Friday, July 24, 2026
Home Blog Page 72

Upie Guava konsisten kembangkan tekhnologi XR di dunia perfilman dan video musik

0

Kaset.id – Beberapa waktu lalu Judika dan Lesti resmi meluncurkan single kolaborasi yang berjudul “Bukan Karena Tak Cinta”. Yang menarik dari single ini adalah video musiknya yang digarap secara Istimewa oleh Upie Guava dari Guava Production House. Upie yang punya latar belakang musisi dan akhirnya menekuni dunia videografi dan penyutradaraan ini tidak main – main dalam memproduksi video musik dari single Judika dan Lesti tersebut.

Berbeda dengan Music Video Judika dan Lesti sebelumnya, di music video kali ini Upie yang pernah mengerjakan video musik banyak musisi nasional dan internasional seperti: David Pedroza (Amerika Serikat), Aeon Sable (Jerman), dan Brandon Stone (Georgia) memproduksi video music Judika dan Lesti ini menggunakan Teknik XR (Extended Reality), dibuat oleh Guava Production House dan di shoot di DossGuavaXR studio. XR merupakan suatu teknologi baru bagi dunia perfilman yang menghadirkan practical shooting pada digital background. Teknologi XR mencakup Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Mixed Reality (MR).

Teknologi yang menggabungkan elemen-elemen dunia nyata dan dunia maya sehingga menciptakan pengalaman yang lebih immersif dan interaktif. Disampaikan oleh Upie Guava saat pembuatan music video teknologi XR dapat menjadi suatu alternatif bagi industri perfilman dalam mewujudkan gagasan “liar” seorang filmmaker.

Upie bersama beberapa rekannya memang banyak mendalami teknologi XR virtual Production, beberapa penyanyi nasional sepert Armand Maulana, Noah, Andi Rianto, Lyodra, Arsy Widianto hingga Brisia Jodie  sudah merasakan syuting dengan tekhnologi yang Upie tekuni hingga Upie banyak dikenal sebagai sutradara pertama yang mengadaptasi teknologi XR virtual production pertama di Indonesia.

Pada tahun 2022, ia berkolaborasi dengan beberapa partner me launching studio XR virtual Production nya yang diberi nama DossGuavaXR Studio di daerah pejaten barat Jakarta Selatan

Penasaran seperti apa salah satu musik video karya Upie bisa ditonton di single Judika dan Lesti tersebut.

Duet Judika dan Lesti hasilkan single cinta sejati yang harus mengalah

0

Kaset.idJudika kembali merilis single terbaru berjudul “Bukan Karena Tak Cinta“. Lagu ini adalah single duet pertama Judika dan Lesti Kejora yang rilis di seluruh platform digital pada sejak hari Jumat, 7 Juni 2024 lalu.

Lagu yang diciptakan oleh EndaUNGU’ & OncyUNGU’ dan diproduksi secara gabungan antara PT Dua Anak Deo dan 3D Entertainment ini sudah sejak lama diciptakan dan sudah sejak lama pula direncanakan untuk dinyanyikan duet oleh Judika dan Lesti. Namun karena kesibukan dan beberapa alasan lainnya, baru di tahun 2024 ini rencana duet bisa terealisasi.

“Ini sebenarnya project yang sudah lama tapi masih terpending-pending terus karena kesibukan dari Kak Judika dan aku sendiri, jadi baru bisa terealisasi sekarang”, terang Lesti menceritakan bagaimana project duet ini bisa dijadi.

Berceritakan tentang cinta sejati yang ‘mengalah’ lagu ini di-arrangement begitu apik oleh Ivan Dewanto & Reza Eka Putra. Judika menyampaikan bahwa dia berharap di duet ini bisa menjadi sesuatu yang everlasting.

“Jadi aku ingin di duet ini orang bukan hanya ingat lagunya tapi part-part di dalam lagunya ada hook-hook yang bisa diingat terus seperti lagu Endless Love, part duetnya yang simpel tapi romantic. Dan aku berharap di lagu Bukan Karena Tak Cinta ini juga terjadi”, papar Judika saat menceritakan bagaimana lagu ini dibuat.

Bukan hanya duet pertama Judika dengan Lesti, di lagu ini untuk pertama kalinya Lesti merilis lagu Pop. Lesti menjelaskan bahwa kolaborasi ini adalah sebuah pengalaman yang sangat sulit dilupakan.

“Lagunya bagus, sebuah kolaborasi dari genre yang berbeda, lumayan agak sulit apalagi ini duet cewek cowok dengan range suara Kak Judika yang sangat lebar. Ini tantangan yang sangat asik”, Lesti kembali menjelaskan.

Berbeda dengan Music Video Judika dan Lesti sebelumnya, di music video kali ini diproduksi menggunakan Teknik XR (Extended Reality), dibuat oleh Guava Production House dan di shoot di DossGuavaXR studio. XR merupakan suatu teknologi baru bagi dunia perfilman yang menghadirkan practical shooting pada digital background. Teknologi XR mencakup Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Mixed Reality (MR).

Teknologi yang menggabungkan elemen-elemen dunia nyata dan dunia maya sehingga menciptakan pengalaman yang lebih immersif dan interaktif. Disampaikan oleh Upie Guava saat pembuatan music video teknologi XR dapat menjadi suatu alternatif bagi industri perfilman dalam mewujudkan gagasan “liar” seorang filmmaker. Penasaran seperti apa Music Video-nya, bisa ditonton di YouTube channel Judika Entertainment.

Satu dekade absen, Vagetoz hadiahkan album baru buat fans nya

0

Kaset.id – Setelah lama tak terdengar, Vagetoz akhirnya kembali! Vagetoz, band asal Sukabumi yang terbentuk sejak Mei tahun 1999, dengan formasinya yang sekarang beranggotakan 3 orang yaitu Teguh Permana (vokal), Acep Gunawan alias Soni (gitar), Irman Mardani Putra alias Nuki (gitar) telah menyiapkan album baru untuk para pendengarnya.

Untuk merayakan ulang tahun Vagetoz yang ke-25, tepatnya 12 Mei kemarin, mereka menghadiahkan penggemarnya, Vagetista dengan merilis single perdana dari album terbaru, yang berjudul “Usai Pencarianku”. Lagu ini diharapkan dapat mengobati rasa rindu para fans karena lagu ini memiliki nuansa musik yang mirip dengan “Saat Kau Pergi”, salah satu lagu yang cukup hits kala itu. Lagu ini juga dipilih sebagai lagu andalan dari album “Ceritaku Ceritamu”. Lagu dengan lirik yang penuh dengan energi, meyakinkan bahwa pencarian cinta yang selama ini telah usai, tetap menunjukkan bahwa dia tetap ada disampingnya, walaupun dia belum menyadarinya.

“Alasan lagu “Usai Pencarianku” ini dipilih sebagai unggulan karena lagu ini menjadi ciri khas Vagetoz banget baik dari segi musik dan liriknya tapi tetep kita kasih sesuatu yang beda agar lagunya tetep segar untuk didengar juga”, ujar Soni dari Vagetoz.

Menurut Soni, penggalan lirik dari lagu ini juga bisa diartikan secara universal, tidak selalu soal cinta dengan pasangan, namun bisa diartikan lebih luas lagi, seperti pencarian jati diri.

Sering dikira hilang setelah lebih dari satu dekade absen merilis album, Vagetoz akhirnya kembali lagi dengan menyuguhkan 12 karya terbaru mereka yang dikemas dalam bentuk album bertajuk “Ceritaku Ceritamu”.  Keseluruhan lagu yang terdapat dalam album “Ceritaku Ceritamu” ini  pun bertemakan cinta. Meskipun Vagetoz mengemasnya dari sisi yang berbeda-beda. Ada yang memuat cerita sedih, ada pula tema cinta yang berakhir dengan kebahagiaan. Namun yang jelas, cerita yang diangkat memang berdasarkan kisah yang biasa sering terjadi di masyarakat.

“Dari sekian single yang kita buat, jujur aja ini bakal menjadi album favorit buat saya. Karena dari 12 lagu tersebut buat saya ini sangat berwarna. Entah itu aransemennya, musiknya, atau mungkin orang akan merasa ini ada warna baru tapi tetap tidak meninggalkan rasa Vagetoz,” ungkap Teguh.

Dibuka dengan lagu Usai Pencarianku ini, Vagetoz berharap bisa mengobati kerinduan bagi Vagetista Indonesia sebutan untuk penggemar setia mereka. Meskipun begitu, mereka tetap ingin mempertahankan eksistensi dan keunikan musik mereka yang selama ini sudah dikenal luas.

Dnov, solois indie asal Surabaya ini luncurkan single ketiga bertajuk “Maaf”

0

Kaset.id – Semua orang tanpa sadar terhubung dalam sebuah koneksi. Koneksi yang tercipta dari pertemuan dan perpisahan. Dalam setiap awal selalu ada akhir. Sebuah runtutan kejadian dalam hidup yang akan terus terjadi dan berputar sepanjang hidup kita, atau setidaknya begitulah perasaan yang berusaha disampaikan oleh Dnov dalam single terbarunya yang berjudul “Maaf’”.

Mengawali debutnya sebagai solois setelah tertidur cukup lama, Dnov ingin menyampaikan suatu kisah penuh perjuangan dalam hubungan yang dipaksakan. Sebuah single pertama yang dapat menggetarkan hati para pendengarnya, menggali jauh ke dalam kompleksitas hubungan antarmanusia, mengeksplorasi  sebuah perjalanan yang menyayat hati.

Sebelumnya familiar dengan sapaan ‘Dinov’, kali ini solois asal surabaya ini mencoba membawa angin segar dengan sedikit melenceng dari identitas aslinya. Kini ia dikenal dengan nama ‘Dnov’. Masih dengan pembawaannya yang enerjik dan antusias, namun tenang. Pernah turut meramaikan skena indie lokal surabaya dengan Single ‘Lara’ yang dirilis 2017 lalu, dan disusul dengan ‘Beranjak Pergi’ di tahun depannya, Dnov berhasil menembus pasar musik surabaya dengan berpartisipasi di berbagai event musik lokal seperti Friday M Live, Saturjazz, On Boarding, hingga Senja Santai. Kali ini ia kembali dengan ‘Maaf’, single ketiga yang masih sangat kental dengan karakternya.

“Maaf” merupakan sebuah single melankolis yang dapat menggemakan sentimen dari banyak hati yang bertarung dengan penderitaan akibat perpisahan. Dengan lirik yang dipenuhi kerinduan dan melodi yang diliputi kesedihan, Dnov menggambarkan potret hidup dua hati yang terpisah meski mereka berbagi rasa sakit.

Diproduksi oleh Satriagung Caesar Wijaya dan Amarullah Aulia Rahman, “Maaf” adalah bukti kehebatan artistik dan kedalaman emosional Dnov yang berhasil dikemas dalam satu track yang kedengarannya ringan, namun terasa berat. Melalui dinamika vokal yang menghantui dan aransemen musik dengan tensi yang naik turun, ‘Maaf’ bisa memberikan kesan pahit manis dari kisah perpisahan dengan cinta yang pernah membara.

“Dnov selalu punya gaya yang khas dia banget. Walaupun demo yang dikirim selalu hanya gitar dan vokal aja, tapi musik yang ingin dia sampaikan bener-bener bisa langsung tergambar dengan cukup jelas. Untuk referensi produksinya aku banyak dengerin musik yang dnov suka kayak Coldplay dan The Script. Dia juga suka banget sama aransemen live band yang pesta banget kayak Noah, Sammy Simorangkir, dan Glenn Fredly. Jadi otomatis kita bikin pattern ritem yang sederhana, seringkali unison, tapi terdengar padat dan meriah. Drumnya dibikin  ala ala live performance, set yang dipilih juga yang ga seberapa compressed biar dapet rasa open nya. Kita kasih Strings Arrangement di beberapa section yang pengen kedengeran megah. Selebihnya cukup standard, kita bikin sesuai produksi Dnov biasanya. Cuman dibikin lebih seger aja,” kata Satria selaku produser.

Setiap nada, sarat dengan beban kata – kata yang tak terucapkan dan impian yang luluh lantak. Dentuman drum dengan pola ritem bass yang sederhana, beresonansi seolah menunjukkan pengalaman rasa sakit karena janji yang tak terpenuhi dan luka yang belum sembuh.

“Maaf” adalah Sebuah kisah tentang seorang yang berusaha minta maaf kepada seseorang, karena sudah tidak bisa lagi berusaha untuk bersama. Karena ketika hubungan itu dipaksakan akan semakin hancur. Semakin mencoba semakin jauh, terdapat perbedaan yang terlalu jauh, terlalu susah untuk bersatu, padahal memiliki rasa luka yang sama, Aku nggak bisa mengungkapkan perasaan kepada seseorang, harapannya dia yang mendengarkan lagu ini dapat tersadar, bahwa lagu ini adalah permintaan maaf untuknya.” ungkap Dnov.

Pada saat track ‘maaf’ tercipta tanpa sengaja, Dnov tanpa sadar terbawa suasana hingga menimbulkan tangis pada dirinya sendiri. Karena dibalik lirik yang disampaikan terdapat kisah yang cukup menyayat hati meskipun latar belakang track ini bukanlah dari pengalaman pribadi namun pengalaman orang yang pernah berhubungan dekat dengan Dnov.

Kedepannya ‘Maaf’ akan menjadi pembuka dari perilisan EP “LARA”. Rilisan berikutnya akan menceritakan tentang kumpulan rasa – rasa sakit yang dijadikan satu, yang nantinya akan membentuk kisah “Lara” dengan pesan “Merelakan kebahagiaan seseorang itu bagian dari kebahagian kita juga”. Dnov juga berencana untuk berkolaborasi dengan musisi lain dalam EP ini.

‘MAAF’ sudah tersedia di Spotify, Apple Music, Youtube Music, dan platform lainnya.

T-Five remake lagu “You” milik Ten2Five

0

Kaset.idT-Five kembali menggebrak industri musik Tanah Air dengan merilis remake dari lagu hits “You” yang dipopulerkan oleh Ten2Five. Lagu yang pernah menjadi soundtrack sinetron populer pada awal tahun 2000-an ini akan dihadirkan kembali dengan sentuhan musik yang lebih segar dan modern, namun tetap mempertahankan esensi romantis yang menjadi ciri khasnya.

“You” merupakan salah satu lagu cinta yang sangat populer pada masanya. Liriknya yang menyentuh dan melodinya yang easy listening membuat lagu ini mudah diterima oleh berbagai kalangan. T-Five melihat potensi besar dalam lagu ini untuk kembali dihadirkan dan dinikmati oleh generasi saat ini.

Dalam proses produksi remake single “You”, T-Five menggandeng musisi-musisi berbakat untuk memberikan sentuhan baru pada aransemen musiknya. Selain itu, penyanyi muda berbakat juga dipilih untuk membawakan lagu ini dengan interpretasi yang lebih fresh dan kekinian. Remake single “You” dari T-Five ini diharapkan dapat membangkitkan kembali kenangan manis bagi para pendengar yang pernah merasakan indahnya cinta pada masa lalu.

Selain itu, lagu ini juga diharapkan dapat menjadi lagu cinta favorit baru bagi generasi muda saat ini. Single “You” akan segera tersedia di berbagai platform musik digital mulai, sedangkan video musiknya juga akan dirilis secara bersamaan di kanal YouTube resmi T-Five Official.

Bersama vokalis anyar, musik Caffeine lebih fresh dan lebih drive di single “Di Antara Dua Cinta”

0

Kaset.id – Band asal Bandung, Jawa Barat, Caffeine, kembali meramaikan industri musik tanah air dengan merilis single terbaru mereka yang berjudul “Di Antara Dua Cinta“. Single ini merupakan karya kedua mereka bersama vokalis baru, Chikin Muhammad. Seperti diketahui, formasi terbaru Caffeine kini terdiri dari Chikin (vokalis) Beni Anwar (gitar), dan Suyudi Quyud (drum).

“Di Antara Dua Cinta” terinspirasi dari kisah nyata tentang dilema mencintai dua orang sekaligus. Cerita di balik lagu ini menggambarkan perasaan lelah karena harus menjalani dengan dua pasangan dan akhirnya memutuskan untuk memilih salah satu.

“Pernah kejadian, tapi itu sudah lama. Prosesnya memang berjalan lancar, tapi rasanya tidak benar juga,” ungkap Beni, menceritakan pengalaman pribadinya.

Chikin juga menambahkan tantangan dalam menjaga privasi ketika kita punya lebih dari satu pasangan. “Kesulitannya adalah menjaga privasi handphone. Apalagi saat SMA, sering dicek handphone-nya. Harus hapus dulu chat-nya biar tidak ketahuan”

Lagu baru ini memang sedikit berbeda dengan lagu Caffeine yang dahulu. Musiknya terdengar lebih fresh. Jika dahulu, Caffeine identik dengan pop romantic, sekarang terasa lebih milenial,

“Musik Caffeine itu jarang teriak-teriak dari dulu. Jadi bedanya itu. Beda di emosionalnya menyesuaikan dengan karakter vokal Chikin” ungkap Beni.

Selama ini Caffeine dikenal dengan proses kreatif mereka yang unik, di mana masing-masing anggota memiliki studio sendiri untuk mengembangkan ide musik,

“Kami jarang jamming bersama di studio. Mungkin lebih leluasa imajinasinya masing-masing. Yang penting alur notasi dan chord-nya tetap sesuai,” kata Beni.

Single terbaru ini masih berakar pada genre pop yang menjadi ciri khas Caffeine, namun dengan sentuhan rock yang lebih segar.

“Gitarnya lebih drive, biar fresh aja lah,” ujar Beni sang gitaris .

“Bagian menarik dari lagu ini ada di modulasi dari reff kedua ke interlude, yang langsung naik satu tangga nada. Mengungkapkan kekecewaan tapi dengan klimaks yang gahar di ending,” tambahnya.

Dengan formasi baru dan warna musik yang lebih fresh, Caffeine berharap dapat diterima oleh semua pendengar musik,

“Harapannya dengan warna baru Caffeine bisa diterima. Kadang lagunya bagus, tapi belum tentu juga bisa diterima. Ya semoga aja kali ini bisa boom,” harap Chikin.

Tak hanya itu, Caffeine juga berencana untuk merilis format album atau mini album, dengan harapan tetap eksis di industri musik,

“Saya ingin eksistensi Caffeine tetap jalan. Tetap berkarya dengan jeda waktu jangan terlalu lama atau terlalu pendek,” kata Yudi.

Dengan single “Di Antara Dua Cinta”, Caffeine menunjukkan bahwa mereka terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sambil tetap mempertahankan ciri khas mereka masing-masing.

Ada vibe Agak Laen di film asal Thailand berjudul “My Boo”

0

Kaset.id – Belum lama ini penikmat film tanah air baru saja di sajikan sebuah film horor komedi berjudul “Agak Laen” yang diproduksi oleh Imajinari Films. Film “Agak Laen” berhasil menembus 9 juta penonton sehingga membuat film ini menjadi film Indonesia terlaris di tahun 2024.

Saat ini film yang memiliki ide cerita unik dan fresh ini mendapatkan saingan dari sebuah film asal Thailand yang berjudul “My Boo”, film asal Thailand yang bergenre sama dengan film “Agak Laen” tersebut konon kabarnya adalah film yang sukses mendapatkan penonton di Thailand dan bahkan masuk ke dalam 5 besar film terlaris mengalahkan beberapa film asing disana.

SHEN Entertainment, RA Pictures dan A&Z Films secara resmi akan mengedarkan film horor drama komedi asal Thailand yang berjudul “My Boo” di Indonesia pada 19 Juni 2024 mendatang. Jujur saja, saat menyaksikan film yang berdurasi 2 jam 5 menit di penayangan untuk wartawan dan undangan di CGV Grand Indonesia, Jakarta pada Jumat 14/06/2024 kemarin terasa banget kalau vibe film ini begitu dekat dengan film “Agak Laen”.

Ide cerita yang mirip – mirip terutama di cerita rumah hantu dan pasar malamnya mengingatkan akan film asal Indonesia yang di perankan Indra Jegel dan kawan – kawan tersebut. Ketika kita buka rangking kedua film ini di IMDB film “Agak Laen” masih unggul memiliki nilai 7.8, sementara film “My Boo” berada di 7.3.

Kembali ke film “My Boo”, sejak teaser pertamanya dirilis, “My Boo” atau yang dikenal juga dengan judul “Anong” ini di Thailand sudah menerima banyak sorotan karena sutradara, pemain, dan alur ceritanya yang unik dan meraup sukses saat dirilis di Thailand dan masuk dalam daftar film box office menggeser dominasi film-film Hollywood di Thailand.

“My Boo” menerima banyak perhatian karena menjadi proyek kembalinya S. Khomkrit Treewimol sebagai sutradara. Selain itu, deretan pemain yang digandeng oleh S Khomkrit juga merupakan para artis papan atas Thailand.

Film “My Boo” di bintangi oleh Maylada Susri sebagai Anong, Sutthirak Subvijitra sebagai Jo,  Chalermpol Thikampornteerawong sebagai Thong Gon, Tatchaya Supatanyasatit sebagai Thong Yib,  Dharmthai Plangsilp sebagai Kong, Punyawee Jungcharoen sebagai Soda, Narttida Pitakwararat sebagai Owen dan Phuang Kaewprasert sebagai Uncle Pom.

My Broo bercerita tentang Joe, seorang gamer, mewarisi rumah tua yang ternyata berhantu beserta hantu penghuninya. Namun, baik manusia maupun hantu tidak mau pergi dari rumah itu. Akhirnya Joe dan para hantu memutuskan untuk bekerjasama untuk menjalankan wahana rumah berhantu untuk menarik pengunjung demi mendapatkan uang. Seiring berjalannya waktu Joe mendapati hantu-hantu yang ada di sana sangat menawan, terutama Anong, yang membuatnya tertarik. Akankah dua orang dari dua dunia yang berbeda ini bisa mengatasi perbedaan mereka dan bisa bersama? Saksikan filmnya tanggal 19 juni ya!!

Beranjak dewasa, Faith luncurkan single “Masa Lalu”

0

Kaset.id – Mempunyai kisah cinta yang buruk dan tidak berakhir indah bukanlah merupakan keinginan setiap individu. Tapi bagaimana kita menyikapinya dan berusaha meletakkannya di bagian terujung dari ingatan dan melabelinya dengan “Masa Lalu”. Hal ini juga yang terjadi oleh Faith di single terbarunya.

Faith yang sudah ingin move on dari masa-masa kurang indah tersebut, tapi masih saja selalu diganggu oleh sosok masa lalu tersebut. Dirinya kemudian menegaskan bahwa sosok tersebut hanyalah masa lalu yang tidak perlu untuk diungkit kembali keberadaannya, dan dirinya telah berlapang dada untuk melepaskannya.

“Masa Lalu” sendiri diciptakan oleh Aldi Nada Permana dan dibantu oleh Kamga Mo sebagai vocal director pada saat pengerjaannya. Single dari Faith ini terbilang cukup menarik, tema yang diangkat adalah tema yang berbau galau, namun pada pengimplementasian musik pada single ini sangat groovy. Bahkan bila tidak memperhatikan lirik, kita akan menyangka bahwa ini adalah lagu jatuh cinta.

Hal lain yang membuatnya menarik adalah di single ini Faith juga bermetamorfosa dari seorang remaja menjadi dewasa. Tidak hanya dari segi umur tapi juga pemikiran dan pemilihan lagu “Masa Lalu” ini sebagai next single yang di rilis. Dengan sentuhan groovy pop tahun 80 akhir, single ini akan mengingatkan kita akan masa masa golden era sepatu roda dan kostum warna warni yang bold. Sungguh sangat ciamik untuk disimak.

Faith telah resmi merilis single “Masa Lalu” pada 7 Juni 2024 lalu di seluruh Digital Store Platform, sedangkan video musiknya bisa disimak melalui kanal resmi Hits Records .

Faith berharap bahwa single ini bisa membawa berita baik bagi dirinya yang sedang dalam masa peralihan dari remaja menuju dewasa,

“Semoga dengan dirilisnya single ini membuat aku yang sedang mengalami fase perubahan ini semakin bersemangat dan singlenya membawa berita baik juga buat aku  dan tim ku yang sudah mempersiapkan semuanya”, tutup Faith.

Juara The Voice Kids season 4, Niki Mawarni makin dewasa di single “Things I Didn’t Do”

0

Kaset.id Niki Mawarni, Juara The Voice Kids season 4 kembali hadir dengan karya terbarunya yang berbeda dari sebelumnya. Setelah hadir dengan single “Pangeran Datang”, kali ini Niki hadir single berjudul “Things I Didn’t Do” dimana Niki tampil dengan lebih mature. Melalui single ini Niki ber-transformasi menjadi Niki yang sudah remaja.

Di single “Things I Didn’t Do” ini Niki menggunakan bahasa inggris di lirik lagunya dan Niki pun mengungkapkan bahwa dengan lirik Bahasa inggris dan tuntutan agar dia tampil lebih mature dari sebelumnya merupakan tantangan tersendiri baginya.

“Things I Didn’t Do” bagi Niki merupakan sebuah single yang bercerita tentang seseorang yang selalu menyalahkan kekasihnya dan merasa cemburu dengan apapun yang kekasihnya lakukan.

Dalam lagu “Things I Didn’t Do” ini Niki menjadi seseorang yang selalu disalahkan, pada akhirnya iya tidak ingin meminta maaf atas apa yang tidak dia lakukan dan lebih baik memilih berpisah saja dengan orang tersebut.

Single ini sekaligus menandai kedewasaan seorang Niki Mawarni sebagai seorang penyanyi. Lewat single ini Niki berharap bisa semakin mendekatkan dirinya dengan para penggemarnya yang sudah mengikuti dirinya dari awal karir bermusiknya.

Single “Things I Didn’t Do” sudah tersedia di seluruh platform musik digital kesayangan kamu, sementara itu video klip nya bisa disimak melalui official channel Youtube “Hits Records”. Selamat menikmati.

Jelang memasuki tahun kedua, Ajang penghargaan “Kaset Awards” perkenalkan youtube konten mingguannya nya

0

Kaset.id – Ada yang beda dari kolektif pewarta musik Jaringan Jurnalis Musik (JJM) saat persiapan Kaset Awards kedua. Di tengah proses penjurian yang tengah berjalan, JJM kali ini bekerja sama dengan rumah produksi 13 Nadi Musik menyiapkan konten Kaset Awards YouTube. Acara ini baru saja tayang resmi pada 13 juni 2024 kemarin. Sedangkan Kaset Awards sendiri seperti tahun sebelumnya dijadwalkan akan berlangsung pada antara bulan Oktober atau November 2024.

“Karena jarak tiap tahunnya cukup lama, kami membuat konten yang akan tayang seminggu sekali sebagai fasilitas penyebaran informasi karya musisi kita yang baru dirilis. Lebih dari itu, ada tangga lagu (chart), info musik, info konser, review album/video klip, wawancara dengan bintang tamu yang selanjutnya akan ditutup dengan penampilan live si bintang tamu yang diundang,” jelas Fransiscus Eko dari JJM yang kali ini bertindak sebagai produser Kaset Awards Youtube Content.

“Persiapannya masih sama seperti tahun sebelumnya. Tidak ada perbedaan yang berarti. Sedangkan banyak sekali nama-nama artis baru yang muncul. Untuk saat sekarang ini sudah memasuki tahap akhir penjurian,” tambah Andre Stroo, anggota JJM.

Konten Youtube Kaset Awards ini menampilkan host Sigit Wardana dan Isabel Azhari, yang kebetulan juga sama-sama musisi, dan punya karya.

“Persiapanku untuk menjadi host Kaset Awards terutama terdiri dari mendengarkan banyak playlist musik yang berbeda, khususnya tangga lagu teratas. Acara ini tentunya menarik karena kita akan mendapatkan informasi tentang musik apa aja yang sedang populer saat ini,” jawab Isabel saat ditanya tentang apa persiapannya menjadi host Kaset Awards.

“Kami setuju menjadi partner media digital karena acara tentang musik seperti ini udah lama nggak ada, sehingga diharapkan bisa menjadi wadah pilihan dalam skena musik digital Indonesia. Acara pengumuman pemenangnya juga bisa digarap meriah profesional serta bergengsi agar banyak musisi yang terlibat termasuk juga para stakehodlder musik lainnya” jelas Gio Wibowo dari 13 Nadi Musik.

Baik Isabel Azhari maupun Sigit Wardana mengaku sangat senang bisa terlibat dalam konten youtube Kaset Awards ini dan keduanya juga mempunyai harapan agar konten ini bisa menjadi manfaat bagi insan musik Indonesia,

“Salah satu artis Indonesia favoritku adalah Idgitaf. Aku menyukai musiknya dan menurut aku dia adalah penulis lirik yang luar biasa, jadi aku senang sekali jika dapat kesempatan untuk mewawancarainya dan mengetahui lebih banyak tentang perjalanannya dan proyek mendatang,” tambah Isabel.

“Kaset Awards semoga bisa lebih memberi kesempatan artis yang sedang mempromosikan karya terbarunya untuk jadi bintang tamu di acara ini,” kata Sigit.

“Sigit dan Isabel kami pilih karena termasuk seniman yang juga peduli dengan kemajuan industri musik di tanah air. Mereka siap memberikan yang terbaik untuk musik Indonesia lewat konten ini,” kata Fransiscus Eko saat persiapan syuting di Studio 13 Nadi Musik, Bogor