Monday, August 10, 2026
Home Blog Page 10

Rocker senior, Doddy Katamsi luncurkan single “I Love You”

0
Rocker senior, Doddy Katamsi hadirkan single anyar yang sangat menarik berjudul “I Love You”. Lagu yang pertama kali dirilis pada 1 Maret 2026 ini kini merupakan lagu yang sudah lama di ciptakan dan akhirnya di aransemen dan di produksi hingga release dan hadir dengan sentuhan aransemen yang baik dengan feel lagu kekinian dan resmi dirilis melalui Dokat Record. 
Doddy Katamsi
Doddy Katamsi

Single “I Love You” dari Doddy katamsi ini merupakan lagu yang memiliki makna mendalam mengenai harapan dan pemberi kekuatan dalam hubungan manusia. Aransemen musiknya mengingatkan kita pada classic rock music era 90an dicampur dengan sound yang lebih modern dengan menonjolkan nuansa rock dan pop music yang menyentuh hati dan emosi.

Ditulis dan di aransemen langsung oleh Doddy Katamsi, “I Love You” menggambarkan perjalanan dan menceritakan sebuah harapan dan juga arti yang mendalam seorang pasangan dalam sebuah hubungan. Seseorang yang berjuang walau dalam keterpurukan mendapatkan support dari pasangan yang di cintainya, sambil mencari secercah cahaya di tengah kegelapan. Liriknya relate dengan siapa saja yang pernah merasa kehilangan arah, terpuruk namun mendapatkan support dari orang tercinta untuk dapat bangkit dan tetap mencoba melangkah maju.

Lagu Doddy Katamsi ini merefleksikan pengalaman hidup dari siapapun yang memiliki hubungan yang baik serta saling support dari pasangan masing-masing. Walaupun ketika kita sedang berada di titik terendah dalam kehidupan, keduanya menemukan satu kata yang selalu menjadi pegangan dan harapan.

Melalui lagu ini, Doddy Katamsi menginginkan para fans dan pendengar dapat menemukan kembali keberanian, harapan, serta energi positif untuk terus melangkah dalam hidup.

Doddy Katamsi
Doddy Katamsi

Lebih dari sekadar lagu, “I Love You” dapat menjadi pengingat bahwa selalu ada harapan dan support dari yang kita cintai, bahkan di saat perjalanan terasa paling gelap.

Tentang Doddy Katamsi 

Doddy Katamsi adalah vokalis rock legendaris Indonesia, sekaligus penulis lagu dan mentor vokal yang telah berkiprah selama puluhan tahun di industri musik nasional. Namanya dikenal luas melalui band seperti Seven Years Later, Elpamas, dan Kantata, yang menjadikannya salah satu suara rock paling berpengaruh di Indonesia.

Selain sebagai performer, Doddy juga dikenal sebagai pelatih vokal dan mentor musik yang telah bekerja dengan berbagai program pencarian bakat seperti Indonesian Idol dan X Factor Indonesia, serta sejumlah label rekaman dan artis ternama. Melalui studionya Bengkel Vocal Dokat, ia telah melatih dan membimbing banyak penyanyi Indonesia.

Sebagai komposer, produser, dan music director, Doddy terus aktif berkolaborasi lintas genre, membawa pengalaman panjang dan kecintaannya terhadap seni vokal ke dalam setiap proyek musik yang ia kerjakan.

Galang donasi, NONSTOP Band perkenalkan album “Antirem”

0
NONSTOP adalah sebuah project Musik yang dibentuk beberapa tahun lalu. Membernya adalah Kumpulan dari Musisi yang sebelumnya sudah memiliki karya dengan band lain. Zewex misalnya pernah berperan membentuk band Karpet yang waktu itu lahir menyusul PAS Band, Koil dan Pure Saturday. Sedangkan Wahyu Sudiro selama ini pernah bergabung dengan band sukses, TRIAD!
Nonstop
Nonstop

Uniknya Nonstop hadir dengan konsep anonymus. Sebuah pakem tampilan yang pernah dilakukan band raksasa Kiss, Slipknot, GWAR dan lain lain. Nonstop sengaja menampilkan personel dengan menggunakan topeng yang bisa memberikan suguhan misterius, eksentrik dan magis. Di Indonesia, belakangan kita mengenal Sukatani dengan ciri tampilan yang sama. Lantas, tentang musiknya?

Ingredient musical Nonstop adalah blended antara genre Rock yang bertenaga dan harmoni yang menyentuh jiwa. Untuk Langkah perkenalan, mereka melepas lagu “Terbang Tinggi” untuk menyapa Listener Radio di seluruh Indonesia.

“Rasanya lagu ini paling Radio’s Friendly”, ujar sang drummer, Rama Doz.

Nonstop
Nonstop

Wahyu Sudiro dan Zewex pernah bernaung di bawah RCM (Republik CInta Management) milik musisi brilian Ahmad Dhani. Awal kisah Nonstop bermula dari ketertarikan dua sahabat ini yang gemar membahas obrolan dengan tema kehidupan kelas menengah, cinta dan spiritual. Maka lahirlah demo lagu Nonstop seperti “Peras Keringat”, “Lagu Kuno Untukmu” dan “Pejuang Waktu”. Setelah berproses dan bergerilya untuk bisa membuat master audio rekaman, Zewex menemukan resep gokil untuk next procces yaitu road to Album. Strateginya?

Menggalang donasi untuk biaya rekaman. Hal ini pernah dilakukan BIP (Bongky, Indra, Pay, Ipang) untuk album ketiga mereka. Berhasilkah? Semesta merestui Nonstop! Mereka akhirnya dengan lebih leluasa bisa merekam beberapa lagu yang akhirnya dijilid dalam full album bertajuk “Antirem”. Uniknya album berisi 9 lagu dengan energy panas ini, dirilis tepat pada hari Valentine, 14 February 2026 lalu.

Nonstop
Nonstop

Dalam perjalanan proses kreatifnya, album ini melibatkan beberapa musisi seperti Ahmad Dhani, Andra Ramadhan, Didit ‘Plastik’ Saad, Dul Jaelani, Elrumi, Ikmal Tobing, Sarah Ditaputri. Dengan menggandeng Musisi berkelas tersebut, all out musical Nonstop benar benar prestisius sekaligus teruji. Komposisi lagu Nonstop menggabungkan unsur British Pop Rock namun vintage seperti isian Synthesizer, Saxophone, Harpsichord hingga raungan Fuzz gitar dan pattern drum yang agresif. Sedangkan timbre vokal Zewex yang serak berstruktur menjadi karakter kuat Nonstop.

Goresan lirik Nonstop adalah perenungan dan kepedulian gen millennials yang masih gelisah dengan derita dan raungan jaman.

Rilis 3 single sekaligus, Lussy Renata ingin tulus dicintai

0
Lussy Renata, artis dan pencipta lagu sekaligus penyanyi yang dikenal cukup produktif di awal tahun ini, kembali menghadirkan tiga single terbarunya. Setelah sebelumnya merilis tiga lagu, kini Lussy Renata kembali memperkenalkan karya terbaru yang menunjukkan konsistensinya dalam berkarya di industri musik Indonesia.
Lussy Renata Artwork
Lussy Renata Artwork

Kali ini, Lussy Renata merilis tiga single sekaligus berjudul “Cara Mencintaiku, Bukan Sekedar Cinta” dan “Aku Cemburu”, Ketiga lagu tersebut resmi dirilis pada 4 Maret 2026 dan telah dilengkapi dengan music video yang dapat disaksikan melalui YouTube serta berbagai Digital Streaming Platform (DSP).

Lagu-lagu tersebut lahir dari inspirasi yang muncul secara spontan sebagai bentuk apresiasi Lussy Renata terhadap dirinya sendiri, sekaligus mewakili berbagai perasaan yang ia alami. Ketiganya saling terhubung dalam satu benang merah cerita tentang bagaimana seorang perempuan ingin dicintai dengan cara yang sederhana namun tulus.

Lussy Renata
Lussy Renata

“Lagu-lagu ini sangat personal bagi saya. Semuanya mewakili perasaan yang pernah saya rasakan. Saya ingin menyampaikan emosi tersebut melalui musik agar pendengar juga bisa merasakan hal yang sama,” ungkap Lussy Renata.

Dalam proses kreatifnya, pengerjaan ketiga lagu ini terbilang cukup singkat. Mulai dari tahap aransemen hingga proses rekaman vokal hanya memakan waktu sekitar tiga minggu. Untuk konsep musiknya sendiri, Lussy Renata mempercayakan pengembangan aransemen kepada para musisi yang turut membantu dalam proses produksi.

Lussy Renata
Lussy Renata

Sejak dirilis, ketiga lagu tersebut mendapat respon positif dari para pendengar. Lussy berharap karya terbarunya dapat diterima dan dinikmati oleh lebih banyak pecinta musik di Indonesia. Di tengah kesibukannya melakukan berbagai aktivitas peluncuran karya, Lussy Renata juga tengah mempersiapkan satu lagu baru dengan tema berbeda yang diyakini berpotensi menjadi salah satu karya hits fenomenal berjudul “Pesan Terakhir.”

Lagu tersebut menghadirkan sudut pandang yang berbeda, menggambarkan refleksi kehidupan manusia bahwa pada akhirnya setiap orang akan kembali kepada Tuhan. Melalui karya tersebut, Lussy berharap pesan yang disampaikan dapat mewakili perasaan banyak pendengar musik di Indonesia.

Girl band lintas negara LUMINA luncurkan single debutnya

0

Industri musik Indonesia kembali mendapat warna baru dengan hadirnya LUMINA, girl group I-Pop pertama hasil kolaborasi lintas budaya Indonesia–Korea di bawah naungan HOUSE ENM dari Korea Selatan.

Lumina
Lumina

Di tengah maraknya fenomena global seperti No Na besutan 88rising yang membawa I-Pop ke panggung internasional, LUMINA muncul sebagai langkah segar dari Indonesia, menghadirkan semangat lokal dengan kualitas produksi global.

Terpilih melalui proyek global K-Pop ON-I, sebuah program intensif empat minggu yang memberi pengalaman nyata proses debut ala K-Pop, mulai dari pelatihan vokal dan dance, rekaman di studio profesional, hingga produksi video musik dan rilis digital, kelima gadis muda Lumina ini merasakan langsung bagaimana rasanya menjalani perjalanan debut.

Nama LUMINA, gabungan dari “Luminous” dan “ina”, melambangkan lima cahaya berbeda yang bersatu menciptakan satu langit gemilang, sementara fandom mereka resmi disebut Starlets, komunitas yang akan menjadi keluarga besar pendukung perjalanan mereka.

Dengan nuansa Magical High-teen, perpaduan melodi liris bergaya J-Pop, sentuhan K-Pop modern, dan dreamy Dream Pop, LUMINA menghadirkan pengalaman imersif yang melampaui batas bahasa melalui lirik berbahasa Korea, Indonesia, dan Inggris.

Lumina
Lumina

Single debut mereka, “안녕. Bintang” (Hello, Bintang) resmi dirilis secara digital pada tanggal 10 Maret 2026 di berbagai platform musik global. Lgu ini menjadi simbol sapaan pertama LUMINA kepada dunia, sebuah anthem magis tentang keberanian menyapa mimpi dan menyalakan cahaya baru di panggung musik. Video musik “안녕. Bintang” juga telah tayang di kanal resmi Youtube LUMINA, menampilkan koreografi enerjik dan visual yang mencerminkan teenage spirit mereka.

Kelima member LUMINA berusia antara 10 hingga 15 tahun, masing-masing membawa cerita unik. Marsila Akwila yang akrab dipanggil Wila, lahir 6 Januari 2011 asal Bogor, berperan sebagai main dancer juga sosok paling senior, Fara Alfiratasya H. atau Fara, lahir 15 Januari 2011 asal Bekasi, dengan suaranya yang kuat berperan sebagai lead vocal, tampil percaya diri sebagai satu-satunya yang berhijab sekaligus ingin menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, Kiandra Arundati H. yang akrab dipanggil Kiandra, lahir 26 Oktober 2013 asal Jakarta, berperan sebagai main vocal yang menyampaikan energi mimpi lewat suara penuh emosi dan Kadek Isyana yang akrab dipanggil Isyana, lahir 2 Mei 2015 asal Pontianak, dengan peran ganda sebagai lead vocal dan lead dancer, menghadirkan energi segar yang polos sekaligus menggemaskan. Sementara Jennifer Natasha yang akrab dipanggil Jennifer, lahir 1 Juni 2015 asal Jakarta, berperan sebagai lead dancer dan sub vocal, membawa pesonainnocent namun berani untuk terus belajar dan beradaptasi.

Mereka adalah gadis-gadis yang menemukan cahaya mereka sendiri saat menyapa bintang. Gerakan bintang dan kilau cahaya berpadu menjadi kisah lembut tentang keberanian, mimpi, dan persahabatan. Di setiap warna langit dan langkah kecil mereka, ada satu pesan sederhana: “Say Hello To Your Dream.”

Produser Young Boss dari HOUSE ENM menegaskan visi unik di balik proyek ini: “Talenta muda berbakat harus dibina sejak dini dengan arahan yang tepat, bukan sekadar dibiarkan berjalan sendiri. Musik adalah perjalanan panjang yang membutuhkan fondasi kuat. LUMINA adalah bukti bahwa dengan pembinaan yang serius, mimpi anak-anak muda bisa tumbuh menjadi cahaya yang bersinar di panggung global.”

Lumina
Lumina

Dengan latar belakang etnis dan domisili yang beragam, LUMINA bukan sekadar girl group baru, melainkan representasi kekayaan budaya Indonesia yang dipadukan dengan pengalaman industri Korea Selatan. Debut mereka bukan hanya peluncuran musik, melainkan sebuah perayaan lintas generasi dan lintas budaya, yang siap mengukir tren baru di dunia hiburan.

Siap konser di HUT DKI, Swara Jakarta ’80s rilis Betawi Mash Up

0
Komunitas paduan suara Swara Jakarta ’80s (SJ’80s) meluncurkan Master Song terbaru berjudul “Betawi Mash Up”, sebuah aransemen kreatif yang memadukan dua lagu tradisional Betawi, Kicir-Kicir dan Sirih Kuning, dalam komposisi yang segar, enerjik, dan modern.
Team pengurus Swara Jakarta ’80s
Team pengurus Swara Jakarta ’80s

Karya ini diaransemen oleh Music Arranger dan Vocal Director SJ’80s, Pujo Herlambang, dengan format enam pecahan suara, Sopran, Mezzo, Alto, Tenor, Bariton dan Bass yang dinyanyikan secara harmonis oleh seluruh anggota paduan suara Swara Jakarta ’80s.

Swara Jakarta ’80s merupakan komunitas paduan suara lintas alumni dari 48 alumni SMA di Jakarta yang saat ini beranggotakan 130 orang. Para anggotanya adalah para senior dekade 80-an yang tetap aktif berkarya dan menjadikan musik sebagai ruang kebersamaan sekaligus ekspresi kreatif lintas generasi.

Pujo Herlambang
Pujo Herlambang

Menurut Pujo Herlambang, pemilihan lagu Betawi dalam karya ini dilatarbelakangi oleh kecintaan terhadap budaya lokal serta keinginan menghadirkan interpretasi baru terhadap lagu tradisional agar tetap relevan bagi generasi masa kini. Proses kreatifnya melalui tahapan penyusunan aransemen, latihan vokal intensif per section, hingga rekaman akhir yang melibatkan seluruh anggota Swara Jakarta ’80s.

Pujo Herlambang yang juga seorang musisi, produser musik, music director serta vocal director ini sudah memiliki pengalaman yang mumpuni di dalam mengajar dan melatih padua suara seperti ini. Terpilihnya Pujo menangani Swara Jakarta ’80s merupakan anugerah buat para anggota Paduan suara tersebut.

Swara Jakarta 80's perform
Swara Jakarta 80’s perform

“Sedikit flashback dulu saya mulai masuk Swara Jakarta ’80s itu sekitar beberapa bulan lalu, kebetulan saya sudah 20 tahunan ngajar musik dan lain-lain selepas saya jadi team kreatif di Elfas Secioria, saya pernah pegang paduan suara Bank Mandiri, Pertamina Persero dan lain – lain, jadi begitu ketemu dengan Swara Jakarta ’80s tentu saja sudah tinggal jalan aja, bedanya Swara Jakarta ’80s dengan tempat saya ngajar sebelumnya adalah Swara Jakarta ’80s ini berltih di Pasar Raya Jakarta”, tutur Pujo.

Sementara itu, Raditya Padmawangsa selaku ketua umum Swara Jakarta ’80s menjelaskan bahwa alasan dipilihnya Pujo Herlambang sebagai pelatih mereka adalah karena rekam jejaknya yang sangat baik.

Presscon Launching Lagu Betawi Mush Up
Presscon Launching Lagu Betawi Mush Up

“Pujo Herlambang itu paket lengkap dan sesuai dengan yang kita butuhkan. Dia punya pengalaman yang cukup panjang di dunia musik, punya rekam jejak yang baik dan peunya kemampuan melatih kita – kita yang sudah senior usianya..he..he”, terang Raditya.

Melalui “Betawi Mash Up”, Swara Jakarta ’80s ingin menunjukkan bahwa lagu tradisional dapat dihadirkan kembali dengan pendekatan musikal yang modern tanpa kehilangan identitas budayanya. Saat ini “Betawi Mash Up” telah tersedia di berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas, baik pecinta musik vokal grup maupun paduan suara.

Swara Jakarta 80's dan Pujo Herlambang
Swara Jakarta 80’s dan Pujo Herlambang

Ke depan, Swara Jakarta ’80s juga tengah mempersiapkan konser spesial yang direncanakan digelar dalam rangka perayaan HUT DKI Jakarta mendatang, sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Betawi sekaligus perayaan kebersamaan para senior dekade 80-an yang terus berkarya melalui musik.

Peluncuran karya ini menjadi bukti bahwa semangat berkarya tidak mengenal usia, bahwa harmoni dapat terus hidup melalui persahabatan, kecintaan pada budaya, dan semangat untuk terus bernyanyi bersama.

Unit modern metalcore, Clownsuffer, lempar single “Drag Me Out”

0
Clownsuffer resmi memperkenalkan “Drag Me Out” sebagai debut single mereka di ranah modern metalcore. Lagu ini bukan sekadar langkah awal dalam diskografi, melainkan pembuka dari rangkaian album yang telah mereka siapkan secara menyeluruh sejak terbentuk pada 2023.
Drag Me Out Artwork
Drag Me Out Artwork

Clownsuffer terdiri dari Iyas (Vocal), Kittink (Lead Guitar), Agam (Guitar), Toro (Bass), dan Hendra (Drum). Materi yang mereka kembangkan dirancang sebagai satu kesatuan karya yang saling terhubung, sehingga setiap rilisan menjadi bagian dari alur musikal dan emosional yang lebih luas.

Di balik “Drag Me Out” terdapat fase personal yang tidak ringan bagi para personel Clownsuffer. Selama proses penulisan dan produksi, masing-masing menghadapi dinamika hidup yang cukup kompleks. Tekanan tersebut tidak dihindari, melainkan diterjemahkan menjadi energi kreatif. Lagu ini lahir dari pengalaman yang nyata, bukan sekadar gagasan konseptual.

Secara musikal, “Drag Me Out” tampil dengan intensitas konstan Clownsuffer dari awal hingga akhir, menghadirkan struktur padat dan minim jeda yang menciptakan sensasi terdesak. Riff agresif, dinamika yang rapat, serta vokal yang ekspresif membangun atmosfer yang selaras dengan lirik tentang konflik internal, keterjebakan dalam pilihan, dan dorongan untuk merebut kembali kendali.

Clownsuffer
Clownsuffer

Lagu ini tidak hadir sebagai permintaan untuk diselamatkan, melainkan sebagai pernyataan untuk keluar dengan kesadaran dan keberanian. Single ini menjadi pintu masuk menuju rilisan berikutnya. Alih-alih melepas album secara penuh, Clownsuffer memilih strategi perilisan bertahap, memperkenalkan setiap lagu sebagai bagian dari narasi yang berkembang secara berkelanjutan.

Aspek visual menjadi elemen penting dalam identitas proyek ini. Artwork untuk “Drag Me Out” digarap oleh @lime_hystrixx, young illustrator yang menghadirkan visual simbolik melalui elemen mata, tangan, ular, dan rantai sebagai representasi tekanan serta pembebasan. Proses kreatif berlangsung kolaboratif antara band, ilustrator, producer, serta tim mixing & mastering guna menjaga kesinambungan konseptual di setiap rilisan.

Clownsuffer
Clownsuffer

“Drag Me Out” kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Melalui rilisan ini, Clownsuffer menegaskan posisinya sebagai band modern metalcore dengan visi jangka Panjang, membangun karya yang tidak hanya intens secara musikal, tetapi juga memiliki fondasi naratif dan konseptual yang jelas sejak awal.

Bassis Godbless, Donny Fattah Gagola tutup usia

0
Bassis legendaris sekaligus salah satu pendiri grup rock God Bless, Donny Fattah, meninggal dunia pada Sabtu (7/3) di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, dalam usia 76 tahun.
Donny Fattah Gagola On Stage
Donny Fattah Gagola On Stage

 

Kabar duka kepergian Donny Fattah tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi God Bless pada pukul 11.40 WIB.

“Berita duka cita. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia Donny Fattah, bassist sekaligus salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis akun tersebut.

Manajemen band Godbless juga memohon maaf atas segala kesalahan almarhum serta mendoakan agar amal dan kebaikan Donny diterima di sisi Tuhan.

Donny Fattah dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan musik rock Indonesia. Bersama Ahmad Albar, Ian Antono, dan sejumlah musisi lainnya, ia mendirikan God Bless pada 1973 yang kemudian menjadi salah satu band rock paling berpengaruh di Tanah Air.

Sejumlah album God Bless yang dirilis pada era 1970–1980-an menjadi tonggak perkembangan musik rock Indonesia, di antaranya God Bless (1975), Cermin (1980), Semut Hitam (1988) dan album – album lainnya.

Donny Fattah Gagola
Donny Fattah Gagola

Selain dikenal sebagai pemain bass, Donny juga terlibat dalam proses penciptaan berbagai lagu God Bless yang kemudian menjadi karya penting dalam katalog musik band tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Donny diketahui menjalani perawatan akibat sejumlah masalah kesehatan, antara lain serkopenia, penyumbatan vaskular serta penyakit autoimun. Ia juga mengonsumsi obat jantung setelah menjalani pemasangan ring pada 2012.

Meski kondisi kesehatannya menurun, Donny tetap berusaha tampil bersama God Bless dalam sejumlah kesempatan.

Kepergian Donny Fattah meninggalkan duka bagi keluarga, rekan musisi, serta para penggemar musik rock Indonesia. Ucapan belasungkawa pun mengalir di berbagai platform media sosial.

Warisan karya dan kontribusinya dalam musik rock Indonesia diperkirakan akan terus dikenang oleh generasi berikutnya (RR)

Tayang 23 April 2026, Film “Para Perasuk” rilis official trailer nya

0
Setelah sukses mendapat sambutan positif dan hangat saat world premiere (penayangan perdana) di Sundance Film Festival 2026, film terbaru Wregas Bhanuteja, “Para Perasuk” kini merilis official trailer yang mengejutkan! Menampilkan kepiawaian terbaru dari penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja, dengan penampilan tak terduga dari para pemeran bintang Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Bryan Domani dan Chicco Kurniawan. Selain mereka, film ini juga dibintangi Ganindra Bimo dan Indra Birowo.
Cover Official Trailer
Cover Official Trailer

Official trailer “Para Perasuk” menampilkan dunia yang lebih luas yang berlatar di Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota yang dikenal dengan pesta kerasukannya. Angga Yunanda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan berperan sebagai murid dari Anggun. Mereka bertiga bercita-cita menjadi ‘Perasuk’, orang yang memiliki kemampuan memimpin orang lain bisa merasakan kerasukan.

Di trailer “Para Perasuk” juga diperlihatkan yang menjadi permasalahan para warga di Desa Latas. Keberlangsungan hidup mereka terancam, saat mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh terancam digusur. Trailer menampilkan perlawanan kolektif warga dalam menjaga mata air tersebut.

“Pesta sambetan dan kerasukan di film “para Per asuk”merefleksikan pengalaman komunal yang kita temui sehari-hari di Indonesia. Mereka melepaskan tekanan dan saling terkoneksi satu sama lain. Di sisi lain, kami juga ingin memperlihatkan adanya ketegangan yang berasal dari luar, yang berusaha merebut Desa Latas dari para warganya, dan bagaimana para warga di Desa Latas mempertahankannya,” ujar penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja.

Diproduseri oleh Siera Tamihardja, Iman Usman dan Amalia Rusdi, “Para Perasuk” diproduksi oleh Rekata Studio. Film ini menjadi ko-produksi Indonesia bersama Singapura, Prancis, dan Taiwan.

World premiere (penayangan perdana) di Sundance Film Festival 2026
World premiere (penayangan perdana) di Sundance Film Festival 2026

Angga Yunanda, yang memerankan karakter utama bernama Bayu menjelaskan karakternya memiliki ambisi yang sangat besar.

“Bayu berusaha sekuat tenaga dengan apa yang dia bisa untuk mencapai level sempurna, dan selalu merasa tidak pernah cukup. Tantangan-tantangan dari Wregas dengan imajinasinya yang luar biasa, membuat karakterku di “Para Perasuk” menjadi sangat berkesan. Kompleksitasnya luar biasa,” kata Angga Yunanda.

Ikuti terus perkembangan terbaru tentang film “Para Perasuk” melalui akun Instagram resmi @filmparaperasuk dan @rekatastudio. Tonton film Para Perasuk di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026!

Para pelaku musik berdiskusi seru di “Beda Masa Satu Rasa”

0
Komunitas pemerhati industri musik dan hiburan ‘Cita Svara Indonesia’ (CSI) menggelar acara diskusi berkaitan dengan situasi industri musik dan hiburan Indonesia dewasa ini. Sejumlah pelaku industri musik dari berbagai generasi berkumpul dalam sebuah forum diskusi bertajuk “Beda Masa Satu Rasa” di CC Café at Nancy Places, Ampera, Jaksel, Kamis (5/3).
Harry Koko Santoso
Harry Koko Santoso

Acara yang digelar sambil menyambut ‘Hari Musik Nasional’ pada 9 Maret 2026 nanti itu dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha sebagai keynote speaker, Connie Constantia selaku musisi, promotor konser dan pemerhati musik Harry Koko Santoso serta banyak praktisi musik dan hiburan nasional yang hadir meramaikan acara “Beda Masa Satu Rasa“.

Forum diskusi “Beda Masa Satu Rasa” ini diadakan sebagai bentuk dari kepedulian para pelaku industi musik dan hiburan yang selama ini mengamati dan ikut terlibat di dalam aktifitas musik dan hiburan nasional. Ruang dialog bagi musisi, produser dan pegiat industri kreatif ini membahas dinamika serta masa depan ekosistem musik Indonesia di tengah perubahan era digital.

Tema “Beda Masa Satu Rasa” dipilih untuk menggambarkan pertemuan perspektif para pelaku musik dari era yang berbeda, mulai dari generasi yang tumbuh pada masa industri analog hingga generasi digital yang kini berkembang melalui platform streaming dan media sosial.

Sempat membahas tentang maraknya invasi musik asing di tanah air terutama Kpop dan situasi terkini tentang konser musik lokal serta tuntutan jaman buat musisi pelaku musik dan hiburan untuk bisa menyesuaikan diri terhadap perkembangan dan perubahan menuju industri digital, seluruh peserta dialog dari pelaku konser musik dan management artis, Dhani Pette, Komposer dan konduktor, Addie MS sampai musisi Taras Bistara ikut memberikan pandangannya.

“Musisi saat ini tidak hanya dituntut untuk menciptakan karya, tetapi juga memahami ekosistem industri secara menyeluruh. Sekarang musik tidak hanya bicara soal siapa penciptanya atau siapa penyanyinya. Seorang artis atau band harus memahami banyak hal, mulai dari bisnis musik, storytelling karya, hingga memaksimalkan media sosial,” ujar Giring.

Team CSI
Team CSI

“Menghadapi kemajuan jaman ini, teman – teman musisi juga harus bisa mengelola brand-nya sendiri, mempromosikan karya, bahkan sampai menjual merchandise,” tambah Giring.

Sementara itu Harry Koko Santoso selaku moderator di acara tersebut juga menyoroti masalah ketimpangan yang terjadi antara lokal dan asing di industri musik Indonesia.

“Dari sisi valuasi internasional kita masih jalan di tempat. Sampai hari ini tidak ada musisi Indonesia yang dibayar USD 100.000 saat tampil di luar negeri. Ini cukup memprihatinkan, sejak 2023 hingga menuju 2026, lebih dari 2.000 musisi asing tercatat masuk ke Indonesia untuk menggelar konser yang nilai transaksi dari konser-konser tersebut disebut mencapai jutaan dolar Amerika, yang pada akhirnya mengalir keluar dari Indonesia, sebaliknya, musisi Indonesia yang tampil di luar negeri dinilai belum mampu menciptakan dampak ekonomi yang setara. Sebagian besar konser di luar negeri masih menyasar komunitas diaspora atau pekerja migran Indonesia”, ujar Harry Koko Santoso.

Connie Constantia selaku musisi yang sudah lama menapak di industri musik nasional menjelaskan kepada awak media tentang alasan dan langkah – langkah Cita Svara Indonesia (CSI) menggelar forum dialog dan diskusi tersebut.

“CSI hadir dengan semangat “Beda Masa Satu Rasa”, sebagai simbol bahwa meskipun zaman berubah, kecintaan terhadap musik Indonesia tetap sama. Beda masa boleh berganti, tetapi rasa tetap sama. Semangat itulah yang ingin kami gaungkan melalui Cita Svara Indonesia. CSI ingin memperkuat sinergi antar pelaku industri musik, mendorong kolaborasi kreatif, serta membawa musik Indonesia semakin dikenal di tingkat internasional”, jelas Connie Constantia.

Connie Constantia, Giring Ganesha dan Harry Koko Santoso
Connie Constantia, Giring Ganesha dan Harry Koko Santoso

Melalui acara diskusi yang mengundang pihak dari Kementrian Kebudayaan seperti ini pihak CSI ingin pemerintah ikut hadir mensupport pelaku seni dan budaya tanah air agar bisa mencapai kesuksesan baik itu di dalam negeri maupun diluar negeri. Karena kekayaan budaya Indonesia merupakan kekuatan besar yang dapat memperkuat posisi musik nasional di industri global.

Menurut Harry Koko Santoso, Dukungan dari pemerintah sangat penting untuk membangun ekosistem musik yang sehat.

Lewat “layar Hati”, Billkiss bercerita cinta dari dunia maya

0
Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.
ARTWORK LAYAR HATI - BILLKISS
ARTWORK LAYAR HATI – BILLKISS

Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu Billkiss ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.

“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.

Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu Billkiss terbaru ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.

Billkiss on stage
Billkiss on stage

“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.

Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.

“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.

Billkiss
Billkiss

Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.

Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.