Trio metal asal Indonesia, Voice of Baceprot (VOB), kembali menorehkan pencapaian penting di kancah musik internasional. Setelah serangkaian penampilan di berbagai festival dan panggung dunia, kini VOB akan tampil di Copenhell 2026, festival music rock dan metal terbesar di Denmark yang berlangsung pada 24–27 Juni 2026 di Copenhagen. VOB dijadwalkan tampil pada Jumat, 26 Juni 2026 di panggung Gehenna.

Keikutsertaan Voice of Baceprot dalam Copenhell menjadi tonggak penting bagi perjalanan band yang beranggotakan Firda Kurnia (vokal dan gitar), Widi Rahmawati (bass), dan Euis Siti Aisyah (drum). Festival ini dikenal sebagai salah satu perhelatan musik metal paling prestisius di kawasan Skandinavia dan secara rutin menghadirkan nama-nama besar dari berbagai generasi dan subgenre musik keras dunia.
Pada edisi 2026, Copenhell menghadirkan jajaran musisi internasional seperti Iron Maiden, Bring Me The Horizon, Alice Cooper, Anthrax, Sepultura, dan banyak lagi nama besar lainnya. Voice of Baceprot menjadi salah satu perwakilan Asia Tenggara yang tampil dalam daftar tersebut.
“Kami merasa terhormat mendapatkan kesempatan untuk tampil di Copenhell. Bagi kami, ini bukan hanya tentang memainkan musik di festival metal besar, tetapi juga membawa cerita, semangat, dan suara dari Indonesia ke hadapan audiens global,” ujar Voice of Baceprot dalam keterangan resmi.

Partisipasi ini melanjutkan perjalanan internasional VOB yang dalam beberapa tahun terakhir semakin aktif menjangkau audiens global melalui tur, festival, dan kolaborasi lintas negara. Berangkat dari Garut, Jawa Barat, VOB terus membuktikan bahwa musik dapat melampaui batas geografis, budaya, maupun bahasa.
Penampilan di Copenhell 2026 juga menjadi momentum bagi Voice of Baceprot untuk memperkenalkan materi-materi terbaru mereka kepada komunitas metal internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta musik keras dunia.

Sejak terbentuk pada 2014, Voice of Baceprot telah dikenal melalui perpaduan thrash metal, rap metal, dan rock progresif yang dibalut dengan lirik-lirik kritis mengenai isu sosial, lingkungan, hingga kebebasan berekspresi.
Konsistensi tersebut telah membawa mereka tampil di berbagai panggung internasional dan mendapatkan pengakuan dari media serta komunitas musik dunia.


