Berbeda dari film – film horor lainnya, film “Juminten Edan” muncul di Industri film horor Indonesia dengan vibe dan aura yang berbeda. Film yang di bintangi Dimas Aditya berpasangan dengan Meisya Amira ini lebih mengutamakan unsur drama dan Thriller.

Karena film “Juminten Edan” ini bermain di sektor drama dan thriller, oleh karena itu sepanjang film ini diputar sangat jarang sekali ada momen – moment jumpscare dan hal – hal menyeramkan lainnya, namun begitu ada beberapa adegan kekerasan dan kejam yang muncul di film ini.
Film “Juminten Edan” hadir menawarkan sebuah drama yang melibatkan psikologis tokohnya dengan di balut oleh cerita misteri yang kelam dan gelap serta dibumbui beberapa adegan sadis yang sangat kejam. Ini mengingatkan kita akan aura film – film horor era 90an yang sangat klasik.
Berikut sinopsis film “Juminten Edan”
Cerita berpusat pada Juminten (diperankan Meisya Amira), seorang perempuan tunarungu dan tunawicara. Kepulangan ini sebenarnya menjadi mimpi buruk bagi Juminten. Desa tersebut menyimpan trauma masa kecil yang ingin ia kubur dalam-dalam.

Juminten mulai dihantui oleh sosok kakeknya sendiri, seorang dukun yang tewas mengenaskan dibakar warga setelah mencoba menjadikan cucunya sendiri sebagai tumbal. Tragisnya, karena dianggap gila dan berbahaya, warga desa menerapkan adat setempat yang kejam: Juminten dipasung. Ia dipisahkan secara paksa dari suami dan putri semata wayangnya, Saskia.
Selanjutnya para penonton akan dipaksa untuk berfikir mengenai rentetan kejadian yang dialami Juminten serta berbagai kilas balik yang di cerityakan oleh film ini untuk menjelaskan pada penonton apa yang sebenarnya terjadi.
Selain menampilkan Meisya Amira sebagai Juminten dan Dimas Aditya sebagai Manto, film ini di perkuat Anne J Coto, Kukuh Prasetyo, Deden Bagaskara, Bambang Oeban, Wina Marrino, Sharon Jovian, Teguh Julianto, Wanto Cacing, Feril Ali dan Maria Lituhayu.
Film “Juminten Edan” akan tayang di bioskop pada 23 Juli 2026. Jangan lupa tonton ya.


