Monday, August 10, 2026
Home Blog Page 5

Ical Jenggo feat Galang D’Conslet rilis single “Pejabat Rakus”

0
Di tengah hiruk-pikuk dinamika sosial dan politik saat ini, musisi Ical Jenggo kembali hadir membawa keresahan publik melalui karya Galang D’Conslet yang berjudul “Pejabat Rakus”. Single ini resmi dirilis ke pasar musik tanah air melalui kerjasama label Jejak Creative Playground dan Stoodio Music.
Pejabat Rakus - Ical Jenggo Feat D_Conslet
Pejabat Rakus – Ical Jenggo Feat D_Conslet

Lagu ini menjadi manifestasi dari kegelisahan mendalam akan fenomena penyalahgunaan jabatan yang kian marak terjadi. Lahir dari pengamatan sehari-hari, “Pejabat Rakus” menyoroti ironi di mana kursi jabatan yang seharusnya menjadi amanah untuk melayani rakyat, justru kerap disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Ical Jenggo dan Galang D’Conslet, melalui liriknya yang lugas dan berani, menyentil realitas hukum yang sering kali terasa tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

Lagu “Pejabat Rakus” dari Ical Jenggo feat Galang D’Conslet ini bukan ditujukan kepada sosok atau individu tertentu, melainkan cerminan dari fenomena sosial yang sudah terlalu lama kita saksikan. Jabatan adalah amanah, bukan hak milik. Jika ada yang merasa tersinggung, mungkin itu karena pesannya tepat sasaran,” ujar Galang.

Pemilihan genre Ska/Reggae dalam lagu ini bukanlah tanpa alasan. Ical Jenggo sengaja memadukan lirik kritik sosial yang tajam dengan irama musik yang santai dan mudah diterima semua kalangan. Baginya, musik adalah medium paling halus namun ampuh untuk menyampaikan kebenaran tanpa terkesan menggurui.

“Saya ingin kritik keras ini terasa seperti teman bicara, bukan ceramah. Musik reggae dan ska selalu identik dengan semangat kebebasan, keadilan, dan suara rakyat. Inilah cara saya memastikan pesan ini masuk ke hati dan pikiran pendengar dengan cara yang menyenangkan,” tambah Ical.

Ical meyakini bahwa di era informasi yang bising ini, musik tetap menjadi alat kritik sosial yang sangat efektif dan tahan lama. Mengacu pada musisi legendaris seperti Iwan Fals yang karyanya tetap relevan hingga kini, Ical berkomitmen untuk terus menyuarakan keresahan masyarakat.

 Ical Jenggo Feat D_Conslet
Ical Jenggo Feat D_Conslet

“Pejabat Rakus” menjadi tambahan penting dalam diskografi Ical yang telah melahirkan puluhan karya jujur, seperti “Arak Bali Memang Enak, Burung Nuri Seekor Kelinci dan Buaya, Konsisten”, hingga “Bingung Mau Ngapain. Bersama labelnya, Ical bertekad untuk menjaga konsistensi dalam merilis karya yang memiliki kedalaman makna dan pesan yang kuat.

Melalui lagu ini, Ical berharap masyarakat menjadi lebih peka dan tidak diam menghadapi ketidakadilan. Ia ingin mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk bicara, hak untuk mengetahui kebenaran, dan hak untuk menuntut keadilan.

Single “Pejabat Rakus” kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital. Mari mendengarkan, merenungi, dan ikut bersuara.

Rilis album perdana, 1TENGAH obati kerinduan akan Fourtwnty

0
1TENGAH adalah proyek musik yang lahir dari kerinduan akan Fourtwnty, band yang kini Tengah rehat tanpa batas waktu. Diisi oleh wajah-wajah lama seperti Nuwi, Prim, dan Ryan, serta didukung Jerash dan Andri Begenk di panggung. Proyek ini memperkenalkan sosok Primandha Ridho (drummer Fourtwnty) sebagai vokalis baru, menggantikan Ari Lesmana yang memilih untuk menepi sejenak untuk memberi ruang dan refleksi diri.
COVER MULA MASA
COVER MULA MASA

1TENGAH memperkenalkan album perdana bertajuk “Mula Masa“, sebuah karya yang lahir sebagai dokumentasi perjalanan yang jujur dan personal. Album “Mula Masa” berangkat dari fase kehidupan para personel yang penuh tantangan. Mulai dari rasa kehilangan, berbagai persoalan pribadi para personel, yang akhirnya menjadi latar pertemuan dari terbentuknya grup 1TENGAH.

Dari kondisi tersebut, album “Mula Masa” dari 1TENGAH tidak hanya menjadi judul, melainkan juga simbol awal perjalanan mereka sebagai satu kesatuan.

Menjelang perilisan album ini, 1TENGAH terlebih dahulu menghadirkan tiga single pembuka berjudul “Di Sana, Tanah Yang Sama”, dan “Echoes Of You”. Ketiga lagu tersebut hadir sebagai gambaran awal dari arah musikal sekaligus pendekatan emosional yang diusung dalam album, serta menjadi bagian penting dalam merangkai perjalanan kreatif 1TENGAH menuju bentuk utuh dari “Mula Masa”.

1Tengah
1Tengah

Lagu bertajuk “Mula Masa” ditempatkan sebagai track penutup yang menjadi inti dari keseluruhan cerita. Secara lirik, perjalanan manusia digambarkan melalui fase “terbentur” dan “terbentuk.” Merepresentasikan proses menerima kenyataan, menghadapi kesulitan, hingga akhirnya menemukan kembali makna hidup. Dilengkapi dengan simbol “malam” dan “terang” pada lirik yang menjadi benang merah yang mempertegas transformasi tersebut.

“Secara garis besar, lagu ini bisa digambarkan sebagai luka yang terobati, gelap yang akhirnya menemukan terang, hati yang resah hingga akhirnya berpasrah, manusia yang hilang arah akhirnya menemukan semangat dan motivasi kembali untuk hidup dengan cara berjuang.” ujar Prim, vokalis dan penulis lagu.

1Tengah
1Tengah

Pesan utama lagu “Mula Masa” terangkum dalam lirik “sekian banyak alasan kita dilahirkan” menunjukkan bahwa setiap lelah, selalu ada alasan untuk terus melangkah. Lagu ini tidak hanya menjadi refleksi pribadi, tetapi juga sebagai ruang bagi para pendengar untuk menemukan maknanya sendiri.

Lebih dari sekedar album, “Mula Masa” menandakan langkah awal 1TENGAH sebagai sebuah identitas baru. Melalui album ini, 1TENGAH menetapkan pijakan awal dalam membentuk arah musikal dan narasi yang akan mereka bawakan ke depan. Mula Masa”Mula Masa” telah tersedia di semua digital streaming platform.

Track “Mula Masa” sbb:

Di Sana

Di Mana Pun Rumah

Echoes Of You

Tanah Yang Sama

Midnight

Suar

You Are

Jangan Berhenti

Di dukung musisi senior, Alika Shafira rilis EP “Tentang Diriku”

0
Di Tengah maraknya band dan solois merilis karya lagu dalam bentuk single, penyanyi muda Alika Shafira justru mengambil langkah berani dengan merilis sebuah EP atau mini album. Seakan tidak terlalu mengejar algoritma platform digital, Alika juga melakukan promosi dengan sistem konvensional.
alika Artwork
alika Artwork

Alika Shafira yang dengan segala keseriusannya merilis EP bertajuk “Tentang Diriku”, coba membangun identitas bermusiknya dengan melakukan Visit Radio atau mengunjungi Radio. Alika sendiri melakukan aktifitas promo ini dengan riang gembira.

“Seru banget Visit Radio itu yaaaa… selain kenalan dengan basis pendengar, saya juga belajar komunikasi secara live,” ujar Alika Shafira yang baru saja menuntaskan kunjungan Radio ke berbagai kota.

“Bagi kami, Radio tetap manjadi sahabat sejati dengaran hasil karya kami, dan Alika Shafira semangat menjalani aktifitas tersebut” ujar Caesar Gunawan dari record label dan manajemen MDG Productions.

Alika sebelumnya sudah cukup dikenal dengan single “Kita Berbeda“. Dan kini, Alika tampil lebih matang melalui tujuh lagu yang terangkum dalam EP tersebut. “Tentang Diriku” menjadi ruang ekspresi personal yang menggambarkan perjalanan emosi anak muda, mulai dari pencarian jati diri, proses penyembuhan luka batin, hingga dinamika perasaan tentang cinta.

Alika
Alika

Lagu “Belum Waktunya Jatuh Cinta” menjadi salah satu sorotan utama dalam EP ini. Mengangkat cerita tentang rasa takut membuka hati kembali setelah mengalami kisah pedih masa lalu. Dibungkus nuansa pop romantis sinematik, lagu ini terasa intim sekaligus emosional.

Di balik proses kreatifnya, Alika menggandeng nama-nama besar industri musik. Komposer senior Bemby Noor dipercaya menciptakan lagu, sementara lirik ditulis Anggi Anggoro dan aransemen digarap Jeremy Poetiray. Tak hanya itu, keterlibatan musisi seperti Ferdy ‘Element’ Tahier, Icha ‘Jikustik’ Aji, hingga Iyas Pras semakin memperkaya warna musik dalam EP ini.

Direkam di Backbeat Studio, Jakarta, dengan dukungan vocal producer Ebby, EP “Tentang Diriku” tampil dengan kualitas produksi matang. Respons positif pun mulai bermunculan sejak perilisan.

Banyak pendengar menilai Alika berhasil menghadirkan karya yang terasa jujur, relevan, dan berbeda di tengah derasnya musik instan, sekaligus mempertegas posisinya sebagai penyanyi muda yang siap berkarier di industri musik Indonesia.

Nath The Lions luncurkan karya baru bertajuk “Intis Semalam”

0
Setelah merilis single berjudul “Treng teng” yang bertemakan komunitas vespa, Nath The Lions membuktikan konsistensinya dengan kembali merilis karya terbaru yang bertajuk “Intis Semalam”.
artwork Intis semalam
artwork Intis semalam

Istilah “Intis” sendiri merupakan singkatan atau plesetan gaul yang merujuk pada minuman beralkohol tradisional Intisari (sering dikaitkan dengan Ginseng). Nath The Lions mencoba menjadikan istilah “Intis” sebagai tema di single ini.

“Intis Semalam”.one love, one heart, one riddim kerap menjadi giat di Komunitas – komunitas seperti komunitas pecinta musik, komunitas Vespa dan mereka yang menikmati minuman beralkohol lokal plus sering menampilkan gaya hidup santai, bernyanyi bersama, dan kehidupan malam. Nath The Lions melihat Komunitas ini sering terlihat di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram dengan tagar terkait,

Penggarapan dan proses kreatif lagu “Intis Semalam” dari Nath The Lions dikerjakan di studio rumah singa dengan digawangi produser musik sumakeytouch, Sista Nath dan ungs. Isian Gitar keren dari Khamal menambah warna sound yang berbeda pada lagu ini, sedangkan itu ketukan drum Bram dan bunga bunga bass dari Jomo mengalir enak di dengar.

Nath The Lions
Nath The Lions

Di simak dari suduat pandang penataan musiknya, “Intis Semalam” bermain di area Reggae rock beat up serta harmonisasi yang catchy.

“Intis Semalam” dapat diputar, di seluruh digital platform, sementara itu video musiknya sudah dapat ditonton di kanal youtube Nath The Lions TV.

Yessaah!

Artist

Nath The Lions

Eksekutif Produser

Nath The Lions

Produser

Nath The Lions

Produser Musik

Sumakeytouch \ Sista Nath\ Ungs

Mixing & Mastering

Sumakeytouch

Produksi

Rumah Singa

Digital Distribution

Musicblast.id

Recording

5 suara records

Instrument Player

Vocal : Sista Nath

Keyboard : Suma Adi Putra

Bass : Jomo Edis

Guitar : Khamall Ragga

Drum : Bram Dower

Kreatif Utama Video Klip

Penata Kamera : Rendytsa

Editor : Bagas Geraldi

Colorist Visual Effects : ungs

Wongalas comeback! Siapkan tur nusantara

0
Wongalas adalah band rock asal Jakarta Selatan yang beranggotakan wajah-wajah yang sudah lama berkarir di blantika musik Indonesia seperti Yudith – Vokalis (Ex Jacket), Opic – Gitaris (Ex Bayou), Ateng – Bassis (Ex Voodoo) dan Virdy – Drumer (Ex Power Slaves).
Wongalas
Wongalas
Di dalam perjalanannya, Wongalas sudah menelurkan empat single yang disertai dengan Video Clip di platform Youtube. Mereka juga sudah menelurkan album yang berjudul “Dari Rakdjat Oleh Rakdjat Oentoek Rakdjat” yang berisi 13 lagu di semua platform digital musik dan mendapat apresiasi besar dari para pendengar dan penikmat musik Indonesia.

Saat ini, Wongalas bekerjasama dengan Heri Santoso sebagai Executive Produser. Heri Santoso adalah seorang pengusaha muda dan juga pendiri Gerakan Pemuda Indonesia Bersatu (GARDAINDO BERSATU). Ia mempunyai visi menjalankan ekonomi kerakyatan membantu pemerintah dalam meningkatkan UMKM di setiap daerah dan menghidupkan kembali ekosistem dunia musik Indonesia, khususnya musik Rock agar lebih maju dan kreatif.

Wongalas
Wongalas

Dengan bergabungnya Heri Santoso sebagai Executive Produser yang memiliki visi dan misi yang sama dengan Wongalas serta banyaknya penggemar setia yang menunggu, akhirnya dalam waktu dekat ini Wongalas akan membuat gebrakan “comeback” di kancah musik Indonesia yang dimulai dari pembuatan album fisik (CD) yang akan dirilis dalam waktu dekat ini.

Rencananya, Wongalas akan mengadakan tur di seluruh Indonesia yang melibatkan band-band Indie yang lolos seleksi serta mengajak musisi tradisional dari seluruh Indonesia.

Buitenstage Vol. 7 panaskan dinginnya kota Bogor

0
Buitenstage Vol. 7 kembali digelar pada Kamis malam, 7 Mei 2026 di Kopi Wangsa, Bogor. Program musik dwi-mingguan yang diprakarsai oleh Buitenfest bersama Cadazz Pustaka Musik ini kembali menghadirkan ruang temu yang intim bagi musisi, komunitas, dan penikmat musik lintas genre di Kota Bogor.
Andy Lee Ghouw
Andy Lee Ghouw

Didukung oleh berbagai media online musik dan ekosistem kreatif independen, Buitenstage terus menjaga semangatnya sebagai ruang alternatif yang terbuka bagi eksplorasi musikal, pertemuan ide, dan pertumbuhan ekosistem musik lokal.

Pada edisi ketujuh ini, Buitenstage menghadirkan empat entitas musik dengan karakter dan pendekatan yang berbeda-beda. Malam dibuka oleh Andy Lee Ghouw, solois pop yang malam itu tampil spesial bersama format full band yang membawakan materi-materi single yang pernah dia rilis dengan nuansa yang cheerfull, termasuk single terbaru yang berjudul ‘Rumit” dan “Enjoy Your Life” yang membuat penonton sing-a-long.

Selanjutnya hadir Lleiruz, solois multi-instrumen yang tampil dalam format akustik dengan pendekatan musikal yang intim dan reflektif dengan membawakan materi dari EP terbarunya, “Insincerely Yours” diantaranya Prayer (intro), Blue, Mestinya, dan Closure, yang dirilis Januari lalu. Baginya, penampilan malam itu adalah perpanjangan rasa dari proses produksi EP yang ia sebut sangat emosional.

 Lleiruz
Lleiruz

Kejutan selanjutnya datang dari duo akustik asal Bogor, Medilog yang menghadirkan dinamika ringan namun penuh kedekatan dengan audiens. Selain membawakan single terbaru bertajuk “You’ll Be Fine“, mereka menciptakan momen spesial dengan memperdengarkan “JUMPA” untuk pertama kalinya di depan publik. Lagu yang telah diciptakan sejak 2023 namun belum resmi dirilis ini menjadikan penampilan Medilog malam itu sebagai catatan sejarah kecil yang manis bagi para pendengar yang hadir.

Medilog
Medilog

Menutup malam yang penuh dengan talenta lokal patent, Partikel Penyusun Atom tampil dengan formasi tiga personel eksperimental yang membawa energi eksploratif dan performa yang lepas, menghadirkan pengalaman musikal yang unik sekaligus tak terduga bagi para penonton yang hadir malam itu. “Aksi panggung mereka “gokil” dan eksplosif , bener-bener penutup yang pas”, ujar salah satu penonton.

Partikel Penyusun Atom
Partikel Penyusun Atom

Sebagai program reguler, Buitenstage lahir bukan sekadar sebagai pertunjukan musik, tetapi sebagai ruang tumbuh bersama bagi ekosistem kreatif lokal. Buitenfest dan Cadazz Pustaka Musik percaya bahwa kota dengan denyut kreativitas seperti Bogor membutuhkan ruang-ruang alternatif yang konsisten untuk mempertemukan karya, komunitas, dan kolaborasi.

“Buitenstage selalu kami bayangkan sebagai ruang yang cair, tempat musisi, penonton, dan pelaku kreatif bisa bertemu tanpa sekat genre maupun generasi. Kami ingin membangun ekosistem yang hidup, berkelanjutan, dan memberi ruang bagi keberanian bereksperimen. Karena kami percaya bahwa musik yang bagus tidak harus selalu datang dari industri besar, tapi dari ketulusan untuk terus bersuara dan ruang yang mau mendengarkannya,” ujar Nanang Yuswanto dari Buitenfest.

Buitenstage Vol. 7
Buitenstage Vol. 7

Sementara itu, Fransiscus Eko, dari Cadaazz Pustaka Musik melihat Buitenstage sudah layak menjadi salah satu fasilitas untuk menguji mental dan kemampuan tekhnis Musisi baik itu solois atau group band agar mendapatkan pengalaman yang berharga sebagai performer diatas panggung.

“Menurut gw, para musisi bisa mendapatkan pengalaman berharga manggung di Buitenstage, apalagi buat mereka yang berasal dari luar Bogor. Tampil prima diatas panggung itu gak gampang, memperkenalkan karya kita di hadapan penonton yang gak ngerti siapa kita pun bakal susah, tapi dengan panjangnya durasi tampil yang kita sediakan, dengan area panggung yang baik serta service sound system yang cukup apik, para musisi bisa mengeksplorasikan kreatifitas mereka di acara ini dengan nyaman”, tutur Fransiscus Eko.

Dengan semangat tersebut, Buitenstage akan terus berjalan sebagai bagian dari upaya merawat denyut musik independen Bogor melalui pendekatan yang intim, inklusif, dan berorientasi pada kolaborasi lintas komunitas.

Heri Batara comeback lewat single cadas “We Are Not Fall In”

0
Lama menghilang dari keriuhan industri musik keras Indonesia, Heri Batara, ex frontman group band cadas “Edane” akhirnya hadir kembali mempersembahkan karya terbarunya berupa single yang berjudul “We Are Not Fall In”.
Artwork Heri Batara - We Are Not Fall In
Artwork Heri Batara – We Are Not Fall In

Hadir dengan kemasan musik yang tetap memekakkan telinga, single “We Are Not Fall In” ini boleh dibilang merupakan pembuktian diri bahwa Heri Batara masih eksis dan masih punya nafas panjang di industri musik rock nasional.

“Ya gw memang lama gak muncul alias istirahat dari proses kreatif sebagai penyanyi dan penulis lagu, nah alasan gw mau balik lagi itu karena banyaknya masukan dari beberapa teman yang mendorong gw untuk berkarya dan bikin lagu lagi. Selain itu gw juga punya pertimbangan kalau gw itu berasa masih bisa”, tutur Heri Batara.

Single “We Are Not Fall In” bisa di interpresikan bahwa kita harus bisa move on dari hal yang tidak bagus sebelumnya. Lagu ini bercerita tentenag banyak nya omon omon di multi sektor yang bikin kita bertanya, “bener gak sih yang di omongin atau di janjikan? Bakalan kejeblos lagi nggak kita?  Salah pilih jalan yang itu lagi Gak?”, ujar Ucok, panggilan akrab Heri Batara.

Single “We Are Not Fall In” tidak saja mempertahankan image Heri Batara sebagai penyanyi bergenre rock yang punya warna sendiri di industri musik Indonesia, melainkan juga memperlihatkan sosok Heri Batara tetap Garang, liar dan Jantan seperti saat dia memperkuat formasi Edane di album “Jabrik” dan “Borneo”.

Heri Batara
Heri Batara

“Kalo soal genre saya agak nggak peduli karena memang saya nggak tahu banyak nama – nama genre setelah hard rock, heavy metal, thrash metal, inti nya bikin aja, mainin yang kita bisa dan ngerti, bukan Cuma ikut – ikut-an, sambil liat juga situasi dan kondisi musik sekarang”, terang Heri Batara.

“Pada single “We Are Not Fall In” ini, untuk bagian aransemen di pegang Mev karena kebetulan dia yang punya kapasitas itu, jadi saya percayakan ke dia. Saya memantau dan memberikan masukan arah musik nya kemana atau enak nya gimana, dari situ kita combine seluruh ide termasuk juga ide dari William (Gitar) dan Kemal (Drums). proses ini agak makan waktu karena menyamakan visi lintas Gen x dan Gen z, sekarang sudah ada beberapa materi berikut yang akan menyusul di garap, inti nya ini semua adalah kerja team”, jelas Heri Batara.

Sebagai eks member sekaligus eks manager Edane, Heri Batara mengaku tidak terlalu terbebani dengan masa lalunya di Edane, Heri Batara justru mengaku terpacu untuk melahirkan karya – karya terbaiknya di proyek solonya ini.

Heri Batara
Heri Batara

“Kalo soal beban dalam arti negatif rasa nya nggak ada, yang ada malah jadi pemacu buat mencapai target yang di mau in. Simple nya, pengalaman dari sebelumnya di jadikan masukan supaya bisa lebih bagus dalam bekerja sehingga dapat mengeluarkan hasil karya yang bagus juga. Prinsip nya dulu pernah terlibat dengan band bagus, sekarang bikin sendiri harus bagus juga atau klo bisa harus lebih bagus, bukan sebalik nya”, Ujar Heri Batara.

Walaupun Heri Batara menggunakan Namanya sebagai brand dari proyek solonya, namun dari mulai buat lagu, rekaman sampai dengan desain artwork single “We Are Not Fall In” terlihat Heri ingin menunjukan bahwa walaupun ini proyek solo, namun ada nafas nge-band yang di bangun sejak proses kreatif hingga proses keperluan manggungnya ke depan.

“Kita ini Band, Team Whatever di bilang nya. Pakai nama Heri Batara agar mempermudah. Di foto artwork single “We Are Not Fall In” ini ada Saya, Kemalfasya (Drums) dan William Agathan (Gitar), sementara itu di belakang layar ada Mev dan Indra (Bass)”, terang Heri batara.

Heri Batara
Heri Batara

“Proses kreatif kita dalam memproduksi single ini dan single – single lainnya berjalan normal aja, yang makan waktu itu di proses awal menyamakan persepsi musik yang bagaimana dan seperti apa yang mau di bawain / di bikin”, jawab Heri Batara ketika ditanya proses kreatif dari single “We Are Not Fall In” tersebut.

Heri Batara sendiri mengaku tetap dalam jalurnya sebagai salah satu vokalis rock Tanah Air yang masih bertahan di fenomena banyaknya transisi perubahan industri musik dewasa ini.

“Single ini awal darr langkah selanjutnya kedepan, saya suka lagu ini dari sisi musik, berasa seru bawain yang agak berbeda, disini saya bukan berubah tapi berkembang. Kedepan akan ada lagi lagu -lagu yang akan dirilis dan pengen nya bisa bikin musik indonesia makin rame”, tutup Heri Batara.

Single “We Are Not Fall In – Heri Batara” produksi Rock On Music dan Cadaazz Pustaka Musik telah bisa disimak melalui seluruh Digital Store Platform, sementara itu sambil menunggu video musik nya yang akan segera di produksi oleh Heri Batara dan team, para pecinta musik rock Indonesia bisa menikmati video liriknya di Youtube Official Cadaazz Pustaka Musik.

Film “Tumbal Proyek” bakal hadirkan situasi mencekam

0
Film horor terbaru “Tumbal Proyek” siap hadir dengan cerita yang memadukan misteri, teror supranatural, dan drama keluarga yang emosional. Film ini mengangkat kisah tentang proyek pembangunan yang menyimpan rahasia gelap serta penantian seorang anak terhadap sosok ayah yang tak kunjung pulang.
Poster Tumbal Proyek
Poster Tumbal Proyek
Diproduseri oleh Dheeraj Kalwani dan disutradarai oleh Jero Point, “Tumbal Proyek” membawa penonton masuk ke suasana mencekam di sebuah kawasan proyek yang dipenuhi tanda tanya. Di balik aktivitas pembangunan, muncul kejadian-kejadian aneh yang perlahan membuka luka lama para tokohnya.

Cerita film Tumbal Proyekini berpusat pada Yuda, karakter yang diperankan oleh Kiesha Alvaro. Yuda hidup dengan bayang-bayang kehilangan sang ayah, Bayu, yang diperankan oleh Rendy Khrisna. Bayu dikisahkan hilang secara misterius saat bekerja di sebuah proyek.

Kepergian Bayu meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Penantian yang tak berujung membuat Yuda terus mencari jawaban atas hilangnya sang ayah. Namun, pencarian itu justru membawanya pada fakta-fakta mengerikan yang tersembunyi di balik proyek tersebut.

Kehadiran Callista Arum sebagai Laras turut memperkuat konflik cerita. Laras menjadi salah satu karakter penting yang terlibat dalam perjalanan Yuda mengungkap misteri di sekitar proyek. Hubungan antarkarakter dibangun tidak hanya melalui ketegangan, tetapi juga emosi dan rasa kehilangan.

Aktris senior Karina Suwandi hadir sebagai Bu Martha, sosok yang membawa lapisan drama keluarga dalam cerita. Karakternya menjadi bagian penting dari konflik emosional yang berkembang seiring terbukanya rahasia demi rahasia.

Nuansa mistis dalam “Tumbal Proyek” juga diperkuat lewat karakter Mbah Tarmo, yang diperankan oleh Fuad Idris. Mbah Tarmo digambarkan sebagai sosok orang pintar di sekitar kawasan proyek yang mengetahui banyak hal tentang peristiwa janggal di tempat tersebut.

Poster Tumbal Proyek
Poster Tumbal Proyek

Film ini tidak hanya mengandalkan teror dan jumpscare. “Tumbal Proyek” juga menawarkan cerita tentang keluarga, kehilangan, rasa bersalah, dan keberanian untuk mencari kebenaran meski harus berhadapan dengan hal-hal yang tidak masuk akal.

Dengan latar proyek pembangunan yang gelap dan penuh rahasia, film ini mencoba menghadirkan horor yang dekat dengan isu kehidupan sehari-hari. Pembangunan yang seharusnya menjadi simbol kemajuan justru berubah menjadi ruang penuh ketakutan ketika masa lalu yang terkubur mulai menuntut jawaban.

“Tumbal Proyek” diharapkan menjadi tontonan horor yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton melalui kisah keluarga yang menunggu kepulangan. Film ini tayang di seluruh bioskop Indonesia tanggal 13 Mei 2026.

Solois pendatang baru, Violinata, rilis single debut “Misteri Cinta”

0
Violinata, solois pendatang baru yang mulai mencuri perhatian sejak menjuarai sebuah festival musik pada tahun 2024, resmi meluncurkan single debut bertajuk “Misteri Cinta”. Lagu ini menjadi langkah awal perjalanan musik Violinata bersama Cadaazz Pustaka Musik, sekaligus hasil kolaborasi kreatif dengan sang pencipta lagu, Fransiscus Eko.
Misteri Cinta_Violinata Artwork
Misteri Cinta_Violinata Artwork

Perjalanan lahirnya “Misteri Cinta” bermula ketika Violinata tampil di ajang festival musik 2024 dan berhasil menjadi salah satu pemenang kategori menyanyi solo. Penampilannya menarik perhatian salah satu juri, Fransiscus Eko, yang kemudian menghubunginya setelah kompetisi usai.

 “Aku tidak menyangka lagu ini bisa lahir dari momen pertemuan itu. Coach Eko sampai mengejar aku di pintu keluar hanya untuk minta kontak WhatsApp. Dari situ semuanya dimulai.” Ucap Violinata

Pertemuan tersebut menjadi titik awal kerja sama kreatif antara keduanya.

Violinata
Violinata

“Misteri Cinta” menggambarkan perjalanan emosional seseorang ketika menghadapi cinta, baik bahagia saat cinta terbalas maupun terluka ketika tidak.

“Esensinya sangat universal. Semua orang pernah merasakan dua sisi cinta itu. Karena itu saya merasa tema ini dekat sekali dengan kehidupan manusia”, tandas Fransiscus Eko

Bagi Violinata pribadi, tema lagu ini juga selaras dengan pencarian dan kebimbangan yang sering dialaminya dalam urusan perasaan.

Violinata
Violinata

Lagu ini ditulis oleh Fransiscus Eko hanya dalam waktu dua jam karena tema dan emosinya mengalir secara natural. Sementara proses produksinya berlangsung selama hampir enam bulan karena beberapa hambatan teknis sekaligus proses adaptasi Violinata yang baru pertama kali masuk studio profesional.

“Tantangan terbesar buat aku adalah bagian nada rendahnya. Sebagai penyanyi dengan tipe suara sopran, itu cukup menguras tenaga.” Ucap Violinata:

“Ada drama yang terjadi, tapi Vio berhasil melalui semuanya karena dia pekerja keras.” Kata Fransiscus Eko.

Violinata
Violinata

Violinata mengaku menemukan kenyamanan dan keamanan saat bekerja dengan label ini.

 “Dua hal itu penting banget. Dan Alhamdulillah aku mendapatkannya.” Ujar Vio

Sementara itu, Fransiscus Eko menegaskan bahwa “Misteri Cinta” adalah pembuka dari rangkaian karya yang telah disiapkan.

 “Ini baru langkah pertama. Akan ada lima single berikutnya yang dirilis setiap dua bulan dengan target mini album pada akhir tahunnya.” tambah Fransiscus Eko.

Violinata
Violinata

Violinata mendapatkan dukungan luar biasa di belakang layar produksi single “Misteri Cinta” ini diantaranya adalah : M. Aditia Sahid a.k.a Acoy Rocker Kasarunk yang memproduksi musiknya, alm Ian Rocker Kasarunk a.k.a Christian Wibisono yang mengisi part drum nya, sampai dengan Bayu Randu dari Musicblast yang menangani mixing dan masteringnya.

“Banyak kakak – kakak musisi dan engineer yang terlibat membantu single aku ini, dan aku juga persembahkan single ini untuk om Ian Rocker Kasarunk yang belum lama ini sudah berpulang, aku ingat beliau mengisi part drum di lagu ini dalam keadaan sedang sakit, dan single aku ini adalah lagu terakhir om ian main drum sebelum akhirnya tutup usia”, kenang Violinata.

Violinata
Violinata

“Misteri Cinta” ditujukan untuk semua pendengar yang pernah mengalami fase jatuh cinta, terutama mereka yang sedang berada dalam kebimbangan.

“Semoga pesan dan emosinya bisa tersampaikan. Jangan pernah takut akan cinta. Kalau tidak mencoba, kita tidak akan pernah tahu hasilnya.” tutup Violinata:

Single ini dirilis dalam format audio dan sudah dapat dinikmati di berbagai platform digital, sementara itu video musiknya bisa di saksikan melalui kanal youtube Cadaazz Pustaka Musik.

Violinata
Violinata

Tentang Violinata

Violinata adalah solois muda berbakat yang mulai dikenal setelah memenangkan kompetisi menyanyi tahun 2024. Dengan karakter vokal kuat dan kepribadian artistik yang unik, ia siap hadir sebagai warna baru dalam industri musik Indonesia.

Tentang Cadaazz Pustaka Musik

Cadaazz Pustaka Musik merupakan label dan rumah produksi yang berfokus pada pengembangan musisi baru serta penyediaan layanan produksi musik berkualitas.

 Credit Title

Single : Misteri Cinta

Vocals : Violinata

Song & Lyric : Fransiscus Eko

Production by Cadaazz Pustaka Musik

Executive Producer : Fransiscus Eko

Producer : Fransiscus Eko

Music Producer : Fransiscus Eko & M. Aditia Sahid (Acoy Rocker Kasarunk)

Backing Vocals : Fransiscus Eko

Vocals Recorded at AFE Studio by Wahyudi

Music Recorded at Lancar Jaya Studio by M. Aditia Sahid (Acoy Rocker Kasarunk)

Guitar. Bass, Keys & recorded by M. Aditia Sahid (Acoy Rocker Kasarunk)

Drum by Christian Wibisono (Ian Rocker Kasarunk) at AFE Studio

Mixing & Mastering at Musicblast Studio by Bayu Randu

Original Published by Afe Publishing

Violinata Artist Management & Contact Person : Fransiscus Eko (081277666468)

Artwork, Logo Desain & Grafis by Fransiscus Eko

Media Relation : Eny Handayanih (08129776547)

Video Musik :

Director / DOP / Editor : Feri Ferdiansyah

Asissten : Bimo

Cadaazz Pustaka Musik Crew :

Lydia Riantani

Kintan

Eny Handayanih

Qenny Alyano

Band Model :

Andita Handayani (Keyboard)

Tita Aprianita (Gitar)

Wiwin Nadillah (Bass)

Riesty Permata (Drum)

Make Up Artist :

Monete Leone Agustina

MV Location :

Spark Life Hotel, Mangga Besar, Jakbar

Hutan Kota GBK, Jaksel

Stasiun Tanjung Priok, Jakut

Kota Tua, Jakbar

Baywalk Beach, Pluit, Jakut

 

Untuk informasi lebih lanjut, wawancara, atau permintaan media:

Hubungi:
Media Relation: Eny Handayanih (08129776547).

Duo TELEPHONE rilis “Over Depresi (New Arrangement)”

0

Setelah hampir dua dekade vakum, TELEPHONE resmi kembali ke kancah musik nasional melalui perilisan single “Over Depresi (New Arrangement)” pada 6 Maret 2026. Lagu ini menjadi penanda kuat atas babak baru perjalanan mereka, sebuah fase yang lebih matang, reflektif, dan emosional, tanpa meninggalkan akar eksploratif yang telah menjadi identitas band sejak awal terbentuk di era 2000-an.

OVERDEPRESI ARTWORK
OVERDEPRESI ARTWORK

Dikenal melalui perpaduan unik antara elemen cosmo-etnik dan rock alternatif, TELEPHONE membangun karakter musikal yang atmosferik dan kaya tekstur. Kini, dengan bersatunya kembali Igo Blado (vokal) dan Hendra Fish (gitar) sebagai motor utama, TELEPHONE menghadirkan arah musikal yang lebih dewasa, dengan spektrum emosi yang lebih dalam serta pendekatan artistik yang semakin kuat. Comeback ini bukan sekadar nostalgia, melainkan transformasi menuju fase baru yang relevan dengan lanskap musik saat ini.

“Over Depresi” sendiri memiliki akar emosional yang kuat. Lagu ini pertama kali ditulis oleh TELEPHONE pada akhir tahun 2002, pasca peristiwa Bom Bali 2002, sebuah masa penuh tekanan dan ketidakpastian yang dirasakan oleh banyak orang. Melalui lagu ini, TELEPHONE ingin menyampaikan pesan sederhana namun penting: bahwa beban hidup akan terasa lebih ringan ketika dibagikan.

TELEPHONE
TELEPHONE

“Seberat apa pun keadaan yang kita alami, akan terasa lebih ringan ketika kita bersedia membuka diri dan berbagi cerita dengan teman atau sahabat. Sebaliknya, ketika semuanya dipendam sendiri, hal tersebut bisa berdampak buruk, baik secara fisik maupun mental,” ujar Igo Blado, vokalis TELEPHONE.

Dalam versi aransemen terbaru ini, TELEPHONE menghadirkan pendekatan produksi yang lebih intim sekaligus eksploratif. Proses rekaman dilakukan secara hybrid, dimulai dari pengerjaan gitar, bass, dan synth secara mandiri menggunakan perangkat sederhana, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan drum dan vokal di studio TABS.

TELEPHONE
TELEPHONE

Hendra Fish, yang juga bertanggung jawab atas keseluruhan aransemen dan kualitas musikal, menjelaskan bahwa fokus utama dalam versi baru ini adalah menerjemahkan emosi lirik ke dalam lanskap suara:

“Saya ingin nuansa musiknya benar-benar menyampaikan pesan dari liriknya. Mulai dari pemilihan tempo, beat drum, hingga detail seperti panpot delay pada piano synth dan karakter akustik gitar, semuanya dipertimbangkan dengan cermat agar bisa mewakili perasaan yang ingin disampaikan.”

Dalam prosesnya, TELEPHONE juga melibatkan Cok Agung pada pengisian drum, menambah warna baru dalam dinamika aransemen lagu ini.

TELEPHONE
TELEPHONE

“Saya sangat senang ketika ‘Over Depresi’ diaransemen dan dirilis ulang. Harapan saya, lagu ini bisa memberikan makna dan dampak positif bagi siapa pun yang mendengarkannya—terutama di tengah situasi yang semakin kompleks saat ini,” lanjut Hendra.

“Over Depresi (New Arrangement)” bukan hanya sekadar rilisan ulang, tetapi juga bentuk refleksi, penyembuhan, dan pengingat bahwa musik dapat menjadi ruang berbagi dan memahami. Sebuah awal baru bagi TELEPHONE, sekaligus undangan bagi pendengar untuk kembali merasakan kedalaman emosi yang pernah dan masih relevan hingga hari ini.