Friday, July 24, 2026
Home Blog Page 67

Di tangani Petra Sihombing dan Rendy Pandugo, Bernadya rilis album full “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”

0

Kaset.id – “Siapa yang menyakiti kamu, Nad?” Opini ini seringkali muncul dan menjadi pertanyaan dari banyak pendengar terhadap karya-karya Bernadya. Setelah melepas dua single di tahun ini, ‘Kata Mereka Ini Berlebihan’ dan ‘Kini Mereka Tahu’, kini Bernadya menyampaikan kisah di balik pertanyaan tersebut lewat album penuh pertamanya yang berjudul “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”.

“Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” adalah satu fase pendewasaan Bernadya, setelah mini album ‘Terlintas’ yang dirilis pada 2023. Bernadya lewat album ini, memaparkan perjalanan kisah percintaannya dari tahap ke tahap secara lebih gamblang. Namun dengan pendekatan yang misterius melalui dominasi visual berwarna hitam yang mempertegas kegundahan, kekecewaan, dan amarah yang membalut sisi melankolisnya. Tak sekedar luapan dari sudut pandang pribadinya, album ini juga mewakili perasaan banyak orang. Perasaan-perasaan yang mungkin tak pernah kita harapkan, tapi kenyataannya kerap terjadi dan mau tak mau harus kita hadapi. Di sinilah era baru Bernadya benar-benar dimulai.

“Lagu-lagu yang ada di dalam album ini bukan sekedar pemaparan cerita, tapi lebih kepada pengungkapan langsung soal semua yang dirasakan secara personal terhadap satu orang,” tambah Bernadya.

Musik dalam album anyar Bernadya ini dihidupkan oleh tangan dingin Petra Sihombing dan Rendy Pandugo sebagai produsernya. Paduan aransemen para produser ini menyempurnakan emosi yang ingin disampaikan dalam setiap lagu yang mengantar perjalanan cinta tersebut melalui tiga fasenya.

Fase heartbreak yang menjadi awal keresahan, dicurahkan pada lagu “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan, Kata Mereka Ini Berlebihan, Lama-Lama” dan ”Kita Kubur Sampai Mati’.

Dilanjutkan fase kedua dengan “Ambang Pintu” dan “Berlari” yang menandakan self doubt dalam diri kita. Hingga akhirnya proses realization yang menjadi fase ketiga diantar oleh lagu “Kini Mereka Tahu” dan “Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” yang menutup perjalanan ini

Musik yang dibawa Bernadya di album pertamanya ini jelas menunjukkan sisi Bernadya yang sebelumnya tidak tampil di rilisan sebelumnya,

“Mungkin Bernadya di album ini hadir sebagai sosok yang berbeda. Namun di sini, Bernadya tidak meninggalkan cara bernyanyinya yang khas, yang bikin rilisan ini tetap ada benang merah khas Bernadya,” ungkap Petra Sihombing yang mengaku sangat senang bisa menyatukan isi pikirannya dari segi musik dengan Bernadya.

“Bernadya sangat menunjukkan betapa ia rajin dan serius selama penggarapan album ini, sampai-sampai kami konsisten sejak berkomunikasi jarak jauh Bali-Jakarta, hingga akhirnya bertemu langsung di Bali untuk pengerjaannya. Tentu saja ia juga lebih berani dengan penulisan dan sisi musikal yang baru,” tambah Petra.

Rendy Pandugo yang juga punya andil besar dalam album ini pun merasakan kuatnya sisi baru Bernadya.

“Gue sangat senang bisa kembali mengerjakan karya Bernadya, karena di satu tahun belakangan ini dia jadi salah satu songwriter favorit gue. Setelah pertama kali Bernadya ngasih demo untuk dikerjakan, setelah itu gue langsung merasakan hal yang beda banget di sini. Nuansanya lebih dark, dan menyenangkannya lagi gue selalu mendapatkan hal baru yang bisa gue pelajari, baik dari segi produksi musik sampai penulisan liriknya” ungkap Rendy.

Perbedaan yang kerap ditegaskan ini menjadi cara Bernadya menyapa kita semua dengan “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”.

“Bernadya berhasil menciptakan delapan lagu yang bukan sekedar lagu galau, yang mendayu. Tapi juga karya yang indah dan musik yang lebih dewasa, in a good way. Di usianya yang masih 20, terasa sekali musikalitas Nadya tumbuh. Ini adalah era Bernadya yang baru, Bernadya yang lebih tegas menyuarakan hati banyak pendengarnya yang ternyata terpikat oleh nuansa dark yang diusung Bernadya,” terang CEO JUNI Records, Adryanto Pratono.

“Aku tetap mencoba menulis lagu senatural mungkin. Menuangkan hal-hal yang ada di dalam pikiranku dan menjadikannya lirik-lirik yang apa adanya,” tambah Bernadya tentang album yang sudah disiapkan sejak tahun lalu ini. “Dengan yang tersaji di dalam album pertamaku ini, aku berharap para pendengar bisa menerima sejauh apapun aku mencoba untuk bereksplorasi,” tutup Bernadya.

Official music Video album “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”juga sudah dapat disaksikan di kanal Youtube dan Spotify Bernadya. Video-video ini digarap oleh Rifqi Fadhlurrahman sebagai director, yang juga menggarap video lirik “Kata Mereka Ini Berlebihan” dan “Kini Mereka Tahu”. Dengan menampilkan banyak set dalam Official music video ini Bernadya dan Juni Records ingin menyampaikan satu kesatuan ruang makan sebagai set utama video lirik ini, Bernadya memainkan imajinasinya seolah-olah sedang menceritakan secara langsung pesan-pesan di dalam lagu-lagunya.

Album terbaru Bernadya “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan”, kini bisa didengarkan hari ini di layanan digital streaming platforms seperti Spotify, Apple Music,  Deezer, YouTube Music dan lain-lain di sini. Sedangkan musik video nya bisa di simak di channel Youtube & Spotify Bernadya.

Mainkan musik Pop Funk, Duo Lanov luncurkan EP “We No Funk”

0

Kaset.id – Lanov, pasangan musisi yang terdiri dari Inov Winovan (gitaris) dan Lala Winovan (vokalis), sekali lagi siap memikat pendengarnya dengan EP terbaru mereka yang bertajuk “We No Funk”.

Terinspirasi dari gaya musik Cory Wong dan Madeon, dipadukan dengan bakat musik mereka yang unik, EP “We No Funk” adalah bukti kreativitas dan energi yang tak terbatas dari duo Lanov ini.

Koleksi lima lagu pada EP ini akan membawa pendengarnya untuk ikut serta dalam perjalanan baru dan mendebarkan melalui dunia pop-funk, yang menampilkan perpaduan khas dari Lanov yaitu ritme dan melodi yang tidak pasaran. Setiap lagu merupakan bukti dedikasi mereka dalam menciptakan musik yang tidak hanya menggerakkan tubuh tetapi kemampuan mereka untuk mendorong batas-batas label genre konvensional.

EP ini dimulai dengan “Move Your Body”, sebuah lagu yang dijamin akan membuat kaki dan pinggul ikut bergoyang. Darisana, Lanov membawa pendengar naik rollercoaster emosi dengan lagu-lagu seperti “Crazy Over You”, sebuah lagu cinta dengan kekuatan yang memabukkan, dan “Penganggu Pt.2”, yang menghadang para pengganggu untuk tak lagi datang.

Dilanjutkan dengan “Terima Kasih”, sebagai pengingat untuk segera melupakan masa lalu dan menghargai masa depan dengan orang yang baru. Sementara “Toxic” menutup EP dengan pesan yang kuat tentang melepaskan diri dari hubungan beracun dan merangkul rasa cinta terhadap diri sendiri.

EP “We No Funk” dirilis pada awal Juni 2024 lalu dan sudah tersedia di semua digital platforms. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi https://inovlala.wixsite.com/lanov-music atau ikuti Lanov di Instagram @lanov_official

Bedah sisi lain selebritis, Heartbreak Motel tayang 1 Agustus 2024

0

Kaset.idVisinema Pictures baru saja merilis teaser film terbaru, “Heartbreak Motel“, adaptasi novel laris Ika Natassa. Kolaborasi pertama sineas Angga Dwimas Sasongko dan Ika Natassa ini menyajikan drama romantis yang berbeda, mengangkat kisah cinta segitiga yang penuh gejolak di tengah gemerlapnya dunia selebriti.

Teaser “Heartbreak Motel” yang kini tersedia di kanal YouTube Visinema dan akun Instagram @heartbreakmotelfilm, memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan Ava Alessandra (diperankan oleh Laura Basuki), seorang selebriti yang berada dalam 2 pilihan untuk melabuhkan cinta kepada sesama selebriti atau cinta sederhana dari laki-laki biasa.

“Heartbreak Motel” mengisahkan perjalanan Ava, seorang aktris terkenal yang merindukan cinta sejati dibalik gemerlapnya dunia selebriti, Ava merindukan cinta sejati. Kehadiran Malik, seorang aktor pujaan dan Raga, seorang pekerja biasa semakin memperumit kisah cintanya. Ava harus memilih antara cinta yang glamor dan familiar, atau cinta yang sederhana namun tulus.

Setelah ketagihan menggarap film aksi blockbuster seperti “Mencuri Raden Saleh” dan “13 Bom di Jakarta“, Angga Dwimas Sasongko kini kembali menyutradarai drama romantis lewat “Heartbreak Motel”. Film ini menjadi kesempatan bagi Angga untuk kembali mengeksplorasi sisi romantis dan emosional dari kehidupan para selebriti, menghadirkan drama cinta yang penuh intrik dan konflik batin.

Eksplorasi teknis juga dilakukan oleh Angga, dimana dia menggunakan tiga jenis format kamera selama proses shooting, mulai dari kamera digital, kamera seluloid 16 milimeter dan 35 milimeter.

“Saya selalu tertarik dengan kontras, di sini antara aspek glamor industri hiburan dan kehidupan pribadi yang mungkin penuh dengan kerentanan. Penonton mungkin membayangkan dunia selebritas itu superior, padahal mereka juga sama – sama manusia seperti kita semua.” ujar Angga Dwimas Sasongko, sutradara dan produser eksekutif film ini.

“Melalui ‘Heartbreak Motel’, saya ingin mengeksplorasi sisi romantis dan emosional dari kehidupan para selebriti, menghadirkan drama cinta yang penuh intrik dan konflik batin. Kami berharap film ini bisa mengajak penonton terbuai ke dunia penuh glamor, tapi sekaligus menggugah perasaan.” Ika Natassa, penulis novel “Heartbreak Motel,” turut mengungkapkan kegembiraannya melihat adaptasi film ini.

“Saya senang sekali melihat visi Angga Sasongko dalam menerjemahkan dunia ‘Heartbreak Motel’. Ia tak hanya menampilkan gemerlapnya kehidupan selebriti, namun juga tidak melupakan jiwa dari kisah ini, yaitu tentang pencarian cinta sejati dan penerimaan diri,” ujarnya.

Laura Basuki sebagai pemeran utama, mengaku tertantang dengan karakter yang ia perankan.

“Saya cukup familiar dengan sisi glamor kehidupan di industri hiburan. Namun, Ava mengajarkan saya bahwa di balik gemerlapnya lampu sorot, terdapat kerinduan akan koneksi yang tulus dan mendalam. Saya merasa terhormat dapat menghidupkan karakter kompleks ini, dan berharap penonton dapat terhubung dengan perjalanan emosional Ava dalam mencari cinta sejati di tengah hiruk-pikuk dunia selebriti.” “Heartbreak Motel” akan segera hadir di bioskop pada 1 Agustus 2024.

Telkomsel, MAXstream dan Sinemaku Pictures kerjasama di film “Sehati Semati”

0

Kaset.id – Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menghadirkan tayangan dan hiburan berkualitas yang mudah diakses oleh masyarakat, Telkomsel melalui platform video-on-demand sekaligus content producer MAXstream Studios berkolaborasi dengan Sinemaku Pictures merilis serial orisinal terbaru dengan genre thriller drama berjudul “Sehati Semati” yang akan tayang mulai 28 Juni 2024.

Serial orisinal menegangkan ini akan menghadirkan kisah tentang lima sahabat yang terjebak dalam sebuah permainan papan (gameboard) kuno yang misterius bernama SURRA, di mana kelimanya mendapat teror yang mengancam nyawa dan terjebak dalam dunia parallel. Serial “Sehati Semati” dibintangi oleh para aktor muda berbakat seperti Yasamin Jasem yang memerankan Sinta, Megan Domani sebagai Sheila, Abun Sungkar sebagai Tio, Dianda Sabrina sebagai Fina, Ciccio Manassero sebagai Rega, dan Ashira Zamita sebagai Acel.

Serial ini juga menampilkan penampilan dari aktor dan aktris berpengalaman seperti Imelda Therinne, Johan Morgan, Tegar Satrya, dan Bizael Tanasale. Disutradarai oleh sutradara ternama Indonesia, Yusuf Jacka Ardana, serial ini diharapkan mampu memberikan nuansa baru dalam dunia drama thriller di Indonesia. Sementara itu, untuk memastikan kualitas tinggi dari setiap aspek produksinya, serial “Sehati Semati” di produseri oleh Yahni Damayanti, Prilly Latuconsina, dan Umay Shahab.

Vice President Digital Lifestyle Telkomsel, Nirwan Lesmana mengatakan, “Kolaborasi dengan Sinemaku Pictures dalam serial “Sehati Semati” merupakan bukti nyata dari semangat Telkomsel yang selaras dengan semangat Indonesia dalam menggerakan kemajuan industri perfilman dan kreatif Tanah Air dengan terus memberikan ruang berkarya bagi para sineas muda. Kami yakin bahwa serial ini akan menjadi salah satu tontonan favorit yang mampu menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda dan menarik bagi para pelanggan dan Masyarakat.

“Saya merasa bersyukur dan berterima kasih kepada MAXStream Studios dan Sinemaku Pictures karena telah mempercayakan saya untuk mengerjakan “Sehati Semati”. Ini menjadi proses belajar yang penting dan berarti bagi saya. Syuting bersama kru dan cast terasa menyenangkan. Semoga penonton Indonesia bisa menikmatinya mulai 28 Juni 2024 di MAXstream dan MyTelkomsel,” tambah Sutradara “Sehati Semati”, Yusuf Jacka.

“Serial “Sehati Semati”akan memberikan penonton tayangan yang penuh ketegangan dengan teka-teki misteri dari sebuah gameboard kuno yang misterius. Di game ini, akan ada beberapa peraturan yang akan berpengaruh ke pemainnya. Dengan alur cerita yang menarik ini akan membuat penonton mengikuti petualangan lima sahabat yang terjebak teror sampai mengetahui akhirnya,” tambah Produser Eksekutif “Sehati Semati”, Prilly Latuconsina.

Kisah yang penuh ketegangan ini menyajikan pengalaman menonton yang mendebarkan dengan alur cerita yang tak terduga. Saksikan ketegangan serial ‘Sehati Semati’ secara gratis hanya di aplikasi MAXstream dan MyTelkomsel. MAXstream Studios merupakan rumah produksi yang telah melahirkan film dan serial dengan platform penayangan utama pada MAXstream, Allplay Entertainment, Funplanet & MyTelkomsel. MAXstream Studios telah memproduksi sebanyak 124 judul konten film dan series yang dapat dinikmati di berbagai kanal penayangan, mulai dari bioskop, platform Over-the-Top (OTT), hingga Free-to-Air (FTA).

VOI Fashion Day 2024 ke 6 siap digelar

0

Kaset.id – Value of Indonesia (VOI) Fashion Day 2024 merupakan gelaran tahunan yang dilaksanakan insan fashion Malang Raya dan sudah digelar sebanyak 5 kali. Namun sejak pandemi melanda, agenda rutin ini terpaksa terhenti dan baru kembali dilaksanakan 5 tahun setelahnya yakni di tahun 2024. Tahun ini, penyelenggara VOI Fashion Day mengangkat tema “Victorian Splendor” sebagai tema utama gelaran yang meliputi kegiatan fashion designer competition, top model competition, dan designer fashion show.

“Tantangan terbesarnya pastinya kesiapan secara mental dimana kita dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman, teknologi dan pastinya kemajuan di bidang fashion itu sendiri, namun pastinya kita dari pihak panitia dengan dibantu team AS Model Agency akan melakukan yang terbaik untuk event ini. Kami juga terbantu dengan beberapa orang baru yang mendukung acara ini supaya berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap Andy Sugix selaku Founder & Project Director VOI Fashion Day 2024.

Tema “Victorian Splendor” ini mengacu pada era kekuasaan Ratu Victoria I di Kerajaan Inggris pada tahun 1840 – 1912. Tema ini dipilih karena era tersebut menyaksikan perkembangan model baju (gaya berbusana pria dan wanita) yang sangat berkembang dengan baik dan pastinya tanpa menghilangkan signature atau ciri khas dari zaman itu. Pengaruh gaya era Victoria yang vintage pun masih bisa dilihat di masa kini melalui bangunan-bangunan kuno yang masih terawat dengan baik. Sebab itulah, pihak penyelenggara memilih tema ini, sekaligus untuk menjaga dan memperkenalkan warisan dari sejarah fashion dunia kepada khalayak luas di VOI Fashion Day.

Gelaran ke-6 dari VOI Fashion Day 2024 ini akan dimulai dengan sesi pra-acara yakni Media Viewing pada tanggal 22 Juni 2023 di UB TV Studio khusus untuk awak media dan Main Event pada tanggal 7 Juli 2024 di Auditorium Lt. 7 Malang Creative Center yang terbuka untuk umum.

(Ki-Ka) Hefi Rosyid, Desainer Batik asal Probolinggo dengan Andy Sugix, Desainer & Founder Value of Andy Sugix

Pada sesi Media Viewing, rekan-rekan media diajak berkumpul serta menyaksikan perkembangan dunia fashion di Kota Malang dengan melihat hasil karya para desainer yang akan mengikuti VOI Fashion Day 2024. Lebih dari 15 busana dari beberapa desainer yang berasal dari Malang Raya dan sekitarnya diperagakan oleh para model dari AS Model Agency khusus untuk rekan media.

Salah satunya ialah koleksi Andy Sugix yang menggandeng Hefi Rosyid selaku designer batik tulis dari Probolinggo, Value of Andy Sugix, Metamorph by Zack, SMKN 3 Blitar, SMKN 7 Malang, Valife by Vano, D2K, APBBA Kabupaten Probolinggo, NANTI by Kinan, Ridwan Syaifulloh dan masih banyak lagi. Inspirasi yang beragam disertai teknik jahit modern dengan tetap dalam naungan tema besar “Victorian Splendor” terwujud dalam busana yang meriah nan elegan dipertunjukkan sesi pra-acara tersebut.

VOI Media Viewing 3 – Cr. Andy Bernard

“Harapan kami pastinya VOI ini akan menjadi pionir suatu event fashion dimana kita bergandengan tangan dengan semua kalangan baik media pastinya, juga dengan semua pecinta fashion dan industri fashion. Untuk memajukan industri ini semakin maju dan berkembang. From local goes to global,” tutup desainer Andy Sugix yang juga merupakan Founder Value of Andy Sugix dan AS Model Agency.

Bruno Mars Live in Jakarta 2024 Resmi Tambah Hari Konser

0

Kaset.idBruno Mars Live in Jakarta 2024 resmi Umumkan tambah hari ketiga yang akan digelar oleh Live Nation, TEM Presents, dan PK Entertainment sebagai promotor konser artis peraih 14 penghargaan GRAMMY ini.

Awalnya Bruno Mars Live in Jakarta 2024 dijadwalkan tampil di Jakarta pada Jumat, 13 September dan Sabtu, 14 September. Kini, Bruno Mars juga akan tampil pada hari Rabu, 11 September 2024.

Tiket Presale Mandiri Bruno Mars tanggal 13 dan 14 September telah sepenuhnya terjual. Penjualan Umum untuk ketiga jadwal konser akan dilangsungkan pada hari Sabtu, 29 Juni 2024 mulai pukul 10:00 WIB (Waktu Lokal Jakarta) hanya di brunomarsinjakarta.com. Paket VIP juga tersedia di vip.livenation.asia.

Bruno Mars, peraih empat belas GRAMMY Award dan nominasi tiga puluh GRAMMY Award, adalah penyanyi, penulis lagu, produser, dan musisi terkenal yang telah menjual lebih dari 200 juta single di seluruh dunia, menjadikannya salah satu artis terlaris sepanjang masa.

Baru-baru ini Mars menerima penghargaan Album of the Year atas nama duo An Evening with Silk Sonic selama BET Awards 2022. Sebelumnya, duo maut ini berhasil menyapu bersih GRAMMY Awards ke-64, membawa pulang empat penghargaan termasuk Record of the Year “Leave The Door Open”, Song Of The Year “Leave The Door Open”, Best R&B Performance “Leave The Door Open”, dan Best R&B Song “Leave The Door Open”. Ini terjadi setelah “Leave The Door Open” menjadi lagu ke-17 Bruno yang meraih status Multi-Platinum. (EH)

Arumtala takut “Keriput” di album debut “Bercerita”

0

Kaset.id – ArumtaLa, unit musik jazz dengan format duo asal Jakarta yang telah merilis single perdananya yang bertajuk “Masuk Angin” ke pasaran secara digital pada 26 Januari 2024 melalui kerja sama dengan label rekaman demajors, kini akan kembali merilis mini album bertajuk “Bercerita” dan juga single terbaru mereka yaitu “Keriput”.

Arumtala yang terbentuk pada bulan Agustus 2023, beranggotakan Arini Kumara dan Laura Pradipta. Arini, sang pemain Contrabass, Mereka pernah membuat karya storytelling bersama Musicater berjudul “Cerita Fatmawati” yang dirilis tahun 2018. Arini juga bermain cello di Chroma String Quartet dan banyak mengerjakan aransemen orkestrasi dan komposisi. Sedangkan Laura, memiliki latar belakang bermusik sebagai penyanyi jazz profesional sejak tahun 2013. Hingga kini, Laura telah memiliki tiga single bergenre citypop melalui proyek solonya. Selain bernyanyi, dalam sepuluh tahun terakhir Laura juga aktif sebagai seorang wanita karir di bidang kreatif dan pemasaran.

Lagu “Keriput” dari Arumtala bercerita tentang keresahan menghadapi penampilan hari tua yang mungkin akan berbeda dan tidak secantik (atau gagah) pada saat muda. Tetapi walaupun begitu tetap optimis masih akan bahagia dengan menjalani kebersamaan bersama orang tersayang.

Sedangkan dari album “Bercerita” berisikan lagu-lagu yang menceritakan pandangan Arini dan Laura melihat dunia dan menjalani kehidupan dewasa. Mengangkat permasalahan sehari-hari seperti keluhan takut “Masuk Angin” dan takut “Keriput”, cerita tentang kecintaan akan hobi “Buaian Taman”, doa untuk orang-orang tersayang “Senandung Malam” hingga kegalauan akan rasa cinta “Angan Hampa”. Melalui Album “Bercerita”, Arini dan Laura berharap musik-musik ArumtaLa dapat senantiasa mewarnai dan menjadi bagian cerita kehidupan sehari-hari pendengar ArumtaLa.

Aransemen di EP “Bercerita” dibuat oleh Arini dan Laura dengan bantuan para musisi yang mendukung, sementara aransemen strings di lagu “Angan Hampa” dan “Senandung Malam” ditulis oleh Arini. Proses recording EP “Bercerita” dilakukan di Studio Aquarius Jakarta, semua lagu direkam secara live dan dibidani oleh Sukma Raya sebagai Produser, Anugerah Swastadi sebagai mixing engineer dan mastering oleh Stevano.

Artwork EP beserta merchandise “Bercerita” dikerjakan dengan sangat baik oleh Orkha.id yang menerjemahkan musik Arumtala menjadi suatu bentuk karya yang dinamis. Album mini “Bercerita” oleh Arumtala bisa didengarkan di seluruh platform streaming digital, di antaranya Spotify, Apple Music, TikTok Music, Joox, Resso, YouTube Music, dan Deezer.

Luncurkan album “Berbunga”, Aruma terus berkembang

0

Kaset.id – Setelah merilis lima single, yang lagu debutnya “Muak” sudah di-streaming hingga 182 juta kali di Spotify, Aruma kini memasuki babak baru sebagai seorang penyanyi, yaitu merilis album perdana. Mengambil judul “Berbunga”, Aruma menggambarkan album ini sebagai rangkuman proses perkembangan dirinya dalam bermusik.

“Akan ada sepuluh lagu di album ini. Lima lagu sudah dirilis di EP ‘Bertumbuh’, sementara lima lainnya adalah kelopak yang sudah tumbuh dan berbunga pada satu tangkai yang cantik. Semua lagu ibaratnya perjalanan jatuh bangunku di dunia musik hingga menjadi sosok Aruma yang sekarang. Menurutku, semua lagu di “Berbunga” terasa manis meski arti lagunya tidak semanis itu.” Jelas Aruma.

Perjalanan menyiapkan album perdana ini diakui Aruma memakan waktu yang cukup lama, bahkan ada beberapa lagu yang sudah direkam sejak dulu dan baru bisa diperdengarkan sekarang.

“Karena membutuhkan beberapa lagu untuk album ini, aku menggali-gali lagi tabungan laguku. Salah satunya adalah “Salam Perpisahan” yang awalnya dipertimbangkan untuk jadi single debut pada tahun 2022. Setelah diperbaiki sedikit, sekarang lagu ini sudah siap untuk diperdengarkan kepada para pencinta musik. Semoga kalian suka.” Terang Aruma.

Selain “Salam Perpisahan”, ada pula lagu “Delulu” yang memberi tantangan tersendiri bagi peraih penghargaan “Kategori Pendatang Baru Terbaik” di ajang AMI Awards 2023 ini.

“Menurutku, lagu tersebut memiliki aura paling berbeda dari yang lainnya, musiknya tidak manis seperti biasa, tapi berani untuk menunjukkan amarah. Ini jugalah yang coba aku hadirkan di album Berbunga, yaitu sesuatu yang baru. Ada beberapa lagu yang memiliki vibe atau nuansa berbeda dari Aruma yang biasanya dan ada lagu berbahasa Inggris juga.” Tambah Aruma.

Jika EP yang dirilisnya pada 23 Februari kemarin digambarkan sebagai titik awal perjalanannya, album ini adalah masa saat ia sudah berkembang.

“EP Bertumbuh adalah titik awalku dalam mencari tahu dunia. Sementara, di album ini, aku menganggapnya seperti bunga yang sudah mekar, cantik, dan tidak masalah jika salah satu kelopaknya jatuh karena ia tahu kalau suatu saat akan tumbuh lagi yang baru, Itu juga gambaran aspek lain dalam hidupku yang tidak selalu lurus dan mulus. Kadang ada bagian dari diriku yang sangat lemah, kadang aku bisa menjadi wanita paling tangguh. Tapi, dengan semua proses itu, aku berharap akan selalu bisa berbunga dengan indah pada waktunya,” cerita mahasiswi Program Studi Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB tentang filosofi albumnya tersebut.

Tentu saja, meluncurkan album perdana hanya satu dari sekian banyak keinginan dalam karier bermusik Aruma yang ingin ia wujudkan.

“Yang pasti, aku ingin sekali banyak orang yang mendengarkan album “Berbunga”. Tidak hanya itu, aku juga ingin menyanyikan lagu-lagu yang ada di album ini langsung di hadapan para penggemarku. Semoga suatu saat aku bisa mengadakan showcase besar dan bertatap muka dengan mereka. Rencananya, setelah album Berbunga rilis, aku akan mengadakan promosi, tapi seperti apa bentuknya, tunggu aja ya. Doakan semua berjalan lancar.” ujar Aruma.

Aruma berharap album ini akan mendapat sambutan menggembirakan, baik dari para penggemar mau pun pendengar musik secara umum, dan menangkap pesan yang ingin ia sampaikan melalui Berbunga.

“Semoga kalian juga akan ada di titik berbunga, saat kalian sudah ikhlas terhadap pahit dan manisnya proses kehidupan. Yakinlah bahwa kelopak demi kelopak yang kalian punya akan selalu tumbuh kembali setelah terjatuh,” demikian pesan positif Aruma.

Album terbaru Aruma, “Berbunga” sudah bisa didengar di platform music digital kesayangan kalian.

Lagu cinta yang tidak galau di single “She Said” nya Yovan Poli

0

Kaset.id – Setelah mengeluarkan single yang berjudul “Pov”, Yovan Poli, seorang rapper dan produser musik hip hop kelahiran tahun 2000 ini kembali dengan lagu terbaru nya berjudul “She Said”. Single ini juga merupakan lanjutan setelah kemarin sukses dengan single berjudul “Mager” dan “Beat it Up feat. Mysitcc” yang viral di Tiktok. Lagu – lagu Yovan Poli banyak terinspirasi dari konten – konten video yang ada di Tiktok.

Lagu “She Said” bercerita tentang seorang pria yang memiliki kekasih dan sang kekasih selalu mengatakan bahwa pria tersebut berbeda dengan mantan pacarnya. Yovan Poli ingin menghadirkan warna berbeda dengan lagu cinta yang lebih upbeat. Lagu ini juga dibuat agar pendengarnya mengetahui bahwa lagu cinta tidak melulu tentang lagu galau.

Selain mengumumkan perilisan single terbarunya, Yovan Poli juga memberi kabar gembira bagi para penggemar dengan mengumumkan bahwa dia akan merilis album perdana berjudul “Welcome to Reality” pada tahun 2024. Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk terus berkarya dan menghadirkan konten – konten yang relevan di dunia musik Indonesia.

Dengan karir yang dimulai pada tahun 2018 dan kemampuan memproduksi musiknya sendiri sejak 2020, Yovan Poli telah mencetak lebih dari 30 lagu yang semuanya ia produksi sendiri. Keberhasilannya membawa genre hip-hop menjadi lebih diterima di Indonesia adalah bukti bahwa ia tidak hanya sebatas seorang musisi, tetapi juga penggagas tren baru dalam musik Tanah Air. Dengan “She Said” sebagai langkah dari album “Welcome to Reality” sebagai proyek ambisius berikutnya, Yovan Poli siap menyapa penggemar dengan sajian musik yang penuh keberanian dan orisinalitas.

Rilis single kedua “Di Matamu Cinta”, Dokter Rendy Laks jagain Jodoh Orang

0

Kaset.id – Setelah dua tahun lalu merilis single debut berjudul “Abu”, Rendy Laks, penyanyi sekaligus dokter spesialis kulit kelamin estetika (Sp.DVE) atau yang saat ini disebut sebagai dermatologi venereology and aesthetics ini kembali hadir di industri musik nasional meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Di Matamu Cinta”. Tidak hanya itu, selain merilis single keduanya tersebut, Rendy Laks juga hadir memperkenalkan one stop music label bernama RL Entertainment yang baru saja didirikannya.

Rendy Laks

Single “Di Matamu Cinta” ditulis Rendy Laks bersama Stevanz, musisi dan pencipta lagu sekaligus partner dalam melakukan proses kreatifnya. Lirik lagu “Di Matamu Cinta” sendiri bercerita tentang konflik hubungan antar pasangan,

“Saya menulis lagu dan lirik ini bersama Stevanz, dia yang pertama menawari saya untuk menyelesaikan lagu ini. Liriknya kita buat sama – sama dan kebetulan pada proses pembuatannya sempat terjadi perbedaan – perbedaan pemahaman maksud dari cerita di lirik ini sama Stevanz. Kalau saya siy memahami maksud lirik lagu “Di Matamu Cinta” definisinya seperti jagain jodoh orang…hahaha”, terang Rendy Laks kepada awak media di acara launchingnya Rabu 26/6/24.

Rendy Laks dan Stevanz

“Waktu menulis lirik lagu ini terus terang saya terinspirasi sama istri saya, itu pengalaman pribadi saya juga hehe…dan memang sempat ada debat dengan Rendy Laks masalah definisi lirik lagu ini. waktu awal saya buat lagu ini saya kasi judul “Selalu Salah’, karena kita sebagai laki – laki koq selalu salah di hadapan Wanita. Nah daripada selalu salah terus akhirnya saya buat karya aja…karena kita sebagai laki – laki itu sangat sulit memahami Wanita. Wanita itu makhluk paling indah yang Tuhan ciptakan tapi begitu rumit dan kompleks untuk di pahami”, ujar Stevanz.

Lagu “Di Matamu Cinta” ini di produksi Rendy Laks dengan ditangani langsung oleh label / one stop music yang didirikannya yaitu RL Entertainment dimana proses produksinya memakan waktu selama 6 bulan mulai dari proses pembuatan lagu dan lirik sampai dengan rekaman dan proses mixing masteringnya.

Stevanz

“Proses lagu ini memakan waktu 6 bulanan, karena selain proses pembuatan lagu kita ada proses coaching 3 bulan dimana Rendy melatih cara bernyanyinya untuk lagu ini dan hasilnya luar biasa, Rendy itu bukan penyanyi yang banyak menunjukan tekhnik bernyanyinya melainkan dia itu penyanyi yang punya rasa dalam bernyanyi. Lagu “Di Matamu Cinta” ini begitu enak dan pas Ketika Rendy nyanyikan”, tutur Stevanz lagi.

Lewat RL Entertainment, Rendy Laks menunjuk pihak E Motion sebagai Publisher dari single barunya ini serta IDE (Indonesia Digital Entertainment) sebagai aggregator yang mengurusi single “Di Matamu Cinta” ini ke digital store platform. Christy Prayang dari IDE dan Ulfatunisa dari E Motion sepakat mendukung single anyar dari Rendy Laks ini dalam proses pengurusan hak cipta lagu, submit digital store platform dan promosi di social media masing – masing.

Launching Single kedua Rendy Laks

Rendy Laks adalah penyanyi yang sejak kecil sudah aktif mengejar cita – citanya, bersama kedua adiknya yaitu Bella dan Kriszia, Rendy pernah membentuk group bernama Trio Candy Bersaudara. Trio ini sempat menjadi penyanyi lagu anak-anak dan masuk dalam kompilasi artis cilik versi majalah BOBO, penerima Putera Bangsa Berbakat 1999 dari Menpora Agung Laksono Bersama Sunar One, pencipta lagu diobok obok Bersama Paman Dolit dan Label ARCO Record (Milik A. Riyanto, penyanyi era tahun 80an).

Seiring tumbuh dewasa ia sering mengikuti festival menyanyi dan pencapaian terjauhnya menjadi 100 besar the Voice Season 1, tak berhenti berpuas diri sampai disitu ia ingin memiliki pendidikan formal di bidang musik, karena ia merasakan beratnya memproduksi musik tanpa jalur formal dan finansial yang memadai, impiannya sempat kandas saat harapannya mendapatkan beasiswa musik sekolah yang ia usahakan di konservatorium musik di perancis. Setelah kandas mendapatkan bea siswa di Perancis, secara unik kehidupan mendamparkannya memenangkan beasiswa studi kedokteran dan menjadikannya seorang dokter spesialis kulit kelamin estetika (Sp.DVE/ dermatologi venereology and aesthetics), mata pencaharian yang ia lakukan hingga hari ini.

Stevanz, Rendy Laks, Ulfatunisa dan Christy Payang

Saat ini Rendy Laks  aktif menjadi dokter spesialis kulit kelamin dan estetika (Dermatologi, Venereologi dan Estetika) di Siloam TB Simatupang, C Derma Pondok Indah (Ciputra) dan C Derma Lotte (Ciputra) dan kontributor di Siaran TV Edukasi Kulit berbahasa Inggris SEA Today Jakarta.

Tidak berhenti konsisten mengejar impian masa kecilnya, dari hasil kerja kerasnya sebagai dokter, Rendy Laks terus bekerja sembari menyelesaikan sekolahnya sebagai penyanyi wedding, cafe dan event yang tergabung dalam Orbit Band Bersama Gracia Organizer dan Exchange Organizer Malang tempat ia belajar dan ditempa menjadi musisi. Uang hasil menyanyi menjadi tambahan dana selama ia menjalani perkuliahan dengan beasiswa LPDP untuk mendukung kehidupan ekonominya. Saat itu Orbit Band yang saat ini mengalami masa vakum karena beberapa personel berpindah ke kota lain. Termasuk Rendy yang selulus Pendidikan spesialis (Rendy lulus dengan predikat cumlaude dengan IPK 3,95 dan berkesempatan Kembali bekerja di Jakarta) pindah menetap di Jakarta namun seringkali ia masih menerima Pekerjaan off air menyanyi di kota lain.