Monday, August 10, 2026
Home Blog Page 8

Film animasi “Garuda Di Dadaku” rilis trailer dan poster

0
Tidak ada mimpi yang berdiri sendiri. Semangat inilah yang menjadi jiwa film animasi keluarga Garuda Di Dadaku saat BASE Entertainment bersama KAWI Animation resmi meluncurkan official trailer, official poster, serta soundtrack utama berjudul “Garuda Di Dadaku” yang dibawakan oleh Isyana Sarasvati.
Poster Garuda Di Dadaku
Poster Garuda Di Dadaku

Momentum ini menjadi langkah besar menuju penayangan film pada 11 Juni 2026, menghadirkan kisah tentang keberanian, kerja sama, dan mimpi anak Indonesia yang tumbuh lewat dukungan orang-orang di sekitarnya. Sebagai film keluarga untuk masa liburan sekolah, Garuda Di Dadaku membawa semangat sepak bola, persahabatan, dan keberanian bangkit untuk mengejar mimpi bersama.

Official trailer terbaru Garuda Di Dadaku memperlihatkan lebih utuh dunia cerita yang berpusat pada Putra (Keanu Azka), seorang anak laki-laki dengan mimpi besar menjadi pesepak bola terbaik Indonesia, dan Gaga (Kristo Immanuel), sosok Garuda kecil magis yang hadir di saat Putra mulai kehilangan keyakinan pada dirinya sendiri.

“Di film ini kami ingin menunjukkan bahwa mimpi besar selalu lahir dari keberanian untuk melangkah bersama. Putra boleh menjadi pusat cerita, tapi keberaniannya tumbuh karena ada Gaga, Naya, keluarga, dan tim yang percaya pada potensinya. Buat saya, itu juga sangat mencerminkan proses kami membuat Garuda Di Dadaku versi animasi selama lebih dari tiga tahun sama seperti mimpi Putra, film ini tidak mungkin terwujud sendirian, melainkan lahir dari kerja kolektif para animator dan seluruh kru yang berjalan bersama sampai mimpi ini benar-benar hidup di layar,” ujar Ronny Gani, sutradara film Garuda Di Dadaku.

Garuda Di Dadaku Animasi
Garuda Di Dadaku Animasi

“Garuda Di Dadaku adalah kisah tentang bagaimana mimpi anak-anak bisa tumbuh lebih kuat ketika ada keluarga, sahabat, dan tim yang berjalan bersama mereka. Ini bukan hanya mimpi Putra, tapi mimpi banyak anak Indonesia yang ingin berani melangkah dan mengejar mimpinya,” ungkap Shanty Harmayn, produser.

Keterlibatan Atta Halilintar sebagai Executive Producer turut memperkuat semangat sepak bola yang menjadi denyut utama film ini. Kedekatannya dengan dunia sepak bola dan keluarga muda Indonesia menghadirkan resonansi yang kuat, sekaligus menjadikan film ini sebagai pengalaman yang relevan untuk dinikmati bersama anak-anak dan keluarga.

Semangat tersebut juga diperkuat melalui peluncuran soundtrack utama “Garuda Di Dadaku” yang dibawakan oleh Isyana Sarasvati. Lagu ini menjadi lapisan emosional yang menghidupkan energi film, sekaligus menjadi representasi harapan, keberanian, dan dorongan untuk terus melangkah meski penuh keraguan.

Garuda Di Dadaku Animasi
Garuda Di Dadaku Animasi

“Yang aku suka dari film ini adalah semangat bahwa kita tidak berjalan sendirian. Lagu ini aku bayangkan seperti dorongan energi untuk anak-anak yang sedang belajar percaya pada mimpi mereka,” ujar Isyana Sarasvati.

Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, dengan naskah yang ditulis oleh Sofia Lo bersama Makbul Mubarak, film ini menjadi interpretasi animasi baru dari IP film legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn yang telah lama hidup di hati publik Indonesia.

Band post-hardcore, No Talent rilis “The Gravity Of You And Me

0
Band post-hardcore asal Jakarta, No Talent, resmi merilis single terbaru mereka, “The Gravity of You and Me”, sebuah lagu yang kuat secara emosional dan menandai babak baru dalam perjalanan comeback band ini.
Artwork The Gravity You And Me
Artwork The Gravity You And Me

“The Gravity of You and Me” adalah lagu tentang cinta yang tak terelakkan. Dibangun di atas metafora dua planet yang saling tarik-menarik, lagu dari No Talent ini mengeksplorasi ketegangan antara apa yang kamu tahu benar dan apa yang tak bisa kamu tolak.

Lagu dari No Talent ini bergerak dari verse yang tenang dan penuh pencarian, menuju chorus yang terasa seperti dua dunia yang bertabrakan, melodic, berat, dan mentah secara emosional.

Single “The Gravity of You and Me” dari No Talent ini di-mixing dan mastering oleh Florian Nowak di Dailyhero Studio, Berlin, Jerman. Hasilnya adalah rekaman yang terdengar seluas temanya, dalam, berlapis, dan sinematik.

No Talent telah lama membangun semesta narasi di balik musik mereka dan “The Gravity of You and Me” melanjutkan tradisi itu.

Lagu ini mengikuti kisah Aluna dan Elias (The Architect), dua orang di dunia masa depan yang dirobek oleh konflik, namun ikatan mereka seperti gravitasi, menolak untuk putus, seberapa jauh pun mereka dipisahkan.

No Talent
No Talent

Music video-nya menghadirkan kisah ini lewat visual fiksi ilmiah yang dihasilkan sepenuhnya dengan teknologi AI, 16 adegan tentang cinta, kehilangan, dan ketidakberdayaan, disajikan dengan kualitas dan koherensi sebuah film pendek.

No Talent adalah band modern rock asal Jakarta, Indonesia dibentuk pada tahun 2003. Setelah absen beberapa tahun, mereka kembali pada 2025 dengan musik baru dan ambisi yang lebih besar, menceritakan kisah dengan gamblang lewat suara maupun visual.

“The Gravity of You and Me” telah tersedia sekarang di semua platform streaming.

Film “Warung Pocong” kolaborasikan horor dan komedi

0
Rumah produksi Entelekey Media Indonesia dan Tiger Pictures menghadirkan film terbaru berjudul “Warung Pocong”, yang akan tayang di bioskop mulai 9 April 2026. Mengusung genre komedi horor, film ini menawarkan kisah yang dekat dengan realita masyarakat, terutama tentang pilihan-pilihan nekat yang diambil saat berada di kondisi terdesak, yang bukannya membawa jalan keluar, justru berujung pada situasi yang semakin rumit.
Warung Pocong presscon
Warung Pocong presscon

Warung Pocong” bercerita tentang tiga pemuda, Kartono, Agus, dan Makmur, yang tengah terjebak dalam berbagai masalah keuangan. Di tengah kondisi terdesak, mereka menerima tawaran pekerjaan dari seorang pria tua untuk menjaga sebuah warung. Namun, pekerjaan tersebut justru membawa mereka pada teror mistis yang tak terduga.

Melalui premis tersebut, “Warung Pocong” menghadirkan cerita tentang pilihan-pilihan nekat yang sering diambil saat berada di titik terdesak. Harapan untuk mendapatkan jalan keluar dengan cepat berubah menjadi masalah yang semakin besar, ketika keputusan yang diambil tanpa pertimbangan justru jadi bumerang bagi mereka sendiri.

Dibungkus dengan pendekatan komedi dan horor, film “Warung Pocong” ini menghadirkan keseimbangan antara ketegangan dan humor yang dekat dengan keseharian. Situasi-situasi yang dialami oleh para karakter terasa akrab, mulai dari tekanan hidup hingga keinginan untuk segera lepas dari masalah.

Warung Pocong doorstop
Warung Pocong doorstop

Sutradara “Warung Pocong”, Bendolt, mengungkapkan bahwa film ini dibuat untuk bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. “Kami ingin menghadirkan film yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga menghibur. Cerita di film ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama tentang masalah ekonomi yang sering dialami anak muda, namun dikemas dengan pendekatan yang fun,” ujarnya.

Kekuatan film ini juga terletak pada dinamika tiga karakter utamanya yang terasa dekat dengan kehidupan nyata, sehingga membuat cerita semakin relatable bagi penonton.

Salah satu pemain, Fajar Nugra, yang berperan sebagai Kartono, mengungkapkan antusiasmenya terhadap film ini. “Yang menarik dari “Warung Pocong” adalah ceritanya yang terasa dekat banget dengan kehidupan sehari-hari. Banyak kejadian yang mungkin pernah atau sedang dialami oleh masyarakat sekarang, tapi dikemas dengan cara yang ringan dan menghibur,” ujarnya.

Warung Pocong
Warung Pocong

Selaras dengan itu, Sadana Agung juga menambahkan bahwa perpaduan komedi dan horor dalam film ini menjadi daya tarik tersendiri. “Film ini punya keseimbangan antara seram dan lucu. Jadi penonton bisa merasakan tegang, tapi di saat yang sama tetap bisa tertawa,” katanya.

Selain Fajar Nugra, Sadana Agung, dan Randhika Djamil, film “Warung Pocong” dibintangi oleh Shareefa Daanish, Teuku Rifnu Wikana, Arla Ailani, Kiki Narendra, dan Whani Dharmawan.

“Warung Pocong” akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 April 2026. Film ini siap menjadi pilihan menarik bagi penonton yang menyukai film horor sekaligus menginginkan hiburan penuh tawa.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai film “Warung Pocong”, ikuti perkembangan terbaru di akun media sosial resmi @filmwarungpocong dan @entelekeymediaid.

“Thrash Attack” gigs pertemukan band dalam dan luar negeri

0
“Thrash Attack” adalah sebuah perhelatan konser musik yang di gagas sebagai ruang pengembangan dan penguatan ekosistem musik metal. Acara yang digagas dan digelar oleh Surau Kreasi Indonesia ini menjadi pertemuan bagi musisi, komunitas dan penikmat musik keras untuk saling terhubung, berkolaborasi serta memperluas jaringan skena.
Thrash Attack Flyer
Thrash Attack Flyer

Di selenggarakan di Fairway Café, Bogor pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, “Thrash Attack” melibatkan dan menampilkan band – band thrash nasional maupun internasional. Menghadirkan 302 (Malaysia), Antologi (Singapura), Inheritors (Malang), Divine (Jakarta), Fragor (Bogor), Traxion (Jakarta), Backsight (Bandung), Tantrum (Kab.Bogor) dan Rain of Doom (Bogor), gigs ini tidak hanya mendorong tidak hanya mendorong pertumbuhan skena metal lokal, namun juga membawa semangat pertukaran budaya dan solidaritas antara komunitas underground Asia.

Sambil memperkuat posisi kota Bogor dalam peta musik keras Nasional, konser musik “Thrash Attack” ini dilahirkan oleh Surau Kreasi Indonesia sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan karya dan program yang relevan, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi industri kreatif dan bagi komunitas yang terlibat.

Surau Kreasi Indonesia adalah ruang kreatif yang berfokus pada pengembangan ide, karya dan kolaborasi lintas sektor industri kreatif. Surau Kreasi Indonesia hadir sebagai ruang yang mengintegrasikan kreatifitas, profesionalisme dan nilai kolaboratif. Surau Kreasi Indonesia menaungi “Surau Creative” yang bergerak di bidang event organizer yang mengerjakan gigs “Thrash Attack”, “Surau Records” sebagai label rekaman, management talent dan pengembangan talenta musik, “Bogor Underline” sebagai media yang mengangkat budaya, komunitas dan dinamika kreatif lokal serta “Nocturn” yang berfokus pada clothing dan merchandise.

Poster Thrash Attack Landscape
Poster Thrash Attack Landscape

Konser “Thrash Attack” didukung oleh media partner dan komunitas – komunitas kreatif seperti : Bogor Underline, Buitenzorg Metalheads, Kisruh, Kaset.id, Cadaazzdotcom, iMusic.id, Cadaazz Pustaka Musik, Intip Musik, Aku Punya Musik, JRP Production, Jam’s Music Store, Battle Vest Assault dan Fairway Café, Bogor.

Sampai jumpa di “Thrash Attack” wahai para metalhead!!

WE AWAIT YOUR ARRIVAL!

THRASH TOGETHER, ATTACK TOGETHER!!

Konser reggae, Hunter Festival 2026 Siap Guncang Kabupaten Tangerang

0
Dunia musik reggae Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya “Hunter Festival 2026”, sebuah festival musik reggae yang akan digelar pada 25 April 2026 di Samanea Kuliner Junction, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Event ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan hari jadi ke-2 Hunter Beer and Cafe di Samanea.
Presscon Hunter Festival 2026

Mengusung tema #SilaturReggae, festival “Hunter Festival 2026” ini hadir bertepatan dengan momen Idulfitri, menjadikannya sebagai ajang silaturahmi, nostalgia, sekaligus perayaan kebersamaan bagi para musisi dan penikmat reggae, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Hunter Festival 2026” akan menghadirkan deretan musisi reggae ternama yang telah dikenal hingga kancah nasional, di antaranya Coconuttreez, Momonon, Dhyo Haw, Sejedewe, High Therapy, Republik 21, serta banyak penampil lainnya seperti Ballereoth, Smile Morning, Feel High, Achin Gold Lion, Owl Jams, Moral Dilema, DJ DND, dan R Kustik.

Tak hanya musisi reggae, pada event “Hunter Festival 2026” ini akan hadir juga musisi yang tengah naik daun dengan genre pop rock yaitu Sultan Fraya, sebagai band kehormatan.

Presscon Hunter Festival 2026
Presscon Hunter Festival 2026

“Kami ingin menciptakan ruang yang hangat, penuh energi positif, dan mempererat kebersamaan lewat musik reggae,” ujar Koko Wahyu, Project Manager Hunter Festival 2026.

Dalam hal tiket, penjualan presale telah resmi ditutup pada 1 April 2026 pukul 15.00 WIB. Saat ini, penjualan telah memasuki tahap normal dengan rincian harga sebagai berikut:

  • Regular A: Rp100.000
  • Regular B: Rp85.000
  • VIP A: Rp200.000
  • VIP B: Rp175.000

Tiket dapat dibeli secara online melalui website resmi di www.hunterfestivalgroup.com, serta akan disediakan juga banyak loket penjualan on the spot untuk memudahkan pengunjung.

Hunter Festival 2026 menyediakan total 2.000 tiket bagi para penikmat reggae untuk bernyanyi dan bersenang-senang bersama dalam suasana penuh kebersamaan.

Lebih dari sekadar festival, Hunter Festival diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan. Bang Sur selaku promotor event mengatakan, nama ‘Hunter’ sendiri akan dirancang untuk menjadi sebuah event organizer yang bakal menggandeng banyak komunitas, diawali dari komunitas reggae.

“Setelah Hunter Festival 2026, akan dijalankan tur di Tangerang bersama band-band reggae baru. Kita promosikan bersama Hunter,” ucapnya.

Presscon Hunter Festival 2026
Presscon Hunter Festival 2026

Harapannya, festival ini juga dapat berkembang menjadi rangkaian tur kecil yang menjangkau berbagai kota di Indonesia, sekaligus melibatkan musisi lokal di setiap daerah yang dikunjungi.

Dengan semangat #SilaturReggae, “Hunter Festival 2026” siap menjadi salah satu perayaan musik reggae terbesar dan paling berkesan di tahun ini.

Untuk informasi lebih lanjut:

Website: www.hunterfestivalgroup.com

Dewa Budjana siap tampil optimal di konser “Pranayama”

0
Gitaris, komposer, dan produser musik ternama Indonesia, Dewa Budjana, akan menggelar konser bertajuk “Pranayama” pada 10 April 2026 PK. 19.45 WIB di DeConcert Room, Deheng House, Jakarta Selatan.
Presscon Dewa Budjana konser "Pranayama"
Presscon Dewa Budjana konser “Pranayama”

Konser ini menjadi momen spesial, menandai kembalinya Dewa Budjana dalam format konser tunggal setelah cukup lama tidak tampil dalam setting intimate. Mengusung konsep yang lebih personal dan mendalam, “Pranayama” menawarkan pengalaman musikal yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan.

Dikenal sebagai salah satu pendiri grup GIGI, Budjana terus mengeksplorasi musik lintas genre melalui berbagai proyek internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Dewa Budjana aktif merilis karya melalui Moonjune Records, termasuk album “Dawai in Paradise, Mahandini, Surya Namaskar, hingga rilisan terbarunya “Prague Nayama” (2025) yang melibatkan Prague Symphony Orchestra.

“Saya ingin menghadirkan pengalaman musik yang lebih dekat dan jujur dengan penonton. ‘Pranayama’ bukan sekadar konser, tapi perjalanan rasa,” ujar Dewa Budjana.

Dewa Budjana
Dewa Budjana

Dalam konser ini, Budjana akan membawakan sejumlah karya dari album terbarunya seperti “On the Way Home, Dreamland” dan “Karma”, yang sebelumnya direkam secara live di Praha, Republik Ceko, sebuah proses yang penuh tantangan sekaligus eksploratif secara musikal.

Ia akan tampil bersama musisi-musisi yang telah lama berkolaborasi dengannya, yaitu Shadu Rasjidi (bass), Yandi Andaputra (drum), Dio Siahaan (synthesizer), Irsa Destiwi (piano), serta Jaeko Siena (perkusi & suling). Konser ini juga akan menghadirkan penampilan spesial dari Endah Widiastuti (vokal & gitar).

Sebagai venue, Deheng House menghadirkan ruang pertunjukan yang dirancang untuk pengalaman musik yang lebih intim dan berkualitas. DeConcert Room dilengkapi dengan sistem tata suara, pencahayaan, dan visual (LED) yang mendukung eksplorasi artistik secara maksimal.

Presscon Dewa Budjana konser "Pranayama"
Presscon Dewa Budjana konser “Pranayama”

Menurut Founder Deheng House, Lexi M. Budiman, konser ini merupakan bentuk apresiasi terhadap musisi yang telah memberikan kontribusi besar bagi industri musik Indonesia.

“Kami ingin menghadirkan ruang di mana musik bisa dinikmati lebih dekat, lebih hangat, dan lebih bermakna,” ujarnya.

Selain aktif bermusik, Dewa Budjana juga dikenal melalui inisiatif sosial seperti Gitaris Untuk Negeri, yang secara konsisten menggalang dana untuk korban bencana alam di Indonesia.

Presscon Dewa Budjana konser "Pranayama"
Presscon Dewa Budjana konser “Pranayama”

Dengan kapasitas terbatas dan konsep intimate, konser ini menjadi kesempatan langka untuk menyaksikan eksplorasi musikal Dewa Budjana secara lebih dekat.

Tiket tersedia dengan harga Rp 300.000 – Rp 500.000 dan dapat diperoleh melalui platform penjualan tiket resmi.

Pembuat konten, Ramzy Has, rilis single “Sehari Demi Sehari”

0
Penyanyi dan podcaster Ramzy Has merilis single terbaru berjudul “Sehari Demi Sehari” pada pertengahan Maret 2026 ini. Ide cerita dan Lirik dari single “Sehari Demi Sehari” mengajak penikmat musik untuk membuang rasa “overthinking” yaitu memikirkan sesuatu secara berlebihan walau hal itu belum tentu terjadi dengan lebih memilih untuk menghadapi tantangan hidup dengan mencoba menuntaskannya, sehari demi sehari.
artwork sehari demi sehari
artwork sehari demi sehari

Lagu “Sehari Demi Sehari” karya Ramzy Has ini mengusung beat mood yang riang dengan aransemen bernuansa synth pop sesuai dengan tema lagu yang memberi semangat kepada siapa pun yang pernah atau sedang overthinking.

“Menghadapi kesulitan hidup itu gak perlu selalu dibawa mellow (sendu), tapi juga bisa riang dan semangat menghadapinya,” jelas Ramzy Has.

Pada proses kreatif di masa produksi lagu “Sehari Demi Sehari” ini, Ramzy Has melibatkan musisi – musisi pendukung yang punya jam terbang tinggi seperti Bakhes Ighirisa (vocal director), David Kristomi (gitaris), serta sound engineer Bennytho Siahaan yang juga berperan sebagai co producer.

Ramzy Has adalah penyanyi dan content creator. Sebelum single “Sehari Demi Sehari”, Ramzy telah merilis single solo bertajuk “Sepiring Fried Chicken”, dan bersama band nya Forever17 merilis single “Berasa Muda”.

Ramzy Has
Ramzy Has

Saluran youtube-nya Ramzy Has mengangkat berbagai tema musik Indonesia, termasuk bincang – bincang dengan berbagai pelaku industri musik Tanah Air. Sementara untuk konten tulisan, Ramzy bersama band populer 90an Base Jam, telah merilis biografi resmi Basejam berjudul “Dari Band Sepele hingga Tiga Dekade” pada awal 2026 lalu.

Single baru Ramzy Has berjudul “Sehari Demi Sehari” sudah bisa di simak di seluruh DSP mulia pertengahan Maret 2026 ini.

Winky Wiryawan padukan EDM dan alternative di “Serana”

0
Industri musik Indonesia kembali menghadirkan kolaborasi menarik yang menjembatani dua dunia berbeda. Winky Wiryawan, sosok pionir sekaligus tastemaker dalam perkembangan musik elektronik Tanah Air, resmi merilis official remix lagu “Serana” milik band alternative For Revenge.
Winky Wiryawan_Serana Remix Artwork
Winky Wiryawan_Serana Remix Artwork

Kolaborasi ini menjadi pertemuan lintas genre dan lintas generasi yang tidak hanya memperluas spektrum musikal Winky Wiryawan dan For Revenge, tetapi juga menunjukkan bagaimana karya yang kuat dapat hidup dalam interpretasi baru tanpa kehilangan identitas aslinya. Remix ini menjadi bukti bahwa batas antara alternative dan elektronik semakin cair di era musik modern.

“Serana” dikenal sebagai lagu yang memiliki resonansi emosional mendalam dan basis pendengar yang solid. Lagu ini telah menjadi anthem bagi banyak anak muda yang merasa terwakili oleh liriknya. Di tangan Winky Wiryawan, “Serana” bukan sekadar remix, tetapi diinterpretasikan ulang dengan pendekatan musikal yang segar dan relevan dengan kultur elektronik saat ini.

Kolaborasi ini mencerminkan dialog antar generasi: satu sisi membawa akar alternative yang emosional dan puitis, sementara sisi lainnya menghadirkan pengalaman panjang di dunia elektronik dan dance culture. Hasilnya adalah karya yang mampu berbicara kepada dua audiens sekaligus pendengar setia For Revenge dan elektronik musik yang telah lama mengikuti perjalanan Winky Wiryawan.

Winky Wiryawan
Winky Wiryawan

Ide remix ini berawal dari sebuah set khusus yang dipersiapkan Winky untuk tampil di festival PestaPora. Dalam set tersebut, Winky menghadirkan beberapa versi edit dari band-band Indonesia termasuk For Revenge.

Pada momen itulah Winky pertama kali benar-benar “terkena” oleh lagu “Serana”. Ada sesuatu dalam lagu tersebut yang terasa berbeda dan memiliki ruang tersendiri di hatinya. Emosi yang kuat, atmosfer yang dalam, serta karakter melodinya membuat lagu ini terasa memiliki potensi untuk diterjemahkan ke dalam bahasa elektronik tanpa kehilangan jati diri nya.

Remix ini bukan sekadar mengubah tempo, tetapi membangun kembali atmosfer lagu agar bisa hidup di ruang yang berbeda dari ruang personal menjadi ruang kolektif yang lebih luas.

Winky Wiryawan
Winky Wiryawan

“Ada sesuatu yang magis dari ‘Serana’. Lagu ini punya kedalaman yang tidak semua karya miliki. Saya merasa terhubung secara personal, dan ketika kesempatan untuk merilis official remix ini datang, saya melihatnya sebagai sebuah kepercayaan besar. Saya ingin versi ini tetap membawa rasa yang sama, hanya dengan ruang yang berbeda,” ungkap Winky Wiryawan

“Serana – Winky Wiryawan Remix” bukan hanya sebuah remix, melainkan sebuah perayaan atas kekuatan lagu yang mampu berevolusi dan menemukan ruang hidup baru di tengah dinamika industri musik Indonesia yang terus berkembang.

Angkat kisah nyata, film The Hostage’s Hero tayang 2 april 2026

0
Menjelang penayangannya di bioskop pada 2 April 2026, film The Hostage’s Hero hadir mengangkat kisah nyata yang terinspirasi dari peristiwa pembajakan kapal tanker MT Pematang di Selat Malaka pada 2004. Sebuah periode ketika jalur pelayaran selat Malaka dikenal sebagai salah satu kawasan paling rawan perompakan di dunia. Disutradarai oleh Revo S. Rurut serta diproduseri oleh Syahrial Hutasuhut dan Eksekutif Produser Irza Ifdial, film ini menghadirkan perpaduan antara ketegangan aksi dan drama emosional keluarga dalam situasi yang penuh risiko dan ketidakpastian.
The Hostage's Hero
The Hostage’s Hero
Bertempat di bioskop Epicentrum XXI di kawasan Kuningan Jakarta Selaltan, The Hostage’s Hero menggelar penayangan perdana di depan para awak media dilanjutkan dengan press conference bersama para pembuat dan pemain film  (30/03/26).  Press Screening dan Press Conference mendapatkan cukup hangat dari banyaknya undangan media yang hadir.

Film Hostage’s hero ini bercerita tentang Taufiq (Donny Alamsyah), seorang Letkol TNI AL yang harus kembali memimpin misi berbahaya sebagai komandan KRI Suits di tengah meningkatnya aksi pembajakan di Selat Malaka. Ia ditugaskan untuk menjalankan operasi senyap dalam upaya membebaskan para sandera awak kapal MT Pematang milik Pertamina dari tangan perompak yang dipimpin oleh Jalaludin (Rifky Balweel). Di tengah tekanan misi dan ancaman yang semakin dekat, Taufiq juga dihadapkan pada dilema sebagai seorang ayah yang harus meninggalkan keluarganya.

Iswara Films menandai langkah perdana mereka di industri perfilman dengan mengangkat kisah heroik yang jarang terekspos dari sudut pandang komersial. Fokus utama produksi ini adalah memberikan penghormatan bagi para prajurit TNI Angkatan Laut yang setia menjaga kedaulatan di wilayah perairan Indonesia.

The Hostage's Hero
The Hostage’s Hero

“Kami melihat perjuangan para prajurit kita di tanah air, khususnya mereka yang menjaga kedaulatan maritim, telah berjuang dengan luar biasa mengorbankan diri sendiri dan keluarga. Perlu diangkat agar diketahui masyarakat umum bahwa TNI Angkatan Laut telah banyak berjasa untuk negara kita.” Irza Ifdial sang Eksekutif Produser.

Pada pengembanganya Iswara Films banyak banyak berdiskusi dengan TNI Angkatan Laut. Dan mendapat sambutan yang baik, positif dari institusi TNI Angkatan Laut. Pesan yang ingin disampaikan sejalan bahwa peristiwa-peristiwa perjuangan ini bisa kita sampaikan dalam bentuk film komersial akan tayang dalam waktu dekat.

Film ini bukan sekadar fiksi, melainkan rekonstruksi dari operasi maritim nyata tahun 2004 di Selat Malaka yang dilakukan dalam tekanan waktu yang sangat kritis. Tokoh asli di balik misi tersebut Laksamana TNI (Purn) Ahmad Taufiqurrahman Menceritakan bagaimana keputusan besar harus diambil hanya dalam hitungan jam.

The Hostage's Hero
The Hostage’s Hero

“Keputusan itu hanya hitungan jam. Kalau kita tidak bertindak, maka jadi justifikasi Indonesia tidak mampu mengamankan wilayahnya. Keberhasilan ini bukan karena kita hebat, tetapi luruskan niat, Insya Allah.” Ujar Laksamana TNI (Purn) Ahmad Taufiqurrahman

Dengan latar laut lepas yang penuh ancaman, film ini menghadirkan gambaran tentang keberanian, pengorbanan, serta konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil di tengah situasi krisis. Konflik tidak hanya terjadi di medan operasi, tetapi juga dalam dinamika personal yang ikut terpengaruh oleh tekanan peristiwa tersebut. Pasukan harus bertindak cepat dengan personil patroli yang anda tanpa harus menunggu Kopaskha yang saat  itu berada dalam luar jangkauan.

Band heavy metal asal Swedia, Sabaton, rilis single “Yamato”

0
Band heavy metal asal Swedia, Sabaton, kembali menghadirkan karya terbaru mereka lewat single ‘Yamato’, yang dirilis bersamaan dengan video musik resmi hasil kolaborasi bersama game naval populer, World of Warships. ‘Yamato’ terinspirasi dari kapal perang legendaris Jepang yang dikenal sebagai salah satu simbol kekuatan terbesar dalam sejarah perang laut. Lagu ini jadi kelanjutan spiritual dari ‘Bismarck’, sekaligus memperkuat ciri khas Sabaton dalam mengangkat kisah sejarah militer ke dalam musik yang epik dan penuh energi.
Artwork - Yamato
Artwork – Yamato

Joakim Brodén mengungkapkan bahwa kisah kapal perang selalu menjadi bagian menarik dalam perjalanan musikal Sabaton, sementara Pär Sundström menambahkan bahwa ‘Yamato’ merupakan jawaban atas permintaan panjang para penggemar yang ingin melihat kelanjutan cerita dari ‘Bismarck’. Kolaborasi ini juga menghadirkan pengalaman unik di dalam game, di mana pemain dapat menikmati ‘Yamato’ sebagai bagian dari gameplay, lengkap dengan elemen khusus yang terinspirasi dari Sabaton.

Sabaton
Sabaton

Video musik ‘Yamato’ turut memperkuat nuansa dramatis lagu ini, menampilkan band yang berada di atas kapal dalam momen pertempuran terakhir yang penuh intensitas. Proses produksi sendiri dilakukan dengan tantangan ekstrem, mulai dari suhu dingin hingga efek air yang mensimulasikan kondisi laut sebenarnya. Dikenal dengan pendekatan sinematik dan tema sejarah yang kuat, Sabaton terus memperluas jangkauan mereka sebagai salah satu band heavy metal paling berpengaruh saat ini, dengan miliaran stream dan basis penggemar global yang solid.