Buitenstage Vol. 7 kembali digelar pada Kamis malam, 7 Mei 2026 di Kopi Wangsa, Bogor. Program musik dwi-mingguan yang diprakarsai oleh Buitenfest bersama Cadazz Pustaka Musik ini kembali menghadirkan ruang temu yang intim bagi musisi, komunitas, dan penikmat musik lintas genre di Kota Bogor.

Didukung oleh berbagai media online musik dan ekosistem kreatif independen, Buitenstage terus menjaga semangatnya sebagai ruang alternatif yang terbuka bagi eksplorasi musikal, pertemuan ide, dan pertumbuhan ekosistem musik lokal.
Pada edisi ketujuh ini, Buitenstage menghadirkan empat entitas musik dengan karakter dan pendekatan yang berbeda-beda. Malam dibuka oleh Andy Lee Ghouw, solois pop yang malam itu tampil spesial bersama format full band yang membawakan materi-materi single yang pernah dia rilis dengan nuansa yang cheerfull, termasuk single terbaru yang berjudul ‘Rumit” dan “Enjoy Your Life” yang membuat penonton sing-a-long.
Selanjutnya hadir Lleiruz, solois multi-instrumen yang tampil dalam format akustik dengan pendekatan musikal yang intim dan reflektif dengan membawakan materi dari EP terbarunya, “Insincerely Yours” diantaranya Prayer (intro), Blue, Mestinya, dan Closure, yang dirilis Januari lalu. Baginya, penampilan malam itu adalah perpanjangan rasa dari proses produksi EP yang ia sebut sangat emosional.

Kejutan selanjutnya datang dari duo akustik asal Bogor, Medilog yang menghadirkan dinamika ringan namun penuh kedekatan dengan audiens. Selain membawakan single terbaru bertajuk “You’ll Be Fine“, mereka menciptakan momen spesial dengan memperdengarkan “JUMPA” untuk pertama kalinya di depan publik. Lagu yang telah diciptakan sejak 2023 namun belum resmi dirilis ini menjadikan penampilan Medilog malam itu sebagai catatan sejarah kecil yang manis bagi para pendengar yang hadir.

Menutup malam yang penuh dengan talenta lokal patent, Partikel Penyusun Atom tampil dengan formasi tiga personel eksperimental yang membawa energi eksploratif dan performa yang lepas, menghadirkan pengalaman musikal yang unik sekaligus tak terduga bagi para penonton yang hadir malam itu. “Aksi panggung mereka “gokil” dan eksplosif , bener-bener penutup yang pas”, ujar salah satu penonton.

Sebagai program reguler, Buitenstage lahir bukan sekadar sebagai pertunjukan musik, tetapi sebagai ruang tumbuh bersama bagi ekosistem kreatif lokal. Buitenfest dan Cadazz Pustaka Musik percaya bahwa kota dengan denyut kreativitas seperti Bogor membutuhkan ruang-ruang alternatif yang konsisten untuk mempertemukan karya, komunitas, dan kolaborasi.
“Buitenstage selalu kami bayangkan sebagai ruang yang cair, tempat musisi, penonton, dan pelaku kreatif bisa bertemu tanpa sekat genre maupun generasi. Kami ingin membangun ekosistem yang hidup, berkelanjutan, dan memberi ruang bagi keberanian bereksperimen. Karena kami percaya bahwa musik yang bagus tidak harus selalu datang dari industri besar, tapi dari ketulusan untuk terus bersuara dan ruang yang mau mendengarkannya,” ujar Nanang Yuswanto dari Buitenfest.

Sementara itu, Fransiscus Eko, dari Cadaazz Pustaka Musik melihat Buitenstage sudah layak menjadi salah satu fasilitas untuk menguji mental dan kemampuan tekhnis Musisi baik itu solois atau group band agar mendapatkan pengalaman yang berharga sebagai performer diatas panggung.
“Menurut gw, para musisi bisa mendapatkan pengalaman berharga manggung di Buitenstage, apalagi buat mereka yang berasal dari luar Bogor. Tampil prima diatas panggung itu gak gampang, memperkenalkan karya kita di hadapan penonton yang gak ngerti siapa kita pun bakal susah, tapi dengan panjangnya durasi tampil yang kita sediakan, dengan area panggung yang baik serta service sound system yang cukup apik, para musisi bisa mengeksplorasikan kreatifitas mereka di acara ini dengan nyaman”, tutur Fransiscus Eko.
Dengan semangat tersebut, Buitenstage akan terus berjalan sebagai bagian dari upaya merawat denyut musik independen Bogor melalui pendekatan yang intim, inklusif, dan berorientasi pada kolaborasi lintas komunitas.


