Friday, July 24, 2026
Home Blog Page 70

Mampir di 6 kota, ayo cek jadwal konser “Java Pop Festival 2024” disini

0

Kaset.id – Kabar baik untuk para pencinta musik pop Jawa! Java Pop Festival kembali digelar tahun ini dengan skala yang lebih besar dan meriah. Setelah sukses menggelar acara perdananya pada 8 dan 9 Juli 2023 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, DKI Jakarta, yang menampilkan lebih dari 10 pengisi acara terbaik dan dihadiri lebih dari 10.000 pengunjung, Java Pop Festival 2024 akan hadir tidak hanya di Jakarta, namun juga di lima lokasi lainnya seperti di Banyuwangi, Cilacap, Tangerang, Semarang dan Solo.

JPF – Ki-Ka_ Rivo Pamudji, Pulung Agustanto

Diselenggarakan oleh Kaya Pro dengan inisiatornya, Pulung Agustanto, Java Pop Festival 2024 kembali menjanjikan pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjung. Festival ini akan menggabungkan suasana musik pop Jawa dengan aransemen kontemporer dan visual yang kekinian, ideal untuk berfoto, menikmati kuliner, maupun berekreasi bersama teman dan keluarga.

Sebagai suku etnis terbesar di Asia Tenggara, suku Jawa memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk dalam bidang musik. Java Pop Festival 2024 akan menampilkan sederet artis ternama seperti Damara De, Gilga Sahid, Gildcoustic, Guyon Waton, Happy Asmara, Jogja Hip Hop Foundation, Nabila Maharani & Tri Suaka, Ndarboy Genk, 3 Pemuda Berbahaya feat. Salsa Bintan, serta beberapa seniman musik dari kota tempat Java Pop Festival diadakan. Seniman-seniman kreatif ini akan memikat penonton dengan interpretasi unik mereka terhadap musik Jawa, menghadirkan aransemen yang menyegarkan dan lirik-lirik yang mencerminkan dinamika kehidupan sehari-hari.

Selain sajian musiknya, Java Pop Festival memiliki tujuan yang lebih dalam. Acara ini bertujuan untuk mengangkat potensi ekonomi dan pariwisata dari kota-kota yang menjadi tuan rumah Java Pop Festival 2024. Bazaar kuliner dari para UMKM akan menambah semarak acara dan bisa menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pengunjung. Perhelatan musik ini juga bertujuan untuk menyatukan berbagai ras, genre musik, umur, dan latar belakang, sehingga semangat persatuan dapat tercipta secara menyeluruh.

“Kali ini kami ingin menghadirkan Java Pop Festival di enam kota di Indonesia agar semakin banyak lapisan masyarakat dapat menikmati keindahan musik pop Jawa yang unik dan menyegarkan,” ujar Pulung Agustanto.

“Misi kami tidak hanya untuk merayakan musik Jawa tetapi juga untuk mempromosikan potensi ekonomi dan pariwisata, sekaligus mengembangkan seniman-seniman berbakat dari berbagai kota di Indonesia.” tambah Pulung Agustanto.

Java Pop Festival 2024 akan diadakan pada 31 Agustus 2024 di Cilacap, 14 September 2024 di Semarang, 21 September 2024 di Banyuwangi, 28 September 2024 di Solo 5 Oktober 2024 di Tangerang dan sebagai penutup di 30 November 2024 di Jakarta. Datang dan nikmatilah sebuah perayaan budaya dan musik Jawa yang semakin beragam, yang dapat menyatukan individu untuk pengalaman luar biasa yang memadukan tradisi namun modern, serta kekuatan musik dan visual yang tak terlupakan.

Untuk informasi lebih lanjut dan update tentang festival, silakan cek Instagram Official @JavaPopFest dan untuk pemesanan tiket, kunjungi www.tiketapasaja.com.

“Vikri And My Magic Friend” sindir sikap enggak suka teman maju di single “Pengen Ini Itu”

0

Kaset.id – Sebelumnya dikenal sebagai komika, rapper dan aktor layar lebar, kini Vikri Rahmat melengkapi perjalanan karirnya dengan label musisi yang eksis merilis karya. Setelah meninggalkan julukan ‘Rasta’ dibelakangnya dan menggantinya dengan ‘Rahmat’ nampaknya Vikri akan memberi rahmat bagi seluruh pecinta sosoknya dengan memperkenalkan single barunya yang berjudul “Pengen Ini Itu”.

Single “Pengen Ini Itu” resmi dirilis Vikri Rahmat pada 21 Juni 2023 hari ini bersama para musisi punggawanya yang diberi nama ‘My Magic Friends’, entah apa maksud dari magic friend, apakah para musisi ini bisa berubah – rubah anggota setiap saat hingga diberinama magic friend? Bisa iya bisa tidak, Namun setidaknya “Vikri And My Magic Friend” adalah nama yang enak untuk di sebut dan diingat.

Dalam liriknya, lagu “Pengen Ini Itu” dari Vikri Rahmat tersebut mengusung tema mengenai fenomena “crab mentality” alias mental kepiting, sebuah istilah yang menggambarkan sikap individu maupun kolektif yang menghalangi keberhasilan orang lain.

“Kalau ada beberapa ekor kepiting di sebuah ember, kepiting-kepiting itu enggak akan membiarkan satu pun kepiting lain naik ke atas. Fenomena seperti itu yang belakangan kita jumpai di lingkungan kita,” kata Vikri Rahmat.

“Sikap enggak suka melihat sesama kita berhasil dengan mimpinya, secara enggak sadar tumbuh di mental orang-orang terdekat kita, entah teman, sahabat, atau bahkan keluarga sekali pun,” tuturnya.

Digarap dengan musik balada sederhana yang mengingatkan akan pertama kali Iwan Fals muncul di industri musik nasional, single “Pengen Ini Itu” hadir dengan lirik jenaka namun kontemplatif. Menggunakan formula notasi repetitif, lagu ini demikian mudah melekat di ingatan para pendengarnya. Menurut Kaset.id, warna musik dan lirik seperti ini harus di pertahankan oleh Vikri bahkan kalau lebih nakal lagi mungkin bakal lebih keren, setidaknya Jason Ranty tidak sendirian lagi di wilayah musik ini.

Single “Pengen Ini Itu” menjadi lagu kedua setelah “Nasihat Bapak” dari rangkaian tembang yang bakal tersemat di album kedua ‘Vikri and My Magic Friend’ bertajuk “Renung“. Nantinya, album tersebut diagendakan untuk dirilis pada akhir tahun 2024 ini.

Proses produksi lagu-lagu di album kedua ini dilakukan di studio Rockesroll, Bogor, dan melibatkan rekan terdekat Vikri Rahmat, di antaranya adalah Acoy eks partner nakal Vikri di Rocker Kasarunk yang sekarang eksis juga bersama Band Om Om, Petrus Pesa, Ahmad Saharie hingga Beraldy Dean alias Bebe.

“Album “Renung” akan berisi 9 trek, ‘Nasihat Bapak’ dan ‘Pengen Ini Itu’ dirilis sebagai dua single pembuka. Sesuai judulnya, album ini membawa tema yang mengajak kita untuk bertanya kepada diri sendiri, apakah hidup kita sudah berjalan ke arah yang lebih baik atau belum,” kata Vikri.

Saat ini, single “Pengen Ini Itu” sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital mulai Jumat, 21 Juni 2024.

Selain dilepas dalam format audio, single “Pengen Ini Itu” juga hadir dalam format video lirik yang tayang di saluran YouTube Vikri and My Magic Friend.

Tentang Vikri and My Magic Friend

Vikri and My Magic Friend merupakan proyek musik solo dari Vikri Rahmat, seorang komedian tunggal atau komika, aktor, dan musisi yang sebelumnya dikenal dengan nama Vikri Rasta.

Mengusung genre folk pop, Vikri and My Magic Friend yang dibentuk pada 2010 silam ini tercatat telah melahirkan satu buah album penuh bertajuk “Sederhana”. Album tersebut direkam sejak 2011 namun baru dirilis pada tahun 2016 lalu.

Lirik filosofis dan pembawaan Vikri Rahmat yang jenaka menjadi ciri khas Vikri and My Magic Friend di atas panggung.

Pada tahun 2023 lalu selepas merilis single “Nasihat Bapak”, Vikri and My Magic Friend pernah menggelar tur “Jangan Manja Tur 2023” menyusuri 12 kota sepanjang pulau Jawa melalui jalur darat menggunakan camper van.

Rencananya, Vikri bakal kembali melakukan tur keduanya dalam waktu dekat setelah single “Pengen Ini Itu” dirilis.

Bumiy menjemput ingatan musik 80-an di single “Prasasti”

0

Kaset.idBumiy, melahirkan satu single dengan style baru yang lebih segar, dengan judul “Prasasti” pada tanggal 21 Juni 2024 ini di semua platform musik.

“Prasasti” ditulis dengan apik oleh Budi Irwandi dan Bumiy sebagai co-writer. Dikemas bersama Mohd. Deni Januar sebagai Music Producer dan Arranger mengusung style musik 80an, namun diberi sentuhan warna – warna sound lebih baru yang ber-genre city pop. Untuk memaksimalkan perekaman vokal dengan style 80an, Bumiy mengajak Alfitra “Ajo” Mahyon sebagai Vocal Director.

“Banyak detailing vokal dengan style 80an yang saya banyak missed, dengan dipandu oleh Ajo, lebih dapet aja tarikan vokalnya, terutama di bagian reff.” aku Bumiy.

Dibantu oleh Muthiara Firdaus sebagai Backing Vocal dan Irene Redmar Irawan sebagai Mixing dan Mastering Engineer, membuat lagu “Prasasti” nya Bumiy ini terasa lebih kaya dan penuh.

Seniman asal Sumatera Barat, Iwan Nurhadi, juga berkontribusi dalam Artwork Prasasti, yang merupakan salah satu lukisannya dengan gaya abstract minimalist yang secara pengambilan objek serta bentuk pada karyanya sederhana dan simbolik. Dengan memadupadankan warna-warna cerah, karya Iwan untuk artwork “Prasasti” ini menambah kesan yang mendalam.

“Prasasti” berkisah tentang pentingnya untuk membuat sebuah kenangan dalam sebuah kebersamaan sehingga menjadi abadi walaupun berpisah nantinya. Sesuai dengan judulnya, “Prasasti”  menjemput kembali ingatan pada musik-musik tahun 80an.

Prasasti adalah sebuah lagu yang bisa dinikmati oleh semua generasi dan akan menjadi pembuka jalan menuju album “Kidung Malaikat” yang masih dalam proses penggarapan yang diharapkan akan dirilis di awal tahun 2025.

Music Video “Prasasti”  akan tayang seminggu setelah lagu rilis, dengan disutradarai oleh Dhika Rizki dan dibintangi oleh talent-talent muda yang menampilkan koreografi segar dan nuansa harmonis lintas generasi.

Bumiy, musisi indie asal Sumatera Barat yang dikenal dengan karakter vokal nya yang nostalgic dan romantic, memulai karirnya di industri musik sejak tahun 2020. Pada tahun 2022, karya pertamanya yang berjudul “Rasa” diangkat menjadi sebuah film pendek oleh Ethics Pictures. Ia juga sukses menggelar showcase-nya di Fabriek Bloc Padang pada akhir tahun 2022 dengan tema “Membumiy : Merayakan Kenangan”.

Tahu gak kalian bahwa ada 7 vokalis pernah memperkuat Edane?

0

Kaset.idEdane adalah group rock tanah air yang awal berdirinya di gawangi oleh Eet Sjahranie (gitar) dan Eki Lamoh (vokal). Sepanjang karirnya sampai di tahun 2024, Edane pernah merilis 6 album (The Beast, Jabrik, Borneo, Zep 170 Volts, Time To Rock dan Edan), 1 album the best (9299) dan 4 single yaitu : Cry Out, Bla Bla Bla (Godbless remake), Hail Edan dan Si Bangsat (Sesuka Lo).

Berdiri sejak tahun 1991, Edane adalah band yang sangat diperhitungkan di dunia rock nasional, sound rekaman dan sound gitar distorsi Eet Sjahranie yang berani, tebal, berat dan terkonsep membuat banyak gitaris di Indonesia mengacungkan dua jempol tak terkecuali para gitaris rock senior yang sudah lebih dulu berada di industri musik rock Indonesia.

Salah satu hal yang menarik dari Edane adalah sepanjang sepak terjangnya mengarungi perjalanan di industri musik nasional Edane telah 7 kali berganti vokalis. Dalam sebuah podcast, Eet pernah membuat pernyataan bahwa pergantian vokal yang dilakukan Edane adalah semata mata karena tuntutan musik Edane yang terus bergerak mengikuti arus perkembangan genre musik dunia.

Siapakah ke 7 vokalis yang pernah menjadi frontman di Edane? Vokalis pertama adalah Eki Lamoh yang pernah menjadi vokalis Elpamas dan bersama Eet Sjahranie membentuk Edane plus merilis album debut Edane yang berjudul “The Beast” (1992). Pada album kedua berjudul “Jabrik” (1994) posisi Eki Lamoh digantikan oleh Heri Batara alias Ucok yang pada saat itu berada di manajemen yang sama dengan Edane lewat group Loud Kracken. Sempat gagal menyelesaikan album “Borneo” (1996) karena masalah Kesehatan, Heri Batara kemudian digantikan oleh mendiang Fattah Mardiko yang menyelesaikan 6 lagu di album tersebut. Heri Batara kemudian sempat menyelesaikan album The Best Edane yaitu 9299 (1999) dan kemudian resmi mundur setelahnya.

Di album ke empat yang berjudul “170 Volts” (2002) Edane memperkenalkan vokalis Trison Manurung eks Roxx sebagai vokalisnya dan lalu 3 tahun kemudian muncul nama Robbie Matulandi dari Razzle yang menggantikan Trison menjadi vokalis edane di album “Time To Rock” (2005) dan 2 single Edane lainnya yaitu “Cry Out” (2004) dan “Bla Bla Bla” (2004). Di tahun 2005 sampai 2006 Edane tidak mempunyai vokalis resmi dan bahkan tidak menggarap album studio lagi sementara banyak job manggung mereka yang akhirnya memakai jasa Ervin Nanzabakri dan Adit RK sebagai vokal di setiap gigs mereka tahun – tahun itu.

Sempat hiatus selama sekitar 5 tahun akihirnya Edane kembali meluncurkan album studio berjudul “Edan” (2010) dengan Ervin Nanzabakri sebagai frontman nya yang dilanjut dengan dirilisnya juga dua single baru bersama Ervin yaitu “Hail Edan” (2015) dan “Si Bangsat (Sesuka Lo)” (2020). Ervin pun bertahan sebagai vokalis Edane sampai di tahun 2024 ini.

Sampai saat ini ke 6 vokalis Edane dengan album dan 1 vokalis (Adit RK) non album tersebut menjadi Sejarah dari perjalanan karir Edane, bahkan kalau kita simak sejarah perjalanan karir Edane di Wikipedia ada satu vokalis non album bernama Reza Trezzle yang masuk list juga, siapakah Reza ini? Apakah benar pernah memperkuat edane di sektor vokal? ada dokumentasi video nya seperti Adit RK yang bisa ditemukan di Youtube kah? Silahkan berbagi di Instagram Kaset.id ya. Rock On!!

Coldplay siap edarkan album fisik berbahan limbah daur ulang

0

Kaset.id – Band rock asal Inggris, Coldplay baru saja memberi bocoran tentang album terbaru mereka mendatang. Pada 13 Juni 2024, Coldplay mengumumkan “Feels Like I’m Falling in Love”, yang akan menjadi single utama untuk album mendatang yang akan diberi judul ‘Moon Music’.  Album ini dijadwalkan rilis pada 4 Oktober 2024 di bawah label Parlophone di Inggris dan Atlantic Records di Amerika Serikat. Album ini akan menjadi volume kedua dari seri album ‘Music of the Spheres’ yang dirilis pada 2021 lalu dan memiliki beberapa versi.

Dalam keterangan Coldplay di website resmi www.coldplay.com, terungkap bahwa sejalan dengan langkah-langkah keberlanjutan band yang inovatif dalam tur mereka saat ini  yang sejauh ini menghasilkan emisi CO2e 59% lebih sedikit dibandingkan tur stadion mereka sebelumnya, band ini telah berupaya keras untuk membuat perilisan fisik ‘Moon Music’ semaksimal mungkin berkelanjutan. Ini akan menjadi album pertama di dunia yang dirilis dalam bentuk LP EcoRecord 140g, dengan masing-masing salinan dibuat dari 9 botol plastik PET daur ulang yang diperoleh dari limbah pasca-konsumen. Hal ini akan mencegah produksi lebih dari 25 metrik ton plastik murni, dan memberikan pengurangan emisi CO2/kg proses produksi sebesar 85% dibandingkan dengan vinil 140g tradisional.

Selain itu, Coldplay  telah berkolaborasi dengan mitra lama ‘The Ocean Cleanup untuk membuat format tambahan: Notebook Edition EcoRecord LP. rPET untuk edisi ini terdiri dari 70% plastik sungai yang berhasil dicegat oleh The Ocean Cleanup dari Rio Las Vacas, Guatemala sebelum mencapai Teluk Honduras dan Samudra Atlantik. Edisi CD ‘Moon Music’ akan menjadi yang pertama di dunia yang dirilis dalam bentuk EcoCD, dibuat dari 90% polikarbonat daur ulang, yang bersumber dari aliran limbah pasca-konsumen. Hal ini akan menghasilkan pengurangan emisi CO2/kg setidaknya sebesar 78%, dan menghindari produksi lebih dari lima metrik ton plastik murni.

Dalam upaya mengurangi limbah, edisi pertama ColdplayMoon Music (baik EcoRecord LP maupun EcoCD) akan dibatasi secara ketat dan diproduksi dengan spesifikasi yang lebih tinggi dibandingkan edisi mendatang. Semua produk EcoRecord LP Edisi Pertama akan diberi nomor satu per satu. ”Moon Music kini tersedia untuk pre-order dalam empat format fisik, semuanya ditandai dengan jelas sebagai Edisi Pertama, dengan semua produk EcoRecord rPET LP diberi nomor individual: Standar EcoCD, Standar Edisi Notebook, Edisi Notebook, EcoRecord LP, EcoCD EcoRecord LP + EcoCD.

Edisi Notebook (EcoCD dan EcoRecord LP) hadir sebagai buku bersampul bersampul. Buku ini merupakan replika dari buku catatan studio asli Chris Martin, yang menampilkan 28 halaman catatan, lirik, dan ilustrasi yang tak terlihat dari proses penulisan dan perekaman album. Edisi Notebook juga menyertakan catatan suara tambahan dan demo dari sesi rekaman album, memberikan wawasan khusus mengenai perkembangan musik.

Semua format tersedia untuk pre-order sekarang di Toko Resmi band, dengan tersedia versi tanda tangan tangan dalam jumlah terbatas, di https://eustore.coldplay.com/

By Qenny Alyano (Bolehmusic.com)

Fase kehilangan ala Pluviophile di single “L.E.S”

0

Kaset.idPluviophile adalah band experimental rock yang berasal dari Tapin, Kalimantan Selatan. Nama band ini memiliki arti “pencinta hujan,” yang mencerminkan kecintaan para anggotanya terhadap hujan. Band ini terdiri dari Ayu (vokal), Pudhal (gitar), Mike (bass), dan Iki (drum).

Menurut Pluviophile, hujan memiliki kekuatan untuk membangkitkan berbagai memori, baik yang penuh luka maupun tawa. Terinspirasi oleh kenangan-kenangan tersebut, mereka menuangkannya ke dalam musik, menciptakan karya-karya yang layak diapresiasi.

Salah satu karya terbaru Pluviophile adalah lagu berjudul “L.E.S”, yang dirilis dalam bentuk video musik pada 2 Juni 2024 lalu. Lagu ini menceritakan tentang kehilangan seseorang yang sangat berkesan dalam hidup salah satu anggota Pluviophile. Hujan menghidupkan kembali memori tentang kebiasaan-kebiasaan kecil yang orang tersebut sering lakukan, makanan kesukaan, obrolan-obrolan ringan di meja makan, dan segala hal tentang orang tersebut.

Proses pembuatan lagu dari Pluviophile ini dilakukan secara mandiri, dengan bantuan Nizam sebagai videografer untuk pembuatan video musiknya, serta dukungan beberapa teman lainnya.

Secara umum, “L.E.S” bisa dinikmati oleh siapa saja yang pernah merasakan kehilangan. Lewat lagu ini, Pluviophile ingin menyampaikan bahwa betapa tidak mudahnya menghadapi fase ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi sampai pada fase dimana kita mau tidak mau harus mengikhlaskannya. Sebab hidup memang sementara, namun memori akan kekal sebagaimana adanya.

“L.E.S” sudah tersedia di seluruh platform musik digital dan video musiknya bisa dinikmati di kanal YouTube Pluviophile. Selamat menikmati.

Ras Muhamad berkolaborasi dengan Satya Cipta di single “Overthinking”

0

Kaset.id – “Overthinking” adalah sebuah lagu kolaborasi antara Ras Muhamad, ikon Jamaican music di Indonesia dengan Satya Cipta seorang seniman dan pelukis yang berdarah Bali dan berbasis di Ubud, Pulau Dewata tersebut.

“Overthinking” di-produce dan digarap musiknya oleh Wisnu Prastowo yang lebih dikenal sebagai Wiz, musik di dalam lagunya bernuansa AfroHouse di mana Wiz dan Ras Muhamad sedang mendalami music AfroPop/Afrobeats dan AmaPiano asal Lagos, Nigeria dan Afrika Selatan.

Lirik di lagu tersebut sebagian besar menggunakan Bahasa Indonesia dan mengungkapkan situasi di mana setiap manusia tidak kebal dari rasa pikiran berlebihan / overthinking sebuah tema lirik yang dibuat oleh Satya Cipta.

Satya Cipta pun sebagai seorang pelukis menampilkan salah satu lukisannya di cover art lagu “Overthinking”, ia juga seorang penyanyi yang aktif dengan INO (Indonesian National Orchestra) sebuah kolektif yang melestarikan alat-alat musik tradisional Indonesia dengan arasnyemen musik kontemporer.  INO dipimpin oleh musisi dan seniman legendaris, Franki Raden.

Satya Cipta

Lagu “Overthinking” adalah single yang dirilis oleh Black Coral Music, label independent Ras Muhamad, lagu tersebut adalah single pertama untuk EP/Mini-Album Ras Muhamad yang tanggal rilis dan judulnya dirahasiakan.  Namun mini-album tersebut adalah gabungan warna baru dalam music UrbanPop dan kilas balik/throwback warna Dancehall Reggae Ras Muhamad pada awal karirnya.  Sekaligus merayakan Ras Muhamad berkarya 20 tahun di Indonesia.

Pada bulan Juni 2024 ini, lagu “Overthinking” juga akan disusul oleh “Radio Silence Remix” yang bernuansa AmaPiano.

Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara siap sajikan kemasan spektakuler

0

Kaset.id – Pementasan perdana Pertunjukan “Panggung Musikal Keluarga Cemara” di Ciputra Artpreneur, Jakarta semakin dekat. Untuk itu, Visinema Studios dan www.indonesiakaya.com bersama Teater Musikal Nusantara (TEMAN) mengadakan Jumpa Pers sekaligus Press Preview bersama rekan-rekan media pada 18 Juni 2024 serta Gala Premiere pada 19 Juni 2024 dengan penampilan lengkap bersama kostum meriah dan set panggung spektakuler.

Seluruh cast dan crew beserta tamu undangan sangat antusias menyambut pertunjukan “Panggung Musikal Keluarga Cemara” yang akan berlangsung mulai tanggal 21 Juni hingga 14 Juli 2024 ini. Karena dalam penayangan khusus media pada 18 Juni 2024, terungkap bahwa selain dimeriahkan oleh seniman-seniman yang berdedikasi tinggi di bidang teater musikal, pertunjukan ini juga memiliki beberapa hal yang sangat spesial. Salah satunya suguhan visual panggung yang dinamis, di mana properti-properti yang ada di dalamnya terlihat bergerak menyesuaikan dengan alur cerita. Misalnya pergerakan transisi set rumah dari kota ke desa, hingga pohon Cemara yang bertumbuh di sepanjang pertunjukan.

Selain itu, kostum para pemain juga sangat penuh warna yang cantik berkat wardrobe dari Hagai Pakan dengan didukung make up yang dipersembahkan dari BLP Beauty, kosmetik lokal berkualitas besutan makeup artist terkenal Lizzie Parra. Tentunya ini menjadi bagian yang sangat sayang untuk dilewatkan dari Pertunjukan “Panggung Musikal Keluarga Cemara”. Hagai Pakan, penata busana pemenang Piala Citra Festival Film Indonesia 2020 mengungkapkan bahwa ia membuat konsep yang merespon cerita Keluarga Cemara dengan beberapa sentuhan baru yang kekinian dan kontemporer, agar tetap terlihat relevan dengan kondisi saat ini.

“Konsep keseluruhan styling dan penataan busana “Panggung Musikal Keluarga Cemara” aku buat jadi kontemporer. Jadi kalau dilihat kasat mata, untuk kehidupan sehari-hari masih believable tapi tetap sesuai untuk kebutuhan panggung,” ungkap Hagai Pakan.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan hal yang spesial di Pertunjukan “Panggung Musikal Keluarga Cemara”.

“Panggungnya akan sangat memanjakan mata. Secara universe akan jauh berbeda dari filmnya, penonton akan mendapatkan pengalaman visual yang berbeda. Di mana aku bermain dengan banyak motif banyak warna, banyak unsur kearifan lokal yang selalu aku mainkan, dan ini akan tumpah ruah. Dengan persiapan 3-4 bulan, kami menyiapkan sekitar 400 lebih looks pakaian. Ada yang dibuat dari nol, ada juga yang di-recycle dari thrift untuk memperlihatkan kesan yang sesuai,” tutupnya.

Para cast yang hadir di acara jumpa pers, seperti Simhala Avadana dan Taufan Purbo yang berperan sebagai Abah, Galabby dan Andrea Miranda sebagai Emak, Amira Karin dan Aisyah Fadhila sebagai Euis, serta Quinn Salman dan Fazka yang memerankan Ara. Nantinya mereka akan terbagi menjadi dua tim, tim pertama yaitu Keluarga Berharga yang akan dibawakan oleh Simhala Avadana sebagai Abah, Galabby sebagai Emak, Aisyah Fadhila sebagai Euis dan Quinn Salman sebagai Ara.

Sementara Tim Keluarga Bahagia akan menampilkan Taufan Purbo sebagai Abah, Andrea Miranda sebagai Emak, Amira Karin sebagai Euis dan Fazka sebagai Ara. Di press preview pada 18 Juni 2024, Tim Keluarga Bahagia berhasil mementaskan Pertunjukan “Panggung Musikal Keluarga Cemara” dengan penampilan yang luar biasa. Mereka pun tak menyangka bahwa apa yang mereka lakukan saat latihan dan saat pementasan terasa sangat berbeda.

“Kami sangat nggak menyangka karena benar-benar terasa magical sekali bisa membawakan pertunjukan ini di depan penonton. Selama ini kami latihan nggak ada yang menonton dan rasanya kami sudah sangat siap. Tapi ternyata ketika bertemu dengan penonton tetap ada rasa deg-degan di atas panggung. Tapi ini jadi candu, dan kami nggak sabar bertemu dengan penonton di sepanjang pertunjukan-pertunjukan berikutnya,” ungkap Taufan Purbo pemeran Abah, mewakili cast lainnya.

Cristian Immanuel, salah satu produser sekaligus Head of Studios Visinema Pictures yang juga hadir di jumpa pers mengungkapkan, “Kami mengajak semua keluarga di Indonesia untuk menjadi yang pertama merasakan pengalaman emosi secara langsung bersama karakter-karakter dalam pertunjukan ini. Karena kami sudah menyiapkan semua dengan cermat, baik dari segi musik, tarian, desain, hingga tata panggung untuk menghadirkan setiap detail yang terbaik dengan lighting yang ciamik. Kami berharap dengan ini, kami bisa menciptakan pengalaman yang sungguh menyentuh dan spektakuler bagi penonton,”, ujarnya.

Melanjutkan pernyataan tersebut, Anggia Kharisma, selaku Produser Eksekutif Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara ikut memberikan pernyataannya. “Bukan hanya bisa terhibur dengan tata panggung dan terkesan dengan serunya lagu-lagunya dihadirkan, kami berharap pertunjukan ini bisa menjadi moment untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat. Terlebih lagi, momennya pas sekali dengan libur sekolah sehingga bisa menjadi pilihan aktivitas yang dilakukan bersama keluarga. Tiketnya pun dijual di Loket.com yang bisa diakses dengan mudah, dan hampir setengah kapasitas dijual di bawah Rp500,000. Sehingga pertunjukan ini sangat memungkinkan untuk dinikmati oleh berbagai kalangan,” ungkapnya.

Tiket pertunjukan dijual di Loket.com dan hampir setengah kapasitas tiket akan dijual di bawah Rp 500.000, dengan rincian harga sebagai berikut; Weekdays: Bronze Rp 174.900, Silver Rp 299.900, Gold Rp 399.900, Platinum Rp 599.900, VIP Rp 799.900, VVIP Rp 1.299.900. Sementara untuk weekends: Bronze Rp 249.900, Silver Rp 349.900, Gold Rp 499.900, Platinum Rp 799.900, VIP Rp 999.900, VVIP Rp 1.449.900. Harga tersebut diharap dapat memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati pementasan ini.

Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara juga menonjolkan pesan #KembalikeKeluarga yang menghangatkan hati dan relevan di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin kompleks. Kasih sayang dan kehangatan keluarga ini akan diceritakan penuh tawa, drama dan akan menginspirasi para penonton. Salah satu yang menjadi daya tarik di pertunjukan ini adalah akan menampilkan lagu-lagu karya Ifa Fachir dan Simhala Avadana, yang akan menjadi official song Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara. Dengan kombinasi antara musik, tarian, dan narasi yang menyentuh hati, pementasan ini akan membawa penonton pada sebuah perjalanan emosional yang penuh makna.

Kehangatan keluarga, tawa, dan inspirasi menanti Anda. Saksikanlah Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara dan rasakan pesan #KembalikeKeluarga yang akan menyentuh hati penonton. Untuk informasi terbaru mengenai Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara, penonton dapat mengikuti akun media sosial resmi @musikalkeluargacemara.

Jadilah yang pertama merasakan pengalaman panggung spektakuler dan mengangkatkan hati bersama keluarga dan orang-orang tercinta! Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari pengalaman teater yang memukau ini. Dapatkan tiket Musikal Keluarga Cemara segera di Loket.com sebelum kehabisan!

Libatkan jebolan Indonesian Idol, Lurnts, luncurkan single ke empat “I Gave My Best”

0

Kaset.idLurnts, baru saja merilis single ke empatnya yang berjudul “I Gave My Best”. Group band bergenre emotional rock asal Jakarta tersebut sebelumnya pernah menyandang nama “Nerve” dan telah merilis tiga single sejak tahun 2020. Sempat mengalami beberapa pergantian personil, Lurnts membuktikan dirinya sebagai band yang masih konsisten merilis karya terbarunya.

Saat meluncurkan single anyar “I Gave My Best” tersebut, Lurnts diperkuat oleh Agusalim Luckman (Vokal), Elfa Aditya (Drum), Mondy Mamentu (Gitar) dan Reiza Yudha Putra (Bass) serta melibatkan penyanyi jebolan Indonesian Idol season 9 tahun 2018 yaitu ‘Ahmad Abdul’ sebagai featuring di single tersebut. Di single ini ‘Ahmad Abdul’ bukan Cuma ikut bernyanyi melainkan ikut juga dalam proses penulisan lirik serta notasinya.

Single “I Gave My Best” dari Lurnts ini menceritakan tentang kompleksitas cinta, duka, dan ketabahan. Lirik dari “I Gave My Best” mengisahkan perjalanan kebenaran dan kerentanan. Mereka bercerita tentang momen sebelum dan setelah cinta, tentang bayangan yang dihasilkan oleh cahaya bulan dan badai yang berkecamuk dalam jiwa kita. Ini adalah cerita tentang menghadapi ujian, mengatasi mimpi buruk, dan mencari ketenangan di tengah keputus’asaan.

Melalui lagu ini, Lurnts mengajak masuk ke kedalaman emosi manusia, naik turunnya hubungan, dan kekuatan yang ditemukan dalam melangkah maju. Ini adalah cerminan dari pengalaman pribadi yang dijalin dalam melodi dan harmoni yang menggugah jiwa.

“Kami membuat lagu ini dengan rasa antusias yang besar serta passion dan refleksi diri, kami berharap lagu ini menyentuh hati pendengar, membangkitkan introspeksi, dan mengingatkan kita semua akan kekuatan ketabahan dan penemuan diri. Terima kasih telah bergabung dalam perjalanan musik ini”, ujar para pesonil Lurnts.

Lurnts dibentuk pada bulan July tahun 2020 di Jakarta, terbentuk nya Lurnts itu sendiri terbilang cukup unik, dimulai dari membuat konten jamming secara online di masa pandemi hingga membuat karya / lagu sendiri, Saat bernama Nerve, mereka Cuma diperkuat oleh tiga personil yaitu Agusalim Luckman,  Reiza Yudha Putra dan Elfa Aditya.

Single pertama Lurnts berjudul “Rain In August” yang bercerita tentang bagaimana seorang laki-laki bertumbuh dan menangisi beban hidupnya karena dia merasa dipermalukan oleh hidup di rilis pada tahun 2021, setelah itu dilanjut dengan single kedua “Peluru Terakhir” (2022) yang ditandai dengan masuknya Dondon sebagai gitaris untuk melengkapi posisi yang kosong. Lagu “Peluru Terakhir”  bercerita tentang bagaimana seorang laki-laki bertahan untuk memilih seseorang yang sangat ia cintai demi tujuan hidupnya.

“Setelah Dondon memutuskan untuk hengkang dari band karena kesibukannya di tahun 2023, kami kembali merilis single berjudul “Mati Lalu Hidup Kembali” dengan melibatkan Karis Karisma (DeadSquad) sebagai gitaris tamu. Lagu “Mati Lalu Hidup Kembali” ini memiliki makna yang dalam karena bercerita tentang cinta bertepuk sebelah tangan yang di alami oleh laki-laki plus pada akhirnya wanita yang ia cintai menikah dengan laki – laki lain”, terang para personil Lurnts.

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, Mondy Mamentu / Monski yang sempat menggantikan Didit Saad di band Bunga akhirnya bergabung dengan Lurnts dan tak lama kemudian pada tahun 2024 kami kembali merilis single berjudul “I Gave My Best”.

Neona rilis single romansa pertamanya berjudul ““Yes You Do, No I Don’t”

0

Kaset.idNeona kembali dengan single baru. Jika sebelumnya ia merilis lagu-lagu dengan lirik ‘nyeleneh’ yang berhubungan dengan pentingnya self-esteem dan kebijakan dalam menggunakan media sosial, di umurnya yang menjelang 15 tahun ini, untuk pertama kalinya Neona menulis lagu dengan tema cinta, yaitu “Yes You Do, No I Don’t”.

“Yes You Do, No I Don’t” tercipta di tahun 2023. Kala itu, Neona tengah melakukan workshop bersama produsernya, Tatsuro Miller dan Simhala Avadana, A&R Trinity Optima Production, selama 4 hari berturut-turut. Di hari terakhir workshop, lahirlah “Yes You Do, No I Don’t” yang menjadi lagu romansa pertama Neona. Untuk pertama kalinya pula, lagu tersebut ditulis oleh Neona sendiri dibantu Tatsuro Miller dan Simhala Avadana.

“Lagu “Yes You Do, No I Don’t” ini bercerita tentang penolakan terhadap sosok teman yang suka sama kita dengan cara yang halus. Ini based on true story dari teman-teman aku dan aku sendiri juga pernah mengalaminya. Proses penulisan dan rekamannya seru, enggak ada kesulitan, dan aku enjoy banget. yang mana, kami banyak melakukan brainstorming soal tema lagunya. Hasilnya memuaskan dan aku enggak sabar untuk segera memperdengarkan lagu baruku ini pada banyak orang,” ucap Neona.

Proses pembuatan video klip pun tak kalah lancar. Disutradarai oleh Gilbert March (Niamo Studio), video musik “Yes You Do, No I Don’t” didominasi dengan banyak gerakan dance. Untuk pertama kalinya, Neona beradu akting dengan model laki-laki di video musiknya sendiri. Sosok tersebut diperankan oleh aktor muda Fattah Syach, putra bintang serial televisi Attar Syach dan Ananda Faturrahman. Tak hanya itu, “Yes You Do, No I Don’t” juga akan menjadi lagu audisi untuk ‘Dance Camp Neona’. Event ini memungkinkan para dancers berbakat untuk ambil bagian di video klip Neona yang akan datang.

Rencananya, ‘Dance Camp Neona’ akan diadakan pada bulan Juni. “Yes You Do, No I Don’t” juga merupakan single pertama menjelang album terbaru Neona yang akan datang.

“Semoga lagu baru aku ini diterima oleh masyarakat dengan baik, menjadi pintu rezeki aku dan mereka yang terlibat dalam proses pembuatannya, serta bisa menjadi tangga kesuksesan aku di masa depan. Jangan lupa stream video klip “Yes You Do, No I Don’t”,” jelas penyanyi bernama asli Anodya Shula Neona Ayu tersebut.

“Sebuah kehormatan bagi kami bisa melihat dan mendukung Neona bertumbuh dan berkembang di dunia musik. Mulai dari ia menyanyikan lagu anak-anak seperti “Aduh Neik” dan “Warbiasyak” sebagai penyanyi cilik, hingga kini ia sudah remaja dan merilis lagu yang berhubungan dengan cinta seperti “Yes You Do, No I Don’t”. Semoga mereka yang tumbuh bersama Neona bisa terus terhibur oleh dirinya dan karya-karyanya yang luar biasa,” kata Dwi Santoso, Head A&R (Music Production & Talent Scouting) Trinity Optima Production.