Monday, August 10, 2026
Home Blog Page 3

The Saos Tomat rilis single pembuka EP berjudul “Jimmy Go”.

1
Setelah lama menjadi bagian dari skena punk rock dan rock n roll sejak era 70-an, “The Saos Tomat” akhirnya resmi kembali meramaikan industri musik Indonesia lewat single berjudul “Jimmy Go” yang dirilis pada bulan Mei 2026 lalu di seluruh digital streaming platform.
Artwork The Saos Tomat - Jimmy Go
Artwork The Saos Tomat – Jimmy Go
Mengusung warna musik punk rock dan rock n roll khas “The Saos Tomat”, “Jimmy Go” hadir sebagai lagu penuh energi yang merepresentasikan semangat hidup dan perjuangan sehari-hari. Lagu ini menceritakan bahwa sebenarnya kita semua adalah “Jimmy” sosok yang terus bekerja keras siang dan malam demi menjalani hidup dengan penuh semangat.

Dengan aransemen yang agresif, penuh drive, namun tetap easy listening, “Jimmy Go” menjadi penanda kembalinya “The Saos Tomat” dengan semangat baru tanpa meninggalkan karakter musik mereka yang telah dikenal sejak lama.

Single ini juga menjadi langkah awal menuju project berikutnya, di mana “The Saos Tomat” telah mempersiapkan mini album terbaru yang akan dirilis tahun ini dan berisikan 5 lagu baru.

Selain tersedia di seluruh DSP, “The Saos Tomat” juga telah merilis official music video untuk “Jimmy Go” yang di rilis melalui kanal youtube Delapan Musik pada tanggal 7 Juni 2026.

The Saos Tomat
The Saos Tomat

Kembalinya “The Saos Tomat” bukan hanya menjadi nostalgia bagi para penikmat musik rock era 70-an, tetapi juga menjadi bukti bahwa energi punk rock dan rock n roll tetap hidup dan relevan hingga hari ini.

“Jimmy Go” sudah dapat didengarkan sekarang di berbagai platform musik digital favorit kalian.

Film “Munafik : Melawan Iblis” rilis first look nya

0
Film “Munafik : Melawan Iblis” resmi merilis first look pre-teaser poster. Rilis poster perdana ini menjadi sinyal awal hadirnya film horor yang ditunggu pencinta genre tersebut.
Poster
Poster

Film produksi Unlimited Production ini akan tayang 03 September 2026 di bioskop. Film tersebut disutradarai oleh Guntur Soeharjanto dan diproduseri oleh Oswin Bonifanz.

“Munafik : Melawan Iblis” Iblis turut dibintangi sejumlah nama besar, seperti Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Donny Damara, Nova Eliza, Faqih Alaydrus, Widi Dwinanda, Annisa Hertami, Izabel Jahja, dan Oce Permatasari.

Film ini mengisahkan Adam, seorang ustadz ruqyah yang hidup di desa pesisir penuh ritual mistis dan gangguan gaib. Hidup Adam berubah setelah sebuah tragedi besar mengguncang kehidupannya. Peristiwa itu membuatnya tenggelam dalam duka, trauma, dan keraguan iman.

Arya Saloka
Arya Saloka

Di tengah luka yang belum selesai, teror iblis kembali muncul dan mengancam orang-orang di sekitarnya. Adam pun harus menghadapi ketakutan, masa lalu, dan ujian keyakinan yang semakin berat.

Dengan nuansa gelap, latar desa pesisir, serta konflik spiritual yang kuat, “Munafik : Melawan Iblis” siap menghadirkan horor yang menegangkan sekaligus emosional. Film ini dijadwalkan tayang 03 September 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

Annisa Dalimunthe dan Ikmal Tobing kolab di “Merah Putih Gemilang”

0
Penyanyi cilik berbakat yang juga dikenal sebagai Duta Budaya Diaspora, Annisa Dalimunthe, resmi meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Merah Putih Gemilang”. Karya musik anak terbaru ini menjadi sangat istimewa berkat kolaborasi memukau bersama drummer rock kenamaan Tanah Air, Ikmal Tobing.
Presscon Annisa Dalimunthe
Presscon Annisa Dalimunthe

Lagu “Merah Putih Gemilang” diciptakan dan diproduseri secara khusus oleh Caturadi Septembrianto. Mengusung semangat kebangsaan untuk anak-anak Indonesia serta mengusung aransemen musik yang riang, gembira dan membara, lagu terbaru dari Annisa Dalimunthe ini membawa misi memperkenalkan kebanggaan akan bendera Merah Putih kepada anak-anak sejak usia dini.

Lagu ini didedikasikan Annisa Dalimunthe secara khusus bagi anak-anak diaspora Indonesia di seluruh dunia, agar mereka tetap memiliki ikatan emosional dan identitas yang kuat terhadap Tanah Air, terlepas dari di mana mereka berdomisili.

Presscon Annisa Dalimunthe
Presscon Annisa Dalimunthe

Video Musik “Merah Putih Gemilang” disutradarai oleh Roberto Pieter dengan mengambil latar keindahan ikonik Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Produksi visual ini menampilkan sinergi yang epik, menggabungkan semangat bernyanyi Annisa Dalimunthe, energi pukulan drum Ikmal Tobing dengan penampilan memukau dari Marching Band SDN Jatinegara 08 Pagi, Jakarta Timur. Proyek berskala nasional ini diprakarsai oleh Executive Producer Poppy Aulia Sutarli di bawah naungan label yang berbasis di Kuala Lumpur, Precious Production.

Annisa Dalimunthe (7 tahun), yang kini berdomisili di Kuala Lumpur dan Jakarta, telah menorehkan deretan prestasi luar biasa di kancah internasional. Sebagai model cilik, wajahnya telah menghiasi panggung mode dunia seperti Paris City Fashion Week 2025, Taipei International Fashion Week 2026, Bangkok International Fashion Show 2026, hingga The Catwalk Master Asia 2026.

Annisa Dalimunthe
Annisa Dalimunthe

Sebelum “Merah Putih Gemilang”, Annisa telah membuktikan musikalitasnya lewat single “Anugerah Terindah” bersama produser Posan Tobing, serta kolaborasi religi “Alhamdulillah” bersama Ustad Derry Sulaiman.

Karya terbaru Annisa Dalimunthe feat. Ikmal Tobing kini sudah tersedia di seluruh Digital Streaming Platform (DSP) favorit Anda. Video musik resminya dapat disaksikan melalui kanal YouTube AnnisaMusic dan Annisa Dailymunthe.

Alffy Rev gaet Sara Fajira di karya baru XYRA bertajuk KALA

0
Setelah dikenal melalui eksplorasi musikal yang memadukan budaya, sinematik, dan musik elektronik modern, XYRA kembali menghadirkan karya terbarunya bertajuk KALA, sebuah perjalanan musikal yang gelap, mistis, dan emosional. Menggandeng vokalis Indonesia Sara Fajira, lagu ini membawa pendengar menyelami ruang antara mitologi, ingatan kolektif, dan dunia yang tak kasat mata.
Artwork_KALA
Artwork_KALA

KALA hadir sebagai interpretasi baru dari melodic techno yang atmosferik milik XYRA. Dentuman ritmis yang hipnotik berpadu dengan lanskap suara yang imersif, menciptakan pengalaman mendengarkan yang terasa seperti ritual sonik modern. Alih-alih menceritakan ulang legenda atau folklore secara harfiah, KALA menangkap esensi emosional yang hidup di balik kisah-kisah tersebut—tentang misteri, kerinduan, pengabdian, ketakutan, dan daya tarik terhadap sesuatu yang tidak dapat dijelaskan.

Inspirasi karya ini berakar dari kekayaan mitologi maritim Nusantara, sebuah wilayah yang selama berabad-abad melahirkan berbagai kisah mengenai lautan, makhluk gaib, dan hubungan manusia dengan alam yang penuh misteri. Dalam KALA nya XYRA, mitologi tidak diperlakukan sebagai cerita masa lalu, melainkan sebagai energi dan atmosfer yang masih hidup dalam kesadaran masyarakat modern.

Sara Fajira menghadirkan karakter vokal yang kuat sekaligus menghantui sepanjang lagu dari XYRA tersebut. Namanya dikenal luas melalui kolaborasi fenomenal “Lathi” bersama Weird Genius, yang berhasil menarik perhatian dunia dan menjadi salah satu karya musik elektronik Indonesia paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir. Dalam KALA, Sara menampilkan sisi yang lebih intim dan misterius, membimbing pendengar melintasi tekstur elektronik yang gelap namun memikat.

Bagi XYRA, KALA merupakan kelanjutan dari visi artistik yang mengeksplorasi pertemuan antara budaya, spiritualitas, dan teknologi musik modern. Proyek ini lahir dari semangat yang sejalan dengan perjalanan kreatif Alffy Rev sebagai komposer, produser musik, dan visual storyteller yang dikenal melalui karya-karya monumental seperti Wonderland Indonesia, yang menggabungkan elemen tradisi Nusantara dengan pendekatan sinematik dan elektronik kontemporer. Melalui XYRA, eksplorasi tersebut bergerak ke wilayah yang lebih gelap, introspektif, dan eksperimental.

“KALA bukan tentang menceritakan legenda tertentu. Ini adalah tentang perasaan yang tertinggal setelah cerita itu berakhir, tentang bagaimana mitos masih hidup dalam ketakutan, harapan, dan imajinasi manusia modern,” ujar XYRA.

XYRA_SARAFAJIRA
XYRA_SARAFAJIRA

Secara musikal, KALA memadukan karakter melodic techno, cinematic electronic, dan nuansa etnik yang subtil. Hasilnya adalah karya yang tidak hanya mengundang pendengar untuk menari, tetapi juga untuk tenggelam dalam pengalaman emosional yang mendalam.

Dengan KALA, XYRA mengajak pendengar memasuki dunia di mana yang terlihat dan yang tak terlihat hidup berdampingan. Sebuah ruang sonik yang dibentuk oleh suara, memori, dan imajinasi.

KALA featuring Sara Fajira kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital di seluruh dunia.

Selain UMKM, jAzztaga! juga meriahkan hari jadi kota Bogor

0
Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor, para musisi Kota Bogor akan menggelar sebuah perhelatan yang bisa dihadiri masyarakat secara gratis bertajuk “jAzztaga!” yang akan berlangsung pada 20 Juni 2026 di Plaza Balaikota Bogor.
jAzztaga!
jAzztaga!

Mengusung semangat kebersamaan, kreativitas, dan keberagaman budaya, jAzztaga! menghadirkan rangkaian kegiatan yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Acara ini akan menampilkan pagelaran musik dari musisi Kota Bogor, bazar UMKM yang menghadirkan berbagai produk unggulan lokal, serta pertunjukan barongsai yang menjadi simbol harmonisasi budaya di Kota Bogor.

Melalui kegiatan jAzztaga!ini, para musisi Kota Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor berupaya menciptakan ruang kolaborasi antar a pelaku seni, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta masyarakat luas dalam suasana perayaan Hari Jadi Bogor yang penuh semangat dan kegembiraan.

Selain menjadi ajang hiburan bagi warga, jAzztaga! juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal dengan memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada masyarakat.

Penyelenggara berharap kehadiran jAzztaga! dapat memperkuat identitas Kota Bogor sebagai kota yang kaya akan kreativitas, budaya, dan semangat kolaborasi antar komunitas.

jAzztaga!
jAzztaga!

Acara ini didukung oleh Pemerintah Kota Bogor sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan seni, budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor kreatif.

Masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya diundang untuk hadir dan menjadi bagian dari kemeriahan jAzztaga! pada Sabtu, 20 Juni 2026 di Plaza Balaikota Bogor.

Tentang jAzztaga!

jAzztaga! merupakan sebuah perhelatan seni dan budaya yang digagas oleh Musisi Kota Bogor sebagai wadah ekspresi kreatif sekaligus ruang kolaborasi antara pelaku seni, UMKM, komunitas, dan masyarakat dalam momentum perayaan Hari Jadi Bogor.

Tayang 18 Juni, Horor komedi jadi satu di film “Dukun Magang”

0
Film “Dukun Magang” siap menyapa penonton Indonesia dengan sajian komedi horor yang segar. Film ini tidak hanya mengandalkan teror mistis, tetapi juga menonjolkan humor sebagai daya tarik utama.
Presscon film "Dukun Magang"
Presscon film “Dukun Magang”

Mengusung konsep 80 persen komedi dan 20 persen horor, “Dukun Magang” hadir untuk penonton yang ingin menikmati film horor tanpa tekanan rasa takut yang terlalu berat. Unsur horor tetap muncul melalui suasana desa, ritual mistis, rumah tua, dan gangguan gaib. Namun, komedi menjadi warna paling dominan dalam cerita.

Film “Dukun Magang” garapan sutradara Chiska Doppert ini berpusat pada kisah Raka Mahardika, mahasiswa tingkat akhir yang skeptis terhadap dunia mistis. Raka berada di ujung masa kuliah karena skripsinya berulang kali ditolak. Dalam usaha terakhirnya, ia memilih topik penelitian tentang dunia perdukunan di Desa Kalimati, desa terpencil yang dikenal kuat dengan tradisi gaib.

Perjalanan Raka ke Desa Kalimati tidak dilakukan sendirian. Ia datang bersama Boiman, sahabatnya yang penakut, humoris, dan sering sok tahu, serta Sekar, teman kampus yang memiliki hubungan dekat dengan desa tersebut. Dari sinilah kekacauan dimulai. Raka yang awalnya hanya ingin mencari bahan skripsi justru harus berhadapan dengan ritual aneh, warga desa penuh rahasia, dan teror Kuntilanak Hitam sebagai “Dukun Magang”.

Film ini dibintangi oleh Jefan Nathanio sebagai Raka, Hana Saraswati sebagai Sekar, dan Fajar Nugra sebagai Boiman. Deretan pemain lain juga memperkuat cerita, seperti Adi Sudirja, Wira Nagara, Mang Osa, Salsabila Zahra, Dodit Mulyanto, Mo Sidik, dan Yan Patroman. Beberapa karakter pendukung yang turut hadir antara lain Mbah Djambrong, Tejo, Tarno, Surti, Mas Mulyanto, Pak Arief, dan Pak Bambang.

Kehadiran para komika dan aktor komedi menjadi kekuatan utama Dukun Magang. Karakter Boiman, Tejo, Tarno, dan tokoh-tokoh desa dibuat untuk memberi ruang tawa di tengah situasi mistis. Hasilnya, film ini tidak bergerak sebagai horor murni, tetapi sebagai tontonan hiburan yang ramai, lucu, dan tetap memberi sentuhan menyeramkan.

Presscon film "Dukun Magang"
Presscon film “Dukun Magang”

Secara cerita, “Dukun Magang” juga membawa benturan antara logika modern dan kepercayaan tradisional. Raka yang tidak percaya hal mistis dipaksa melihat langsung kejadian yang tidak bisa ia jelaskan secara nalar. Konflik itu dibungkus dengan gaya ringan agar penonton tetap bisa menikmati cerita tanpa kehilangan unsur komedinya.

Dukun Magang diproduksi oleh Dens Vision Multimedia bekerja sama dengan Wahana Pictures. Film berdurasi 100 menit ini ditulis oleh Endik Koeswoyo, Mo Sidik, dan Adi Nugroho, serta diproduseri oleh Sahrul Gibran dan Jems Sumartumin.

Dengan kombinasi komedi yang dominan dan horor yang ringan, “Dukun Magang” menjadi pilihan tontonan bagi penonton yang ingin tertawa, tegang, tetapi tetap santai. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Juni 2026.

Heri Batara luncurkan video musik single “We Are Not Fall In”

0
Setelah merilis single anyar berjudul “We Are Not Fall In” di Digital Store Platform pada 11 Mei 2026 lalu, ex frontman group band rock Edane, Heri Batara resmi meluncurkan video musik resmi single tersebut.
Heri Batara and band
Heri Batara and band
Tampil dengan konsep nge-band di dalam ruangan studio, Heri Batara yang di temani oleh session playernya yaitu: William Agathan (Gitar), Kemal Fasya (Drum) dan Indra (bass) sengaja melaksanakan syuting dengan konsep nge-band.

“Kita coba menampilkan visual video yang agak gelap dengan banyak distorsi untuk mewakili tema lirik lagu “We Are Not Fall In” yang suram. Untuk konsep performnya memang sengaja di bikin band dalam formasi live, sekalian menunjukan bahwa brand Heri Batara ini adalah sebuah format band”, terang Heri Batara.

Proses syuting video musik “We Are Not Fall In” sendiri berjalan lancar tanpa ada hambatan yang berarti, Heri Batara dan team berhasil menyelesaikan syuting dalam waktu yang cepat.

“Proses syutingnya cepat, yang agak memakan waktu justru di proses sesudahnya, yaitu saat memasuki proses editing. Ngeditnya agak pe er dan harus dilakukan berulang – ulang”, tutur Heri Batara.

Dalam proses pembuatan video musik single “We Are Not Fall In” ini, Heri Batara mempercayakan proses kreatifnya kepada PJ. Pemilihan PJ sendiri diputuskan oleh Heri Batara berdasarkan referensi dari teman – teman dekat.

Heri Batara and band
Heri Batara and band

“Saya pernah lihat video – video bikinan PJ ini sangat berasa musikal banget, oleh karena itu saya putuskan untuk melibatkan dia, apalagi PJ ini enak diajak bekerjasama dan bisa terima masukan – masukan”, jelas Heri Batara lagi.

Single “We Are Not Fall In” yang ditulis Heri Batara bersama Mev bisa mengajak kita untuk bisa move on dari hal yang tidak bagus sebelumnya. Lagu ini bercerita tentang banyak nya omon omon di multi sektor yang bikin kita bertanya, “bener gak sih yang di omongin atau di janjikan? Bakalan kejeblos lagi nggak kita?  Salah pilih jalan yang itu lagi Gak?

Lewat video musik single ini Heri Batara tetap tampil garang, liar dan Jantan seperti saat dia memperkuat formasi Edane di album “Jabrik” dan “Borneo”. Menurut Heri Batara yang sering di panggil Ucok, single “We Are Not Fall In” merupakan pembuka dari kembali dia meramaikan industri musik rock tanah air.

“Peta musik rock tanah air masih sangat seru, banyak musisi muda yang muncul membuat peta musik rock nasional jadi lebih semarak dan saya berusaha bisa ikut bermain di liga utama musik rock bersama mereka”, kata Heri Batara semangat.

“Pada single “We Are Not Fall In” ini, untuk bagian aransemen di pegang Mev karena kebetulan dia yang punya kapasitas itu, jadi saya percayakan ke dia. Saya memantau dan memberikan masukan arah musik nya kemana atau enak nya gimana”, tambah Heri Batara.

Heri Batara and band
Heri Batara and band

Fransiscus Eko dari Cadaaz Pustaka Musik yang juga merupakan teman lama Heri batara yang membantu rocker cadas ini mempromosikan serta mendistribusikan karya Heri Batara di ranah digital mengaku cukup puas dengan video musik single “We Are Not Fall In”. Menurut Fransiscus Eko, single ini baru awal dari akan dirilisnya single – single keren Heri Batara lainnya secara bertahap.

“Rencana terdekatnya sekarang adalah mensosialisasikan dan memperkenalkan single “We Are Not Fall In” kemana – mana baik itu secara tampil di banyak gigs, media sosial, radio streaming yang welcome terhadap genre musik rock dan tentunya teman – teman media online yang telah banyak membantu. Dalam setahun ke depan kita usahakan Heri batara bisa merilis 5 sampai 6 single yang lalu dilanjut dengan meluncurkan EP”, terang Fransiscus Eko.

“Yang jelas saya akan terus menulis dan menyiapkan lagu – lagu berikutnya”, tutup Heri Batara.

Video musik single “Heri Batara – We Are Not Fall In” produksi Rock On Music dan Cadaazz Pustaka Musik sudah bisa disimak di Youtube Channel Cadaazz Pustaka Musik mulai hari ini, Sabtu 13 Juni 2026. Saksikan videonya dan kencangkan volume nya ya gais!!!

Unit metal “Rahasia Intelejen” rilis single “Suci Tanah Pembantaian”

0
Grup band metal alternatif, Rahasia Intelijen kembali menegaskan eksistensinya di industri musik Indonesia dengan merilis single terbaru berjudul “Suci Tanah Pembantaian”. Dirilis di bawah label HALOS Records, lagu ini memuat kritik keras dalam liriknya.
Artwork Rahasia Intelejen
Artwork Rahasia Intelejen

Hadir dengan aransemen yang agresif, matang, dan penuh energi, karya Rahasia Intelijen ini hadir sebagai sebuah pernyataan musikal yang menyoroti konflik berkepanjangan atas wilayah yang telah dipolitisasi selama lebih dari 1.200 tahun.

Formasi terbaru Rahasia Intelijen terdiri dari Anindya Pramadhyana, Winky Wiryawan, Cesar Alkautsar, Topan Tofano, dan Nicko Rahmat Prabowo.

Kehadiran Winky Wiryawan, yang dikenal luas sebagai DJ, aktor, dan musisi, membawa warna tersendiri dalam eksplorasi musikal band ini. Sementara itu, Anindya yang juga dikenal sebagai vokalis band Saint Loco memperkuat karakter agresif dan intens dalam musikalitas Rahasia Intelijen.

Latar belakang para personel yang beragam, dengan pengalaman panjang di industri kreatif dan musik Indonesia, menjadikan identitas band ini semakin solid dan matang.

Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Anindya Pramadhyana mengatakan bahwa single “Suci Tanah Pembantaian”, Rahasia Intelijen mengangkat isu mengenai tanah yang disucikan dan diperebutkan oleh beberapa agama besar dunia.

Rahasia Intelijen
Rahasia Intelijen

Di balik narasi religius yang selama ini berkembang, kata dia. wilayah tersebut terus menjadi arena pertumpahan darah dengan lapisan kepentingan politik, sosial, ekonomi, dan perdagangan.

“Lewat lagu ini kami ingin menunjukkan bahwa konflik yang berlangsung berabad-abad bukan hanya soal perebutan wilayah, tetapi juga tentang bagaimana kepentingan elit sering kali mengorbankan masyarakat sipil. Musik adalah cara kami menyuarakan keresahan itu,” ucap Anindya Pramadhyana.

Dalam liriknya, single “Suci Tanah Pembantaian” membahas bagaimana nama Tuhan kerap dijadikan justifikasi atas konflik dan kekerasan, sementara pihak yang paling diuntungkan dari konflik berkepanjangan ini adalah para elit dan pemegang kekuasaan. Di sisi lain, masyarakat sipil tetap menjadi korban utama dari situasi yang tidak kunjung usai.

Meski terinspirasi dari konflik global dan perang modern yang masih berlangsung hingga hari ini, lagu ini juga merefleksikan realitas sosial yang lebih luas. Rahasia Intelijen menyoroti meningkatnya sentimen antar pemeluk agama, perang opini di ruang publik, serta derasnya arus disinformasi yang memecah masyarakat.

Rahasia Intelijen
Rahasia Intelijen

Dengan pesan yang kuat, band ini ingin menyuarakan pentingnya persatuan dan menjaga kemanusiaan di tengah berbagai konflik global, tanpa kehilangan fokus terhadap tanah tempat kita berpijak dan kehidupan yang kita jalani.

“Kami percaya musik adalah medium yang paling jujur untuk menyampaikan refleksi sosial. ‘Suci Tanah Pembantaian’ adalah ekspresi kami terhadap realitas yang sering diabaikan,” tutur Winky Wiryawan.

Dengan riff gitar yang tajam, vokal intens, serta ritme drum yang menghentak, single “Suci Tanah Pembantaian” mempertegas identitas Rahasia Intelijen di skena musik Indonesia. Lagu ini bukan hanya sekadar ekspresi musikal, tetapi juga manifesto tentang bagaimana musik dapat menjadi suara perlawanan terhadap ketidakadilan.

Single “Suci Tanah Pembantaian” milik Rahasia Intelijen, sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital saat ini.

Ganti karakter, RISSA rilis single bertajuk “Cadangan”

0
Penyanyi muda jebolan Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2020, Risa Amel, kini hadir dengan identitas baru sebagai RISSA dibawah naungan Sony Music Indonesia dan Floor Inc. Tidak hanya mengganti nama panggung, Rissa juga membawa warna musik dan karakter baru yang lebih fresh, modern, dan dekat dengan generasi sekarang lewat genre hipdut perpaduan dangdut dan hip-hop yang tengah ramai di kalangan Gen Z.
Rissa_Artwork
Rissa_Artwork

Pemilihan nama “Rissa” dengan huruf S ganda ternyata bukan tanpa alasan. “Es-nya dua biar dingin, biar cool,” ujar Rissa sambil tertawa.

Transformasi ini menjadi langkah besar dalam perjalanan kariernya. Jika sebelumnya dikenal dengan karakter dangdut yang kuat dan penuh cengkok, kini Rissa mulai mengeksplorasi sisi lain dirinya dengan sentuhan musik yang lebih urban, playful, dan powerful.

Perubahan arah musik ini juga dibarengi dengan transformasi visual yang cukup mencolok. Mulai dari gaya fashion, tampilan rambut berwarna merah menyala, hingga konsep media sosial yang kini tampil lebih berani dan ekspresif. Meski awalnya terasa berat karena harus keluar dari zona nyaman, Rissa mengaku menikmati proses eksplorasi tersebut.

“Awalnya berat banget karena sebelumnya udah nyaman dengan image lama. Tapi ternyata pas dicoba seru juga, jadi bisa lebih explore,” ungkapnya.

RISSA
RISSA

Bahkan, Rissa menyebut dirinya seperti memulai semuanya dari nol lagi. Mulai dari membangun branding baru, aktif membuat konten, hingga mengulik konsep musik dilakukan secara mandiri demi menemukan versi terbaik dirinya saat ini.

Sebagai langkah awal di era barunya, Rissa merilis single terbaru berjudul “Cadangan”. Dalam lagu ini, ia menggandeng F4dli, salah satu songwriter hipdut yang dikenal lewat lagu-lagu hits seperti “Aku Dah Lupa” dan “Aku Bilang Jangan” yang dipopulerkan oleh MikkyZia.

Secara musikalitas, “Cadangan” menghadirkan perpaduan unik antara beat hip-hop kekinian, kendang dangdut yang enerjik, dan karakter vokal khas Rissa yang kini dibuat lebih pop out dan ringan dibanding gaya bernyanyinya terdahulu.

RISSA
RISSA

Proses pengerjaannya pun terasa menyenangkan bagi Rissa karena menjadi pengalaman baru dalam mengeksplorasi vokal dan pendekatan musik yang berbeda.

“Biasanya aku cengkok banget, tapi di lagu ini aku coba kasih warna yang lebih modern,” jelasnya.

Melalui “Cadangan”, Rissa ingin menunjukkan bahwa dangdut bisa tetap relevan dan berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar musiknya.

RISSA
RISSA

Dengan identitas baru, warna musik baru, dan semangat baru, Rissa siap membuka lembaran baru dalam kariernya di industri musik Indonesia.

Unit urban pop, Salsa And Jeans rilis EP debut mereka

0
Setelah berhasil mencuri perhatian sebagai salah satu pemenang di ajang Jakarta Urban Utopia 2025, band Urban Pop pendatang baru, Salsa and Jeans, resmi melepas karya debut mereka berupa Extended Play (EP) bertajuk “Space and Sugar”. Mini album ini menjadi sebuah surat cinta sekaligus catatan kritis mengenai kompleksitas hubungan manusia di tengah keriuhan megapolitan.
Salsa and Jeans
Salsa and Jeans

Tajuk Space and Sugar” diambil dari sebuah metafora tentang jarak (Space) dan rasa (Sugar). Salsa and Jeans percaya bahwa hubungan manusia urban zaman sekarang selalu bergerak di antara dua kutub tersebut : ada kalanya terasa manis dan hangat, namun ada kalanya terasa hampa dan menjauh.

Manusia urban seringkali terjebak dalam ambiguitas, kita menginginkan kemanisan, tetapi terkadang jarak menjadi konsekuensi yang tak terelakkan. “Space and Sugar” juga menjadi bukti keberhasilan Salsa and Jeans dalam menyatukan latar belakang personilnya yang kontras.

Salsa and Jeans
Salsa and Jeans

Sentuhan Soul dari vokal Ruby bersinergi apik dengan pondasi Pop Rock dari Cue dan Fajrin, serta dentuman energi Pop Punk dari Rezky yang dikemas modern melalui sequencer dari Dio melahirkan warna tersendiri yang identic menjadi roh dari Salsa and Jeans.

Melalui EP “Space and Sugar”, Salsa and Jeans memperkenalkan dua single berjudul “Hot Chocolate” dan “Distance” yang meski bernaung dalam satu payung narasi, “Hot Chocolate” dan “Distance” terasa berbeda, seolah menunjukkan dua sisi matauang dari kepribadian dan spirit berkarya berbagai platform musik digital.

Hot Chocolate, ditulis oleh Fajrin, adalah sebuah lagu yang menangkap momen kontemplasi yang intim. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang terdiam melamun di depan secangkir cokelat panas, membiarkan pikirannya melayang menelusuri memori dan pengalaman hubungan yang telah lewat.

Salsa and Jeans
Salsa and Jeans

Sementara itu Distance yang pada pengerjaannya bekerja sama dengan penulis lirik Salmaa Athira, lebih mengeksplorasi konsep jarak bukan sebagai kesedihan, melainkan sebagai sebuah dinamika yang bertenaga dalam hubungan manusia urban modern. Berseberangan dengan lagu pertama, “Distance” hadir dengan energi yang lebih meledak dalam high tempo. Sentuhan Futuristik Techno di sini adalah representasi sisi maskulin dari Salsa and Jeans yang ditonjolkan melalui sentuhan instumen techno dan beat yang lebih agresif dan tegas.

EP “Space and Sugar” sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital.