Thursday, July 23, 2026
Home Blog Page 77

“San.gita” siap lanjutkan “Tur Lelaku 2024 babak ke 2 ke Jabodetabek dan Jawa Barat

0

Kaset.id – Kelompok musik asal kota Salatiga, San.gita (dibaca : sanggita), baru saja menyelesaikan tur mandiri babak pertamanya. Tur yang diberi nama “Tur Lelaku 2024 – Babak 1″ ini berlangsung sejak 16 Maret hingga 25 Mei 2024 di 10 kota/ kabupaten/ kecamatan di Jawa Tengah. Tur ini merupakan tindak lanjut atas rilis album rekaman musik audio pertama mereka yang berjudul “Martyapada“. Album ini dirilis secara digital daring pada bulan November 2023 dan berikutnya dalam bentuk cakram padat digital (CD) pada bulan Februari 2024.

Band yang beranggotakan Bonita (vokal), Adoi (gitar), Sunu (bass gitar), Michael (drums) ini menjalani tur di setiap akhir minggu selama lebih dari dua bulan ke Ambarawa, Boyolali, Ungaran, Semarang, Temanggung, Pati, Magelang, Solo, Klaten, dan Yogyakarta. Di setiap singgah-tampilnya San.gita membawakan karya-karyanya yang ada dalam album Martyapada secara live kepada khalayak yang hadir.

Pada titik-titik singgah-tampilnya sajian musik live San.gita mendapat sambutan yang hangat dari pemirsa seperti yang dapat dilihat di beberapa dokumentasinya di akun media sosial San.gita.

“Menjalani tur seperti ini melegakan hati, bahwa setiap karya atau style musik itu pasti ada penikmatnya, dan kita tidak perlu pusing-pusing memberi label genre musik kita itu apa. Kita bisa langsung merasakan olah energi yang terjadi, baik antar kami yang tampil, tim produksi, juga dengan para pemirsa. Instan, apa adanya, sederhana”, ujar Adoi tentang sambutan pemirsa atas musik San.gita selama tur babak pertama ini.

Di beberapa titik singgah juga dilakukan wawancara dan sesi berbagi di mana keempat personil San.gita bercerita tentang proses berkarya serta menjawab pertanyaan dari pemirsa yang hadir.

“Dengan jumlah anggota tim yang sedikit seolah-olah masing-masing dari kami dituntut harus bisa melakukan banyak hal. Mulai dari prepare alat untuk tampil, loading alat, set up panggung dan sound system (ketika tempat yang disinggahi tidak menyediakan sound system atau panggung – red) kami melakukannya sendiri dengan sukacita. ‘LAKU’ ini, yang saya jalani sebagai proses menempa diri. Mandiri diri sendiri. Mandiri kelompok.”, jelas Sunu tentang makna tur Lelaku baginya.

Kemandirian dalam menjalani tur ini tentunya tidak lepas dari dukungan banyak pihak baik tim kecil internal, kawan-kawan dan suporter lokal Salatiga, juga pihak venue dan kelompok-kolektif-komunitas di mana San.gita singgah-tampil. Di setiap titiknya San.gita juga menjual langsung karya dan cinderamata berupa CD album Martyapada, beberapa edisi t-shirt San.gita, juga kopi bubuk premium.

“Jika teman-teman yang hadir membeli merchandise kami, itu sangat berarti buat kami karena itu adalah bahan bakar buat kami untuk jalan ke titik berikutnya”, himbau Bonita di atas panggung di jeda lagu di setiap titik singgah-tampil San.gita.

Tur ini juga merupakan pembelajaran bagi San.gita di setiap titik singgah-tampilnya.

“Saya senang banget melihat penampil-penampil lain di beberapa titik itu menampilkan karya-karya originalnya. Saya merasa ke-recharge. Kok mereka kepikiran begitu ya, musiknya, liriknya. Walau di beberapa tempat yang tidak ada penampil lainnya, kami belajar banyak dari kolektifnya,” tukas Michael tentang pertemuannya dengan geliat bermusik dan kolektif masing-masing lokalnya.

Dengan usainya babak pertama Tur Lelaku 2024, saat ini San.gita tengah menyiapkan jalannya babak kedua tur ini. Jika babak pertama berlangsung di beberapa kota/ kabupaten/ kecamatan di Jawa Tengah dan Yogyakarta, di babak kedua nanti San.gita akan menyambangi beberapa daerah di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

Agak berbeda dengan tur babak pertama dimana di setiap titiknya dilangsungkan di setiap akhir minggu, di babak kedua ini San.gita akan meninggalkan kota Salatiga selama kurang lebih sepuluh hari untuk secara konsekutif menempuh perjalanan dan singgah-tampil di venue-venue yang dituju. Babak kedua Tur Lelaku 2024 direncanakan berlangsung di awal bulan Juli.

“Saat ini kami sedang membuat daftar dan mengupayakan sumber-sumber daya serta menghubungi beberapa teman dan calon venue untuk singgah tampil kami nanti. Banyak pos anggaran yang perlu dicukupi mengingat tentunya daya yang diperlukan lebih besar dibanding babak pertama kemarin.

Dengan siaran media ini kami juga mengajak pihak-pihak untuk turut mensuport Tur Lelaku babak kedua. Mohon dukungan dan doanya.”, jelas Meilana (manajer San.gita) mengenai persiapan dan kebutuhan San.gita untuk babak kedua Tur Lelaku 2024.

Tahukah kamu bahwa album “Bintang Kehidupan” dari mendiang Nike Ardila terjual 6 Juta kopi lebih ?

0

Kaset.id – “Bintang Kehidupan” adalah album studio kedua dari penyanyi slow rock Indonesia mendiang Nike Ardila yang dirilis pada bulan 19 Maret 1990.

Dalam pembuatan album ini Nike dibantu oleh musisi dan pencipta lagu ternama Indonesia seperti Deddy Dores, Pance Pondaag, Deddy Dhukun, Dommy Allen, dan musisi lainnya.

Di dalam album “Bintang Kehidupan” terdapat 10 lagu yang terdiri dari “Bintang Kehidupan, Khayal, Kesal, Putih, Salut, Terserah, Aneh-Aneh Lucu, Cinta Hati, Kelam dan Bayang-Bayangmu

“Bintang Kehidupan” berhasil meraih sukses di pasar musik Indonesia dan Asia Tenggara dengan terjual lebih dari 6.000.000 kopi, dan mendapatkan penghargaan BASF Awards 1990 sebagai The Best Selling Rock Album.

Asian Song Festival 1991 di Shanghai, Tiongkok, Nike Ardila berhasil meraih The Winner of New Singers Contest dengan membawakan lagu “Star of Life“, yang merupakan versi bahasa Inggris dari lagu “Bintang Kehidupan”.

Setelah kematian Nike pada tahun 1995, lagu ini telah banyak dikover oleh penyanyi maupun band Indonesia dan Malaysia. Maia juga sempat mendaur ulang lagu ini.

Fanny Soegi mulai menikmati kebebasannya saat menjadi solois

0

Kaset.id – Setelah memutuskan untuk mundur dari Soegi Bornean, Fanny Soegi memutuskan untuk berjalan sendiri sebagai penyanyi alias bersolo karir solois? Saat – saat berkarya dan beraktifitas Fanny saat ini mulai harus dijalani secara sendirian

Fanny Soegi mengungkapkan bahwa banyak hal yang harus mulai terbiasa dilakukan secara sendiri termasuk dalam menciptakan lagu, namun begitu Fanny berusaha positif dalam menjalaninya.

“Banyak hal baru dan menarik ketika aku melangkah sendirian di dunia musik. Salah satunya adalah aku mulai bisa memaknai arti sebuah kebebasan kebebasan”, Ujar Fanny

“Semua seperti mulai dari awal lagi, berat memang, tapi sekarang semua lebih transparan, dan yang pastinya aku sangat happy menjalaninya”, tambah Fanny Soegi.

Berkaitan dengan adanya penyanyi baru pengganti Fanny di Soegi Bornean, Fanny sendiri mengaku tidak tahu menahu dan bahkan tidak mengenalnya,

Fanny sendiri mengaku tidak ada masalah kalau Soegi Bornean membawakan lagu ciptaannya di setiap pentas,

“Semua udh ada aturannya khan, Aku juga sudah mempelajari apa itu performing rights dan lain – lain, Aku juga pencipta lagu, mereka juga jadi saya gak apa-apa kalau mereka membawakan lagu saya,” jelas Fanny Soegi.

Alan Walker World Asia Tour 2024 siap guncang PIK 2

0

Kaset.idAlan Walker akan tampil di Indonesia dalam rangkaian tur WalkerWorld Asia Tour 2024 pada Sabtu, 8 Juni 2024, di PHANTOM PIK 2 Ground Park. Alan Walker akan menghadirkan Robin Packalen, Sofiloud, Putri Ariani serta berkolaborasi dengan Guru sekolah Tri Adianata dan keempat pelajarnya, Penampilan Alan Walker di Jakarta akan lebih memukau dan menjanjikan sebuah pertunjukan yang spektakuler dan penuh kejutan, acara ini dipromotori oleh Color Asia Live & Prestige Promotions.

Rudy Salim, Chairman of Prestige Promotions mengungkapkan “Bekerjasama dengan Color Asia Live, kami bangga membawa DJ internasional top Alan Walker yang sedang tur ke Indonesia, Antusiasme yang luar biasa dari Alan dan para Walkers memotivasi kami untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi kalian pada 8 Juni mendatang di PHANTOM Ground Park PIK 2.Bersiaplah untuk menyanyi bersama dan berpesta sepanjang malam dengan top hits dari Alan Walker, yang akan tampil bersama teman-temannya Robin Packalen, Sofiloud, dan penyanyi kebanggaan nasional kita Putri Ariani. Dapatkan tiket Anda di www.alanwalkerjakarta.com dan jadilah bagian dari momen bersejarah ini.”

David Ananda, Managing Director Color Asia Live mengatakan “Kami sangat bangga dan antusias menjadi bagian dari ‘Alan Walker – WalkerWorld Asia Tour 2024’ di Jakarta. Ini bukan hanya konser, tetapi sebuah pengalaman musik yang akan membawa fans lebih dekat ke dunia Alan Walker. Bersiaplah untuk menyaksikan pertunjukan yang akan mengguncang PHANTOM PIK 2 Ground Park dengan energi dan musik yang fenomenal.”

Untung Pranoto, CEO dari Prestige Promotions menambahkan “Di Prestige Promotions, kami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para penikmat musik di Indonesia. Dengan penyelenggaraan ‘Alan Walker – WalkerWorld Asia Tour 2024’ di Jakarta, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia adalah panggung utama untuk event-event musik internasional besar. Pengunjung dapat mengharapkan standar produksi yang tinggi, keamanan yang terjamin, dan tentunya pertunjukan dari Alan Walker yang spektakuler”.

Untuk menyaksikan pertunjukan Walkerworld di Jakarta, promotor menawarkan katagori tiket terbaru Festival B (Standing) dengan harga yang lebih terjangkau yaitu Rp 490.000,- dan tersedia juga program BCA Beli 2 Dapat 3 khusus untuk kategori Golden Festival dan Katagori Festival hingga 7 Juni 2024. Berikut adalah informasi mengenai program BCA Beli 2 Dapat 3 di tiket.com

Syarat & Ketentuan:

  • Beli 2 dapat 3 untuk pembelian tiket konser Alan Walker World 2024 untuk kategori Festival dan Golden Festival
  • Promo berlaku untuk transaksi di tiket.com
  • Berlaku kode promo untuk kategori Festival: AWBCAFEST
  • Berlaku kode promo untuk kategori Golden Festival: AWBCAGOLDFEST
  • Promo berlaku untuk pembelian dengan kelas tiket yang sama
  • Promo berlaku untuk 500 transaksi pertama di masing-masing kategori Festival dan Golden Festival
  • Promo berlaku untuk transaksi menggunakan Kartu Kredit BCA, Debit BCA Mastercard, dan Virtual Account BCA
  • Promo berlaku untuk pembelian melalui semua platform.

*) Harga tiket belum termasuk pajak dan biaya admin tiket 20%T&C Apply – RSVP hubungi : +62858 8888 5559

Libatkan penulis lagu asal Amerika Serikat, Ziva Magnolia luncurkan single “Get Over Him”

0

Kaset.id – Akhir suatu hubungan cinta bukan akhir dari segalanya, bisa jadi itu adalah sebuah awal untuk memulai kehidupan yang lebih baik, dan move on adalah kuncinya. Itu mungkin menjadi salah satu isi pesan dari single terbaru penyanyi bertalenta, Ziva Magnolya yang baru dirilis berjudul “Get Over Him”.

Lagu yang dirilis di bawah label rekaman Universal Music Indonesia ini merupakan single pertama Ziva Magnolya yang ditulis dalam bahasa Inggris. Di lagu ini, Ziva Magnolya bekerja sama dengan beberapa songwriter yaitu Shift K3Y alias Lewis Jankel, Kate Stewart, dan Malika Ferguson. Mereka merupakan songwriter dari Kobalt Music Group yang berbasis di Amerika Serikat.

Lagu ini mengusung musik pop yang ceria serta menyenangkan dengan bumbu RnB di dalamnya. Sesuai dengan judulnya, lagu ini menceritakan kisah yang berhubungan dengan perjuangan untuk move on dari hubungan masa lalu dan menemukan kekuatan untuk memulai hubungan baru.

“Jadi, inti dari lirik lagu “Get Over Him” ini belum bisa move on dari mantannya walaupun sudah ada yang baru, tetapi tetap berusaha untuk melupakannya, dan tetap semangat untuk memulai hubungan yang baru,” ujar Ziva Magnolya menceritakan tentang lagu barunya tersebut.

Aransemen lagu ini dibuat dengan melodi yang sangat catchy dan menyenangkan serta memberikan nuansa yang danceable dalam setiap part-nya. Belum lagi karakter vokal Ziva Magnolya yang sangat apik ditambah kekuatan skill riff and runs yang kerap ia tampilkan di dalam lagu ini membuatnya semakin sempurna untuk dinikmari. Luar biasa!

Musik video dari single “Get Over Him” dibuat sangat nyaman untuk dinikmati. Visual yang disajikan juga menenangkan, colourful namun tidak berlebihan. Belum lagi part dance yang sudah pasti seolah mengajak kalian menonton untuk turun langsung di lantai dansa. Seru maksimal!

Di musik video ini Ziva Magnolya menggandeng EUIS Studio untuk penggarapannya dengan mendapuk Timo sebagai sutradaranya. Musik video yang cheerful dan super fun!

“Harapannya tentu saja lagu berbahasa Inggris ini bisa diterima oleh seluruh Zivellas (sebutan untuk penggemar Ziva Magnolya) dan penggemar musik di tanah air. Didengar terus menerus. Dan, tentunya bisa jadi penyemangat buat mereka yang tengah dalam situasi yang sama,” harap Ziva Magnolya.

Single “Get Over Him” sudah dapat dinikmati di semua platform layanan musik digital kesukaan kalian. Musik videonya juga bisa ditonton di akun YouTube resmi Ziva Magnolya. Selamat menikmati!

Penjualan tiket Early Bird “Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara” di buka 1 Juni 2024

0

Kaset.idVisinema Studios dan www.indonesiakaya.com bersama Teater Musikal Nusantara (TEMAN) sangat antusias menyambut pertunjukan perdana Panggung Musikal Keluarga Cemara. Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara akan berlangsung mulai tanggal 21 Juni hingga 14 Juli 2024 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Tiket akan mulai dijual dari tanggal 1 Juni 2024, dimulai dari harga Rp 149.900.

Dalam jumpa pers yang berlangsung di El Professor, Urban Forest, Jakarta, pada 30 Mei 2024, Cristian Immanuel, selaku Produser Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara mengatakan,

“Untuk memenuhi animo masyarakat yang luar biasa terhadap pementasan Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara, Visinema Studios telah bersiap untuk memulai penjualan tiket mulai tanggal 1 Juni 2024 di Loket.com. Dimulai dari harga Rp 149.900, penjualan tiket Early Bird ini merupakan kesempatan emas bagi masyarakat yang ingin menyaksikan hiburan spektakuler dan imersif bagi seluruh anggota keluarga di saat libur sekolah nanti.”

Tiket early bird pertunjukan akan dijual di Loket.com dan hampir setengah kapasitas tiket akan dijual di bawah Rp 500.000, dengan rincian harga sebagai berikut; untuk tiket pertunjukan weekdays, kategori Bronze Rp 149.900, Silver Rp 249.900, Gold Rp 349.900, Platinum Rp 549.900, VIP Rp 749.900 dan VVIP Rp 1.149.900.

Sementara untuk tiket pertunjukan weekends, kategori Bronze Rp 174.900, Silver Rp 299.900, Gold Rp 399.900, Platinum Rp 599.900, VIP Rp 799.900 dan VVIP Rp 1.299.900. Harga tersebut diharap dapat memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati pementasan ini.

Penjualan tiket Early Bird ini juga menjadi kesempatan untuk penonton mendapatkan penawaran harga yang terjangkau, sebelum penjualan tiket dengan harga normal dimulai. Manfaat lain yang juga bisa didapatkan penonton jika membeli tiket Early Bird adalah dapat memilih kursi dengan posisi terbaik untuk menikmati pertunjukan.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman pertunjukan panggung yang spektakuler dan mengesankan. Pertunjukan Musikal yang harapannya bukan sekadar menghibur tetapi juga mengajak penonton merasakan pengalaman emosi secara langsung bersama karakter-karakternya yang dipersembahkan untuk seluruh anggota keluarga, dengan harapan dapat menjadi yang bukan hanya menghibur dan tapi juga menginspirasi penonton dan keluarga Indonesia. Dan dengan harga yang terjangkau serta pementasan yang berlangsung selama sebulan kami mengajak semakin banyak keluarga untuk tertawa, menyanyi dan bahagia bersama di pertunjukan ini,” ungkap Anggia Kharisma, selaku Produser Eksekutif Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara.

“Cerita penuh inspirasi dan kebahagiaan dari Keluarga Cemara ini memberikan kehangatan serta nilai-nilai positif yang akan memperkaya masa liburan sekolah. Dengan penjualan tiket yang menawarkan berbagai pilihan kategori, mulai dari Bronze hingga VVIP, kami percaya semua lapisan masyarakat dapat menikmati dan mengapresiasi pertunjukan spektakuler ini. Kami berharap pementasan ini juga dapat menginspirasi pekerja seni panggung lainnya untuk menampilkan karya-karya mereka lebih lagi, sehingga ekosistem seni pertunjukan di Indonesia dapat terus berkembang dan semakin banyak karya-karya berkualitas yang dipersembahkan kepada publik,” ujar Billy Gamaliel, Program Manager www.indonesiakaya.com yang juga bertindak sebagai salah satu produser dalam pementasan ini.

Para cast yang hadir di acara jumpa pers, seperti Simhala Avadana dan Taufan Purbo yang berperan sebagai Abah, Galabby dan Andrea Miranda sebagai Emak, Amira Karin dan Aisyah Fadhila sebagai Euis, serta Quinn Salman dan Fazka yang memerankan Ara, juga berharap pertunjukan ini bisa menjadi pilihan bagi keluarga untuk mengisi waktu berkumpul keluarga.

“Kami pastinya berharap penonton bisa segera membeli tiketnya, jangan sampai ketinggalan kalau 1 Juni nanti tiket early bird-nya sudah bisa dipesan,” ungkap Galabby pemeran Emak, mewakili cast lainnya.

Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara juga menonjolkan pesan #KembalikeKeluarga yang menghangatkan hati dan relevan di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin kompleks. Kasih sayang dan kehangatan keluarga ini akan diceritakan penuh tawa, drama dan akan menginspirasi para penonton.

satu yang menjadi daya tarik di pertunjukan ini adalah akan menampilkan lagu-lagu karya Ifa Fachir, yang akan menjadi official song Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara. Dengan kombinasi antara musik, tarian, dan narasi yang menyentuh hati, pementasan ini akan membawa penonton pada sebuah perjalanan emosional yang penuh makna.

Kehangatan keluarga, tawa, dan inspirasi menanti Anda. Saksikanlah Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara dan rasakan pesan #KembalikeKeluarga yang akan menyentuh hati penonton.

Untuk informasi terbaru mengenai Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara, penonton dapat mengikuti akun media sosial resmi @musikalkeluargacemara.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari pengalaman teater yang memukau ini. Dapatkan tiket Early Bird Musikal Keluarga Cemara segera sebelum kehabisan

Tayang 6 Juni, film “Harta Tahta Raisa” visualkan pentingnya hubungan Artis dan manager

0

Kaset.id – Film dokumenter persembahan Imajinari dan Juni Records,Harta Tahta Raisa” yang diproduseri Dipa Andika bersama Adryanto Pratono (Boim), dengan Ernest Prakasa sebagai produser eksekutif dan disutradarai Soleh Solihun akan mulai tayang di jaringan bioskop Indonesia pada 6 Juni 2024.

Tanggal rilis tersebut juga terasa spesial karena merupakan hari ulang tahun Raisa, tokoh utama di film dokumenter. Film “Harta Tahta Raisa” akan membawa penonton terhanyut dengan kisah-kisah yang belum pernah terungkap sebelumnya dari balik panggung.

Mulai dari kisah perjalanan Raisa meniti karier di industri musik Indonesia, persahabatannya dengan sang manajer yang juga mitranya dalam membangun Juni Records, Adryanto Pratono (Boim), hingga kisah eksklusif di balik kemegahan monumental “Raisa Live in Concert GBK” pada tahun 2023. Sebuah konser yang tertunda akibat pandemi namun akhirnya tuntas dan memuaskan dahaga para YourRaisa dan para penikmat musik Indonesia.

“Harta Tahta Raisa” juga mengungkap cerita orang-orang di balik kesuksesan nama besar Raisa, mulai dari keluarga, sahabat, produser dan para sahabat sesama musisi. Selain itu, kisah dan sosok Boim yang selalu lekat dengan Raisa juga akan terkuak lebih lengkap di film ini.

“Melalui dokumenter “Harta Tahta Raisa” akan diperlihatkan perjuangan seorang Raisa, dari dia menyanyi di kafe hingga akhirnya punya album dan menaklukkan GBK. Di dokumenter ini, juga akan disorot peran besar Boim. Karena jarang sekali ketika berbicara penyanyi atau artis maupun figur publik yang sukses di dunia hiburan, manajer jarang dibicarakan. Siapa sih, orang di baliknya? Melalui film ini kita akan melihat, Raisa menjadi diva sekarang ini salah satunya ya karena Boim,” kata sutradara “Harta Tahta Raisa” Soleh Solihun.

Produser “Harta Tahta Raisa” Dipa Andika menambahkan, selain secara khusus menyoroti momen-momen di balik “Raisa Live in Concert GBK” di dokumenter ini juga banyak tersaji drama-drama kehidupan yang tanpa scripted. Sehingga membuat penonton juga akan masuk ke dalam kehidupan yang sesungguhnya dari Raisa.

“Dokumenter adalah suatu karya yang tidak scripted. Drama saat produksi dan drama asli, tentu ada di film ini. Untuk menggarap film ini, Imajinari juga mencoba mengumpulkan footage sebanyak mungkin termasuk membereskan kepemilikan rights-nya. Secara linimasa, dokumenter ini sebenarnya film kedua Imajinari. Sudah digarap sejak 2022 dan akhirnya sekarang bisa disaksikan penonton Indonesia mulai 6 Juni 2024,” kata produser “Harta Tahta Raisa” Dipa Andika.

“Kalau dokumenter ini adalah album, ini adalah intronya. Dari babak perjalanan kami sejak 2009–2023. Babak intro dari Raisa bisa sampai ke GBK. Ini adalah karya saya dan Raisa untuk kesekian kali secara bersama,” tambah produser “Harta Tahta Raisa” yang juga manajer Raisa, Adryanto Pratono.

Melalui dokumenter ini, Raisa juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang-orang yang telah mendukung perjalanannya di dunia musik maupun dirinya sebagai manusia, yang terus bertumbuh. Secara khusus, Raisa ingin mendedikasikan “Harta Tahta Raisa” sebagai persembahan bagi para fan, YourRaisa.

Bahkan, judul film ini juga diambil dari idiom yang selama ini telah mengakar di perbincangan publik Indonesia dengan memberikan pemaknaan yang lebih mendalam.

“Sebenarnya sempat ada kekhawatiran ketika menjalani proyek dokumenter ini. Apakah nantinya akan datar-datar saja, karena kami kan memang yang enggak drama-drama banget. Namun ternyata ketika kamera mengikuti keseharian kami, langsung dikasih drama,” kata Raisa.

“Saya dan YourRaisa tumbuh bersama. Dengan dokumenter ini, bisa menjadi nostalgia bersama karena kami sama-sama bertumbuh. Salah satu fanbase yang menurutku sangat positif. Mereka juga aktif kegiatan aksi sosial, terbuka dan sama-sama humorisnya denganku. Bagiku, YourRaisa adalah salah satu harta yang paling berharga,” tutup Raisa.

Ikuti terus informasi dan perkembangan terbaru mengenai film dokumenter “Harta Tahta Raisa” yang akan tayang di bioskop mulai 6 Juni 2024 melalui akun Instagram @imajinari.id dan @juni_records.

Kembali ke dunia musik, Maudy Ayunda rilis lagu “Cahaya”

0

Kaset.id – Sebagai seorang storyteller, Maudy Ayunda selalu mencari berbagai medium untuk menceritakan kisah hidupnya. Ia pun memutuskan untuk menghidupkan kembali hubungannya dengan musik untuk menyampaikan cerita hidupnya yang personal melalui tulisan dan lagu yang berjudul “Cahaya”.

Single barunya, “Cahaya” mengeksplorasi keindahan cinta dan kompleksitasnya. Maudy Ayunda mengibaratkannya seperti sinar yang menerangi sebagai sumber harapan dan kehangatan, sedangkan ketidakhadirannya menjadi ketakutan dan kehampaan “Cahaya” merepresentasikan sosok suami Maudy Ayunda, Jesse Choi, yang menginspirasinya dalam pembuatan single terbarunya ini.

Lagu yang ditulis oleh Maudy Ayunda sendiri ini juga merupakan hadiah untuk ulang tahun pernikahan mereka. Dibalut dengan melodi yang penuh perasaan, tempo yang lambat memanjakan telinga, nuansa syahdu nan romantis, serta lirik yang introspektif, “Cahaya” menjadi sebuah senyawa yang paling dinantikan dari Maudy Ayunda akan kembalinya dirinya ke industri musik.

“Lagu ini aku tulis ketika aku sedang berada di Ubud, Bali, dan direkam bulan Maret 2024. Lagu ini menjadi bagian dari album yang akan keluar di tahun ini, berisi lagu-lagu tulisan aku sendiri. Senang sekaligus gugup karena di karya-karya ini—termasuk lagu “Cahaya”—aku jauh lebih jujur dan terbuka lagi lewat medium musik, jadi banyak sekali cerita-cerita yang personal,” jelas Maudy Ayunda.

Video musik “Cahaya” dikatakan Maudy Ayunda akan jauh berbeda dari sebelum-sebelumnya.

“Kami membuat home video untuk lagu ini, yang rasanya lebih jujur dan apa adanya. Sekaligus, simbolisasi akan perjalanan kami dalam menemukan dan menjadi cahaya bagi satu sama lain,” kata Maudy Ayunda.

“Cahaya” merupakan salah satu lagu dari album terbaru Maudy Ayunda yang akan datang. Album tersebut mengusung tema nostalgia, coming of age, self-acceptance, momen-momen intim sebuah pencarian cinta, serta didapuk sebagai social commentary terkait isu-isu sosial seperti kesehatan mental, urban identity, social media impact, dan modernity.

Rencananya, karya yang menandakan kembalinya Maudy Ayunda merilis album musik setelah 6 tahun hiatus tersebut akan rilis akhir tahun ini. Sebelumnya, Maudy Ayunda sudah lebih dulu merilis tiga album, yakni “Panggil Aku. . .” (2011), “Moments” (2015), dan “Oxygen” (2018).

Makin tua makin jadi, Deep Purple luncurkan single “Portable Door”

0

Kaset.id – Supergroup dunia, Deep Purple semakin nge-gas merilis karya baru, ungkapan Semakin tua semakin menjadi nampaknya cocok diberikan kepada band rock legendaris asal Inggris tersebut karena band yang beranggotakan Ian Gillan, Ian Paice, Roger Glover, Don Airey dan Simon McBride tersebut baru saja melepas single terbarunya berjudul “Portable Door”.

Lagu “Portable Door” sendiri masuk dalam list lagu yang ada di album terbaru Deep Purple bertajuk “=1” yang direncanakan rilis pada 19 Juli 2024 mendatang melalui earMUSIC. Di rilisnya Lagu “Portable Door” ini juga sekaligus menjadi lagu pertama yang dirilis Deep Purple bersama gitaris pengganti Steve Morse yaitu Simon McBride.

Simon McBride mengungkapkan, album baru ini akan berisi list lagu yang mereka ciptakan dengan cara jamming disaat Latihan.

“Lagu Portable Door ditulis hanya dalam waktu 5 sampai 10 menit. Lagu – lagu lainnya pun seperti itu, Semuanya sangat mudah dan alami ,” jelas McBride.

Sementara itu, vokalis Deep Purple, Ian Gillian menambahkan, “Sepanjang sejarah Deep Purple, lagu-lagu terbaik kami adalah lagu-lagu yang ditulis dalam waktu singkat. Kami telah memainkan lagu-lagu yang terasa bagus dan berkembang seperti yang selalu kami lakukan.”

Pemilihan tajuk “=1” untuk album terbaru dari Deep Purple sendiri melambangkan gagasan, bahwa di dunia yang semakin kompleks pada akhirnya disederhanakan menjadi satu esensi tunggal. Semuanya sama dan menjadi satu. Makna penuhnya akan terungkap dalam beberapa minggu mendatang, kemudian karya seni juga akan memainkan perannya.

Single “Portable Door” yang dirilis berbarengan dengan video klip nya membawa pendengarnya kembali ke jaman dimana Deep Purple memainkan lagu – lagi rasa Deep Purple klasik seperti Higway Star, Woman From Tokyo dan lain – lain Permainan Simon McBridge yang liar terdengar tidak menyia – nyia kan space yang diberikan oleh member Deep Purple untuk dia berkreasi.

Selamat Deep Purple atas rilisnya single “Portable Door!!

Keren, Denny Frust rilis album ke 4 “It’s Alright”

0

Kaset.id – Denny Frust adalah mantan penyanyi band SKA berbasis di Indonesia “Monkey Boots“. Denny Frust telah meninggalkan band pada tahun 2016 dan memulai karirnya sendiri sebagai solois di kancah musik SKA, Reggae dan Soul. Selama karirnya, Denny telah merilis 4 album, dan lebih dari 10 lagu / single.

It’s Alright” merupakan album ke-4 yang dirilis Denny Frust pada tahun 2024. “It’s Alright” berkisah tentang menguatkan dan memotivasi diri kita sendiri seiring kemajuan kita dalam menjalani hidup. Terdapat 8 track dalam album ini dan kesemuanya mempunyai nuansa dan aransemen yang berbeda-beda dengan benang merah musik Jamaika. Lalu apa perbedaan album “It’s Alright” dengan album – album Denny sebelumnya dipandang dari sudut musik dan lirik?

“Dari segi lirik gak terlalu banyak berbeda karena udah ciri khas Denny Frust menulis lirik yang positif memotivasi dan menguatkan, Yang berbeda di album ini setiap lagu punya vibes dan tastenya sendiri, kalian bisa dengarkan unsur musik blues jazz bahkan soul di tiap aransemennya”, terang Denny Frust

Denny Frust sering disebut sebagai musisi beraliran ska, reggae sampai rock steady, bahkan Denny sempat dijuluki sebagai Prince Of Ska, lewat album terbaru ini Denny menjelaskan secara gamblang mengenai apa musik yang selama ini dia mainkan.

“As we know Reggae Ska dan Rocksteady adalah bagian dari Jamaican Musik, itu kenapa gw bebasin orang mau bilang gw musisi musik apa, dan gw tau sebutan yang berbeda itu ada karena memang dari album pertama sampai saat ini musik gw variatif tapi masih akarnya tetap Jamaican Music”, ungkap Denny Frust.

Proses produksi album “It’s Alright” ini dibantu oleh Fred Gaza, Radit Echoman dan Rafi Sumantri serta mixed masteringnya di Echo Labz Studio.

Single pertama yang dipilih Denny Frust untuk dirilis dari album “It’s Alright” adalah “Kutunggu Kau Pulang“. Lagunya sendiri bercerita tentang bagaimana kita menjaga hubungan dengan cinta, pengertian dan kerinduan untuk selalu bersama orang yang kita cintai.

“Kenapa “Kutunggu Kau Pulang” gw pilih sebagai single pertama? karena simple, sing  a long dan liriknya mengajak kita bersikap lebih tenang, sabar, berbesar hati dan bisa meredam amarah ketika ada yang marah”, jelas Denny tentang alasan lagu ini yang akhirnya dipilih sebagai single pertama.

Denny Frust mendedikasikan album ini untuk anak-anaknya dan semua orang yang telah dengan tulus membantunya selama proses bermusik Denny Frust dengan harapan dapat menguatkan dan memotivasi kita semua.

Sebelum rilis resmi, Denny Frust juga merilis album fisik (CD), dan mengelola tour pra-rilis di beberapa kota di Indonesia: Jakarta, Gresik, Palangkaraya, Banjarmasin, Makasar, Merauke, Jayapura dan Medan. Saat ini denny Frust sedang  mempersiapkan Tour luar negeri di : China, Taiwan, Malaysia, Mongolia selama bulan Juni – Oktober 2024.

“Buat gw merilis album dan melakukan tour adalah satu kesatuan yang gak bisa dipisahkan, selain bisa bertemu orang-orang dan membuka jaringan baru, gw sekaligus juga bisa menjaga kewarasan dan kemurnian gw dalam berkarya. Dan karena gw udah terbiasa melakukan tour jadi semua udah well prepared, mulai dari jadwal sampai Kota mana yang dituju, mungkin yang sedikit butuh effort lebih untuk negara-negara yang butuh visa masuk karena banyak dokumen yang harus disiapkan, itu doank sih”, jelas Denny.

Menjalankan Tour itu selalu menarik buat gw, kalau Tour tidak selalu menarik mungkin gw udah berhenti melakukannya hahahaha”, tambah Denny menutup pembicaraan.

Saat ini album “It’s Alright” dari Denny Frust yang terdiri dari 8 lagu yaitu : “It’s Alright, Kaulah Cahaya, Let My True Love, Ku Tunggu Kau Pulang, Jangan Lupa Daratan, Don’t Leave Me This Way, Free dan Pesta Akhir Minggu” sudah bisa disimak di seluruh digital store.