”, terang Ras Rawon.

Menariknya, Ras Rawon benar – benar menyelesaikan proses rekaman lagu “Satu Cinta” ini dengan spontanitas tinggi tanpa ada pengulangan apapun pada proses rekaman vokalnya.

Ras Rawon
Ras Rawon

“Tak ada lirik yang saya tulis, tak ada rekaman yang saya dengarkan, semua kata – kata yang saya ucapkan murni keluar dari dalam hati saya tanpa adanya pengulangan selama 23 menit proses recording”, ujar Ras Rawon.

Ras Rawon menyelesaikan rekaman single ini dengan lancar dan tak lupa mengucapkan Syukur terhadap sang pencipta yang telah membantu seluruh proses recording single yang bernuansa reggae tersebut.

Ras Rawon
Ras Rawon

“Terima kasih ya Allah SWT yang sudah menanamkan cinta didalam hati ini. Ketika langit terbuka, hanya kepada engkau saya berserah diri”, tutup Ras Rawon.

Satu cinta, satu rasa, satu perempuan untuk selamanya. Sejak 23 Mei 2026, single “satu Cinta” ini  sudah bisa didengar disemua digital music platform.

Ical Jenggo feat Galang D’Conslet rilis single “Pejabat Rakus”

0
Di tengah hiruk-pikuk dinamika sosial dan politik saat ini, musisi Ical Jenggo kembali hadir membawa keresahan publik melalui karya Galang D’Conslet yang berjudul “Pejabat Rakus”. Single ini resmi dirilis ke pasar musik tanah air melalui kerjasama label Jejak Creative Playground dan Stoodio Music.
Pejabat Rakus - Ical Jenggo Feat D_Conslet
Pejabat Rakus – Ical Jenggo Feat D_Conslet

Lagu ini menjadi manifestasi dari kegelisahan mendalam akan fenomena penyalahgunaan jabatan yang kian marak terjadi. Lahir dari pengamatan sehari-hari, “Pejabat Rakus” menyoroti ironi di mana kursi jabatan yang seharusnya menjadi amanah untuk melayani rakyat, justru kerap disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Ical Jenggo dan Galang D’Conslet, melalui liriknya yang lugas dan berani, menyentil realitas hukum yang sering kali terasa tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

Lagu “Pejabat Rakus” dari Ical Jenggo feat Galang D’Conslet ini bukan ditujukan kepada sosok atau individu tertentu, melainkan cerminan dari fenomena sosial yang sudah terlalu lama kita saksikan. Jabatan adalah amanah, bukan hak milik. Jika ada yang merasa tersinggung, mungkin itu karena pesannya tepat sasaran,” ujar Galang.

Pemilihan genre Ska/Reggae dalam lagu ini bukanlah tanpa alasan. Ical Jenggo sengaja memadukan lirik kritik sosial yang tajam dengan irama musik yang santai dan mudah diterima semua kalangan. Baginya, musik adalah medium paling halus namun ampuh untuk menyampaikan kebenaran tanpa terkesan menggurui.

“Saya ingin kritik keras ini terasa seperti teman bicara, bukan ceramah. Musik reggae dan ska selalu identik dengan semangat kebebasan, keadilan, dan suara rakyat. Inilah cara saya memastikan pesan ini masuk ke hati dan pikiran pendengar dengan cara yang menyenangkan,” tambah Ical.

Ical meyakini bahwa di era informasi yang bising ini, musik tetap menjadi alat kritik sosial yang sangat efektif dan tahan lama. Mengacu pada musisi legendaris seperti Iwan Fals yang karyanya tetap relevan hingga kini, Ical berkomitmen untuk terus menyuarakan keresahan masyarakat.

 Ical Jenggo Feat D_Conslet
Ical Jenggo Feat D_Conslet

“Pejabat Rakus” menjadi tambahan penting dalam diskografi Ical yang telah melahirkan puluhan karya jujur, seperti “Arak Bali Memang Enak, Burung Nuri Seekor Kelinci dan Buaya, Konsisten”, hingga “Bingung Mau Ngapain. Bersama labelnya, Ical bertekad untuk menjaga konsistensi dalam merilis karya yang memiliki kedalaman makna dan pesan yang kuat.

Melalui lagu ini, Ical berharap masyarakat menjadi lebih peka dan tidak diam menghadapi ketidakadilan. Ia ingin mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk bicara, hak untuk mengetahui kebenaran, dan hak untuk menuntut keadilan.

Single “Pejabat Rakus” kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital. Mari mendengarkan, merenungi, dan ikut bersuara.

Rilis album perdana, 1TENGAH obati kerinduan akan Fourtwnty

0
1TENGAH adalah proyek musik yang lahir dari kerinduan akan Fourtwnty, band yang kini Tengah rehat tanpa batas waktu. Diisi oleh wajah-wajah lama seperti Nuwi, Prim, dan Ryan, serta didukung Jerash dan Andri Begenk di panggung. Proyek ini memperkenalkan sosok Primandha Ridho (drummer Fourtwnty) sebagai vokalis baru, menggantikan Ari Lesmana yang memilih untuk menepi sejenak untuk memberi ruang dan refleksi diri.
COVER MULA MASA
COVER MULA MASA

1TENGAH memperkenalkan album perdana bertajuk “Mula Masa“, sebuah karya yang lahir sebagai dokumentasi perjalanan yang jujur dan personal. Album “Mula Masa” berangkat dari fase kehidupan para personel yang penuh tantangan. Mulai dari rasa kehilangan, berbagai persoalan pribadi para personel, yang akhirnya menjadi latar pertemuan dari terbentuknya grup 1TENGAH.

Dari kondisi tersebut, album “Mula Masa” dari 1TENGAH tidak hanya menjadi judul, melainkan juga simbol awal perjalanan mereka sebagai satu kesatuan.

Menjelang perilisan album ini, 1TENGAH terlebih dahulu menghadirkan tiga single pembuka berjudul “Di Sana, Tanah Yang Sama”, dan “Echoes Of You”. Ketiga lagu tersebut hadir sebagai gambaran awal dari arah musikal sekaligus pendekatan emosional yang diusung dalam album, serta menjadi bagian penting dalam merangkai perjalanan kreatif 1TENGAH menuju bentuk utuh dari “Mula Masa”.

1Tengah
1Tengah

Lagu bertajuk “Mula Masa” ditempatkan sebagai track penutup yang menjadi inti dari keseluruhan cerita. Secara lirik, perjalanan manusia digambarkan melalui fase “terbentur” dan “terbentuk.” Merepresentasikan proses menerima kenyataan, menghadapi kesulitan, hingga akhirnya menemukan kembali makna hidup. Dilengkapi dengan simbol “malam” dan “terang” pada lirik yang menjadi benang merah yang mempertegas transformasi tersebut.

“Secara garis besar, lagu ini bisa digambarkan sebagai luka yang terobati, gelap yang akhirnya menemukan terang, hati yang resah hingga akhirnya berpasrah, manusia yang hilang arah akhirnya menemukan semangat dan motivasi kembali untuk hidup dengan cara berjuang.” ujar Prim, vokalis dan penulis lagu.

1Tengah
1Tengah

Pesan utama lagu “Mula Masa” terangkum dalam lirik “sekian banyak alasan kita dilahirkan” menunjukkan bahwa setiap lelah, selalu ada alasan untuk terus melangkah. Lagu ini tidak hanya menjadi refleksi pribadi, tetapi juga sebagai ruang bagi para pendengar untuk menemukan maknanya sendiri.

Lebih dari sekedar album, “Mula Masa” menandakan langkah awal 1TENGAH sebagai sebuah identitas baru. Melalui album ini, 1TENGAH menetapkan pijakan awal dalam membentuk arah musikal dan narasi yang akan mereka bawakan ke depan. Mula Masa”Mula Masa” telah tersedia di semua digital streaming platform.

Track “Mula Masa” sbb:

Di Sana

Di Mana Pun Rumah

Echoes Of You

Tanah Yang Sama

Midnight

Suar

You Are

Jangan Berhenti