Sunday, July 26, 2026
Home Blog Page 63

Unit indie rock asal Lampung, The Superego rilis single “Vespa Tua”

0
The Superego kembali memanjakan telinga para penikmat musik dengan merilis single terbaru mereka berjudul “Vespa Tua” yang merupakan single kedua yang mengisi track list dalam album “Mulutmu Harimaumu”.
vespa tua - artwork
vespa tua – artwork

Lagu “Vespa Tua” dari The Superego ini diciptakan oleh Masfu, sang vokalis dan gitaris, terinspirasi dari kisah imajinernya saat melintasi jalan menuju Kota Metro dengan Vespa pada malam hari.

“Vespa Tua” membawa pendengarnya pada petualangan imajinatif, diiringi melodi gitar yang catchy dan vokal khas  yang penuh energi. Lagu ini menjadi bukti nyata bahwa The Superego tak pernah kehilangan sentuhan magis mereka.

The Superego adalah band asal Lampung yang bergenre Alternatif Rock/Indie Rock/Fuzz Rock. Band ini telah mengarungi pasang surut perjalanan musik selama lebih dari satu dekade, merajut melodi yang tak lekang oleh waktu. Saat Ini The Superego di gawangi Oleh Masfu (Vocal + Guitar), Duta Baskara (Lead Guitar), Dwi Ariusmanto (Bass) dan Olid Ahmad (Drum)

Berdiri di Lampung Timur pada awal 2011, @thesuperego.noise  menjelma sebagai oase bagi para pecinta musik alternatif. Terinspirasi oleh raksasa musik seperti Ramones, Incubus, Artic Monkeys, Sonic Youth, Blink 182, Misfits, Superdrag, dan Nirvana, mereka merajut musik yang penuh energi dan sarat makna.

Perjalanan The Superego tak luput dari bongkar pasang personil, namun semangat mereka tak pernah padam. Lagu-lagu seperti “Gadis Pesta” dan “Kawan Sejati” menjadi bukti nyata eksistensi mereka di belantika musik Lampung yang dirilis melalui sebuah Compact Disk pada waktu itu.

The Superego
The Superego

Hiatus yang melanda di awal  tahun 2012 yang dikarenakan sibuknya masing-masing personil sempat meredupkan sinar The Superego. Namun, semangat mereka tak pernah mati. Pada akhir 2018, mereka bangkit kembali dengan formasi baru, siap menggemparkan panggung musik Lampung.

Mulai dari pandemi Covid-19 tak menyurutkan langkah The Superego. Di tengah keterbatasan, mereka terus berkarya dan menghasilkan album bertajuk “Mulutmu Harimaumu“, berisi 8 lagu baru dan lama yang siap untuk menggebrak telinga pendengar yang sebagian lagunya sampai saat ini masih dalam tahap recording di SPRG Record.

Dengarkan “Vespa Tua” di seluruh platform streaming musik favoritmu sekarang juga! Rasakan sensasi musik alternatif yang penuh gairah dan rasakan semangat The Superego yang tak pernah padam.

Official poster film “Lembayung” perlihatkan sosok menyeramkan

0
Tiger Wong Entertainment dan Prime Eagle Studios merilis official poster dari film horor-thriller terbaru mereka, “Lembayung”, yang disutradarai oleh Baim Wong. Poster tersebut secara jelas memperlihatkan wajah menyeramkan dari sosok arwah yang meneror para karakter di sepanjang filmnya nanti.
Official Poster Lembayung
Official Poster Lembayung

Lembayung” akan mengikuti pengalaman mengerikan Pica bersama dengan temannya, Arum, saat menjalani kegiatan PKL di unit poli gigi sebuah klinik di kota kecil di Jawa Tengah. Pada awalnya semua berjalan dengan baik, namun seiring berjalannya waktu mereka malah mendapat teror mistis hingga mengalami trauma.

Taskya Namya dipercaya untuk memerankan Pica, sementara Yasamin Jasem dipilih untuk memerankan Arum. Selain mereka berdua, film “Lembayung” ini juga dibintangi oleh Arya Saloka, Oka Antara, Anna Jobling, Erick Estrada, Asri Welas, Ence Bagus, Daffa Wardhana, Wulan Guritno, Paula Verhoeven, Kiano Tiger Wong, Tyo Pakusadewo, Sari Nila, Mario Maulana dan Dayu Wijanto.

Cerita dari film “Lembayung” ini berangkat dari thread horor “Jin Poli Gigi” yang ditulis oleh Pica saat masih menjadi mahasiswa keperawatan melalui akun @saturnrushx di media sosial Twitter. Thread tersebut sempat viral pada tahun 2022 dengan mendapat banyak likes dan retweet, namun Pica berhenti menulis ceritanya lantaran trauma atas pengalaman menyeramkan yang dia alami.

Film “Lembayung” menandai pertama kalinya Baim Wong duduk di kursi sutradara setelah sebelumnya sukses menjadi produser untuk film “Berbalas Kejam”. Selain menjadi sutradara, Baim Wong juga terlibat di dalam penulisan skenario film “Lembayung” bersama Gemati Rahayu.

Cast film Lembayung
Cast film Lembayung

Baim Wong menilai filmnya nanti akan menyajikan sensasi menonton film horor yang berbeda dari film-film horor Indonesia sebelumnya. Belum lagi ditambah dengan jajaran cast yang diisi oleh para aktor berbakat dan memiliki kualitas akting yang tidak perlu diragukan.

“Bagi saya film ‘Lembayung’ bukan hanya film horor semata, melainkan juga sebuah sajian thriller yang menegangkan dan memiliki plot twist mengejutkan di dalamnya. Didukung oleh kualitas para aktornya, saya rasa penonton Indonesia akan suka dengan hasil filmnya nanti,” ungkap Baim Wong.

Cast film Lembayung
Cast film Lembayung

Bekerjasama dengan Prime Eagle Studios, “Lembayung” menjadi film kedua yang diproduksi oleh Tiger Wong Entertainment sekaligus yang pertama tayang di layar lebar. Sebelumnya, Tiger Wong Entertainment sukses memproduksi film “Berbalas Kejam” yang berhasil menyabet Piala Citra di Festival Film Indonesia 2023 berkat penampilan dari Reza Rahadian di filmnya.

Ikuti terus perkembangan informasi dari film “Lembayung” melalui akun Instagram resmi @lembayung.movie, @primeeagle.studios, serta @tigerwongentertainment.

Di produseri Ardhito Pramono, KYNYA rilis “Twisted Neurons”

0
Kynya Arrazzaqu atau yang lebih familiar dipanggil KYNYA, baru saja merilis sebuah sebuah karya musik dalam bentuk single terbaru yang berjudul “Twisted Neurons” pada Jumat 9/8/24.
Kynya - Twisted Neurons Artwork
Kynya – Twisted Neurons Artwork

Single KYNYA yang diproduseri juga oleh Ardhito Pramono ini menceritakan tentang perjuangan dari setiap Individu yang ingin hidup dengan berbagai macam harapan berlebih dari orang-orang di sekitarnya. Ada kalanya Individu ini hanya ingin mengetahui bagaimana rasanya hidup, sementara orang lain menumpuk ekspektasi dan keinginan lain.

Lagu “Twisted Neurons” dari KYNYA ini didasarkan pada apa yang diyakini dan dirasakan banyak orang,

“Aku hanya ingin sesederhana dimana aku bisa bangun tidur dan menjalani hariku dengan tempo yang aku inginkan,” ungkap KYNYA yang telah merilis tiga single sebelumnya pada tahun lalu.

“Twisted Neurons” merupakan single terbaru KYNYA yang menjadi pembuka dari perjalanan menuju album terbarunya yang akan dirilis pada akhir tahun ini. Proses pembuatan single ini memakan waktu satu bulan untuk produksi.

Kynya - Twisted Neurons
Kynya – Twisted Neurons

Tidak lupa sosok Ardhito Pramono yang juga berperan sebagai produser dan arranger, dibantu oleh Aldi Nada Permana untuk proses mixing dan mastering.

“Dalam musik yang aku buat, aku selalu ingin mengatakan kebenaran dari apa yang aku amati dan rasakan. Selain itu, membantu orang menemukan kenyamanan ketika mendengarkan musik yang aku buat adalah hal lain yang terus memotivasiku untuk berkarya,” cerita KYNYA.

Kynya - Twisted Neurons
Kynya – Twisted Neurons

Single ini terasa berbeda dari segi aransemen dan genre. “Twisted Neurons” memiliki aura yang lebih gelap dengan sentuhan shoegaze, sementara single terakhir saya lebih condong ke arah nuansa swing.

“Saat pertama kali mendengarnya, kalian dapat mengetahui bahwa ini akan sangat berbeda dari single terakhirku,” jelas musisi kelahiran 2007 ini. “Lewat Twisted Neurons, aku berharap orang-orang akan merasa nyaman jika mengetahui bahwa orang lain juga mengalami hal yang sama. Proses menemukan sesuatu yang tampak sederhana itu mungkin sulit, tapi ingatlah kalo kita tidak perlu selalu memenuhi ekspektasi orang lain. karena aku yakin setiap orang memiliki jalan dan langkahnya sendiri dalam menjalankan hidup mereka,” tutup KYNYA, yang memberikan sebuah pesan moral dalam single terbarunya.

“Lifetime Tribute To Chrisye Concert” digelar 16 September 2024

0
Mengenang 17 tahun kepergian Chrisye, We Offer Wonders (WOW) Indonesia menggelar acara “Lifetime Tribute To Chrisye Concert” yang akan diselenggarakan pada tanggal lahir sang legenda yaitu pada tanggal 16 September 2024 di Istora Senayan, Jakarta. Konser ini ingin memperkenalkan seorang Chrisye dalam mencari dan membangun karir, kehidupan, cinta, dan perjalanan kerjanya di atas panggung, melalui sentuhan musik dan narasi.
Presscon Lifetime Tribute To Chrisye Concert
Presscon Lifetime Tribute To Chrisye Concert

Chrisye adalah nama besar di industri musik Indonesia. Berkarya sejak dekade 1960-an dengan banyak lagu hits yang menyentuh hati penikmat musik Indonesia, menjadikan Chrisye sebagai salah satu musisi legendaris tanah air yang selalu dikenang hingga saat ini.

Suara khas dan karakternya yang tenang, Chrisye memberikan warna tersendiri di dunia musik Indonesia. Kemampuannya beradaptasi dengan baik dengan berbagai genre musik membuatnya menjadi penyanyi yang banyak di idolakan oleh para musisi muda, salah satunya adalah Afgan.

“Saya mengidolakan Beliau sejak lama, saya tumbuh besar bersama lagu-lagunya. Rasanya hampir semua musisi di Indonesia mengidolakan Chrisye. Bukan hanya dari karya-karyanya tapi juga konsistensi Beliau di industri musik Indonesia. Berkarya puluhan tahun dengan penuh dedikasi, Beliau melahirkan lagu-lagu yang kualitasnya luar biasa dan masih bisa dinikmati hingga saat ini, padahal Beliau sudah lama meninggalkan kita. Beliau benar-benar seorang legenda musik Indonesia, tidak akan pernah ada Chrisye lainnya”, jelas Afgan tentang sosok Chrisye.

Lagu-lagu Chrisye memang memiliki melodi-melodi indah dengan lirik-lirik yang puitis. Beliau  selalu mengangkat tema-tema kehidupan, cinta dan filosofi dalam karya-karyanya.  Pendengar musik Indonesia sangat mencintai lagu-lagu Chrisye. Kesuksesan tersebut membawa Chrisye meraih banyak penghargaan. Perannya sebagai seniman musik sungguh memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan musik Indonesia.

Sebut saja lagu “Anak Sekolah, Lilin Lilin Kecil, Sabda Alam, Pergilah Kasih, Aku Cinta Dia, Hip Hip Hura, Cintaku, Andai Aku Bisa, Seperti Yang Kau Minta, Untukku, Kala Cinta Mengoda” adalah deretan lagu-lagu hits Chrisye yang disukai penikmat musik Indonesia bahkan hingga saat ini. Warisan Chrisye melalui penggalan lirik, lantunan nada dan perjalanan karirnya hingga akhirnya Beliau menutup mata pada tahun 2007, rasanya akan selalu kita kenang sampai kapanpun.

Presscon Lifetime Tribute To Chrisye Concert
Presscon Lifetime Tribute To Chrisye Concert

“Begitu banyak lagu-lagu hits Chrisye yang masih banyak diminati hingga saat ini. Mungkin anak-anak muda sekarang banyak yang hanya tahu lagunya, tanpa mengetahui perjalanan karier seorang Chrisye. Dengan adanya konser ini, kami ingin menampilkan lagu-lagu Chrisye dengan aransemen musik yang berbeda sekaligus ingin mengingatkan kembali bahwa Indonesia punya sosok legendaris sehebat Chrisye dan bagaimana dedikasi Beliau di industri musik Indonesia. Untuk itu, kami menghadirkan jajaran penyanyi dan musisi yang terlibat di konser ini yang mewakili generasi muda”, ungkap Arief Darussalam, selaku CEO WOW Indonesia.

Konser ini akan menampilkan dalam 3 chapter. Setiap chapter akan menceritakan kisah awal perjalanan, pencapaian, perjuangan, serta apa saja yang ditinggalkan sosok Chrisye. Dibangun dengan konsep visual, wardrobe, ambience dan narasi yang disampaikan pada setiap pergantian chapter-nya yang dikemas secara story telling, nostalgic serta fun and festive.

Deretan musisi yang akan tampil di konser ini antara lain Rizky Febian, Afgan, Mahalini, Andien, David Bayu, Kevin Aprilio, Eva Celia dan Once Mekel. Dan yang menarik adalah tampilnya Pasha Chrisye, anak dari Sang Legendaris yang akan turut membawakan karya-karya ayahnya. Dengan dibalut musik yang indah dari para Music Director yaitu Enrico Octaviano, Marco Steffiano dan Rayendra Sunito.

“Dengan adanya konser ini, saya senang dan bangga nama Chrisye dan juga karya-karyanya terus harum. Sehingga Chrisye bisa terus dikenal tidak pernah putus sampai generasi-generasi seterusnya”, ujar Indrawati Widjaja yang akrab disapa Bu Acin, dari Musica’s Studio, label rekaman yang menaungi Chrisye.

Bagi Pasha Chrisye, anak kandung dari Chrisye yang juga seorang musisi, mengatakan bahwa konser ini adalah salah satu bentuk apresiasi dan penghargaan atas apa yang sudah diperjuangkan oleh sang ayah di dunia musik yang kini menjadi teladan bagi banyak musisi di masa sekarang.

Presscon Lifetime Tribute To Chrisye Concert
Presscon Lifetime Tribute To Chrisye Concert

“Adanya konser Lifetime Tribute To Chrisye, tentunya saya sangat bersyukur karena ini adalah salah satu visi dan mimpi Papa saya. Saya yakin jika Papa saya masih hidup, beliau akan dengan senang hati melakukan kolaborasi dan kerja sama dengan musisi-musisi serta orang-orang kreatif di generasi selanjutnya. Supaya tinta sejarah musik yang telah ditorehkan oleh beliau, bisa terus menerus dilanjutkan kepada generasi berikutnya”, ucap Pasha Chrisye.

Nuon Digital Indonesia (Nuon) sebagai penyedia layanan digital entertainment melalui platform ticketingnya, Tiketapasaja.com, menjadi official ticketing partner pada konser Lifetime Tribute to Chrisye. CEO Nuon, Aris Sudewo, menyampaikan pihaknya merasa bangga dapat menjadi bagian pada konser musisi legendaris ini. “Menjadi official ticketing partner di konser ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami untuk dapat mengenang musisi legendaris Tanah Air, sekaligus memberikan kenyamanan pembelian tiket kepada para penonton. Kami akan memastikan proses pembelian tiket yang aman dan mudah melalui platform ticketing kami”.

Normal price tiket konser ini sudah bisa didapatkan di www.tiketapasaja.com dengan 5 kategori harga yaitu VVIP Rp 3.136.000, VIP Rp 2.016.000, Tribun Tengah Rp 952.000, Tribun A dan B Rp 784.000 dan Festival Rp 448.000. Harga tersebut sudah termasuk pajak.

Film “Seni Memahami Kekasih” rilis poster dan trailernya

0
IDN Pictures meluncurkan official poster dan trailer film “Seni Memahami Kekasih” yang rencananya akan tayang serentak mulai 5 September 2024.
Seni Memahami Kekasih - Poster
Seni Memahami Kekasih – Poster

Film “Seni Memahami Kekasih” yang bergenre drama komedi romantis ini meluncurkan official poster dan trailer melalui akun Instagram @idnpictures dan @film__smk serta press conference bersama para awak media 7 Agustus kemarin.

Poster “Seni Memahami Kekasih” tersebut menampilkan Elang El Gibran sebagai Agus dan Febby Rastanty sebagai Kalis yang tengah berteduh dari hujan sambil menatap satu sama lain dengan ekspresi penuh kebahagiaan. Dengan latar belakang toko buku pinggir jalan dan motor bebek di bagian depan, poster ini menggambarkan kisah cinta Agus dan Kalis yang penuh kesederhanaan.

Selain Elang El Gibran dan Febby Rastanty, film “Seni Memahami Kekasih” ini juga dibintangi oleh Sisca Saras, Devina Aureel, Yusril Fahriza, Beni Siregar, dan Desy Genoveva. Film ini disutradarai oleh Jeihan Angga, yang sebelumnya menggarap ‘Mekah I’m Coming’ dan berhasil menjadi Film Cerita Panjang Terpilih di ajang Piala Maya 2021. Film “Seni Memahami Kekasih” juga menandai debut Desy Genoveva di layar lebar.

Jeihan Angga mengungkapkan bahwa film ini mengajak penonton untuk lebih memahami kebudayaan Indonesia.

“Meski film “Seni Memahami Kekasih” berfokus pada genre drama komedi, film ini juga kaya akan nilai-nilai budaya Indonesia, dengan menggunakan bahasa Jawa sebagai dialognya untuk mendukung cerita yang berlatar di Solo dan Yogyakarta,” ujar Jeihan Angga.

Presscon film Seni Memahami Kekasih
Presscon film Seni Memahami Kekasih

Winston Utomo, CEO IDN, menyatakan kebanggaannya terhadap film ini.

“Kami sangat antusias mempersembahkan “Seni Memahami Kekasih” kepada penonton Indonesia. Film ini tidak hanya menawarkan cerita cinta yang hangat dan lucu, tetapi juga mengangkat nilai-nilai budaya yang kaya. Kami berharap film ini dapat menginspirasi dan menghibur banyak orang.

Film ini diadaptasi dari buku “Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih” karya Agus Mulyadi, yang mengisahkan perjalanan cinta antara dirinya dan istrinya, Kalis Mardiasih. Agus Mulyadi adalah seorang blogger asli Magelang yang sering membahas mengenai kesehariannya, sosial-politik, sepakbola, hingga isu-isu populer di media sosial. Sementara Kalis Mardiasih adalah seorang penulis sekaligus aktivis muda Nahdlatul Ulama yang peduli terhadap isu-isu sosial, khususnya perempuan.

Presscon film Seni Memahami Kekasih
Presscon film Seni Memahami Kekasih

Susanti Dewi, Head of IDN Pictures sekaligus Produser Film “Seni Memahami Kekasih” juga memberikan komentarnya.

“Proses produksi film ini penuh dengan momen berharga. Kami berusaha menyampaikan kisah cinta yang relatable dan penuh makna melalui karakter-karakter yang kuat dan latar budaya yang khas. Saya yakin film ini akan menyentuh hati banyak penonton”, ujar Susanti Dewi.

Kisah Agus dan Kalis sebelum menikah akan menjadi fokus utama film ini, menampilkan cinta yang sederhana namun penuh tawa dan kebahagiaan. Elang El Gibran, pemeran utama, mengatakan bahwa kisah ini akan sangat relatable bagi banyak orang, khususnya para perantau, karena menampilkan lika-liku kehidupan anak kosan.

Cast Film Seni Memahami Kekasih
Cast Film Seni Memahami Kekasih

“Dengan kondisi Agus dan Kalis di film sebagai anak kosan, saya rasa film ini dapat menyentuh banyak hati penonton, terutama mereka yang pernah tinggal di rumah kos,” jelas Elang.

“Seni Memahami Kekasih” adalah film kedua dari IDN Pictures yang rilis tahun ini, setelah “Pasar Setan” yang tayang pada Februari lalu. IDN Pictures sebelumnya sukses menghadirkan karya-karya peraih nominasi Piala Citra seperti “Sleep Call” dan “Srimulat : Hil yang Mustahal – Babak Pertama”

Ikuti terus perkembangan film drama komedi romantis ini melalui akun Instagram resmi @idnpictures dan @film__smk. Jangan lewatkan penayangannya di seluruh bioskop Indonesia mulai 5 September 2024.

Ade Govinda tulis lagu mars spesial untuk PERBASI

0
Setelah selama bertahun – tahun tidak mempunyai lagu mars, akhirnya Pengurus Pusat PERBASI mengumumkan kepada awak media dan masyarakat pecinta olahraga basket bahwa PERBASI telah memiliki lagu mars resmi.
Presscon Lagu Mars PERBASI
Presscon Lagu Mars PERBASI

Pengumuman penting tersebut di umumkan Kamis 8/8/24 di bilangan Kemang Jakarta Selatan oleh ketua umum PP PERBASI bapak Danny Kosasih beserta para jajarannya dan juga para personil group band Govinda.

“Lagu Mars PERBASI yang di persembahkan oleh kepengurusan PP PERBASI periode 2019 -2024 ini akan menjadi lagu penyemangat di seluruh kegiatan cabang olahraga basket tanah air sekaligus menjadi legacy untuk cabang olahraga Basket Indonesia”, tutur Danny Kosasih selaku Ketua Umum PP PERBASI.

Ketum PERBASI, Danny Kosasih
Ketum PERBASI, Danny Kosasih

Sementara itu Nirmala Dewi sebagai Sekjen PP PERBASI juga mengungkapkan hal yang sama,

“Mars bola basket Indonesia ini penyemangat organisasi dalam mencetak sejarah – sejarah di masa mendatang. Lagu mars ini Juga jadi penyemangat bagi atlet dalam meraih cita — cita. Mars Bola Basket Indonesia ini akan menjadi lagu wajib yang diperdengarkan saat PERBASI menggelar kejuaraan dan dalam agenda resmi PP PERBASI, seperti Munas dan rapat pengurus lainnya,” ujar Nirmala Dewi.

Sekjen PERBASI, Nirmala Dewi
Sekjen PERBASI, Nirmala Dewi

Ade Govinda selaku musisi yang menulis lagu Mars PERBASI ini menceritakan awal mula ketertarikannya untuk menulis lagu mars ini dan menyerahkannya kepada PERBASI.

“Gairah bola basket di masyarakat semakin meningkat, banyak anak muda senang menggeluti olahraga basket, kegiatan bola basket juga sudah menjamur di mana – mana,  sementara itu capaian prestasi cabang olahraga basket sendiri juga semakin baik. Progres positif bola basket Indonesia Ini membuat saya terinspirasi untuk menciptakan Mars bola basket Indonesia”, terang Ade Govinda.

Ade Govinda
Ade Govinda

Para personil Govinda yang hadir diacara launching lagu Mars PERBASI menjelaskan bahwa musik dan olahraga adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan.

“Olahraga tanpa adanya musik bagaikan masakan tanpa garam, rasanya hambar”, ujar Ifan, vokalis Govinda.

“Sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi kami, Govinda dapat memberikan apresiasi kepada PP PERBASI sebuah lagu Mars Bola Basket Indonesia,” jelas Ifan Govinda lagi.

Govinda dan PERBASI
Govinda dan PERBASI

Lagu mars dalam olahraga bisa menjadi bahan bakar penyemangat, menjadi simbol merayakan kemenangan dan juga musik dapat menyatukan perasaan dalam hati supporter, oleh karena itu lagu mars olahraga diciptakan. Nirmala Dewi berharap lagu mars ini bisa menjadi kekuatan penyemangat atlet – atlet basket di dalam lapangan.

“Semoga lagu Mars ini menjadi perekat kekuatan PP PERBASI mewujudkan prestasi – prestasi lebih baik di kemudian hari. Bersama dengan Govinda, Mars bola basket Indonesia secara resmi di persembahkan kepada PP PERBASI, dengan penuh harapan Mars ini menjadi penyemangat dalam mencetak sejarah di masa depan. Harapannya, dengan Mars Bola Basket Indonesia Ini lahir prestasi-prestasi yang membanggakan untuk Indonesia”, tegas Nirmala Dewi.

Kolab dengan Nanda, Unit Ambient Rock Malang, Feath, rilis “Asa”

0
Féath, sebuah unit ambient rock asal Malang, kembali menyapa ruang dengar penikmat musik dengan sebuah lagu baru bertajuk “Asa”.
Feath - Asa Artwork
Feath – Asa Artwork

Single ketiga dari Féath yang beranggotakan Unad (vokal), Eka (bass), Wawan (drum), dan Drajat (gitar) tersebut turut menyertakan Rizky Ananda Arief alias Nanda dari band emo MIKA sebagai kolaborator.

“Asa” yang bisa diartikan sebagai ‘harapan’, mengajak para pendengar untuk introspeksi dan refleksi diri daripada menyalahkan orang lain saat mengalami perpisahan atau kehilangan. Pengalaman universal ini menginspirasi Féath untuk menyusun sebuah lagu bergenre ambient rock dengan sentuhan post-rock dengan paduan vokal dinamis dari Unad dan Nanda.

“Menurut kami Nanda MIKA adalah sosok yang tepat untuk mempresentasikan emosi dari makna lagu ini. Style vocalnya fit-in dengan musik kami. Selain itu dia juga bisa memberikan sudut pandang yang berbeda dari sebuah “kehilangan” yang jadi tema utama dari ‘Asa’,” ungkap para personil Féath.

Féath
Féath

Selain sentuhan post-rock yang menjadi eksplorasi sound di lagu teranyar Féath ini, mereka juga menambahkan unsur orkestra yang menambah aura emosional. Menjadi single perdana mereka yang menggunakan Bahasa Indonesia, unit musik ini mengaku sedikit mengalami kesulitan ketika mengkreasikan frasa Bahasa Indonesia dalam liriknya. Meskipun begitu, perjalanan proses rekaman lagu yang ditulis pada tahun 2021 ini berjalan lancar hingga masuk tahap workshop pada tahun 2023, rekaman pada awal 2024, hingga rampungnya mixing dan mastering di bulan Mei 2024.

Féath
Féath

Tidak hanya dalam bentuk audio, Féath juga menyiapkan sajian audio visual berupa video klip untuk single “Asa” yang juga dirilis bersamaan. Video klip yang diambil di sebuah café bernuansa vintage tersebut menceritakan sepasang insan yang harus menghadapi kehilangan. Ia yang ditinggalkan merasakan kehampaan hingga suatu saat ia menerima sebuah telepon yang berasal dari dirinya di linimasa lain yang membuatnya bisa mencegah berbagai macam kejadian agar tidak kehilangan sosok yang dicintainya di linimasa saat ini. Proses syuting berlangsung lancar dan memunculkan tiap personil Féath serta Nanda di dalamnya.

Féath
Féath

Rilisan ketiga ini juga disemarakkan dengan penampilan live dari Féath yang dijadwalkan untuk tampil di sebuah gigs di sebuah kedai kopi di Malang.

“Keinginan untuk mengadakan showcase pastinya ada, namun untuk saat ini kami masih berfokus pada single dulu,” tutup Féath.

Mari menikmati “Asa” di berbagai layanan streaming digital dan video klipnya di Youtube per 27 Juli 2024. Nantikan gebrakan terbaru mereka lewat sosial media @feath.music di Instagram.

Digelar 4, 5, 6 Oktober, konsep Synchronize Fest 2024 bakal diuji masyarakat

0
Synchronize Fest 2024 telah mengumumkan line up line up terbarunya yang juga lebih merupakan sebuah konsep pertunjukan. 13 konsep dengan masing – masing melibatkan banyak penampil akan hadir secara eksklusif pada tanggal 4, 5, 6 Oktober 2024 di Gambir Expo, Kemayoran.
Synchronice Fest 2024
Synchronice Fest 2024

Mengusung tema “Together Bersama”, Synchronize Fest 2024 berusaha mengekspresikan keberagaman, kebersamaan dan perayaan keterhubungan masa lalu, sekarang, dan masa depan lewat seni budaya, dengan musik sebagai motor penggeraknya. Apakah konsep ini akan mampu menarik minat masyarakat dan pecinta musik untuk hadir? Tentu masih harus di uji dilapangan langsung,

Synchronize Fest 2024 dengan tema “Together Bersama” melibatkan Edy Khemod dan Taba Sanchabakhtiar sebagai pasangan show director yang akan mengeksekusi pertunjukan akbar ini dan keduanya sudah mulai dilibatkan sejak Synchronize tahun 2023. Edy dan Taba diharapkan dapat membuat pertunjukan ini menjadi super istimewa diramu dan dipersiapkan secara khusus, untuk bisa merayakan tema-tema spesifik yang diusung secara maksimal.

Pengumuman special line up Synchronize Fest 2024 ditandai melalui penayangan video yang dapat diakses melalui website www.synchronizefestival.com. Berikut adalah 13 nama judul program pertunjukan yang diumumkan tersebut:

1.) BARRY LIKUMAHUWA: SYNCHRONIZE SUNDAY SERVICE

Seorang produser musik sekaligus pemain bass ternama, Barry Likumahuwa, akan menampilkan konsep pertunjukan bertema “pengharapan”. Tema ini terasa begitu relevan di tengah kehidupan manusia sekarang yang semakin berlika-liku dan kerap kehilangan asa. Sederet lagu populer akan diaransemen secara istimewa oleh Barry dan grup musiknya, sambil menghadirkan 40 orang dalam sebuah kelompok Paduan suara. Ini akan menjadi pertunjukan menggugah hati bagi siapa pun yang hadir di Synchronize Fest 2024 mendatang.

Synchronice Fest 2024
Synchronice Fest 2024

2.) BRANG BRENG BRONG : BENYAMIN BIKIN KETRIBUTAN (ABRYAL ETHNIC, AMBORO, BATAVIA COLLECTIVE, BENNO BENYAMIN, DAVID BAYU, GUGUN “GBS”, HUDSON, IWA K, NESIA ARDI, RINA NOSE, SANDHY SONDORO, SISITIPSI, SOULFOOD)

Sebuah pertunjukan tribute bagi sang legenda seni dan kebudayaan, Benyamin Suaeb. Kiprah Benyamin semasa hidupnya tak pernah lepas dari ragam karya mulai dari sebagai bintang film, pelawak, penyanyi, hingga sutradara film. Terhitung semasa hidupnya beliau telah memerankan setidaknya 57 judul film dan menelurkan lebih dari 75 album rekaman musik. Sosoknya yang jenaka juga menjadi role model bagi sejumlah pegiat seni di Indonesia. Secara khusus, Synchronize Fest mempersembahkan pertunjukan istimewa yang menampilkan para musisi dan pelakon Indonesia yang cukup banyak terinspirasi dan mengaggumi karya sang legenda seni asal Betawi, Benyamin Suaeb.

3.) ERWIN GUTAWA ORCHESTRA: BADAI PASTI BERLALU (AFGAN, BERLIAN HUTAURUK, BILAL INDRAJAYA, DANILLA, FARIZ RM, ISYANA SARASVATI)

Berangkat dari sebuah film dengan soundtrack fenomenal berjudul “Badai Pasti Berlalu” karya seniman multitalenta, Erros Djarot. Soundtrack ini kerap didapuk sebagai album Indonesia terbaik sepanjang masa dan menjadi tonggak perubahan musik populer negeri ini. Album yang juga membantu mengangkat nama Chrisye dan Berlian Hutauruk di dalam sirkuit musik Indonesia. Proses produksi musiknya juga dibantu oleh nama-nama seperti Yockie Suryoprayogo dan Fariz RM, yang kemudian tumbuh menjadi sosok penting dalam kancah musik Indonesia. Pada perhelatan Synchronize Fest 2024, sang maestro musik, Erwin Gutawa, akan memimpin orkestranya untuk merayakan ulang sang album legendaris, dengan turut melibatkan penyanyi muda Afgan, Bilal Indrajaya, Danilla, dan Isyana Sararvati, serta nama-nama senior yang terlibat di dalam pengerjaan rekaman aslinya, yaitu Berlian Hutauruk dan Fariz RM.

4.) INBOX SCTV LIVE AT SYNCHRONIZE FEST (7ICONS, CHIBI-CHIBI, D’BAGINDAS “C.I.N.T.A”, HELLO BAND, REPVBLIK. HOST: ANDHIKA PRATAMA, GADING MARTEN, AUDI MARISSA)

Bagi orang yang tumbuh dan berkembang di tahun 2000-an pasti pernah menghidupi rutinitas awal hari bersama program musik televisi Inbox SCTV. Program fenomenal ini menjadi medium arus utama yang mengubah arah musik Indonesia di era itu. Secara khusus Synchronize Fest berkolaborasi dengan SCTV untuk menghadirkan momen nostalgia ini melalui program Inbox Live at Synchronize Fest 2024, dengan sederet nama penampil, di antaranya : girl band 7ICON, girl band Chibi-Chibi, grup band D’Bagindas “C.I.N.T.A”, Hello Band, hingga band Repvblik. Tak lupa host kawakan Inbox, Gading Marten, Andhika Pratama dan Audi Marissa yang akan memandu keseruan program Inbox Live at Synchronize Fest 2024.

5.) KOIL KILLER KOPLO

Sebuah sajian amat istimewa akan dihadirkan oleh Koil, grup musik rock/industrial asal Bandung. Pertunjukan Koil di Synchronize Fest kali ini mengusung konsep panggung bernama Koil Killer Koplo, yang merupakan antitesis dari citra rock yang kerap dianggap gahar dan gelap. Koil Killer Koplo akan menampilkan hits mereka dengan aransemen musik dangdut koplo. Akan menjadi sebuah kejutan tak terduga yang hanya dapat kalian nikmati di Synchronize Fest 2024.

Synchronice Fest 2024
Synchronice Fest 2024

6.) LAGU ANAK MASA KE MASA (TITIEK PUSPA, CHICHA KOESWOYO, DEREDIA, MOCCA, ENNO LERIAN, JOSHUA SUHERMAN, TASYA KAMILA, TINA TOON, MELISA “ABANG TUKANG BAKSO”, DHEA ANANDA & LEONY VH “TRIO KWEK KWEK”, SASKIA & GEOFANNY, RIA ENES & SUZAN)

Synchronize Fest sebagai wadah perayaan musik Indonesia akan menyajikan pertunjukan diskografi perjalanan musik anak dari masa ke masa. Dimulai dari era ’50-an dan 60-an, lewat karya seperti “Soleram”, “Balonku”, “Bintang Kecil”, hingga “Pelangi”, yang secara turun temurun dinyanyikan oleh orang tua untuk anak-anaknya sebagai pengiring bermain hingga penghantar tidur. Hingga era industry musik pop Indonesia, era ‘70-an sampai awal 2000-an, dengan mencuatnya nama-nama penyanyi cilik yang populer di era itu. Secara khusus Synchronize Fest turut menghadirkan nama-nama penyanyi cilik yang populer di jamannya, seperti: Joshua Suherman, Tasya Kamilla, Enno Lerian, Tina Toon, Melisa “Abang Tukang Bakso”, Dhea Ananda & Leony VH dari Trio Kwek- Kwek, Saskia & Geofanny, Ria Enes & Suzan, Chicha Koeswoyo, hingga legenda musik Titiek Puspa. Tak lupa turut menghadirkan Deredia dan Mocca dalam membawakan musik anak di era ‘50-an dan ‘60-an.

7.) NIKE ARDILLA LIVE BERSAMA BONITA, DANILLA, FANNY SOEGI, PUTRI ARIANI, TANTRI “KOTAK”

 Kepergian tak terduga dari lady-rocker Nike Ardilla pada tahun 1995 meninggalkan luka yang begitu dalam bagi keluarga dan penggemarnya. Betapa tidak, sosoknya kala itu merupakan ratu slow-rock terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Gaya berpakaian dan paras cantiknya juga turut menjadi standar tren kecantikan yang populer pada masanya. Hingga kini, 29 tahun paska kepergiannya, nama Nike Ardilla masih terus dikenang dan dipuja oleh begitu banyak kalangan. Synchronize Fest 2024 secara khusus akan menghadirkan program pertunjukan persembahan bagi sosok Nike Ardilla, yang akan dinyanyikan oleh Bonita, Danilla, Fanny Soegi, Putri Ariani, hingga Tantri “Kotak”. Untuk pertunjukan ini Synchronize Fest berkolaborasi dengan Bujuk Rayu dalam penggarapan visual metahuman untuk menghadirkan sosok Nike Ardilla di panggung pertunjukan.

8.) R E M (RIEN DJAMAIN, ERMY KULLIT, & MARGIE SEGERS): “API ASMARA”

Usaha untuk memasyarakatkan musik jazz di Indonesia mendapatkan momentum signifikan di era ’70-an dengan diterimanya formula jazz yang lebih ngepop oleh masyarakat. Lewat lantunan sekumpulan biduanita bersuara bak madu, Rien Djamain, Ermy Kullit dan Margie Segers, negeri ini memperoleh hits seperti “Api Asmara”, “Kasih” dan “Semua Bisa Bilang”. Musik jazz lokal pun dinikmati di televisi, radio, hingga berbagai ruang publik. Untuk merayakan tonggak penting itu Synchronize Fest 2024 menghadirkan pertunjukan istimewa Api Asmara, dengan penampilan ketiga biduanita senior itu, menyanyikan lagu-lagu terbaiknya dalam format aransemen seperti rekaman orisinalnya.

9.) ROCK OPERA KEN AROK: HARRY ROESLI (ARIE KRITING, CANDIL, DIRA SUGANDI, FAUZAN LUBIS, ISYANA SARASVATI, OSLO IBRAHIM, SAL PRIADI, SOLEH SOLIHUN, TRIA “THE CHANGCUTERS”)

Harry Roesli, sang legenda musik Indonesia, dengan segudang karya visioner bersemangat pembaruan, yang membawa pengaruh luar biasa bagi musik popular Indonesia hingga kini. Salah satu karya terbaik Harry Roesli adalah ROCK OPERA KEN AROK, yang disinyalir merupakan satu-satunya karya rock opera di Indonesia. Rock Opera Ken Arok pernah ditampilkan di dua era, yaitu tahun 1975 dan 1991, dengan konsep pelakonan sambil menyanyikan lagu bak opera dan teater di sepanjang pertunjukan. Harry Roesli berhasil mengawinkan rock dan bebunyian karawitan Sunda secara apik sehingga membentuk lanskap musik yang megah sebagai kritik sosial di era Orde Baru Secara khusus di Synchronize Fest 2024 akan menghadirkan kembali Rock Opera Ken Arok: Harry Roesli yang akan dilakoni oleh seniman dan musisi Indonesia, mulai dari: Arie Kriting, Candil, Dira Sugandi, Fauzan Lubis, Isyana Sarasvati, Oslo Ibrahim, Sal Priadi, Soleh Solihun, hingga Tria “The Changcuters”

Synchronice Fest 2024
Synchronice Fest 2024

10.) SIR DANDY MENYANYIKAN LAGU TEMAN-TEMAN, TEMAN-TEMAN MENYANYIKAN LAGU SIR DANDY

Seorang penyanyi, penulis lagu, sekaligus seniman eksentrik bernama Sir Dandy adalah cerminan dari dark humor kontemporer masa kini. Pembawaannya yang nyeleneh, siap menghadirkan pertunjukan tribute dirinya membawakan lagu teman- temannya, dan turut menghadirkan para musisi kolaborator yang nantinya akan menyanyikan lagu Sir Dandy. Kegilaan apa yang akan terjadi? Nantikan, hanya di Synchronize Fest 2024

11.) SORE DAN KAWAN-KAWAN (AFGAN, ARDHITO PRAMONO, ATILIA HARON, BILAL INDRAJAYA, CHOLIL MAHMUD, FANNY SOEGI, PUSAKATA, NOH SALLEH, RIAN EKKY PRADIPTA)

Sebuah pertunjukan #TogetherBersama yang diusung oleh Synchronize Fest dengan menampilkan grup band SORE, yang kini hanya menyisakan dua personil orisinalnya, Awan Garnida dan Bemby Gusti, selepas kepergian mendiang Ade Paloh beberapa waktu lalu. Pertunjukan kolaborasi ini begiitu istimewa karena turut menghadirkan para musisi lintas kancah yang sangat mengapresiasi karya-karya SORE. SORE turut mengajak nama-nama populer untuk menjadi penyanyi kolaborator, seperti: Afgan, Ardhito Pramono, Atilia Haron, Bilal Indrajaya, Cholil Mahmud, Fanny Soegi, Pusakata, Noh Salleh, hingga Rian Ekky Pradipta.

12.) SRICANDY: LYODRA, TIARA ANDINI, ZIVA MAGNOLYA, MAHALINI, KEISYA LEVRONKA (MUSIK OLEH: TOHPATI)

Mengawali karir bermusik melalui ajang pencarian bakat, kini Lyodra, Tiara Andini, Ziva Magnolya, Mahalini, dan Keisya Levronka menjelma menjadi sekumpulan penyanyi wanita yang paling diidolakan di Indonesia saat ini. Kelima penyanyi Indonesia ini akan menampilkan nomor terbaik dari karya-karya mereka, beserta karya persembahan lagu dari para Diva Indonesia terdahulu yang mereka idolakan. Dipimpin oleh pengarah musik Tohpati, kolaborasi antara Lyodra, Tiara Andini, Ziva Magnolya, Mahalini, dan Keisya Levronka siap menyongsong lembaran baru menuju Diva Indonesia masa depan

13.) 60 TAHUN ELVY SUKAESIH BERKARYA

Elvy Sukaesih merupakan tokoh legendaris musik dangdut Indonesia dengan predikat “Ratu Dangdut”, yang masih aktif berkiprah sejak tahun 1964 hingga hari ini, dengan rilisan 48 album solo. Sejak tahun 1977 berbagai judul film hingga serial televisi pun menjadi bagian dari perjalanan kreatif Elvy Sukaesih Penampilan Sang Ratu Dangdut di Synchronize Fest 2024 sekaligus menjadi perayaan 60 Tahun Elvy Sukaesih berkarya. Penampilannya akan menampilkan aransemen dan bunyi orisinal dengan gaya busana khas yang ikonik ala Elvy Sukaesih.

Synchronice Fest 2024
Synchronice Fest 2024

Di saat yang bersamaan, Synchronize Fest juga mulai melakukan penjualan tiket 3 DAY PASS – PRESALE 1 seharga Rp. 550.000 (sudah termasuk pajak dan biaya penanganan) yang mulai dijual pada tanggal 29 Mei 2024 – 30 Juni 2024 melalui website www.synchronizefestival.com.

HARGA TIKET SYNCHRONIZE FEST 2024

KATEGORI 3 DAY PASS DAILY PASS PERIODE

PRESALE 1 IDR 550,000 29 Mei – 30 Juni 2024

PRESALE 2 IDR 650,000 1 Juli – 31 Juli 2024

PRESALE 3 IDR 700,000 1 Agustus – 31 Agustus 2024

REGULAR IDR 800,000 IDR 375,000 1 September – 3 Oktober 2024

EARLY ENTRY (entry before 2 pm) IDR 275,000 1 September – 3 Oktober 2024

ON THE SPOT IDR 900,000 IDR 475,000 4, 5, 6 Oktober 2024

dbatlayar rilis single ke 6 bertajuk “Badut Baru”

0
dbatlayar merilis single terbaru mereka bertajuk “Badut Baru” berbarengan dengan Hari Badut Sedunia yang diperingati tiap 1 sampai 7 Agustus tiap tahunnya.
dbatlayar
dbatlayar

dbatlayar adalah dua kakak beradik David C.R. Batlayar (Dave) dan Daniel Joy Gratia Batlayar (Joy) yang memutuskan untuk merilis single yang sudah bisa didengarkan di semua digital streaming platform tersebut hari ini 7/8/24

Lagu “Badut Baru” dari dbatlayar merupakan ekspektasi Dave dan Joy terhadap sesuatu hal yang kita sukai dan punya konsekuensi sendiri mengenai peran media sosial saat ini dalam hal apapun terutama cara manusia membandingkan kehidupan nyata dan sebuah ekspektasi.

Perumpamaan “badut” dalam merespon fenomena ini sangat berkait dengan banyak peristiwa yang terjadi. Mulai dari percintaan hingga situasi sosial dalam masyarakat. Dave dan Joy pun berhasil mengemasnya dalam balutan lirik dan komposisi musik yang apik di dbatlayar.

Ada harmoni yang mengingatkan kita pada pop era 2000-an. Menggunakan lirik-lirik lirih yang terasa perkasa dan frontal dalam mengungkapkan perasaan. Simak saja dalam potongan bagian reff ini: “Oh ternyata ada dia dalam hatimu. Beri peluknya di harimu. Aku hanya badut hiburanmu yang baru. Terlalu mudah membuka hati. Untukmu yang tak pasti.”

dbatlayar
dbatlayar

“Badut identik dengan sosok yang bisa menghibur namun hanya satu arah. Dalam lagu ini, kami memposisikan ‘badut’ sebagai sudut pandang dari pendengar lagu ini. Terutama dari sudut pandang orang yang merasa rasa cintanya mendapat balasan dari orang yang ia cintai, padahal nyatanya tidak, karena orang yang ia cintai tersebut sudah memiliki kekasih,” ungkap Dave.

Lagu ini diciptakan mereka berdua di rumah mereka, di bilangan Mangga Besar, Jakarta pada bulan Januari 2023. Malam itu, Joy menemukan nada sambil memainkan gitar yang direspon dengan baik oleh Dave.

Dalam keadaan hati yang sedang galau, Dave menyusun lirik dan menggabungkan dengan nada yang ditemukan oleh Joy dengan alat rekam dari handphone.

“Dalam proses perekaman lagu ini, kami dibantu oleh banyak pihak. Bentuk dan ketukan dasar lagu ini diarahkan oleh kak Febri HIVI! , bass dimainkan oleh Isaiah Christov, perekaman drum dimainkan oleh kak Jessi Mates. Proses mixing kami dibantu oleh Mas Rayendra Sunito, dan mastering oleh kak Dimas Pradipta. Untuk rekaman vokal, kami diarahkan oleh mas Irvnat,” jelas Joy.

dbatlayar
dbatlayar

Di bawah naungan Keina Creative yang dibentuk oleh grup musik HIVI!, dbatlayar telah merilis lima lagu sejak 2020 yang lalu. Sejak kecil, mereka tumbuh dengan lagu gospel, jazz, pop, juga lagu-lagu vocal group rohani yang dikenalkan oleh kedua orangtua mereka.

“Kalau untuk inspirasi, kami mendapat banyak inspirasi dari penyanyi juga musisi Indonesia, seperti Glenn Fredly, Tompi, Chrisye maupun musisi dari luar negeri, seperti Michael Jackson, Ron Kenoly, Earth Wind & Fire, Michael Buble,” lanjut Dave.

Cuplikan lagu “Badut Baru” belakangan dipakai menjadi musik latar untuk beragam konten di media sosial. Warganet menggunakannya untuk menggambarkan kisah dan situasi terkini dari hubungan percintaan mereka, yang mayoritas anak-anak muda.

Sampai saat ini, tercatat sudah lebih dari 72 ribu account yang menggunakan lagu “Badut Baru”.

Kami merasa senang dan semangat atas respon dari kawan-kawan yang mendengar dan menggunakan potongan lagu kami. Kami merasa industri musik sangat luas jangkauannya, karena pendengar bisa dengan mudah memilih lagu yang ingin didengarkan secara digital. Hal ini tentu membuat  musisi harus terus kreatif dalam menemukan cara terbaik untuk mempromosikan karyanya,” pungkas Joy.

Duo Brunnera luncurkan single “Lisen”

0
Brunnera dengan bangga mengumumkan perilisan single kedua mereka, “Lisen” yang kini tersedia di semua platform streaming atau Digital Store Platform.
BRUNNERA
BRUNNERA

“Lisen” adalah lagu penuh perasaan tentang seorang wanita bernama Lisen, yang kesederhanaan dan kekuatannya membawa kebahagiaan dan keceriaan bagi orang-orang di sekitarnya, meskipun setiap hari dia merasa terluka. Lagu ini menangkap semangatnya dengan lirik yang dapat diterima dan melodi yang mengangkat.

Mencampur pop dengan sentuhan country, “Lisen” menunjukkan akar musik Brunnera. Irama yang menular dan paduan suara yang catchy dari lagu ini pasti akan beresonansi dengan pendengar baru. Dengarkan “Lisen” hari ini dan rasakan keajaiban cerita dan bakat musik Brunnera.

BRUNNERA
BRUNNERA

Brunnera adalah Kombinasi harmonis antara seorang pria dan wanita dari dunia musik yang hidup di Jakarta yang melahirkan karya – karya sepert “Lisen”. Dipimpin oleh Try Manik sebagai gitaris utama dan vokalis, serta didukung oleh keterampilan gitar ritmis Vega Mediana dan suaranya yang ringan, Brunnera menghadirkan campuran genre yang unik dari pop, rock alternatif, blues, country, folk.