Monday, August 10, 2026
Home Blog Page 14

Eksis lagi, Ikaputri remake lagu “Sadis” dengan versi baru

0
Penyanyi yang Sudah 7 tahun vakum, Ikaputri kembali hadir memperkenalkan single remake karya Bebi Romeo berjudul “Sadis”. Kehadiran kembali penyanyi senior tersebut tentu saja membawa misi yang me-reposisi karirnya di tengah gelombang industri digital saat ini.
Presscon Ikaputri - Sadis
Presscon Ikaputri – Sadis

Bukan sekadar nostalgia, Ikaputri membawa tesis baru tentang bagaimana sebaiknya seorang talenta me-reposisi kariernya di tengah disrupsi digital. Dalam kacamata business thinking, Ikaputri tidak sekadar menyanyi namun ia juga sedang mengelola aset intelektual dan personal branding dengan ketajaman seorang eksekutif yang paham akan nilai market durability.

​Ikaputri dengan pengalaman dan rekam jejaknya sebagai penyanyi yang sudah punya jam terbang tinggi mengaku cukup tertantang untuk bisa membawakan lagu “Sadis” melebihi atau paling tidak menyamai vibe Afgan, solois yang telah menyatu dan sukses dengan lagu ini,

“Tantangan membawakan ulang lagu ini cukup berat, karena setelah Afgan juga ada Citra Scholastika yang mendaur ulang lagu ini dengan baik. Saya berusaha masuk ke dalam lagu ini melalui penghayatan versi saya dengan ditambah saran dan ide dari produser saya plus team kreatif saya seperti mas Seno M Harjo”, terang Ikaputri.

“Saya awalnya kepikiran untuk melepaskan seluruh emosi dan cara bernyanyi yang full power untuk membawakan lagu ini, namun team produser saya punya cara pandang lain, saya justru di minta untuk banyak nge-rem pas nyanyi lagu ini”, tambah Ikaputri.

​Di ciptakan oleh Bebi Romeo dan diaransemen oleh Irwan Simanjuntak, lagu “Sadis” ini terasa memang di buat lebih simple dari sudut musiknya. Nampaknya dari awal team produksi single ini punya tujuan untuk meng-eksplore vokal Ikaputri sehingga mengorbankan aransemen musiknya, padahal hampir si setiap remake lagu, versi daur ulangnya kebanyakan di aransemen lebih grande dan mewah dari versi aslinya.

Presscon Ikaputri - Sadis
Presscon Ikaputri – Sadis

Namun begitu, walaupun tidak terlalu signifikan, eksplorasi vokal Ikaputri memang terjadi dan Ikaputri sanggup menjawab tantangan tersebut dengan baik. Hanya saja terdengar agak aneh saja ketika aransemen musiknya di buat simple dan sederhana, tapi eksplorasi vokal Ikaputri juga agak di rem.

Lewat single terbaru ini, ternyata Ikaputri cukup update juga dengan perkembangan bisnis digital musik saat ini. Ikaputri menyikapi fenomena TikTok dan Spotify dengan cukup bijak. Alih-alih meratapi hilangnya era fisik (CD/Kaset), ia justru melakukan pemetaan audiens secara taktis. Ia paham bahwa “Viral” adalah bonus, namun “Data” adalah fondasi.

​Hasilnya terukur secara empiris: lebih dari 115.000 streams dalam waktu singkat dan keberhasilan menembus empat Official Playlist bergengsi Spotify termasuk “Woman of Indonesia” dan “Fresh Find Indonesia” bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah hasil dari sinergi antara BHS Productions agregator Trinity Optima serta dukungan strategis dari Seno M. Hardjo & Team.

​Tingginya jam terbang Ikaputri di dunia tarik suara membuat Ika berhasil menyelesaikan tantangan menyanyikan lagu “Sadis” ini dengan baik. Ikaputri yang terdidik sejak era festival internasional (Shanghai Music Festival) memiliki koleksi nyaris 300 piala kejuaraan menyanyi sepanjang karirnya.

​Single “Ikaputri – Sadis” sudah bisa disimak di seluruh Digital Store Platform. Ke depannya Ikaputri akan mencoba merilis lagu – lagu terbarunya lagi. Congrats Ikaputri!

Band asal Malang, WUSS perkenalkan single “Born In February”

0
Setelah merilis “Where It Begins” pada 2025, WUSS kembali memperkenalkan “Born in February”, sebuah karya yang lahir dari ruang di antara sorak dan kekacauan, di antara yang diagungkan dan yang sering terlewatkan. Ditulis oleh Brilyan Prathama Putra dan Sabiella Maris, lagu ini menjadi pengakuan personal tentang tumbuh sebagai “anak kedua”: bukan bayangan, bukan pengganti, namun kerap diperlakukan sebagai jeda yang mudah dilupakan.
Born in February cover
Born in February cover

Melalui lagu ini, Sabiella Maris (vokal, gitar), Brilyan Prathama Putra (vokal, gitar), Rara Harumi (bass), dan Rufa Hidayat (drum) yang tergabung di WUSS menolak anggapan bahwa urutan adalah identitas, dan menegaskan bahwa bertahan seringkali membutuhkan tenaga yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi yang pertama. Single “Born in February” telah rilis di semua DSP pada 06 Februari 2026.

“Anak kedua lahir di tengah dua dunia satu riuh penuh sorak, satu lagi kacau dan nggak pernah benar-benar rapi. Sering kali posisinya cuma dianggap lewat. Bagi anak kedua, ‘second’ itu cuma urutan, bukan identitas,” kata Brilyan dari WUSS.

Single “Born in February” menghadirkan sudut pandang tentang posisi kedua yang hidup di bawah perbandingan tanpa akhir, ketika suara kerap tenggelam oleh yang dianggap lebih utama dan mudah diterima. Alih-alih meminta maaf karena berbeda, WUSS justru merayakan keganjilan itu, liar, lentur, dan sulit dipatok sebagai sumber nyawa lagu ini, yang bertumpu pada keberanian untuk terus bergerak meski dunia sesekali memalingkan muka.

WUSS
WUSS

Bagi WUSS, “kedua” bukan cerita tentang kalah cepat, melainkan tentang bertahan lebih lama: tumbuh tanpa tepuk tangan, tetap berani menatap langit, dan menemukan ruang paling jujur untuk menjadi diri sendiri. Lewat lagu ini, WUSS menegaskan sikap untuk tidak menjadi salinan atau berjalan di jalur aman demi diterima, seraya mengingatkan bahwa “kedua” hanyalah angka, bukan identitas, sekaligus penanda baru tentang ketahanan dan keberanian untuk terus bermimpi, bahkan ketika dunia memilih untuk tidak melihat.

Proses produksi “Born in February” berlangsung kurang lebih selama satu bulan, dimulai sejak pertengahan Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Lagu ini ditulis oleh Brilyan Prathama Putra dan Sabiella Maris, dengan lirik yang digarap oleh Sabiella Maris. Proses komposisi melibatkan seluruh personel, Sabiella Maris, Brilyan Prathama Putra, Rara Harumi, dan Rufa Hidayat yang bersama-sama merangkai dinamika emosional lagu ini menjadi satu kesatuan utuh.

WUSS
WUSS

Saat ini, WUSS juga tengah mempersiapkan album penuh yang akan menjadi kelanjutan dari rilisan single mereka. Album tersebut direncanakan berisi 12 lagu, dengan satu single terakhir yang akan dirilis sebagai pengantar sebelum album resmi diluncurkan. Menariknya, single penutup menuju album ini akan melibatkan kolaborasi dengan musisi di luar Jawa Timur. WUSS berharap seluruh prosesnya dapat berjalan lancar dan album ini bisa segera diperkenalkan ke publik.

“WUSS saat ini tengah menyiapkan album penuh berisi 12 lagu, dengan satu single terakhir sebagai pengantar menuju perilisan album, termasuk kolaborasi dengan musisi di luar Jawa Timur. Doakan kelancaran proyek kami ini ya,” ujar Sabiella.

Single “Born in February” sudah dapat didengarkan di seluruh platform digital (DSP) mulai 6 Februari 2026. Jangan lewatkan dan dengarkan pernyataan terbaru dari WUSS di platform streaming musik pilihan anda.

Film “Jangan Seperti Bapak” tayang di weekend ini

0
Amazing Grace Production bekerjasama dengan Jayashree Movie Production dan EM Pictures mempersembahkan film layar lebar terbaru berjudul “Jangan Seperti Bapak”, sebuah film Drama Action karya Daniel Tito Pakpahan yang akan tayang di bioskop mulai 12 Februari 2026. Dengan durasi 100 menit, film ini menghadirkan aksi intens yang berpadu dengan drama emosional bertema keluarga membawa penonton masuk ke konflik yang menegangkan sekaligus menyentuh.
Poster film Jangan Seperti Bapak
Poster film Jangan Seperti Bapak
Mengangkat isu hubungan ayah dan anak, film ini mengikuti perjalanan Angel, seorang perempuan muda yang hidupnya berubah drastis ketika ayah yang ia cintai tewas dibunuh secara tragis tepat di hari ulang tahunnya yang ke-20. Didorong oleh duka dan rasa kehilangan, Angel berusaha mencari kebenaran di balik kematian ayahnya. Namun pencarian itu menyeretnya ke pusaran konflik dua organisasi besar yang saling berebut kekuasaan, penuh intrik, pengkhianatan, dan bahaya yang semakin dekat. Tanpa membocorkan kejutan cerita, “Jangan Seperti Bapak” menawarkan plot twist yang kuat dan sulit ditebak hingga akhir.

Sutradara Daniel Tito Pakpahan menyampaikan bahwa film “Jangan Seperti Bapak” ini tidak hanya mengandalkan adegan action, tetapi juga membawa pesan emosional yang relevan bagi banyak keluarga.

“Film “Jangan Seperti Bapak” ini bukan sekadar tentang pertarungan antar dua kelompok gengster, tetapi film ini mengangkat isue tentang keluarga, luka yang diwariskan, dan pilihan hidup yang menentukan masa depan. Kami ingin penonton merasakan tegangnya aksi, sekaligus pulang dengan emosi yang tertinggal.” Jelas Daniel Tito Pakpahan.

Zee di scene film Jangan Seperti Bapak
Zee di scene film Jangan Seperti Bapak

Film “Jangan Seperti Bapak” diperkuat oleh jajaran pemain lintas generasi seperti Zee Asadel, Verdi Solaiman, Donny Damara, Aulia Sarah, Zack Lee, Irwan Chandra, Hendric Shinigami, Max Metino, Damara Finch, Marsyel Ririhena, Mongol Stres dan Milen Cyrus, serta penampilan spesial Coach Justin yang pertama kalinya main di film layar lebar.

Selain kekuatan cerita dan cast, film ini juga menyoroti isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk fenomena judi online dan premanisme, serta didukung production value yang dirancang untuk menghadirkan visual yang menarik di layar lebar.

Diproduseri oleh Nico Rosto dengan Eksekutif Produser Hendric Shinigami, Filemon Eddy, Amos Wibowo dan Eva Margawaty, film“Jangan Seperti Bapak” Hadirkan Kisah Cinta Keluarga yang sangat menggetarkan hati. Dan film ini dijamin akan menjadi hiburan spesial di menjelang hari Valentine dan hari raya Imlek.

Dirikan Label, Afgan perkenalkan Iqbal Aria sebagai talentnya

0
Musisi muda Iqbal Aria memperkenalkan single pertamanya yang berjudul Home. Lagu yang ia produseri sendiri ini dirilis di bawah naungan label Better Days Production milik Afgan.
ARTWORK iqbal aria - home
ARTWORK iqbal aria – home

Bernuansa melankolis, Iqbal Aria menjelaskan bahwa Home adalah sebuah lagu tentang penyesalan. Karya yang didominasi alunan gitar dan strings ini mengisahkan tentang rasa sesal karena menyakiti perasaan seseorang yang kita kasihi. Semua dilakukan tanpa pikir panjang, melupakan fakta kalau mereka adalah ‘rumah’ untuk kita.

“Aku suka lagu yang simpel, dan aku menerapkannya di lagu Home. Aku ingin emosi di lagu Home bisa dirasakan dari semua sisi. Aku terinspirasi beberapa band di era 60’s dan 70’s yang lirik lagunya puitis dan mudah didengar. Selain itu, aku juga suka menggunakan analogi untuk mempertegas esensi lirik yang aku tulis. Dari situ, lahirlah Homeyang didasari atas pengalaman pribadiku,” jelas Iqbal Aria.

Bermusik, terutama menyanyi dan bermain gitar adalah kegemaran Iqbal Aria sejak kecil. Ia banyak menyelami berbagai genre, mulai dari jazz yang menjadi main root-nya, pop, hingga vintage rock dan metal. Pada tahun 2015, ia mulai serius menekuni musik dan kerap tampil di berbagai panggung. Tahun 2019, Iqbal Aria dikenal sebagai vokalis/gitaris heavy rock band bernama MAUT. Kini, ia melebarkan sayapnya menjadi seorang solois. Hingga kini, ia aktif bermusik sebagai anggota band indie.

Iqbal Aria
Iqbal Aria

Talenta yang dimiliki Iqbal Aria pun mempertemukannya dengan Afgan di tahun 2024. Kala itu, mereka bertemu di sebuah acara karaoke dan Iqbal diminta bernyanyi.

“Aku amaze mendengar suara Iqbal. Karakter suaranya kuat, timbrenya soulful dan aku bisa merasakan soul-nya ketika ia bernyanyi. Iqbal sendiri adalah sosok yang very humble, eager to learn, very grounded, dan sangat autentik. Menurutku, seorang artist itu tidak cukup punya talenta saja, tapi humility dan attitude yang baik. Hal itulah yang membuat karier mereka panjang,” jelas Afgan.

Iqbal Aria pun menjadi artis pertama label Better Days Production milik Afgan. Menurut Afgan, suara dan bakat bermusik Iqbal Aria sangat sesuai dengan karakter musisi yang ia cari selama ini dan selaras dengan prinsip Better Days Production. Soal Home, Afgan merasa lagu tersebut sangat merepresentasikan musikalisasi Iqbal Aria.

Iqbal Aria
Iqbal Aria

Home is beautifully written, maknanya dalam dan semua orang bisa relate. Home isn’t literally ‘rumah’, tapi seseorang juga bisa disebut ‘home’. Our loved ones, our partners, sangat universal. Notasi dan chord progression-nya memiliki sesuatu yang nostalgic dan dan aku harap “Home” bisa resonate ke banyak orang,” kata Afgan.

“Aku super excited dan happy karena selama ini aku enggak pernah work hard under my own name. Setelah melewati banyak pertimbangan, aku pun mantap untuk bergabung dengan Better Days Production bulan Maret 2025 sebagai seorang solois. Aku percaya aku bisa semakin berkembang dan menghadirkan banyak karya untuk ke depannya bersama Better Days Production,” tutup Iqbal Aria.

Trisouls rilis single pop romantis “Sementara atau Selamanya”

0
Trisouls kembali merilis single terbaru berjudul “Sementara atau Selamanya”, sebuah lagu pop romantis dengan aransemen menyenangkan dan upbeat, dibalut sentuhan nuansa 90-an yang hangat dan nostalgik. Lagu ini menangkap momen paling jujur dalam sebuah hubungan saat perasaan hadir begitu nyata, namun jawabannya belum ingin ditentukan.
Artwork
Artwork

Diciptakan oleh Sajiva, single “Sementara atau Selamanya” dari Trisouls bercerita tentang debar hati yang muncul dari hal sederhana, seperti senyuman manis, hingga gejolak asmara yang membuat dunia terasa hanya milik berdua. Dari rasa kagum yang terpendam, kegugupan saat ingin mengungkapkan perasaan, hingga keyakinan bahwa cinta sejati layak diperjuangkan, lagu ini mengalir jujur dan dekat dengan pengalaman banyak orang.

Secara musikal, Trisouls menghadirkan aransemen ceria khas mereka, ringan, optimistis, dan mudah diingat. Nuansa pop romantis era 90-an terasa kuat, namun dikemas dengan sentuhan modern yang relevan dengan pendengar hari ini. Reffrain-nya menggambarkan sensasi melayang, seolah atmosfer tak lagi mampu menahan perasaan yang menguat, mengajak pendengar menikmati keindahan momen tanpa harus terburu-buru menentukan akhir cerita.

Trisouls
Trisouls

Melalui “Sementara atau Selamanya”, Trisouls menegaskan bahwa tidak semua cinta harus segera memiliki jawaban. Terkadang, keberanian terbesar adalah memberi ruang bagi rasa untuk tumbuh, entah itu hanya sementara, atau ternyata bertahan selamanya.

Single Sementara atau Selamanya telah tersedia di seluruh platform streaming digital.

Tia Veres rilis single genre pop berjudul “Aku Ingin Bahagia”

0
Solois perempuan asal Jakarta, Tia Veres mengumumkan perilisan resmi single terbarunya yang diberi judul “Aku Ingin Bahagia”. Berbeda dengan beberapa single sebelumnya yang lebih kental dengan warna musik dan vokal yang lebih rock, di single anyarnya ini Tia justru bernyanyi dengan nuansa lebih pop dan ballad.
Tia Veres
Tia Veres

Single yang liriknya bercerita tentang kesedihan, kegalauan dan ketidakbahagiaan seorang perempuan atas penderitaan yang di sebabkan oleh pasangannya ini terinspirasi dari curhatan asistennya yang kemudian diangkat oleh Tia Veres ke dalam sebuah lagu yang akhirnya jadi single baru Tia membuka tahun 2026 ini.

Tia Veres adalah penyanyi, pencipta lagu dan pebisnis yang telah merilis beberapa single dan EP dengan genre rock, lewat karya terbarunya “Aku Ingin Bahagia” ini Tia mencoba meredam jiwa lady rockernya dengan merilis lagu yang lebih nge-pop,

“Sebenarnya ada tantangan waktu mengarap lagu ini, saat itu sempat bimbang mau mengaransemen single ”Aku Ingin Bahagia” ini dengan genre tetap rock atau pop, namun ada saran dan masukan dari beberapa teman untuk mengemas lagu ini dengan musik yang lebih nge-pop, akhirnya ya jadi kita buat musik nya jadi pop”, jelas Tia Veres.

Tia Veres Doorstop
Tia Veres Doorstop

Lewat adonan musik yang lebih pop dari biasanya, Tia Veres berhasil menyampaikan pesan – pesan mendalam yang ingin disampaikan lirik lagu ini melalui vokalnya. Kisah rumah tangga yang menjadi tema dari lirik lagu ini disampaikan Tia secara lugas sehingga sang asisten yang menyimak lagu ini setelah jadi mengaku sangat terwakili oleh lagu “Aku Ingin Bahagia ini”.

“Asisten saya sudah dengerin hasil akhir lagu ini dan dia sangat senang sekaligus sedih mendengar lagu ini, sampai berurai airmata dia”, cerita Tia.

Pesan di single “Aku Ingin Bahagia” ini memang dikhususkan untuk para perempuan, istri dan juga para suami agar kedua pihak selalu hidup dalam kesetaraan.

Tia Veres
Tia Veres

“Dalam mengarungi rumah tangga itu memang dibutuhkan saling pengertian di dua sisi, saling membantu jangan satu sisi aja.  Yang laki – laki harusnya sadar akan tanggung jawab dia sebagai seorang kepala rumah tangga supaya rumah tangganya berjalan dengan baik. Jadi untuk para cewek nih hati-hati kalau mencari pasangan itu aja sih pesannya’, ungkap Tia.

Walaupun ide pembuatan lagu ini sudah lama tercetus, dalam proses produksinya, single “Aku Ingin Bahagia” ini sempat mengalami beberapa kendala yang membuat single ini urung di rilis secepatnya.

“Proses produksinya memang beberapa kali ter-pending, untuk bisa masuk ke dapur rekaman saja terkendala kesibukan saya mengelola usaha kuliner dan fashion. Bahkan setelah desember 2025 kemarin berhasil jalan produksi masih ada juga kendala revisi – revisi hasil produksi sampai 4 – 5 kali”, terang Tia Veres.

Tia Veres Doorstop
Tia Veres Doorstop

Lagu “Aku Ingin Bahagia” milik Tia Veres sudah bisa didengarkan di semua Digital Music Store, sedangkan video musiknya akan segera di produksi oleh Tia veres dan team kreatifnya.

Angel Pieters Merilis Single Pop Balada Bertajuk “Rindu”

0

Angel Pieters kembali ke industri musik dengan karya barunya, merilis single terbaru “Rindu”. Sebuah pop balada yang memilih ketenangan daripada drama, dan memilih kejujuran rasa daripada kalimat-kalimat besar yang meledak-ledak. “Rindu” hadir sebagai lagu yang memeluk pendengarnya tanpa menghakimi: tidak meminta kita cepat sembuh, tidak memaksa kita melupakan, hanya menemani.

Angel Pieters Artwork_rindu
Angel Pieters Artwork_rindu

Lagu “Rindu” Angel Pieters memaknai kerinduan bukan sebagai sesuatu yang harus “diselesaikan”, melainkan diakui dengan tenang. Tentang kehangatan sederhana yang pernah ada, lalu berubah oleh jarak dan keadaan, menyisakan memori yang pelan-pelan dipahami.

“Rindu buat aku adalah lagu tentang keberanian untuk mengakui rasa, tanpa harus memaksa hasil akhirnya. Kadang kita tidak butuh jawaban, kita hanya ingin jujur pada perasaan sendiri. Terkadang rindu tidak selalu meminta penyelesaian; bisa saja rindu hanya ingin diakui, lalu diletakkan dengan lembut di tempat yang aman dalam diri kita, sehingga lagu ini bisa dihayati siapa saja dengan makna rindu versinya masing-masing” ungkap Angel Pieters sebagai Penyanyi & Penulis Lagu.

Angel Pieters
Angel Pieters

Single “Rindu” dirilis di bawah naungan yang menaungi karya ini. Nocturne Record adalah label atau rumah kreatif bagi musisi yang ingin berkarya dengan kedalaman emosi, kejujuran artistik, dan standar profesional yang tinggi. Didirikan pada 2025, Nocturne memandang musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium cerita, perasaan, dan identitas. Oleh karena itu Nocturne mendampingi artis dan musisi secara menyeluruh, dari proses kreatif hingga strategi perilisan, melalui pendekatan yang terarah dan kolaboratif. Semangat ini terasa selaras dengan single terbaru Angel, “Rindu”, sebuah pop balada yang intim dan reflektif.

Ditulis oleh Clara Riva bersama Angel Pieters, “Rindu” bercerita tentang hubungan yang pernah terasa seperti pegangan: hadirnya seseorang yang membuat hari-hari biasa jadi terasa lebih ringan. Namun seiring waktu, jarak dan keadaan bekerja seperti ombak, tidak merusak dalam sekali hantam, tetapi menggeser perlahan sampai dua orang berdiri di garis yang berbeda. Lagu ini tidak menyorot perpisahan yang penuh luka terbuka; namun merangkum momen-momen kecil yang sering tak sempat kita ucapkan: “aku kangen”, “aku ingat”, “aku masih menyimpan”. Secara emosional, lagu “Rindu” menangkap fase kedewasaan dalam mencintai, yaitu ketika seseorang mampu membedakan antara merindukan dan memiliki.

“Ini adalah lagu tentang keberanian untuk jujur pada perasaan, sekaligus keberanian untuk tidak menggenggam terlalu erat. Dan di situlah letak kekuatannya, Dimana rindu di sini bukan rayuan untuk kembali, melainkan pengakuan paling manusiawi bahwa ada bagian hidup yang pernah indah dan tetap layak dipelihara dalam ingatan” ujar Angel Pieters.

Angel Pieters
Angel Pieters

Video musik “Rindu” turut diterjemahkan ke dalam bahasa visual oleh Reuben Tourino sebagai sutradara (sekaligus editor), dengan Angel Pieters sebagai produser. Menghadirkan pengalaman menonton yang selaras dengan nuansa lagunya: intim, tenang, dan reflektif. Sementara itu, identitas visual “Rindu” diperkuat lewat seluruh kebutuhan desain/artwork yang digarap oleh Artnivora, sehingga estetika rilisan terasa konsisten dari cover hingga materi pendukungnya.

“Semua elemen ini tidak dibuat untuk memamerkan kerumitan, tetapi untuk membangun atmosfer: supaya pendengar seperti diajak duduk sebentar, menatap ke dalam, lalu menghela napas panjang tanpa harus menjelaskan apa-apa” ungkap Angel Pieters.

Sebagai penyanyi dengan perjalanan karier panjang, Angel Pieters dikenal sebagai vokalis yang mampu menyampaikan emosi dengan kedalaman interpretasi, bukan hanya lewat teknik, tetapi lewat cara ia “menghidupkan” cerita. Melalui “Rindu”, Angel kembali menegaskan posisinya sebagai penyanyi pop dewasa yang memilih ketulusan sebagai pusat karyanya.

Angel Pieters
Angel Pieters

Single “Rindu” kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital. Lagu ini diharapkan dapat menjadi teman bagi siapa pun yang pernah merindukan seseorang, sebuah masa, atau bahkan versi diri sendiri yang dulu pernah kita kenal baik. Mengingat versi diri yang pernah percaya, pernah berharap, pernah pulang dengan hati yang penuh. (EH)

Fenomena anti depresan di single anyar SISITIPSI bertajuk 5mg

0
Group Band Dirty Jazz SISITIPSI, yang beranggotakan, Fauzan Lubis / Ojan Vocal, Eka Bass, Rian Guitar, Adit Drum dan Amor Trombone Pada Awal tahun ini akhirnya kembali mengeluarkan single baru dengan Judul “5mg” setelah mereka lama tidak mengeluarkan karya. lahirnya single ini dirilis secara indie lewat Sisitipsi Records dan diproduserin sendiri oleh Sisitipsi.
5mg_sisitipsi artwork
5mg_sisitipsi artwork

Lagu terbaru SISITIPSI yang bertajuk 5mg ini adalah sebuah gagasan dan ide dari Fauzan Lubis / Ojan. Dimana beliau merespons apa yang terjadi dalam kehidupan pribadi dan sosial saat ini.

5 mg merupakan sebuah karya musik yang merekam momen dimana medium anti cemas dan anti depresan dalam perkembangan medis dan kedokteran dalam Negeri telah menjadi salah satu solusi bagi kaum pekerja, bahkan para pasien rehabilitasi berjalan yang dimana memiliki harapan untuk sembuh dari ketergantungan narkoba.

Sisitipsi
Sisitipsi

Single terbaru 5 miligram milik SISITIPSI ini sudah dirilis dan dibawakan secara live konser pada tanggal 31 Januari 2026 kemarin bekerjasama dengan Kopikina Cikini, dan sudah tersedia di All Digital Platform, serta video lirik juga sudah dirilis di chanel youtube SISITIPSI, semoga lagu ini bisa menginspirasi dan bisa dinikmati, diterima di Blantika Musik Indonesia yang semakin beragam dan berwarna. Selamat menikmati sampai ketemu di Lantai Dansa Dan mari kita Bersulang, salam 4 Sehat 5mg !!

Solois dan pebisnis, Tia Veres, membuka usaha butik fashion

0
Solois, penulis lagu sekaligus pebisnis asal Jakarta, Tia Veres kembali menunjukan inovasi dalam karir dan bisnisnya dengan membuka usaha bisnis barunya di bidang fashion. Bisnis baru yang berbentuk butik dengan nama “Tia Veres Fashion” tersebut merupakan kelanjutan dari bisnis serupa yang pernah dijalaninya beberapa tahun silam.
Tia Veres
Tia Veres

Bisnis wardrobe / outfit yang di fokuskan pada pakaian gamis untuk wanita ini pernah Tia Veres jalani bahkan sebelum Tia membangun jaringan bisnis kulinernya yang bernama “Farstan Food And Drink” tersebut. Dulu Tia pernah memiliki 4 butik dengan nama yang berbeda, namun karena beberapa hal membuat ia harus merelakan untuk menutup bisnis tersebut.

Di temui di butik nya yang berada di kawasan PGC Cililitan Lantai 1, Zona Hijau, No 103, Tia Veres menjelaskan awal mula terinspirasi membangun usaha fashion nya ini,

“Bisnis fashion justru awal dari pertama kali dulu saya membangun bisnis, dulu saya sempat memiliki 4 butik dan lalu tutup, sekarang saya mulai membuka bisnis fashion lagi dengan nama “Tia Veres Fashion”, kenapa pakai nama itu? Ya biar gampang diingat”, jelas Tia Veres.

Name tag Tia Veres Fashion
Name tag Tia Veres Fashion

Tia Veres sengaja membuka “Tia Veres Fashion” ini di kawasan PGC Cililitan karena PGC dekat sekali dengan tempat tinggal Tia, yang tentunya hal itu akan mempermudah Tia melakukan kontroling setiap harinya.

Tia Veres membuka butik dengan konsep baju gamis ini sekaligus menyambut datangnya bulan Ramadan 2026 yang akan jatuh di pertengahan bulan Februari 2026 ini.

“Saya buka butik ini jelang Ramadan dan barang atau produk yang saya jual ini adalah baju Gamis dan asesoris khusus perempuan yang di bulan Ramadan pasti akan banyak orang cari”, tambah Tia Veres.

Tia Veres
Tia Veres

Untuk saat ini karena baru saja dibuka, Tia Veres masih bekerjasama dengan beberapa desainer yang merupakan teman dan sahabatnya sendiri untuk dijual di butiknya, namun rencana ke depannya Tia akan membuat desain sendiri seperti yang dulu pernah Tia lakukan.

Sementara itu, untuk baju Gamis yang dijula di butik “Tia Veres Fashion”, Tia membuka harga dari Rp. 75.000,- hingga Rp. 400.000,-.

“Belanja disini banyak pilihan warna dan desain desain yang kekinian lho, dan harganya bisa nego kok’, terang Tia Veres.

Tia Veres
Tia Veres

Untuk Promo bisnis fashionnya ini, Tia mengaku menggunakan sosmed terutama tiktok karena saat ini follower tiktok miliknya tergolong cukup banyak. Tia pun tidak lupa akan mengadakan Live melalui Tiktok untuk mempromnokan produk – produk fashion nya.

Setelah pembukaan butik “Tia Veres Fashion” ini Tia langsung tancap gas untuk merilis single terbarunya. Congrats Tia!

Safira Zaza daur ulang lagu “Salah Tapi Baik” jadi lebih dramatis

0
Safira Zaza resmi merilis lagu terbarunya berjudul “Salah Tapi Baik”, sebuah remake dari lagu populer milik Cakra Khan yang kini dihadirkan dengan sudut pandang dan karakter vokal yang berbeda. Di bawah naungan MyMusic Records, Zaza membawa nuansa baru yang lebih emosional dan sangat relate dengan kehidupan sehari-hari.
Safira Zaza - Salah Tapi Baik Artwork
Safira Zaza – Salah Tapi Baik Artwork

Project ini berawal dari inisiatif Ade Govinda selaku A&R MyMusic Records, yang ingin menghadirkan ulang “Salah Tapi Baik” dalam versi wanita. Melihat karakter vokal Zaza (sapaan akrab Safira Zaza) yang juga sudah sering membawakan lagu-lagu ballads, akhirnya dipilihlah Zaza untuk membawakan ulang lagu ini.

Secara aransemen, versi Safira Zaza menghadirkan pendekatan yang berbeda dibanding versi asli Cakra Khan. Jika versi Cakra Khan menonjolkan karakter vokal pria dewasa dengan nuansa matang, maka versi Safira Zaza dibuat lebih lembut, galau, sedikit dramatis namun tetap dalam. Pendekatan ini membuat lagunya terasa lebih relatable, terutama dari sudut pandang wanita.

“Kalau cewek yang nyanyiin, rasanya lebih masuk ke perasaan. Lebih galau, lebih emosional, jadi aku bikin lebih dramatis,” jelas Safira Zaza.

Safira Zaza
Safira Zaza

Zaza mengaku sempat merasa pressure karena harus membawakan ulang lagu yang sangat ikonik. Namun kepercayaan dari tim MyMusic Records membuatnya lebih yakin untuk memberikan hasil terbaik.

Bagi Zaza, “Salah Tapi Baik” bukan hanya lagu tentang patah hati, tetapi juga tentang kedewasaan dan kebesaran hati dalam menerima situasi yang tidak ideal. Lagu ini berbicara tentang cinta yang mungkin salah, tetapi tetap meninggalkan makna dan pelajaran berharga yang bisa dipetik dari setiap kejadian yang dialami.

Safira Zaza
Safira Zaza

“Maknanya dalam banget. Tentang perasaan yang sebenarnya ada, tapi kenyataannya nggak bisa bersama, melalui lagu ini, Zaza berharap pendengar yang memiliki kisah serupa dapat menyalurkan kesedihan dan kekecewaan mereka secara positif. Aku berharap lewat lagu ini, terutama yang relate dengan ceritanya, orang-orang bisa mencurahkan rasa sedih dan kecewanya, tapi dengan cara yang positif,” tutupnya.

“Salah Tapi Baik” versi Safira Zaza sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital dan kanal YouTube MyMusic Records mulai tanggal 30 Januari 2026.