Color Guard Indonesia meraih predikat ‘Outstanding Performance’ dalam Color Guard Festival Marching in Okayama, Japan 2026 melalui repertoar bertajuk “The Beauty of Borneo”. Penampilan ini menjadi bagian dari misi budaya untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Kalimantan kepada masyarakat internasional melalui seni pertunjukan color guard.

Keikutsertaan pada 2026 ini menandai penampilan kedua Color Guard Indonesia di Okayama, Jepang, setelah penampilan sebelumnya pada 2016. Kembali setelah sepuluh tahun, tim Color Guard Indonesia membawa semangat untuk menghadirkan karya yang mengangkat identitas Indonesia. Momentum tersebut semakin bermakna dengan diraihnya predikat ‘Outstanding Performance’ sebagai pengakuan atas penampilan mereka.
Bagi Color Guard Indonesia, pencapaian ini memiliki makna yang melampaui penghargaan atas sebuah pertunjukan. Panggung di Okayama menjadi ruang untuk membawa cerita tentang Indonesia, memperkenalkan identitas budaya bangsa dan mengajak penonton menghargai kekayaan yang perlu terus dijaga.

“The Beauty of Borneo” menempatkan Kalimantan sebagai sumber inspirasi utama. Melalui perpaduan gerak, musik, dan ekspresi visual, Color Guard Indonesia menghadirkan penghormatan kepada keindahan alam serta kekayaan budaya Kalimantan. Repertoar ini sekaligus membawa pesan bahwa kebanggaan terhadap warisan bangsa perlu disertai kepedulian untuk menjaga keberlangsungannya.
Pesan tersebut terus hidup setelah rangkaian kegiatan di Jepang berakhir. Bagi tim, misi budaya ini menjadi pengingat untuk senantiasa menjaga alam dan budaya yang dimiliki Indonesia, sekaligus mendekatkannya kepada generasi muda melalui ekspresi seni yang kreatif.
Unsur musikal turut memperkuat penyampaian pesan dalam pertunjukan ini. Color Guard Indonesia menyampaikan apresiasi atas karya “Nusantara” oleh Elwin Hendrijanto yang dibawakan The Resonanz Children’s Choir, “Untamed Heart – Primal Symphony” oleh Elite Music Production, serta “Kalimantan” karya Guruh Sukarno Putra, yang menjadi bagian dari repertoar “The Beauty of Borneo”.

Keikutsertaan dan pencapaian Color Guard Indonesia juga terwujud berkat dukungan berbagai pihak. Tim menyampaikan terima kasih kepada Dana Indonesiana, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta seluruh sahabat Color Guard Indonesia atas doa, dukungan, dan dorongan semangat yang menyertai perjalanan ini.
Pengalaman kembali ke Okayama setelah satu dekade menjadi penyemangat bagi Color Guard Indonesia untuk terus berkarya dan memperkenalkan kekayaan Indonesia melalui seni pertunjukan. Pencapaian ini sekaligus memperkuat komitmen tim untuk menghadirkan karya yang membawa identitas dan pesan budaya Indonesia ke panggung internasional.
Dedikasi ini dipersembahkan untuk negeri, dengan semangat agar kekayaan alam dan budaya Indonesia tetap lestari dan dekat di hati.

Tentang Color Guard
Color guard merupakan bagian non musik pada pertunjukan Marching Band yang mendukung keindahan secara visual, dan menghidupkan tema lagu melalui koreografi, tarian, serta permainan property, biasanya berupa olah tubuh atau tarian dengan menggunakan properti flag (bendera), rifle (senapan), sabre (pedang), serta properti lain sesuai dengan konsep yang ingin dibawakan pada saat pertunjukannya.
Seiring dengan perkembangan zaman dan format pertunjukan color guard yang awalnya merupakan bagian dari pertunjukan musik Marching Band, kini telah menjadi sebuah pertunjukan yang lepas dari awalnya dengan memamerkan keindahan permainan bendera, permainan properti, permainan akrobatik, dan juga sebuah tarian yang biasanya menggunakan iringan musik yang diadopsi dari lagu yang sudah ada (rekaman).



