Wednesday, April 22, 2026

Latest Posts

Para pelaku musik berdiskusi seru di “Beda Masa Satu Rasa”

Komunitas pemerhati industri musik dan hiburan ‘Cita Svara Indonesia’ (CSI) menggelar acara diskusi berkaitan dengan situasi industri musik dan hiburan Indonesia dewasa ini. Sejumlah pelaku industri musik dari berbagai generasi berkumpul dalam sebuah forum diskusi bertajuk “Beda Masa Satu Rasa” di CC Café at Nancy Places, Ampera, Jaksel, Kamis (5/3).
Harry Koko Santoso
Harry Koko Santoso

Acara yang digelar sambil menyambut ‘Hari Musik Nasional’ pada 9 Maret 2026 nanti itu dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha sebagai keynote speaker, Connie Constantia selaku musisi, promotor konser dan pemerhati musik Harry Koko Santoso serta banyak praktisi musik dan hiburan nasional yang hadir meramaikan acara “Beda Masa Satu Rasa“.

Forum diskusi “Beda Masa Satu Rasa” ini diadakan sebagai bentuk dari kepedulian para pelaku industi musik dan hiburan yang selama ini mengamati dan ikut terlibat di dalam aktifitas musik dan hiburan nasional. Ruang dialog bagi musisi, produser dan pegiat industri kreatif ini membahas dinamika serta masa depan ekosistem musik Indonesia di tengah perubahan era digital.

Tema “Beda Masa Satu Rasa” dipilih untuk menggambarkan pertemuan perspektif para pelaku musik dari era yang berbeda, mulai dari generasi yang tumbuh pada masa industri analog hingga generasi digital yang kini berkembang melalui platform streaming dan media sosial.

Sempat membahas tentang maraknya invasi musik asing di tanah air terutama Kpop dan situasi terkini tentang konser musik lokal serta tuntutan jaman buat musisi pelaku musik dan hiburan untuk bisa menyesuaikan diri terhadap perkembangan dan perubahan menuju industri digital, seluruh peserta dialog dari pelaku konser musik dan management artis, Dhani Pette, Komposer dan konduktor, Addie MS sampai musisi Taras Bistara ikut memberikan pandangannya.

“Musisi saat ini tidak hanya dituntut untuk menciptakan karya, tetapi juga memahami ekosistem industri secara menyeluruh. Sekarang musik tidak hanya bicara soal siapa penciptanya atau siapa penyanyinya. Seorang artis atau band harus memahami banyak hal, mulai dari bisnis musik, storytelling karya, hingga memaksimalkan media sosial,” ujar Giring.

Team CSI
Team CSI

“Menghadapi kemajuan jaman ini, teman – teman musisi juga harus bisa mengelola brand-nya sendiri, mempromosikan karya, bahkan sampai menjual merchandise,” tambah Giring.

Sementara itu Harry Koko Santoso selaku moderator di acara tersebut juga menyoroti masalah ketimpangan yang terjadi antara lokal dan asing di industri musik Indonesia.

“Dari sisi valuasi internasional kita masih jalan di tempat. Sampai hari ini tidak ada musisi Indonesia yang dibayar USD 100.000 saat tampil di luar negeri. Ini cukup memprihatinkan, sejak 2023 hingga menuju 2026, lebih dari 2.000 musisi asing tercatat masuk ke Indonesia untuk menggelar konser yang nilai transaksi dari konser-konser tersebut disebut mencapai jutaan dolar Amerika, yang pada akhirnya mengalir keluar dari Indonesia, sebaliknya, musisi Indonesia yang tampil di luar negeri dinilai belum mampu menciptakan dampak ekonomi yang setara. Sebagian besar konser di luar negeri masih menyasar komunitas diaspora atau pekerja migran Indonesia”, ujar Harry Koko Santoso.

Connie Constantia selaku musisi yang sudah lama menapak di industri musik nasional menjelaskan kepada awak media tentang alasan dan langkah – langkah Cita Svara Indonesia (CSI) menggelar forum dialog dan diskusi tersebut.

“CSI hadir dengan semangat “Beda Masa Satu Rasa”, sebagai simbol bahwa meskipun zaman berubah, kecintaan terhadap musik Indonesia tetap sama. Beda masa boleh berganti, tetapi rasa tetap sama. Semangat itulah yang ingin kami gaungkan melalui Cita Svara Indonesia. CSI ingin memperkuat sinergi antar pelaku industri musik, mendorong kolaborasi kreatif, serta membawa musik Indonesia semakin dikenal di tingkat internasional”, jelas Connie Constantia.

Connie Constantia, Giring Ganesha dan Harry Koko Santoso
Connie Constantia, Giring Ganesha dan Harry Koko Santoso

Melalui acara diskusi yang mengundang pihak dari Kementrian Kebudayaan seperti ini pihak CSI ingin pemerintah ikut hadir mensupport pelaku seni dan budaya tanah air agar bisa mencapai kesuksesan baik itu di dalam negeri maupun diluar negeri. Karena kekayaan budaya Indonesia merupakan kekuatan besar yang dapat memperkuat posisi musik nasional di industri global.

Menurut Harry Koko Santoso, Dukungan dari pemerintah sangat penting untuk membangun ekosistem musik yang sehat.

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.