Sineas legendaris Indonesia, Oleg Sanchabakhtiar, hadir kembali di dunia visual musik Indonesia dengan sebuah konsep dan Intellectual Property yang penuh muatan edukasi dan kreatifitas yang di bungkus dalam sebuah ajang penghargaan video musik Indonesia bertajuk “Indonesian Music Video Awards” yang disingkat sebagai IMVA.

Bertindak sebagai pendiri sekaligus Creative Director IMVA, Oleg Sanchabakhtiar menjelaskan bahwa IMVA digelar sebagai festival musik video nasional yang memfokuskan pada kualitas artistic video, inovasi dan banyak hal barbasiskan seni lainnya. IMVA hadir kembali di era ini untuk memberikan ruang apresiasi yang lebih luas terhadap karya video musik Indonesia.
Melalui IMVA, Oleg Sanchabakhtiar tergerak untuk sekaligus memperkuat posisi profesi di balik produksi sebuah video musik, karena dibalik layar sebuah produk video musik itu ada profesi seperti sutradara, DOP, sinematografer, editor, dan lainnya yang seharusnya diakui sebagai bagian penting dalam ekosistem industri musik pada umumnya dan industri video musik khususnya.
“IMVA digelar untuk menegaskan bahwa video musik bukan sekadar pelengkap lagu, tetapi sebuah karya kreatif yang memiliki standar artistik, teknis, dan nilai industri yang tinggi,” terang Oleg Sancabakhtiar.
Di rintis sejak tahun 2013, seiring dengan tumbuhnya komunitas kreator video di Indonesia, Oleg berusaha mengkurasi dan melakukan penilaian berbasis standar profesional, seluruh sistem kompetisi, kategori penghargaan, serta mekanisme penjurian oleh Oleg dengan sangat serius.

“Penjurian tidak harus melihat video sebagai satu kesatuan saja, karena kita kurasi berdasarkan peran DOP, editor, stylist, dan lainnya. Dasar penilaian sudah ada di website, mengacu pada standar internasional, nasional, hingga penggunaan AI. “Untuk karya berbasis AI, wajib melampirkan prompt, karena itu bagian dari directing”, jelas Oleg tentang penggunaan AI di dalam pembuatan video musik.
Seluruh karya video musik yang masuk akan melalui proses kurasi dan penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi musik, kreator visual, serta tokoh dari berbagai bidang terkait. Dalam pelaksanaannya, IMVA mengedepankan standar penilaian yang mencakup aspek artistik, sinematografi, kreativitas, serta kekuatan storytelling. Sistem ini dirancang agar selaras dengan praktik festival internasional, sehingga karya kreator Indonesia memiliki peluang untuk bersaing di tingkat global. Nanti Kita bisa ikut sertakan di tingkat international sesuai dengan karakteri dan syarat yang ada di aturan International”, ujar Oleg.
Ke depan, IMVA diharapkan dapat menjadi wadah berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan industri video musik di Indonesia, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi talenta baru untuk berkembang secara profesional.

“Indonesia memiliki banyak kreator berbakat. Melalui IMVA, kami ingin menghadirkan panggung yang mampu menghubungkan kreativitas tersebut dengan standar industri yang lebih luas,” tutup Oleg.
Untuk informasi pendaftaran, aturan main dan lain – lain check di :
- WEB-SITE: www.indonesianmusicvideoawards.com
- IG: https://www.instagram.com/planetdesign_indonesia/reels/
- Pendaftaran PIALA SWARADRISYA: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfgOAdk1iKAp1_nihhakA6ljdYh-DZ6DU2XvIspXBuaT4CvQw/viewform


