Friday, July 24, 2026
Home Blog Page 66

Rayakan hari jadi ke 21, Trinity Optima Production tampilkan talent – talentnya

0

Kaset.id – Lama tak terdengar, hype konser dalam mall hidup kembali dalam Sound City Fest 2024 yang digelar selama tiga hari, yakni 28-30 Juni 2024 di FX Sudirman. Untuk merayakan hari jadinya yang ke-21, Trinity Optima Production menggandeng FX Sudirman dan Oppal dengan menampilkan 12 musisi Indonesia lintas generasi di bawah naungannya pada acara spektakuler ini.

Mawar De Jongh

Hari pertama Sound City Fest 2024 dengan tema “Romance in the City”, yang menampilkan Ungu, Mawar de Jongh dan Jaz yang baru saja merilis single kolaborasi mereka “Bukan Dengan Dia”, dan DNDY. Penampilan diawali oleh DNDY, penyanyi label Acuan yang berkolaborasi dengan Trinity dan Indomusikgram, yang tampil minimalis dengan iringan piano. Dalam balutan pakaian earth tone-nya yang menentramkan, DNDY tampak saja semakin memukau penonton saat membawakan single terbaru “LAB (Lanjut atau Berhenti)” dari EP terbarunya, Orbit, yang beraliran emo.

Selanjutnya, dimeriahkan oleh Mawar de Jongh dan Jaz yang kompak memakai outfit senada putih-biru jeans. Keduanya menyanyikan single duet terbaru “Bukan Dengan Dia” untuk pertama kalinya, hasil kolaborasi antara Trinity dan Sony Music. Saat tampil, Mawar mengaku dibuat terkejut sebab teman SMP-nya sewaktu di Medan hadir menyaksikannya manggung di Sound City Fest 2024. Sementara Jaz, ia salut mengetahui terdapat fans yang sudah hafal lirik lagu terbaru mereka dan ikut semangat bernyanyi bersama. Padahal, lagu tersebut baru dirilis di hari yang sama.

Tissa Biani dan Dul Jaelani

Terakhir, energi besar seakan terasa di Sound City Fest 2024, penonton mall yang kian padat berbondong ikut meramaikan penampilan langsung dari band Ungu. Dalam kesempatan itu, Ungu membawakan lagu-lagu hits lamanya, seperti “Hampa Hatiku”, “Percaya Padaku”, dan “Cinta dalam Hati”.

Hari kedua, mengusung tema “Pop Venture” dengan line up artis, meliputi Tissa Biani, Naura Ayu, Shanna Shannon, dan Stevan Pasaribu.

Ungu

Tidak kalah menghebohkan, di hari kedua ini, rupanya Tissa Biani tak hanya membawakan single “Cukup Aku” serta “Atas Nama Cinta” dari Rossa dan hadir seorang diri. Ia datang memberikan kejutan dengan mengajak kekasihnya, Dul, ke atas panggung untuk melantunkan lagu “Anggur Cinta“.

Momen unik lainnya, Naura nampak berhasil membuat fans terpesona dengan penampilan centil core-nya. Pasalnya, ia dikejar fans yang ingin berinteraksi, selfie, dan memberikan bunga serta cinderamata, usai turun dari panggung menyanyikan single “Ternyata” yang menjadi theme song “My Nerd Girl 3” dan baru rilis kurang dari seminggu.

Naura

Sedangkan, Shanna Shannon dan Stevan Pasaribu membawakan “Rela” dan “Karma” serta kembali berduet membawakan hit single ciptaan Melly Goeslaw, “Haunting” dinyanyikan bersama fans.

Kemudian, hari ketiga, berkonsep berbeda, “Family Karaoke” dan dilakukan pagi hari saat CFD berlangsung. Pada hari ketiga ini, penonton diajak bernostalgia oleh Lion Jonovan, penyanyi berumur 12 tahun yang mengidolakan Ungu dan Noah, dengan gitar kesayangannya dan lagu-lagu band favoritnya.

Mawar De Jongh dan Jaz

Ada pula, Adifa Nadira, artis didikan inkubasi Trinity yang akan segera debut, mengajak penonton berkaraoke dengan tema musik yang membangkitkan semangat, misalnya “We Can’t Be Friends” dari Ariana Grande, “Geregetan” dari Sherina, dan “Lenggang Puspita” Afgan yang belakangan banyak diperdengarkan di berbagai platform lagu.

Penyanyi penutup, Restu, yang baru saja merilis EP perdananya “5 Diri”, mengajak penonton berkaraoke dengan lagu-lagu terbaru serta beberapa lagu dari ayahnya, Charly Van Houten, yaitu “Putri Iklan” dan “Puspa” yang pernah booming pada jamannya.

Acara puncak pada 30 Juni ini lalu ditandai dengan tiup lilin dan potong kue bersama seluruh penampil untuk merayakan ulang tahun ke-21 Trinity Optima Production. Perayaan ulang tahun Trinity Optima Production yang semakin dewasa tersebut tentu merupakan harapan besar untuk Trinity terus memberikan tempat bagi pengembangan talenta-talenta berbakat di industri musik.

Fransen Susanto padukan horror dan laga di film “Marni : The Story of Wewe Gombel”

0

Kaset.idFransen Susanto, produser dari film “Marni : The Story of Wewe Gombel” mengaku cukup puas dengan antusias masyarakat penikmat film Indonesia yang sudah menyaksikan film “Marni : The Story of Wewe Gombel” di bioskop beberapa hari ini.

Film horor laga besutan Fransen Susanto, SHEN Entertainment bersama RA Pictures, Legacy Pictures, A&Z Films, dan JJ Global Group yang sudah tayang sejak 27 Juni 2024 ini konon sudah mencapai 250.000 penonton dan terus bergerak naik.

Menurut Fransen Susanto,, jumlah penonton pembeli tiketnya memang masih jauh dari harapan, namun semua itu tidak jadi masalah karena toh film ini baru sekitar 6 – 7 hari tayang,

“Kalau dilihat angka penonton terus terang itu jauh dari balik modal tapi masalahnya paling penting bukan hanya uang ataupun angka, tapi kita terus berkarya dan menghibur masyarakat lewat film,”tambah Fransen Susanto, saat spesial screening film Winnie the Pooh: Blood & Honey 2 di CGV Grand Indonesia Jakarta Pusat, Senin (1/7/2024).

Film “Marni : The Story of Wewe Gombel” adalah upaya Fransen dalam mencoba memadukan konsep film horor yang mencekam dengan adegan – adegan laga yang seru. Oleh karena itu selain melibatkan Billy Christian sebagai sutradara, Fransen juga menggandeng Uwais Team sebagai koreo-fighting nya.

“Saya punya standart tinggi untuk penggarapan adegan – adegan aksi dan laga di film ini, oleh karena itu saya percayakan koreonya pada team nya Iko Uwais dan hasilnya luar biasa khan? Saya rasa seluruh Masyarakat harus menonton film ini karena film ini sangat menghibur dan seru”, ujar Fransen Susanto lagi.

Melihat pencapaian yang cukup bagus ini Fransen Susanto mengatakan akan ada sekuel film horor action ini dan tetap akan bekerjasama dengan Iko Uwais team.

“Akan ada sekuel pastinya dan kita tetap bekerjasama dengan Iko Uwais team sebagai pengarah actionnya, kebetulan sedang plot skenario, tunggu aja ya.” tutup Fransen Susanto.

Film horror action “yang disutradarai oleh Billy Christian ini juga dibintangi oleh aktor & aktris ternama untuk berperan dalam film tersebut, diantaranya adalah: Ismi Melinda, Hannah Al Rashid, Amanda Rigby, Athar Barakbah, Reza Hilman, Frislly Herlind, Shareefa Dhaanis, Mathias Muchus, Djenar Maesa Ayu, Roy Marten, Voland Humonggio, dan masih banyak lagi.

Tiara Effendy ceritakan kisahnya lewat single “Jangan Dipaksa”

0

Kaset.id – Setelah tahun lalu merilis single “Sama Rata”, Tiara Putri Effendy atau yang lebih dikenal dengan nama Tiara Effendy kembali dengan single terbarunya di tahun 2024 bertajuk “Jangan Dipaksa”. Single ini menjadi single pertama Tiara Effendy yang dirilisnya di tahun ini. Tentu hal ini sangat menyenangkan buatnya karena memang moment merilis lagu baru ini selalu dia nantikan, terlebih karena selama satu tahun terakhir dia bermusik bersama The Groove yang lebih sering membawakan lagu happy.

“Jujur aku kangen membawakan lagu ballad karena hal itu dan memang kebetulan berjodoh dengan lagu ini, jadi ya ini dulu yang aku rilis,” kisah Tiara Effendy.

Jangan Dipaksadari Tiara Effendy bercerita tentang seseorang yang merasa cintanya tidak terbalas oleh orang yang dia cintai dan akhirnya berusaha untuk mencari apa yang terjadi dengan menanyakan langsung ke orang tersebut.

“Dia ingin tahu yang sebenarnya, jadi dia bilang kalau memang sudah tidak cinta katakan saja dan jangan dipaksa. Selain itu di lagu ini juga ada sedikit penyesalan karena mengenal orang yang dia cintai tadi,” kata Tiara Effendy.

Lagu yang diambil dari kisah hidup Tiara Effendy ini ditulis oleh Jaz Hayat, Bembong Rifqy dan Gary Anake yang kemudian diaransemen oleh Iwan Popo. Selain itu, untuk single ini, Boni Eko berperan sebagai Executive Producer sementara Ayoe Purnamasari sebagai Vocal Director.

Walau Tiara Effendy merasa lagu ballad yang dia bawakan ini sedikit banyak masih serupa dengan lagu-lagu yang dia bawakan sebelumnya, nyatanya setelah dia memperdengarkan lagu ini ke beberapa kenalannya, mereka ungkapkan hal yang berbeda.

“Mereka malah bilang kalau di lagu ini penghayatan aku lebih dewasa, ya” ungkapnya.

Lewat Jangan Dipaksa, Tiara Effendy menaruh harapan besar agar banyak hati yang terwakili perasaannya dan banyak telinga yang akhirnya sayang sama lagu ini. Dia juga berharap lagu ini bisa jadi pijakan besar untuk perjalanan kariernya di masa depan.

“Semoga lagu ini juga tembus 1 juta streaming lagu ya! Amin!” Tutupnya sambil tersenyum kecil.

Lagu ini jadi pembuka karya-karya baru yang sudah disiapkan oleh Tiara Effendy ke depannya. Dia juga berharap karya-karya yang dia siapkan ini nantinya akan dapat dia perdengarkan ke seluruh penikmat musik di Indonesia.

Sementara itu, mari kita nikmati single terbaru Tiara Effendy, Jangan Dipaksa di seluruh digital streaming platform di Indonesia.

Gandeng DJ Zeeko, Marizka Juwita rilis “No Love” versi remix

0

Kaset.id – Di pertengahan tahun 2024, lebih tepatnya pada Juni 2024, penyanyi Marizka Juwita kembali merilis lagu yang merupakan versi remix dari lagu yang telah dirilis hampir satu tahun lalu, yang berjudul “No Love“.

Lagu “No Love” mengutarakan tentang suatu hubungan yang kandas karena tidak adanya rasa cinta dalam suatu hubungan. Pesan tersirat yang disampaikan oleh Marizka Juwita melalui lagu ini terkadang dalam suatu hubungan kedua belah pihak dapat menjalaninya hanya berdasarkan rasa nyaman satu sama lain atau hanya sebatas mengisi kekosongan dan pelarian.

Sedangkan, “dalam suatu hubungan ketika tidak ada rasa cinta pasti akan sulit untuk diperjuangkan dan akan sangat mudah untuk berakhir dan apabila dalam satu hubungan terasa sangat berat dan sudah tidak bisa dipertahankan, lebih baik melepaskan dengan ikhlas karena diri kita sendiri berhak untuk bahagia”, tutur Marizka Juwita.

Di versi remix dari single Marizka Juwita ini, Rapper & DJ bertalenta yang bernama Zeeko ikut berkolaborasi menuangkan lirik yang isinya balasan atau jawaban perasaan cowok atas cinta yang telah diperjuangkan dan diberikan, akhirnya kandas juga karena tidak ada cinta yang sesungguhnya diantara mereka.

No Love Remix” menjadi karya yang spesial bagi Marizka Juwita dan Zeeko yang dengan berani merubah beat dan nuansa atau vibe dari versi orisinilnya, menjadi ke bentuk musik yang kental dengan Hip-Hop dan R&B, dengan rhythmic yang catchy dan cara rapping yang unik, membuat lagu versi remix ini sangat cocok untuk diperdengarkan di tempat club-club yang memainkan musik electronik.

Karya musik ini diciptakan oleh Marizka Juwita, Adis Putra dan Java Finger dari Maliq & D’essential, sementara itu Zeeko bertindak sebagai Produser (Remixer), Lagu ini didukung oleh Wander Music sebagai label music dari Marizka Juwita. Marizka Juwita akan terus berkarya dalam bermusik untuk mewarnai dunia musik di Indonesia serta nantikan new project EP Album dalam waktu yang akan datang.

Semangat 5 bodies 6 souls Project Pop di album remake “2856”

0

Kaset.id – 11 tahun tanpa album baru, Project Pop, grup vokal komedi yang telah berkarir sejak tahun 1996 kembali merilis album ke-10. Album baru ini menandakan babak baru bagi Project Pop yang sudah lama tidak mengeluarkan full album.

Dikemas dengan judul “2856”, album ini memberikan makna 28 tahun kebersamaan Project Pop menghibur masyarakat dengan istilah #5BODIES6SOULS (5 Raga dan 6 Jiwa). Album 2856 menggambarkan semangat yang konsisten,

“Walaupun sekarang kita hadir berlima, tetapi kita membawa semangat seakan kita masih berenam dengan sahabat kita almarhum Oon,” ujar Project Pop.

Untuk merayakan ulang tahun yang ke-28, Project Pop menghadirkan 11 lagu lama yang telah diperbarui musiknya, serta kolaborasi dengan pekerja seni lainnya. Menurut Project Pop, “Komitmen untuk berkarya dan kerja sama dengan baik secara konsisten merupakan inspirasi yang kuat dalam memperkaya setiap karya yang kami buat. Menjaga kekompakan dan produktivitas selama 28 tahun bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kedewasaan, rasa syukur, dan tanggung jawab untuk tetap menaruh kepentingan bersama sebagai prioritas di atas segala kepentingan pribadi.”

“Album 2856 ini menegaskan dedikasi dan kesetiaan kami pada musik dan penggemar, mencerminkan perjalanan panjang yang tetap mempertahankan semangat dan solidaritas meski kini tinggal berlima, dengan membawa jiwa almarhum Oon dalam setiap langkah sesuai dengan tema album baru ini yakni konsistensi dan komitmen.” tambah mereka.

Project Pop menyatakan bahwa mereka akan tetap konsisten dengan arah dan genre yang sudah mereka pertahankan selama 28 tahun, yakni pop komedi. Karya-karya mereka akan terus diperkaya melalui kreativitas dalam bentuk tema, lirik, aksi panggung, dan lain sebagainya.

Terdapat 11 lagu dalam album “2856” ini, diantaranya: “Lumpia vs Bakpia 2024, Tuwagapat 2024, Keramas 2024, Pacarku Superstar 2024, Ade 2024, Macet 2024, Dangdut Is The Music Of My Country 2024, Kencan 2024, Putusin Aku Dong 2024, Bukan Superstar 2024” dan “Senggal Senggol Reggae 2024”.

Dalam proses memproduksi album “2856”, terdapat beberapa tantangan yang berkesan bagi Project Pop,

 “Tantangan yang dihadapi diantaranya pemilihan lagu-lagu lama yang akan diaransemen ulang, pemilihan kolaborator yang tepat untuk setiap lagu, hingga membuat keputusan terkait format album yang dapat berbentuk box set, vinyl, ataupun hanya berbentuk digital. Tentu saja ada pengaruhnya dalam nuansa album terutama pada kualitas pengerjaannya. Dengan adanya kesepakatan kerjasama dengan Musica Studios, maka bertambahlah juga pihak yang turut membantu menjaga kualitas setiap lagu yang diproduksi.” ungkap Project Pop.

Melihat kembali perjalanan musik pop Indonesia, sebagai album ke-10 dari Project Pop, album “2856” menunjukkan konsistensi dan dedikasi mereka dalam industri musik yang hampir mencapai 3 dekade. Album yang menjadi rilisan pertama setelah kepergian almarhum Oon, menunjukkan bahwa Project Pop tetap konsisten dan produktif. Selain itu, “2856″ menjadi album dengan kolaborasi terbanyak, mulai dari Nagita Slavina hingga Inul Daratista.

Masuk ke single Ade, lagu ini merupakan single andalan dari Project Pop dalam album ini. Berkolaborasi dengan Un1ty dan Nagita Slavina, lagu ini diharapkan bisa mengobati kerinduan mereka bersama almarhum Oon.

Album “2856” dari Project Pop sudah bisa kalian dengarkan di seluruh platform musik digital Spotify, Apple Music, Langit Musik, Youtube Music, TikTok Music dan Trebel. Untuk Music Videonya dapat disaksikan di channel Youtube Musica Studio’s.

Astrid rela melepaskan di single baru “Silahkan”

0

Kaset.idAstrid kembali meng-galau dengan “Silakan” Mempertahankan hubungan dengan pasangan yang sudah tidak memiliki “rasa” pada kita itu sangat menyakitkan, lebih baik merelakan dan melepaskannya. Kira – kira begitu pesan dari lagu terbaru Astrid, “Silakan”, yang telah rilis pada tanggal 28 Juni 2024 lalu.

Setelah berkarir lebih dari 15 tahun, dan menelurkan banyak hits single seperti “Mendua, Terpukau, Tentang Rasa, Aku bisa apa” dan masih banyak lagi single serta beberapa kolaborasi, eksistensi Astrid masih terasa sampai saat ini. Bahkan di tahun ini, beberapa lagu lama Astrid kembali viral di linimasa media sosial akhir – akhir ini.

“Silakan” yang awalnya diciptakan oleh Zack The Jackman mendapatkan sentuhan lirik dari Astrid, membuat lagu ini semakin sempurna menurut Astrid.

“Aku kalau denger lagu yang bakal aku bawakan atau rilis pasti aku harus tahu ini lagu tentang apa. Makanya, kemarin banyak melakukan penyesuaian lirik”, ujar Astrid. “Silakan” di produseri oleh Adrian Martadinata & Ivan Dewanto. Sentuhan dua orang produser ini berhasil memaksimalkan rasa sedih, drama, serta rasa sakit hati yang tertulis dalam lagu ini.

Astrid begitu serius menggarap single terbarunya, hal – hal kreatif banyak muncul dari dirinya.

“Ini single yang dari awal bikin lagu sampai rekaman konsepnya dipikirkan banget. Istilahnya, aku harus bertanggung jawab. Kalau dulu kan kebiasaan di label udah tau beres. Udah tinggal nyanyi aja. Kalau sekarang, kontribusinya lebih. Dari lagu pun, meskipun bukan aku yg menciptakan, tapi aku ikut “mengacak-acak”. Sangat terlibat. Untungnya yang bikin [lagunya] enggak masalah dengan hal ini”, jelas Astrid.

Bekerja sama dengan Infinity Music Group, sebuah label baru yang hadir untuk industri musik Indonesia, Astrid berharap single ini bisa meneruskan kesuksesan lagu – lagu terdahulunya. Semoga lagu ini dapat mengobati kerinduan pendengar Astrid akan lagu “galau” yang menjadi ciri khas Astrid.

Official Music Video “Silakan” sudah bisa disaksikan di Official Youtube Astrid Music.

Rilis album “Persona”, The Chasmala perkenalkan single “Ikrar”

0

Kaset.id – Usai merilis single perkenalan berjudul “Pria Idaman” diakhir tahun 2023 lalu, The Chasmala akhirnya meluncurkan debut albumnya yang diberi judul ‘Persona’. Album yang mempunyai 7 track list lagu tersebut akan memperkenalkan sebuah single berjudul “Ikrar” yang jadi ujung tombak kehadiran The Chasmala di industri musik Indonesia.

The Chasmala dan Ade Govinda

Trio The Chasmala yang beranggotakan Irfan Chasmala (Keyboard), Pieter Anroputra (Vokal), dan Denny Chasmala / Denchas (Gitar) memberi judul ‘Persona’ pada album ini karena suatu alasan tersendiri,

“Judul olbum “Persona” diambil karena The Chasmala ingin menunjukkan kepribadian masang – masing personal yang dijadikan satu. Kami punya karakter dan pengalaman yang berbeda – beda di industri musik nasional tapi dalam hal bermusik kita bisa melebur menjadi satu” ujar Denny Chasmala.

Album The Chasmala “Persona” terdiri dari 7 lagu “Kejadian (TST), Ikrar, Berharap Tak Berpisah, Sakit Bila Dipendam, Pria Idaman, Dua-Duanya” dan “Positive”. Lagu berjudul “Ikrar” adalah lagu yang dipilih untuk menjadi single pertama yang di perkenalkan ke berbagai media promosi.

“Ikrar” bercerita tentang seseorang yang mengikrarkan cinta tulusnya untuk seseorang dan berjanji sehidup semati di hadapan Tuhan. Lagu yang dicaptakan oleh Irfan Chasmala ini dibalut dengan lirik yang Indah dan juga alunan musik yang easy Iisterung dengan komposisi yang sangat mewah.

“Lirik lagu “Ikrar” bercerita tentang kisah perjalanan cinta sepasang kekasih yang bertekad menjalin pertalian cintanya ke dalam Ikrar pernikahan hingga akhir dunia, saya berharap lagu ini bisa menjadi anthem yang dinyanyikan pada setiap acara pernikahan / wedding “, harap Irfan Chasmala.

Vokalis The Chasmala, Pieter Anroputra berharap album “Persona” bisa membawa berkah dan manfaat bagi banyak orang,

“Harapan buat album The Chasmala adalah, album ini bisa membawa The Chasmala ke tempat-tempat baru, bertemu teman-teman baru, bisa kolaborasi dan lain-lain, serta membawa berkah dan manfaat untuk banyak orang”, jelas vokalis yang punya ide untuk memberi nama The Chasmala pertama kali.

Sementara itu, Ade Govinda sebagai A&R yang mewakili MyMusic Records selaku label yang menanungi The Chasmala mengaku sangat puas dengan proyek album The Chasmala ini,

“Awalnya Denny Chasmala kontak ke saya dan kasi tahu bahwa dia punya proyek musik, pas saya di kasi materi lagu nya wah ternyata sudah satu album…saya yakin pasti lagu – lagunya luar biasa mengingat mereka bertiga adalah musisi – musisi yang sudah berpengalaman, dan ternyata benar, lagu dan musiknya bagus – bagus”, ujar Ade Govinda.

Berkaitan dengan pemilihan single “Ikrar” sebagai single pertama dari album ‘Persona’ tersebut, Ade mengakui cukup memusingkan dalam menentukan pilihannya,

“Materi lagu The Chasmala itu bagus – bagus, kita sampai bingung dalam menentukan lagu mana yang akan kita jadikan single pembuka, tapi setelah melewati proses hearing dan sebagainya kita sepakat memilih “Ikrar” sebagai single pertama”, terang Ade lagi.

Album ‘Persona’ sudah bisa didengarkan melalui piatfrom musik digital mulai 28 Juni 2024 serta performance video masing – masing lagunya akan tayang setiap hari Jumat di kanal YouTube resmi MyMusic. Besar harapan dengan dirilisnya album ini the Chasmala dapat meramaikan industri musik Indonesia dan bisa diterima oleh para pendengar musik di Indonesia.

Ciputra Artpreneur hadirkan One Piece Music Symphony 25th Anniversary World Tour di hari jadi ke 10

0

Kaset.idCiputra Artpreneur dalam menyambut Hari Jadi yang ke-10 tahun dengan bangga menghadirkan “One Piece Music Symphony 25th Anniversary World Tour” di Indonesia pada tanggal 10 & 11 Agustus 2024. Konser Orkestra global ini merupakan konser istimewa yang hanya akan hadir di tahun 2024 khusus untuk merayakan hari jadi serial TV One Piece ke-25. Ini merupakan pertama kalinya konser orkestra resmi ONE PIECE dibawah lisensi Sound of Faeries dan TOEI Animation hadir di Indonesia.

Konser “ONE PIECE Music Symphony 25th Anniversary World Tour” ini akan dihadirkan dalam format Film Concert atau Live Scoring dimana musik dari adegan film One Piece akan dimainkan secara live secara sinkron dengan adegan di layar oleh 50 musisi multi-nasional, di bawah pimpinan konduktor internasional yang ditunjuk resmi oleh One Piece.

Kehadiran konser “One Piece Music Symphony 25th Anniversary World Tour” ini juga merupakan pertama kalinya Ciputra Artpreneur kembali mendatangkan pertunjukan berkelas dari luar negeri setelah masa pandemi. Selama satu dekade, Ciputra Artpreneur telah mendatangkan berbagai pertunjukan internasional seperti Disney’s Beauty & the Beast (2015), Shrek the Musical (2016), Annie (2016), dan masih banyak lagi serta kini One Piece.

One Piece Music Symphony 25th Anniversary World Tour akan menampilkan semua momen paling berkesan selama 25 tahun terakhir serial TV One Piece — mulai dari berkumpulnya seluruh anggota Kru Topi Jerami hingga episode terbaru — dalam konser film dengan tayangan di layar raksasa! Pertunjukkan ini akan menampilkan lagu- lagu favorit penggemar, seperti “We Are!,” “Sai sai saikyo!!!,” “Oitsumerareta,” dan “Binks no Sake”, dan beberapa lagu baru yang khusus dibuat untuk perayaan.

Konser Perayaan 25 Tahun One Piece ini akan digelar di seluruh dunia, mulai dari Amerika (Shrine Auditorium Los Angeles, Davies Symphony Hal San Fransiscol, Morton H. Meyerson Symphony Center Dallas) hingga Eropa (Eventim Apollo London, Palais des Congrès Paris, Köln Philharmonie Jerman) hingga Asia (Esplanade Concert Hall Singapore, KBS Hall Seoul, Ciputra Artpreneur Theater Jakarta).

One Piece Music Symphony adalah satu-satunya konser resmi One Piece dengan musik yang diaransemen dan dikurasi melalui kolaborasi langsung dengan komposer asli Kohei Tanaka di bawah lisensi dari TOEI ANIMATION.

Tahun 2024 akan menjadi tahun ke-11 One Piece Music Symphony di Asia, tahun ke-10 di Eropa, dan tahun ke-2 di Amerika. Pertunjukan ini sudah pernah terjual habis di beberapa tempat konser paling terkenal di dunia, seperti Dolby Theater di Los Angeles, Philharmonie di Paris, dan Beijing Worker’s Stadium. Konser ini telah dimainkan oleh banyak orkestra nasional, seperti Royal Philharmonic Concert Orchestra, Aarhus Symfoniorkester, dan orkestra nasional Strasbourg, Marseille dan Mulhouse di Perancis. Dengan video yang disinkronkan secara sempurna dengan soundtrack antologi dan ditayangkan ke layar video raksasa dengan kualitas HD, aksi, petualangan, dan emosi selalu ada dalam program! Diperkuat oleh kekuatan megah orkestra simfoni yang terdiri lebih dari 50 musisi, setiap pertunjukan adalah waktu untuk menikmati musik paling terkenal dari serial TV One Piece secara langsung!

Tiket konser “One Piece Music Symphony 25th Anniversary World Tour” sudah dapat dibeli melalui tautan https://bit.ly/ONEPIECEMS25JKT. Tiket juga tersedia dalam jumlah terbatas pada platform TRAVELOKA.

Hadir selama 2 hari pada tanggal 10 & 11 Agustus 2024, konser di Indonesia menghadirkan jumlah pertunjukan terbanyak dalam rangkaian tur dunia “One Piece Music Symphony”, yakni 4 pertunjukan dengan program yang sama pada setiap pertunjukan :

  • Sabtu 10 Agustus, 2024 (14.00 & 19.00)
  • Minggu 11 Agustus, 2024) (14.00 & 19.00)

film Horor komedi “Sekawan Limo” karya Bayu Skak segera tayang

0

Kaset.id — Film komedi horor terbaru persembahan Starvision dan Skak Studios yang disutradarai Bayu Skak, “Sekawan Limo” akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juli 2024. Film “Sekawan Limo” membawa hiburan ringan yang meredakan stres kehidupan sekaligus mengajak penonton untuk berdamai dengan masa lalu mereka.

Bayu Skak

“Sekawan Limo” mengikuti kisah Bagas, Lenni, Dicky, Juna, dan Andrew yang dipersatukan ketika mendaki Gunung Madyopuro. Penjaga pos pendakian mewanti-wanti: Rombongan harus genap, dan dilarang menoleh ke belakang atau akan ada yang mengikuti! Namun, Mereka gagal mematuhi mitos, dan sepanjang perjalanan terus menerus dihantui. Setelah tersesat hingga malam 1 Suro, akhirnya mereka sadar kalau dari berlima salah satunya bukanlah manusia, dan mulai saling tuduh siapa yang hantu di antara mereka?

“Sekawan Limo” menjadi kolaborasi terbaru Bayu Skak dengan Starvision dan produser Chand Parwez Servia setelah kesuksesan waralaba film “Yowis Ben”. Film “Sekawan Limo” sebagian dialognya menggunakan bahasa Jawa khas Jawa Timuran yang disertai subtitle bahasa Indonesia. Selain menyutradarai, Bayu Skak juga turut bermain dan mengisi soundtrack film berjudul “Gusti, Matur Nuwun”.

Chand Parwez Servia

Film “Sekawan Limo” dibintangi oleh Bayu Skak, Nadya Arina, Keisya Levronka, Dono Pradana, Benidictus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, Devina Aureel, Cak Kartolo, Tini Kartolo, Tri Karnadinata, Beta Sofiansyah, Audya Ananta, Angie Williams, Sarah Tumiwa, Arif Alfiansyah, Cak Ukil, dan lain-lain.

Produser “Sekawan Limo” Chand Parwez Servia mengungkapkan, Bayu Skak akan kembali membawa kesegaran humor ringan universal digabung humor khas Jawa Timuran dengan bumbu horor mitos pendakian gunung. Menurutnya, cerita “Sekawan Limo” akan menjadi sajian hiburan yang mampu membawa penonton rileks sejenak dari penatnya rutinitas.

“Bayu Skak kembali membawa film dengan sebagian dialog berbahasa Jawa dengan sentuhan berbeda dari sebelumnya. Kali ini, melalui “Sekawan Limo” ia ingin menawarkan genre komedi horor yang juga menyinggung soal mitos dalam dunia pendakian gunung di Jawa Timur. Semoga komedi kontemplatif ala Bayu Skak bisa menghibur penonton dan meringankan beban kehidupan atau beratnya rutinitas kita sehari-hari,” kata produser “Sekawan Limo” Chand Parwez Servia.

Sutradara dan pemeran “Sekawan Limo” Bayu Skak menambahkan, meski film ini memiliki unsur horor tapi horor yang dibawa bukanlah kengerian yang membuat merinding ataupun teror. Justru, horor di “Sekawan Limo” ingin ditertawakan dan menjadi hiburan penuh tawa.

Selain itu, melalui para karakter di film “Sekawan Limo” Bayu Skak juga mengungkapkan di film ini ia ingin mengajak penonton agar bisa berdamai dengan masa lalu mereka. Apa yang dibutuhkan adalah menghadapinya, alih-alih lari dan menghindar.

“Horornya tetap bikin tegang tapi enggak bikin capek pas nonton. Film “Sekawan Limo” ingin membawa hiburan ringan yang bisa bikin kita lupa sejenak sama beratnya kehidupan. Melalui film ini saya juga ingin mengajak penonton untuk bisa berdamai dengan masa lalu mereka, apa pun itu situasinya. Entah itu buruk, bahagia, semua ya dihadapi dan jangan menghindari. Itu juga yang akan ditunjukkan di film ini dari para karakternya,” kata sutradara dan pemeran film “Sekawan Limo” Bayu Skak.

Nadya Arina sebagai salah satu pemeran di film “Sekawan Limo” juga mengungkapkan dirinya sangat antusias dengan perilisan film terbarunya tersebut. Menurutnya, film “Sekawan Limo” akan menjadi film komedi horor yang berbeda sekaligus relatable karena selain menggunakan dialog komedi khas Jawa Timuran, filmnya juga memiliki tema cerita seputar pendakian gunung yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia.

“Senang sekali aku bisa berada di antara Mas-Mas Jawa yang kocak semuanya. Karakterku memang enggak berdialog dengan bahasa Jawa tapi berada di lokasi syuting dengan mereka selalu membuatku tertawa. Jadi tentunya kekocakan “Sekawan Limo” juga akan relate dengan banyak penonton,” kata Nadya Arina yang memerankan Lenni.

Saksikan film komedi horor “Sekawan Limo” di jaringan bioskop Indonesia mulai 4 Juli 2024! Ikuti terus perkembangan informasi terbaru film “Sekawan Limo” melalui akun Instagram @sekawanlimo, @starvisionplus, dan @skakstudios.

Resmi dirilis, mini album “Other Side” sisi lain dari Matheo In Rio

0

Kaset.idMatheo In Rio atau di panggil Matheo meluncurkan mini album terbarunya yang berjudul ‘Other Side’. Di mini album yang memuat 5 track lagu ini Matheo memperkenalkan lagu berjudul “Oh My Girl” sebagai single pertamanya. Konon seluruh lagu di mini album ini bercerita tentang cinta dan hubungan sosial yang menyertainya.

Sebelumnya beberapa bulan lalu Matheo mengeluarkan full album bersama EIV band yang bergenre musik keras, kini Matheo In Rio kembali melahirkan karya terbarunya dengan format mini album bertajuk ‘Other Side’ (28/06). Berbeda dengan album bersama EIV band, di mini album ini, Matheo melakukan beberapa eksplorasi kolaborasi bersama musisi lain di luar comfort zone-nya.

“Lagu “Oh My Girl” ini bercerita tentang kisah cinta anak SMA, saat naksir cewek ada berbagai rasa yang campur baur. Kadang pada masa-masa tersebut kita tak berani secara langsung menyatakan kalau kita suka, malah kadang lebih sering menggoda dengan sarkasme tapi perhatian. Dan untuk di mini album ini, aku hanya ingin didengar dengan baik melalui lagu – lagu yang aku coba lantunkan,” ucap Matheo.

Dalam lagu yang didapuk sebagai single pertama dari ‘Other Side’, Matheo lebih lugas dalam membagikan kisahnya dari sisi lirik, sementara musiknya lebih upbeat dibanding dengan beberapa lagu lainnya. Lagu ini patut menjadi salah satu sorotan, sebab lagu ini mampu mengemas kisahnya secara utuh, sederhana, dan mudah dimengerti berbagai kalangan.

Hampir 5 lagu dalam mini album ini menceritakan hubungan sosial yang lazim dialami setiap insan manusia – apalagi kalau bukan tentang cinta belia yang penuh harap beserta huru-hara di dalamnya. Lagu “Oh My Girl” ini dapat dikatakan sebagai gerbong menuju dunia lain dari Matheo In Rio di masa lalu, saat ini, dan kelak. Melalui dunia pilihannya, ia membagikan berbagai kisah kasih melalui nada-nada indah nan syahdu namun masih ada rasa kasar pada mini album terbarunya ini serta tak menghilangkan rasa karakteristiknya sebagai seorang vokalis rock.

Dalam mini album ini Matheo menggandeng Sandy Canester yang bertugas sebagai produser musiknya secara utuh. Baik dalam membantu proses produksi, aransemen, dan lirik. Sedangkan Indra Qadarsih dipercayakan untuk mengerjakan proses masteringnya.

Di mini album ini Matheo bukan hanya berkesempatan mengeksplor lebih jauh kemampuan dirinya namun juga menurunkan dia harus ego nya sebagai seorang vokalis yang terbiasa berteriak dengan alunan nada down tempo. Selain diperuntukkan merangkul para pendengar yang lebih luas, mini album ini juga menjadi ajang pembuktian sisi lain dari Matheo yang lebih lembut.

“Mini album ini menjadi istimewa untukku, karena melalui karya ini, aku mencoba bicara sepenuhnya tentang cinta dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.” Terang Matheo.

Dengan lahirnya Other Side, karya ini dapat dipastikan akan mampu singgah di pendengar yang lebih luas dan bahwa dari kerasnya sebuah batu…masih ada sisi romantisme dengan caranya tersendiri dalam menterjemahkan cerita cinta.