Friday, November 6, 2026

Latest Posts

Film “Desember Jani” : Cerita 4 perempuan dari 3 generasi

Palari Films resmi merilis trailer dan poster film “Desember Jani”, usai menjalani World Premiere di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39 dalam kompetisi Asian Future. Di kompetisi tersebut, “Desember Jani” juga meraih Special Mention, Kisah tentang keluarga yang menunggu seorang anak pulang ini kini pulang ke penonton yang paling dekat dengan ceritanya, keluarga Indonesia, dan tayang di bioskop mulai 10 Desember 2026.
Presscon Desember Jani
Presscon Desember Jani

Trailer “Desember Jani” memperkenalkan empat perempuan dari tiga generasi dalam satu rumah: Oma (Tutie Kirana), Winnie (Sigi Wimala), serta dua anak perempuannya, Julia (Hyori Mika) dan Jani (Chempa Puteri). Saat Julia pergi dari rumah tanpa pamit, Jani menyimpan satu hal yang tak terucap. Ia harus memilih: tetap diam demi kakaknya, atau akhirnya bicara kepada ibunya.

Nuansa yang sama terasa di poster resminya “Desember Jani”. Keempatnya berada di ruang tamu yang sama. Ada kehangatan antara Jani dan Oma, namun juga jarak yang dingin antara Winnie dan anak sulungnya. Potret keluarga yang tidak sempurna, tapi masih mau mencoba.

Kemenangan “Desember Jani” di Tokyo menjadi apresiasi berharga bagi para pembuat film dan jajaran pemeran.

Presscon Desember Jani
Presscon Desember Jani

“Asian Future Special Mention memberikan kepercayaan bahwa akan selalu ada kesempatan untuk pertama kali. Film panjang pertama untuk Ariani Darmawan sebagai sutradara, skenario pertama untuk Cyntha Hariadi, pertama kali menjadi aktor utama bagi Chempa Puteri, dan film panjang pertama buat aktor Hyori Mika. Penghargaan ini juga apresiasi besar untuk kembalinya Sigi Wimala ke layar lebar, dan Tutie Kirana yang telah berkarya lebih dari 50 tahun. Harapan kami hanya satu, Desember Jani dirayakan di rumah sendiri dan ditonton oleh para penonton film Indonesia. Dan yang paling penting, memantik berbagai percakapan yang belum selesai dalam keluarga.” ujar produser Meiske Taurisia.

“Desember Jani” merupakan debut film panjang Ariani Darmawan setelah rehat. Seniman visual sekaligus pendiri Kineruku Bandung ini sebelumnya menggarap film pendek dan dokumenter bertema identitas, termasuk Sugiharti Halim yang berkompetisi di Clermont-Ferrand. Film ini menjadi refleksi personalnya sebagai seorang ibu dan anak.

“Dari luar, mungkin kita akan melihat bahwa ini cerita tentang keluarga tiga generasi. Ada satu anaknya yang pergi dari rumah dan bagaimana mereka menunggu sang anak pulang. Sambil menunggu, kemudian mereka saling terkoneksi satu sama lain. Tapi lebih dari itu, saya pikir “Desember Jani” juga tentang perasaan-perasaan terdalam mereka. Semua orang pasti punya lukanya masing-masing. Bahkan yang paling kecil pun juga sudah memiliki lukanya sendiri,” ujar sutradara Ariani Darmawan.

Presscon Desember Jani
Presscon Desember Jani

Skenarionya ditulis Ariani bersama Cyntha Hariadi, penyair dan novelis favorit Ariani sejak kumpulan cerpen Manifesto Flora. Mengagumi Ariani sebagai sutradara, Cyntha pun menyambut ajakan kolaborasi di debut skenarionya ini. Lewat “Desember Jani”, ia menghadirkan karakter multi-dimensi dengan sudut pandang masing-masing, sehingga penonton dapat memahami Oma, Winnie, Julia, dan Jani.

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.